one day, you will know ..

Jumat, 13 September 2013

Mari Menghitung Waktu dan Jarak tuk Mencintai dan Menunggu

Mari menghitung waktu ..
Semenit ada enam puluh detik, sejam ada tiga ribu enam ratus detik, sehari ada dua puluh jam.
Bisakah kamu hitung berapa banyaknya detik dalam sehari yang telah sebegitunya aku gunakan untuk menunggumu?

Adakah kamu mampu menghitung setiap detik yang tersisa dari hidupku setelah kamu memasukinya dan dengan cepatnya kamu telah bertakhta di hati dan pikiranku?

Mari menghitung saja berapa banyak waktu yang aku luangkan untuk aku dan kamu yang kuberi nama kita.
Mari menghitung saja berapa banyak waktu yang aku pergunakan untuk memaafkan setiap kesalahan yang kamu perbuat.
Mari menghitung saja berapa banyak waktu yang telah aku isi dengan mencintaimu seorang dan berkorban untuk kita.

Aku rasa kita perlu bersama-sama untuk menghitung waktu, ah .. bukan hanya waktu tapi juga jarak. Keduanya yang mampu membuat aku selama ini bertahan sejauh ini karena aku mencintaimu, tidak peduli apapun yang telah kamu lakukan, aku tepiskan semua itu, meski kadang harus kuakui aku hanyalah manusia bukan malaikat yang mampu menahan emosiku untuk tidak mengungkitnya.

Bisakah kamu hitung seberapa lamanya waktu dan seberapa jauhnya jarak yang dalam setiap ruangnya hanya kamu?

Melihat sudah berapa hari ini kamu tidak ada kata penyesalan dan maaf yang harus kuakui aku menunggunya sehingga membuatku sakit.
Ah, menceritakan itu pun kamu tidak akan mengerti karena dari awal kamu memang tidak memahamiku. Mungkin kamu hanya melakukan karena terpaksa. Iya? atau Tidak?
Aku bodoh sudah berani menerka-nerka isi hatimu. Tapi jangan salahkan aku, tolong .. tolong renungkan sejenak selama ini kita sejauh ini bukankah alasan terbaik kita adalah karena kita saling memilih satu sama lain?

Lalu mengapa kamu bahkan tidak bisa mencegahku?
mempertahankanku?
memperjuangkan kita?
dan mencintaiku seperti yang kamu sering katakan?
Ataukah aku harus teriak sekeras mungkin agar kau mengerti dan memahamiku?

Tidak .. aku sudah terlanggar jauh mempermalukan diriku sendiri seolah aku yang sedang berdiri sendiri dalam hubungan ini, hanya sendiri memperjuangkan waktu yang hampir tiga tahun ini.

Sekarang mungkin aku harus berdiam. Bukan karena tidak mau mempertahankanmu, hanya saja aku ingin kamu tidak akan lagi mengabaikanku dan mulai meminta aku lebih jauh masuk dalam hidupmu dan takan meninggalkanmu. Aku hanya ingin itu .. setidaknya beri aku sedikit kebahagian setelah waktu dan jarak yang telah kulampaui sejauh ini hanya demi kamu. 

Kamu tahu .. sekarang aku begitu kesepian. Mungkin itu karena aku kehilangan salah satu kekuatanku untuk hidup, dan kamu tahu.. itu adalah kamu.

Disaat kamu mengabaikanku, disaat kamu mendiamkanku, disaat kamu tak ada kabar, disaat kamu pergi meninggalkan tumpukan kenangan dan luka yang membuat napasku tercekat.. ada begitu banyak pria diluar sana. Mereka berbaris rapi bahkan kadang berebutan tuk mendapatkan hatiku. Mereka membawa bunga, coklat, boneka, bahkan hatinya kepadaku.. tapi aku menolaknya dengan tegas, karena aku mencintaimu.

Mungkin jika kamu tak lagi mencintaiku, biarlah aku menghitung waktu dan jarak .. berapapun itu, aku akan menunggu, karena aku merindukanmu, aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu.

Aku hanya ingin mendengarnya ..


kata-katamu yang kumaksud ..
dan tentunya yang kutunggu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar