Kulayangkan pandanganku menatap monitor laptop didepanku ..
Jari-jariku mulai saling beradu mengetik sejumlah kata, menggambarkan rasa.
Setiap lagu yang kudengar memang menenangkan .. tapi mengapa hatiku tidak setenang pikiranku?
Kembali teringat saat-saat tadi.
Sudah kuduga emosi dan kerinduanku sejak kemarin, membawa perkara besar yang memuncak tadi.
Aku dengan sederetan kata-kataku tentunya membuat lelakiku tak merasa nyaman dengan keadaan bahkan kericuhan itu.
Tapi apa dayaku? Aku hanya tak mampu menahannya.
Entah itu aku atau dia yang memulainya .. tapi itu benar-benar telah merusak semuanya! Aku sadari itu.
Jari-jariku mulai saling beradu mengetik sejumlah kata, menggambarkan rasa.
Setiap lagu yang kudengar memang menenangkan .. tapi mengapa hatiku tidak setenang pikiranku?
Kembali teringat saat-saat tadi.
Sudah kuduga emosi dan kerinduanku sejak kemarin, membawa perkara besar yang memuncak tadi.
Aku dengan sederetan kata-kataku tentunya membuat lelakiku tak merasa nyaman dengan keadaan bahkan kericuhan itu.
Tapi apa dayaku? Aku hanya tak mampu menahannya.
Entah itu aku atau dia yang memulainya .. tapi itu benar-benar telah merusak semuanya! Aku sadari itu.
Jadi aku rasa, aku perlu mengetik sederetan kata yang berbaris rapi didalam otakku tuk menggambarkan isi hatiku saat ini. Tepatnya ini suratku, curhatan yang ingin kusampaikan padanya, ku tuangkan saja didalam tulisan ini.
Hai kamu yang kuberi nama lelakiku,
Kau tahu?
Ini menyakitkan ..
Hatiku saat ini seolah sedang dicabik-cabik kerinduanku yang hampir membunuhku ataukah memang sudah benar-benar membunuhku dengan menelan kekecewaan.
Kau ..
Bisakah tak membuatku gundah dengan bisumu?
Aku benar-benar dibuat jenuh dan benci, bila saat-saat dimana aku harus menerka-nerka yang kau pikirkan.
Aku selalu dibuat bertanya-tanya karena ketidakmampuanku tuk membaca isi hatimu ..
Apalagi kau benar-benar tak pandai membaca situasiku saat aku sedang kalut akan rindu yang tak terobati,
kau tak pandai tuk mengungkapkan rasa.
Itu membuatku selalu menyudutkanmu dengan berbagai pertanyaan ..
Kau tahu?
Ini menyakitkan .. saat aku berjalan-jalan dan mendapati beberapa pasangan yang bermesraan didepanku seolah dunia hanya milik mereka dan tak ada yang melihat mereka.
Itu membuatku cemburu.
Ini menyakitkan saat aku melihat dan mendengar sahabat-sahabatku sedang bermesraan bahkan lewat telepon genggam. Kau tahu itu semakin menusuk hatiku.
Seolah aku ingin berganti tempat dengan mereka .. aku ingin merasakan saat-saat dimana aku selalu kau manjakan dan dianggap sebagai harta berharga dan menomor satukan kita.
Kau tahu?
Aku benar-benar cemburu ..
Saat kita sedang telponan, kau bahkan bisa diam-diam saja saat aku bercerita banyak hal tentangku tanpa kau bertanya. Saat kita sedang berbicara, dan tiba-tiba kau mengalihkan pembicaraan dengan orang lain. Itu menyakitiku.
Aku merasa seolah kau tak pernah bersamaku.
Seolah-olah kau hanya bersamaku saat kita berdua dekat bukan terpisah oleh ribuan jarak dan zona waktu.
Aku cemburu saat mendengarmu banyak berbicara dengan mereka, sementara mengacuhkan diriku atau ceritaku.
Aku cemburu saat mendengarmu bisa tertawa ceria sebegitu riangnya, sementara aku hanya bisa diam saat kau mengacuhkan tawaku.
Aku cemburu melihat mereka bisa menyentuhmu kapanpun mereka mau,
Hai kamu yang kuberi nama lelakiku,
Kau tahu?
Ini menyakitkan ..
Hatiku saat ini seolah sedang dicabik-cabik kerinduanku yang hampir membunuhku ataukah memang sudah benar-benar membunuhku dengan menelan kekecewaan.
Kau ..
Bisakah tak membuatku gundah dengan bisumu?
Aku benar-benar dibuat jenuh dan benci, bila saat-saat dimana aku harus menerka-nerka yang kau pikirkan.
Aku selalu dibuat bertanya-tanya karena ketidakmampuanku tuk membaca isi hatimu ..
Apalagi kau benar-benar tak pandai membaca situasiku saat aku sedang kalut akan rindu yang tak terobati,
kau tak pandai tuk mengungkapkan rasa.
Itu membuatku selalu menyudutkanmu dengan berbagai pertanyaan ..
Kau tahu?
Ini menyakitkan .. saat aku berjalan-jalan dan mendapati beberapa pasangan yang bermesraan didepanku seolah dunia hanya milik mereka dan tak ada yang melihat mereka.
Itu membuatku cemburu.
Ini menyakitkan saat aku melihat dan mendengar sahabat-sahabatku sedang bermesraan bahkan lewat telepon genggam. Kau tahu itu semakin menusuk hatiku.
Seolah aku ingin berganti tempat dengan mereka .. aku ingin merasakan saat-saat dimana aku selalu kau manjakan dan dianggap sebagai harta berharga dan menomor satukan kita.
Kau tahu?
Aku benar-benar cemburu ..
Saat kita sedang telponan, kau bahkan bisa diam-diam saja saat aku bercerita banyak hal tentangku tanpa kau bertanya. Saat kita sedang berbicara, dan tiba-tiba kau mengalihkan pembicaraan dengan orang lain. Itu menyakitiku.
Aku merasa seolah kau tak pernah bersamaku.
Seolah-olah kau hanya bersamaku saat kita berdua dekat bukan terpisah oleh ribuan jarak dan zona waktu.
Aku cemburu saat mendengarmu banyak berbicara dengan mereka, sementara mengacuhkan diriku atau ceritaku.
Aku cemburu saat mendengarmu bisa tertawa ceria sebegitu riangnya, sementara aku hanya bisa diam saat kau mengacuhkan tawaku.
Aku cemburu melihat mereka bisa menyentuhmu kapanpun mereka mau,
bisa tertawa denganmu sebanyak yang mereka mau,
bisa melakukan waktu yang hebat bersamamu.
Tahukah kamu aku mencemburui mereka?
Aku sadar kita jauh ..
tapi tak bisakah kau memperlakukanku yang jauh ini seperti kau memperlakukanku saat dekat denganmu?
Akan sangat menyakitiku saat itu tak seperti yang kuharapkan.
Mungkin akulah yang terlalu banyak berharap yang berlebihan padamu,
Tahukah kamu aku mencemburui mereka?
Aku sadar kita jauh ..
tapi tak bisakah kau memperlakukanku yang jauh ini seperti kau memperlakukanku saat dekat denganmu?
Akan sangat menyakitiku saat itu tak seperti yang kuharapkan.
Mungkin akulah yang terlalu banyak berharap yang berlebihan padamu,
mungkin akulah ..
Lantas aku bisa apa?
Menepis semua rasaku padamu? Itu tidak mungkin! Kau tahu dengan pasti itu tak bisa kulakukan karena telah begitu tergila-gila mencintaimu dan itu tulus.
dan kau tahu yang paling membuat aku benci, muak dan terus memaki-maki apa yang seharusnya tak kulakukan adalah karena aku merasa kau mengabaikanku, melupakan kita dan membuat aku harus mengulang meneteskan air mataku.
Hanya karena masalah sepele dan tepatnya juga kerinduan dan emosiku yang tengah kupendam semenjak kemarin tiba-tiba merasukiku dan membuat kata-kataku keluar tanpa aku harus berpikir bagaimana hatiku nanti.
Tapi seharusnya kau tahu .. kata-kata itu hanya karena emosi sesaatku saja karena pengabaianmu kepadaku, kepada kita.
Bukankah sering kukatakan padamu, aku tak pernah bermaksud mengakhiri apa yang telah aku bangun bersamamu karena bagiku kamu adalah lelakiku yang akan menjadi pendamping hingga masa tuaku?
Tapi ternyata .. kamu malah mengabaikan kata-kataku dan akhirnya kita berakhir (lagi untuk kesekian kalinya).
Apakah itu juga karena emosimu?
Jangan membuatku harus menjawab pertanyaanku sendiri dengan jawaban iya! Karena itu sangat menyakitkan.
Hei kamu lelakiku ..
Belum bisakah kamu pahami maksudku?
Aku merindukanmu dan aku ingin diperlakukan sama seperti saat kamu memperlakukanku waktu itu .. aku merindukannya.
Lantas aku bisa apa?
Menepis semua rasaku padamu? Itu tidak mungkin! Kau tahu dengan pasti itu tak bisa kulakukan karena telah begitu tergila-gila mencintaimu dan itu tulus.
dan kau tahu yang paling membuat aku benci, muak dan terus memaki-maki apa yang seharusnya tak kulakukan adalah karena aku merasa kau mengabaikanku, melupakan kita dan membuat aku harus mengulang meneteskan air mataku.
Hanya karena masalah sepele dan tepatnya juga kerinduan dan emosiku yang tengah kupendam semenjak kemarin tiba-tiba merasukiku dan membuat kata-kataku keluar tanpa aku harus berpikir bagaimana hatiku nanti.
Tapi seharusnya kau tahu .. kata-kata itu hanya karena emosi sesaatku saja karena pengabaianmu kepadaku, kepada kita.
Bukankah sering kukatakan padamu, aku tak pernah bermaksud mengakhiri apa yang telah aku bangun bersamamu karena bagiku kamu adalah lelakiku yang akan menjadi pendamping hingga masa tuaku?
Tapi ternyata .. kamu malah mengabaikan kata-kataku dan akhirnya kita berakhir (lagi untuk kesekian kalinya).
Apakah itu juga karena emosimu?
Jangan membuatku harus menjawab pertanyaanku sendiri dengan jawaban iya! Karena itu sangat menyakitkan.
Hei kamu lelakiku ..
Belum bisakah kamu pahami maksudku?
Aku merindukanmu dan aku ingin diperlakukan sama seperti saat kamu memperlakukanku waktu itu .. aku merindukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar