Untuk kamu lelakiku,
Aku tahu kericuhan yang sering terjadi diantara kita akhir-akhir ini sangat membuat keadaan semakin rumit.
Kita dulu menjadi dua manusia bodoh yang saling menyayangi tak peduli rintangan apapun, tapi sekarang kericuhan yang membuat kita sama-sama jenuh menjadikan kita dua insan manusia yang lupa untuk saling membahagiakan tapi hanya mendatangkan amarah, kesedihan, kekecewaan, tangisan, bahkan terkadang ada makian disela-sela perbincangan kita yang semakin memanas dengan teriakan-teriakan bahkan pula sumpahan atas diri kita dan cinta kita keluar dari mulut kita dan kita tanpa sengaja tengah saling menyakiti hati kita satu sama lain, sedangkan rindu yang hadir semakin membuat kita memendam rasa rindu dan itu menyiksa kita karena sama-sama kokoh dengan ego kita.
Tapi untuk kamu lelakiku, yang ternyata tak bisa aku lupakan bahkan sekejap saja dari pikiran dan hatiku .. yang aku pilih tuk jadi lelaki masa depanku, kali ini seperti biasa lagi-lagi aku sengaja menuliskannya disini agar kaubaca dan kau pahami hati dan diriku. Ini permintaan hatiku setulus hatiku yang mencintaimu.
Aku tahu kamu pasti jenuh dengan kericuhan yang sering terjadi .. bukan hanya kamu, tapi aku pun jenuh.
Kita dulu menjadi dua manusia bodoh yang saling menyayangi tak peduli rintangan apapun, tapi sekarang kericuhan yang membuat kita sama-sama jenuh menjadikan kita dua insan manusia yang lupa untuk saling membahagiakan tapi hanya mendatangkan amarah, kesedihan, kekecewaan, tangisan, bahkan terkadang ada makian disela-sela perbincangan kita yang semakin memanas dengan teriakan-teriakan bahkan pula sumpahan atas diri kita dan cinta kita keluar dari mulut kita dan kita tanpa sengaja tengah saling menyakiti hati kita satu sama lain, sedangkan rindu yang hadir semakin membuat kita memendam rasa rindu dan itu menyiksa kita karena sama-sama kokoh dengan ego kita.
Tapi untuk kamu lelakiku, yang ternyata tak bisa aku lupakan bahkan sekejap saja dari pikiran dan hatiku .. yang aku pilih tuk jadi lelaki masa depanku, kali ini seperti biasa lagi-lagi aku sengaja menuliskannya disini agar kaubaca dan kau pahami hati dan diriku. Ini permintaan hatiku setulus hatiku yang mencintaimu.
Aku tahu kamu pasti jenuh dengan kericuhan yang sering terjadi .. bukan hanya kamu, tapi aku pun jenuh.
Tapi bisakah aku meminta hatimu agar tak pernah berpaling dariku? Bisakah kamu .. eh bukan, maksudku adalah bisakah kita menyempatkan waktu berbicara sebentar saling menenangkan dan bertukar pikiran, berbincang-bincang tentang keluh kesah kita. Setidaknya kita hanya butuh 5 menit untuk saling mendengarkan satu sama lain.
Aku tahu sikap manja dan kekanak-kanakkanku ini membuat kamu dipusingkan dengan keadaan ini. Aku bertingkah seperti seorang anak kecil yang merengek meminta dibelikan mainan dan itu sering sekali terjadi. Ah, susah untuk dijelaskan alasan sikap manja dan kekanak-kanakanku tapi aku pernah sempat membaca sebuah tweet dari sebuah akun yang isinya, "Hei cowok tau gak kenapa cewek sering skali manja sama kamu? Itu karena masa manja ke papanya sudah berakhir." Aku tersenyum bahkan tertawa kecil membacanya, tapi kalau dipikirkan kalimat itu benar adanya. Aku sering sekali manja padamu, menyikapi sesuatu terlebih masalah kita dengan sikap kekanak-kanakkan, dan bahkan sering merengek padamu saat aku tahu kamu sudah mengabaikanku, dan mendiamkanku atas kericuhan kita. Kuakui aku belum cukup dewasa untuk bisa menjadi wanita yang sempurna untukmu.
Aku tahu sikap manja dan kekanak-kanakkanku ini membuat kamu dipusingkan dengan keadaan ini. Aku bertingkah seperti seorang anak kecil yang merengek meminta dibelikan mainan dan itu sering sekali terjadi. Ah, susah untuk dijelaskan alasan sikap manja dan kekanak-kanakanku tapi aku pernah sempat membaca sebuah tweet dari sebuah akun yang isinya, "Hei cowok tau gak kenapa cewek sering skali manja sama kamu? Itu karena masa manja ke papanya sudah berakhir." Aku tersenyum bahkan tertawa kecil membacanya, tapi kalau dipikirkan kalimat itu benar adanya. Aku sering sekali manja padamu, menyikapi sesuatu terlebih masalah kita dengan sikap kekanak-kanakkan, dan bahkan sering merengek padamu saat aku tahu kamu sudah mengabaikanku, dan mendiamkanku atas kericuhan kita. Kuakui aku belum cukup dewasa untuk bisa menjadi wanita yang sempurna untukmu.
Tapi bisakah aku meminta hatimu untuk melakukan beberapa tindakan sederhana ini untukku? Saat aku sedang kalut dengan kerinduanku dan bertingkah manja, kekanak-kanakan, atau berteriak-teriak tak jelas padamu, bisakan kamu menjelaskan dengan tenang kepadaku? Jangan menyakitiku dengan kata-kata pedasmu, itu menyakitiku. Karena sejujurnya aku hanya sedang berusaha mencari-cari perhatianmu tapi kamu sibuk dengan duniamu lalu aku merasa terabaikan dan sendiri. Bisakan kamu luangkan waktumu dari duniamu, kesibukkanmu (Kuliah, teman-temanmu, aktifitasmu seperti bola kaki, game, dan lain-lain). Aku bukan menyuruhmu berhenti melakukan apa yang kau senangi dan melarangmu, tapi begini .. aku hanya ingin kamu menyempatkan waktumu semenit mengabariku secara berkala untuk setiap kesibukkanmu, dengan begitu aku takan khawatir dan aku akan berpikir "Ah lelakiku sibuk jadi aku harus begini dan begitu" Tentu saja pikiran dan tindakan positif akan aku lakukan karena sebelumnya kamu memberitahuku. Yah dengan tindakan sederhana seperti itu aku merasa kamu sebagai lelakiku sangat menginginkan aku untuk menjadi wanita masa depanmu dan itu membuat aku merasa berarti dan tak menganggap bahwa kamu mengabaikan kita.
Hanya itu permintaanku ..
Adakah kamu bisa membaca dan mendengar hatiku yang bergetar sedang memanggil-manggil namamu dalam tiap tetesan airmata aku merindukanmu.
Lalu bisakah kamu tak membuatku cemburu denga mereka? Maksudku dengan mereka yang bisa setiap hari melihat wajah dan senyummu. Mereka yang bisa berbincang denganmu, bercanda tawa denganmu dan menciptakan waktu yang hebat bersama.
Sejujurnya, hatiku sering tergoyah karena melihat atau mendengar atau membaca status dan mungkin pula foto-foto mereka bersamamu. Aku sedikit takut kamu akan meninggalkanku hanya karena kamu mungkin bertemu atau dipertemukan dengan satu dari mereka yang lebih dariku. Bukannya aku tak percaya diri dan percaya atas cintamu hanya ketakutanku itu karena aku mencintaimu. Jadi tolong saja sempatkan waktumu untuk melakukan permintaanku, wahai lelakiku.
Hanya itu permintaanku ..
Adakah kamu bisa membaca dan mendengar hatiku yang bergetar sedang memanggil-manggil namamu dalam tiap tetesan airmata aku merindukanmu.
Lalu bisakah kamu tak membuatku cemburu denga mereka? Maksudku dengan mereka yang bisa setiap hari melihat wajah dan senyummu. Mereka yang bisa berbincang denganmu, bercanda tawa denganmu dan menciptakan waktu yang hebat bersama.
Sejujurnya, hatiku sering tergoyah karena melihat atau mendengar atau membaca status dan mungkin pula foto-foto mereka bersamamu. Aku sedikit takut kamu akan meninggalkanku hanya karena kamu mungkin bertemu atau dipertemukan dengan satu dari mereka yang lebih dariku. Bukannya aku tak percaya diri dan percaya atas cintamu hanya ketakutanku itu karena aku mencintaimu. Jadi tolong saja sempatkan waktumu untuk melakukan permintaanku, wahai lelakiku.
Bila kamu membaca dan melakukannya, aku akan sangat bahagia dan terus berusaha menjadi wanita terbaik dan wanita masa depanmu.
Tak lupa aku akan sangat berterima kasih padamu.
Tak lupa aku akan sangat berterima kasih padamu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar