Aku suka menulis .. karena saat aku tak bisa mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya, hanya tulisan yang mampu memahamiku, menggambarkan suasana hatiku.
Aku menulis disaat aku jatuh cinta,
disaat aku merindu,
dan disaat aku patah hati ..
Kau tahu?
Semua tulisanku ini adalah untukmu. Cinta, rindu, patah hati, semua tertuju pada orang yang sama! Ya, dengan bangga kukatakan kamulah yang kuberi nama lelakiku.
Mungkin kau saat membaca tulisanku, kau hanya akan menganggap tulisan ini yang kau sebut sebagai sampah. Benar .. ini adalah sampah. Sampah hatiku. Tapi sampah ini tulus ..
Kau tahu aku begitu merindukan kamu! Lebih tepatnya aku merindukan kita.
Kita yang selalu membuat waktu yang hebat bersama, membuat beberapa orang yang melihatnya iri hati.
Kita yang tak lupa untuk saling membahagiakan.
Skarang .. kita terpisah lagi (dan mungkin takan bisa bersama lagi, mungkin..)
Aku menulis disaat aku jatuh cinta,
disaat aku merindu,
dan disaat aku patah hati ..
Kau tahu?
Semua tulisanku ini adalah untukmu. Cinta, rindu, patah hati, semua tertuju pada orang yang sama! Ya, dengan bangga kukatakan kamulah yang kuberi nama lelakiku.
Mungkin kau saat membaca tulisanku, kau hanya akan menganggap tulisan ini yang kau sebut sebagai sampah. Benar .. ini adalah sampah. Sampah hatiku. Tapi sampah ini tulus ..
Kau tahu aku begitu merindukan kamu! Lebih tepatnya aku merindukan kita.
Kita yang selalu membuat waktu yang hebat bersama, membuat beberapa orang yang melihatnya iri hati.
Kita yang tak lupa untuk saling membahagiakan.
Skarang .. kita terpisah lagi (dan mungkin takan bisa bersama lagi, mungkin..)
Kau tahu ini menyakitkan.
Saat mendengar orang-orang disekitarku selalu menayakan tentangmu, padaku.
Aku mencoba tersenyum meski samar, dan menjawab kau baik-baik saja. Tapi apa yang bisa aku banggakan sambil tersenyum sumringah? Kini kau bukan lagi milikku. Kau pergi ..
Entah ini karena egoku, egomu atau ego kita.
Entahlah .. Terserahlah ..
Aku bahkan tak mampu lagi untuk menulis. Jari jemariku bergetar, lemah seolah aku kehabisan energi dalam tubuhku.
Kau bahkan mengacuhkan aku saat aku meminta dengan baik berdamai ..
Karena diammu, itu lebih menyakitkan dan aku memilih lebih mengacaukannya hanya karena aku tak sanggup.
Kau seharusnya mengerti .. mengerti bagaimana perasaanku saat kau abaikan rasa rindu yang tertahan dengan kesibukkanmu dan duniamu yang seolah aku ini tak berarti.
Kau seharusnya lebih tahu caraku saat sedang kalut dengan kerinduan dan emosiku sesaat, tapi kau mengabaikannya.
Ini benar-benar menyakitkan !
Hatiku disini .. tapi pikiranku tak disini ..
Pikiranku (mungkin) bisa tenang saat mendengar lagu, tapi hatiku tak bisa setenang itu.
Kau tahu .. hari ini aku berkumpul bersama sahabat-sahabat dan beberapa teman-temanku,
Tapi ada sesuatu yang berbeda ..
Aku tak seperti biasanya .. Kegilaan bahkan tawaku yang bisa meledak-ledak hari ini bahkan tak ada.
Sekitarku tertawa bahagia meramaikan situasi .. tapi bagiku sama saja. Tak ada yang spesial. Mengapa? Aku sendiri bertanya-tanya berulang kali pada hatiku.
Mungkin sekarang aku sedang berusaha mengasingkan diriku dari duniaku atau bahkan berusaha menghindar.
Mengapa? Ini bisa kujawab .. karena aku begitu ketakutan. Kau sudah tahu dengan jelas jawabanku ketakutan atas dasar apa. Aku rasa kau bisa menjawabnya. Atau mungkinkah harus kujawab? Tidak .. aku tak punya cukup kekuatan untuk mengatakannya. Mungkin aku adalah wanita pengecut bahkan aku sering mengutuk diriku sendiri untuk itu. Ini menyakitkan ..
Setiap kata yang keluar, yang teringat, semua yang terjadi antara kita dari awal hingga saat ini tak bisa kulupakan sekecil apapun itu. Aku mengingat semuanya .. mungkin itu jugalah yang menjadi alasan untuk membuat aku terluka seperti ini.
Saat mendengar orang-orang disekitarku selalu menayakan tentangmu, padaku.
Aku mencoba tersenyum meski samar, dan menjawab kau baik-baik saja. Tapi apa yang bisa aku banggakan sambil tersenyum sumringah? Kini kau bukan lagi milikku. Kau pergi ..
Entah ini karena egoku, egomu atau ego kita.
Entahlah .. Terserahlah ..
Aku bahkan tak mampu lagi untuk menulis. Jari jemariku bergetar, lemah seolah aku kehabisan energi dalam tubuhku.
Kau bahkan mengacuhkan aku saat aku meminta dengan baik berdamai ..
Karena diammu, itu lebih menyakitkan dan aku memilih lebih mengacaukannya hanya karena aku tak sanggup.
Kau seharusnya mengerti .. mengerti bagaimana perasaanku saat kau abaikan rasa rindu yang tertahan dengan kesibukkanmu dan duniamu yang seolah aku ini tak berarti.
Kau seharusnya lebih tahu caraku saat sedang kalut dengan kerinduan dan emosiku sesaat, tapi kau mengabaikannya.
Ini benar-benar menyakitkan !
Hatiku disini .. tapi pikiranku tak disini ..
Pikiranku (mungkin) bisa tenang saat mendengar lagu, tapi hatiku tak bisa setenang itu.
Kau tahu .. hari ini aku berkumpul bersama sahabat-sahabat dan beberapa teman-temanku,
Tapi ada sesuatu yang berbeda ..
Aku tak seperti biasanya .. Kegilaan bahkan tawaku yang bisa meledak-ledak hari ini bahkan tak ada.
Sekitarku tertawa bahagia meramaikan situasi .. tapi bagiku sama saja. Tak ada yang spesial. Mengapa? Aku sendiri bertanya-tanya berulang kali pada hatiku.
Mungkin sekarang aku sedang berusaha mengasingkan diriku dari duniaku atau bahkan berusaha menghindar.
Mengapa? Ini bisa kujawab .. karena aku begitu ketakutan. Kau sudah tahu dengan jelas jawabanku ketakutan atas dasar apa. Aku rasa kau bisa menjawabnya. Atau mungkinkah harus kujawab? Tidak .. aku tak punya cukup kekuatan untuk mengatakannya. Mungkin aku adalah wanita pengecut bahkan aku sering mengutuk diriku sendiri untuk itu. Ini menyakitkan ..
Setiap kata yang keluar, yang teringat, semua yang terjadi antara kita dari awal hingga saat ini tak bisa kulupakan sekecil apapun itu. Aku mengingat semuanya .. mungkin itu jugalah yang menjadi alasan untuk membuat aku terluka seperti ini.
Aku bertanya-tanya dalam hati ..
Inikah caramu menganggap diriku?
Apakah ini tak terlalu menyakitkan? Bisakah kau menggantikan posisiku hanya sebentar saja?
Adakah rindu itu dihatimu?
Mungkin tidak ..
Jika ada rindu itu kau tak mungkin membuat aku merasa diabaikan seperti ini.
Kau berbeda .. berbeda dari kau saat kita dekat. Kau menjadi sosok lelaki yang lain .. mengabaikanku mungkin itulah caramu. Aku bisa apa lagi? Hanya bisa menangis, ketakutan, senyum meski samar dan berusaha mengasingkan diriku sendiri .. mengobati luka dihatiku meski tak ada kamu lagi yang mengobatinya dengan kata maaf, sayang dan rindumu.
Apakah ini tak terlalu menyakitkan? Bisakah kau menggantikan posisiku hanya sebentar saja?
Adakah rindu itu dihatimu?
Mungkin tidak ..
Jika ada rindu itu kau tak mungkin membuat aku merasa diabaikan seperti ini.
Kau berbeda .. berbeda dari kau saat kita dekat. Kau menjadi sosok lelaki yang lain .. mengabaikanku mungkin itulah caramu. Aku bisa apa lagi? Hanya bisa menangis, ketakutan, senyum meski samar dan berusaha mengasingkan diriku sendiri .. mengobati luka dihatiku meski tak ada kamu lagi yang mengobatinya dengan kata maaf, sayang dan rindumu.

kl ini curhat .... saya ucapkan tetap tegar za ya ....
BalasHapusiya ini termasuk curhatan saya
Hapusmakasih loh