one day, you will know ..

Minggu, 08 September 2013

Pacar Cuek

Ini murni bukan tulisanku. Aku hanya mendengar kata-kata dari soundcloud dan menulisnya disini karena senang dengan kata-katanya. Bisa menjadi bahan yang bagus juga untuk direnungkan pasangan-pasangan.

"Dengan kita lebih mengerti keadaan pacar kita disana, kita akan mengurangi presentase dari kemungkinan kita untuk negative thingking. Percaya gak percaya kita harus coba !

Memang benar setiap manusia itu egois dan ingin diperhatikan. 
Tapi terlepas dari semua itu, kesabaran, egoisme, dan apapun yang kita miliki itu ada batas dan limitnya.  Kalo kita bilang "Sabar itu gak ada batasnya." Tapi kita bisa merasakan jenuh bukan? Saat kita merasa jenuh itulah yang dinamakan batas. Kita harus tahu batas kita masing-masing.

Sebenarnya setiap pribadi dari pasangan,
kamu .. pacar kamu .. 
aku .. pacar aku .. 
semuanya sama saja! Ingin diperhatikan dan segala hal-hal wajar yang lainnya.
Sebenarnya kalau kita sudah sama-sama saling paham dan sama-sama ingin dipenuhi haknya, ya .. apa sih untungnya masih berlindung dibawah predikat pacar cuek?
Pacar cuek itu adalah pacar yang sering sekali melakukan "Ignoren"
Cuek itu selalu identik dengan jarang balas sms/bbm atau jarang angkat telpon, atau mungkin tak mau mengakui pacarnya.
Cuek itu mungkin ada levelnya. (udah berasa apa aja gitu ada levelnya? hehe)

Misalkan percakapan antara cewek dan cowok : 

Cewek : Kenapa sih kamu itu cuek banget?
Cowok : Ya aku emang gini. 

Loh! Kalau kamu memang begitu, apa sih yang bisa kamu banggakan dari cuek?
Apakah kamu kelihatan cool?
ataukah kamu kelihatan lebih ganteng? 
Adanya malah kamu dan pacar kamu malah berantem terus kan? Pasti jawabannya iya!

Lalu dimanakah letak kebanggan dari seorang yang cuek?

Padahal kalau sudah ada didalam suatu hubungan, tandanya sudah saling membagi hati dan perasaan. Mengapa harus sendiri-sendiri?

Apalagi yang namanya LDR (long distance relationship = pacaran jarak jauh, terpisahkan jarak dan zona waktu), ketemuan saja susah pasti ujung-ujungnya sedih, kangen saja susah, kangen saja nangis, yaaah plis deh ya plis .. kalau misalkan cuek melulu belajarlah sedikit menghargai pasanganmu dan syukuri apa yang ada. Itu kan pacar kamu. Kalian jadian atas dasar suka sama suka, sayang sama sayang dan cinta sama cinta.

Kalau kita ingin diperhatikan, belajarlah terlebih dahulu memberikan perhatian pada orang lain dan jangan juga kita mau egois kalau "Aku duluan yang harus diperhatiin."
Jangan karena kamu adalah cewek jadi kamu harus diperhatiin. Bukan seperti itu.
Semuanya harus seimbang. Kamu sebagai cowok harus memberikan perhatian ke pacar kamu, begitu juga dengan kamu sebagai cewek. Saling memberi perhatian. Bukankah itu romantis?

Bila sering kali "Ignoren" bukankah itu sesuatu yang bukan untuk dibanggakan?

Sadar atau tak sadar, sebenarnya kalau kita sudah memutuskan untuk menyatukan dua hati yang berbeda, kita sama pacar kita itu bakalan sama.

Bila kita terus-terusan igoren, pasti suatu saat orang yang di ignoren akan jenuh.
Suatu saat kita pasti akan merasakan seperti ini, "Ah dia sudah beda dari dia yang dulu, dan aku merindukan dia yang dulu."
Suatu saat kita akan merasakan seperti itu, karena suatu proses itu akan berulang-ulang dan terus berulang. Tak akan ada habisnya.

Bila kita terus-menerus ignoren, semakin lama sebuah hubungan bukannya semakin gampang tapi semakin sulit.

Letak kesamaannya disini adalah sama bukan berarti kita merasakan hal yang bersamaan. Tapi bergantian pun kita sudah mengatakan itu sama.

Kadang kita protes ke pacar kita kalau pacar kita cuek dan kadang pacar juga protes ke kita kalau kita juga cuek. Sadar atau tak sadar kita sama-sama saling melakukannya.

Ingatlah ini .. hati seseorang itu tidak selamanya kebal akan sesuatu apabila dia tidak terbiasa.

Kalau misalkan kita terbiasa dicueki, kita terbiasa dibiarin, ya udah .. kita bakalan kebal. Tapi apakah iya kita mau sampai kebal dan ngerasain "Ah udahlah tak dikabarin juga tak apa-apa. Terserah kamu, mau sms sebulan sekali, mau bbm sebulan sekali, juga tak apa." Ini bagaimana juga ya? Plis ya plis .. aku pacaran sama kamu dan aku butuh kamu !

Bukankah semakin lamanya suatu hubungan seharusnya kita sudah saling mengenal satu dengan yang lain?
Sempatkan waktumu sebentar untuk bicara dari hati ke hati, dan tanyakanlah "Kamu itu maunya apa? Kenapa kamu sering ngamuk-ngamuk saja? Marah-marah tak jelas?"

Kalau misalkan sibuk, tolong jelaskan! Masa iya 24 jam yang Tuhan berikan untuk kamu, satu menit buat berikan kabar ke pacar secara berkala saja masa tak bisa? yang ada kalau tak diberikan kabar, kalian hilang komunikasi dan ujung-ujungnya barentem melulu. Makanya itu, semuanya butuh pengertian. Saling paham satu sama lain dan paham itu bukan hal yang bisa dilakukan sepihak saja. Misalkan di sekolah, kamu pasti tak bisa bila harus menghabiskan mengerjakan satu buku paket pelajaran itu sendiri tanpa dijelasin oleh guru. Yah itu sama! Kamu gak bisa ngertiin gimana keadaan pacar kamu disana kalau kamu tak menjelaskan apa adanya. Adanya malah kamu di negative thingking terus, dan adanya malah berantem terus.

Kuncinya itu komunikasi yang intens. Dalam arti yang berkualitas. Mungkin kalian bisa menyempatkan waktu mengobrol berbicara tentang keluh kesah kalian, harusnya kamu seperti ini, aku seperti ini atau kita seperti ini, agar menghindari dari terjadinya pertengkaran.
Kalau kamu sibuk dan menyempatkan waktu memberikan kabar ke si pacar, pasti pacar kamu seperti ini, "Oh ya pacarku sedang sibuk. Jadi aku harus bla-bla-bla-bla.."

Tapi berbicara panjang lebar seperti ini pun, kita tidak akan bisa menyeragamkan hal ini karena kesiapan hati setiap pasangan itu juga berbeda."

*dikutip dari soundcloud admin akun Long Distance Relationship. Hanya sebagai salah satu bahan bacaan pengunjung di blogku.

Inti dari semua ini hanya komunikasi dan saling pengertian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar