Pertengkaran kita semakin lama, semakin dirasakan bertambah rumit.
Seperti soal integral yang sulit aku kerjakan karena harus menghapal rumus dan cara pengerjaannya, mungkin pertengkaran kita bisa diandaikan seperti itu.
Akhir-akhir ini kita sering menghabiskan waktu kita untuk meributkan sesuatu yang sebenarnya bisa kita selesaikan dengan mudah karena toh sudah sejauh ini hubungan kita, sudah selama ini hubungan kita, semuanya itu bisa kita selesaikan dengan mudah saat kita satu sama lain saling mengerti dan memahami, memberikan dan menerima, saling memeluk dalam doa kita.
Seperti soal integral yang sulit aku kerjakan karena harus menghapal rumus dan cara pengerjaannya, mungkin pertengkaran kita bisa diandaikan seperti itu.
Akhir-akhir ini kita sering menghabiskan waktu kita untuk meributkan sesuatu yang sebenarnya bisa kita selesaikan dengan mudah karena toh sudah sejauh ini hubungan kita, sudah selama ini hubungan kita, semuanya itu bisa kita selesaikan dengan mudah saat kita satu sama lain saling mengerti dan memahami, memberikan dan menerima, saling memeluk dalam doa kita.
Mungkinkah karena kita sama-sama mempertahankan ego kita? Hingga kita lupa cara membahagiakan satu sama lain.
Mungkinkah karena kita sama-sama lelah dengan segala kericuhan akhir-akhir ini? Hingga kita tidak saling mengerti dan memahami.
Ataukah ini karenaku? Mungkinkah ini karenamu? Bisa jadi juga ini kita berdua .. ah apapun itu ini jelas kita yang menjalaninya, jadi kitalah yang membuat segala kericuhan ini.
Semakin lama hubungan kita, aku harap itu terlihat semakin mulus jalannya. Tapi harapanku sia-sia .. kita sudah jarang menghabiskan waktu yang ingin kita buat selalu hebat.
Kamu disana ..
Aku disini ..
Kita terpisah ribuan jarak dan zona waktu ..
Kita tidak lagi seperti saat kita saling dekat, bersama-sama mengarungi waktu yang hebat, tak ada tangis, kekecewaan dan kericuhan. Semuanya dapat kita lewati, meski ada adu mulut tapi kita kemudian akan saling berpelukan dan menangis bersama melupakan semuanya dengan mengisinya dengan tawa bahagia lagi. Ah, aku begitu merindukan saat-saat itu.
Mungkin pertengkaran kita terjadi karena ini ..
Ego kita ..
Ego yang membuat salah satu dari kita merasa diabaikan. Ego kita yang lupa untuk saling membahagiakan. Ego kita yang tak mau saling meminta maaf dan memaafkan.
Lelah kita ..
Mungkin kita lelah dengan segala rutinitas yang kita jalani saat kita berdua jauh, misalnya memberikan pesan singkat atau sekedar saling menelpon saling mendengarkan dan melepaskan rasa kerinduan kita, atau lelah yang membuat kita tidak lagi saling mengerti dan memahami satu sama lain.
Dunia kita ..
Tepatnya dunia kita yang berbeda saat kita saling berjauhan. Kamu disana, aku disini, kamu dengan duniamu, aku dengan duniaku, hingga kita tak mempedulikan satu sama lain dan lupa memberi kabar atau komunikasi saat kita saling jauh, kamu sibuk dengan duniamu, sedangkan aku sibuk dengan mencari-cari perhatianmu karena kerinduanku yang takan bisa aku arahkan dengan kegiatan yang membuat aku tidak berpikir untuk menyibukkan diriku menunggu kabar darimu, justru saat aku sedang kegiatan pun aku tetap memikirkanmu. Yah mungkin aku yang tak bisa meredam rasa rindu, sementara kamu bisa karena duniamu dan aku akhirnya dinomor sekiankan.
Jarak dan waktu ..
Salah satu alasan yang kuat. Mungkin karena kita pernah merasakan hangatnya bersama saat kita sedang dekat, jadi saat kita jauh kita jadi kesepian dan saling menyakiti satu sama lain dengan kata-kata, emosi, dan sederetan apapun yang menyakiti.
Mungkin itulah alasan pertengkaran kita yang terjadi akhir-akhir ini.
Mungkinkah karena kita sama-sama lelah dengan segala kericuhan akhir-akhir ini? Hingga kita tidak saling mengerti dan memahami.
Ataukah ini karenaku? Mungkinkah ini karenamu? Bisa jadi juga ini kita berdua .. ah apapun itu ini jelas kita yang menjalaninya, jadi kitalah yang membuat segala kericuhan ini.
Semakin lama hubungan kita, aku harap itu terlihat semakin mulus jalannya. Tapi harapanku sia-sia .. kita sudah jarang menghabiskan waktu yang ingin kita buat selalu hebat.
Kamu disana ..
Aku disini ..
Kita terpisah ribuan jarak dan zona waktu ..
Kita tidak lagi seperti saat kita saling dekat, bersama-sama mengarungi waktu yang hebat, tak ada tangis, kekecewaan dan kericuhan. Semuanya dapat kita lewati, meski ada adu mulut tapi kita kemudian akan saling berpelukan dan menangis bersama melupakan semuanya dengan mengisinya dengan tawa bahagia lagi. Ah, aku begitu merindukan saat-saat itu.
Mungkin pertengkaran kita terjadi karena ini ..
Ego kita ..
Ego yang membuat salah satu dari kita merasa diabaikan. Ego kita yang lupa untuk saling membahagiakan. Ego kita yang tak mau saling meminta maaf dan memaafkan.
Lelah kita ..
Mungkin kita lelah dengan segala rutinitas yang kita jalani saat kita berdua jauh, misalnya memberikan pesan singkat atau sekedar saling menelpon saling mendengarkan dan melepaskan rasa kerinduan kita, atau lelah yang membuat kita tidak lagi saling mengerti dan memahami satu sama lain.
Dunia kita ..
Tepatnya dunia kita yang berbeda saat kita saling berjauhan. Kamu disana, aku disini, kamu dengan duniamu, aku dengan duniaku, hingga kita tak mempedulikan satu sama lain dan lupa memberi kabar atau komunikasi saat kita saling jauh, kamu sibuk dengan duniamu, sedangkan aku sibuk dengan mencari-cari perhatianmu karena kerinduanku yang takan bisa aku arahkan dengan kegiatan yang membuat aku tidak berpikir untuk menyibukkan diriku menunggu kabar darimu, justru saat aku sedang kegiatan pun aku tetap memikirkanmu. Yah mungkin aku yang tak bisa meredam rasa rindu, sementara kamu bisa karena duniamu dan aku akhirnya dinomor sekiankan.
Jarak dan waktu ..
Salah satu alasan yang kuat. Mungkin karena kita pernah merasakan hangatnya bersama saat kita sedang dekat, jadi saat kita jauh kita jadi kesepian dan saling menyakiti satu sama lain dengan kata-kata, emosi, dan sederetan apapun yang menyakiti.
Mungkin itulah alasan pertengkaran kita yang terjadi akhir-akhir ini.
Mungkin kita hanya butuh waktu untuk saling menenangkan diri kita, saling menenangkan satu sama lain, kemudian saling bertukar pikiran kita, bertukar isi hati, berbicara keluh kesah kita bersama, berbicara mana yang terbaik dalam hubungan kita, agar kita bisa lagi menghabiskan waktu yang hebat bersama seperti saat kita berdua dekat.
Mungkin kita harus saling menyempatkan diri dari segala aktivitas kita dengan dunia kita, saling mendengarkan satu sama lain, agar kita sama-sama membangun hubungan sedewasa mungkin.
Itu caranya agar kita bisa merasakan kita bukan terpisah tapi kita sedang dekat saling tersenyum dan saling jatuh cinta lagi kepada orang yang sama, antara kamu dan aku yang kuberi nama kita.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar