Kepada kamu yang kuberi nama lelakiku,
Sudah kutulis semuanya tentang aku disini kepadamu agar kau membaca dan memahamiku.
Satu per satu lewat tulisan ini,
ialah gambaran tentang diriku dan tentang betapa besarnya cintaku padamu
juga tentang kerinduanku
dan segalanya yang ingin kubuat agar kau memahamiku.
Sekarang tulisan ini pun sama ..
Sama halnya denganku, aku membuat tulisan ini tak tertata rapi karena hatiku saat ini rapuh.
Apakah aku terlalu bodoh saat aku bilang aku telah sebegitunya tergila-gila mencintaimu?
Kalau mengingat semua cintaku padamu,
Kalau mengingat semua cintaku padamu,
aku sering tersenyum sendiri.
Bahkan saat ini .. saat aku menulis kata-kata ini aku pun sedang tersenyum.
Ya, aku mencintaimu. Apakah kau percaya?
Apakah aku salah bila aku masih terus mengharapkanmu menjadi lelaki masa depanku?
Cukup katakan, ya atau tidak.
Bila kau katakan ya aku salah telah sebegitunya mengharapkanmu,
Meski itu begitu menyakitkan untukku, aku akan iklas.
Aku akan belajar ikhlas melepaskanmu,
Ya, aku mencintaimu. Apakah kau percaya?
Apakah aku salah bila aku masih terus mengharapkanmu menjadi lelaki masa depanku?
Cukup katakan, ya atau tidak.
Bila kau katakan ya aku salah telah sebegitunya mengharapkanmu,
Meski itu begitu menyakitkan untukku, aku akan iklas.
Aku akan belajar ikhlas melepaskanmu,
aku akan belajar melepaskanmu bersama dirinya.
Meski aku tahu ini menyakiti diriku sendiri setelah semuanya terjadi,
tapi aku akan menahan rasa sakit ini untukku sendiri.
Karena aku tak ingin menyakiti dan menjadi beban hidupmu.
Bila kau katakan aku tidak salah telah mengharapkanmu menjadi lelaki masa depanku,
aku ingin tertawa, menangis sepuas yang aku bisa.
Aku akan teriak kepada seluruh dunia,
aku bahagia cintaku tak meninggalkanku.
Jujur harus kuakui ..
aku bahagia cintaku tak meninggalkanku.
Jujur harus kuakui ..
di dasar lubuk hatiku, aku begitu takut.
Aku takut kamu akan pergi meninggalkanku.
Aku takut aku akan bertindak bodoh saat aku down lagi, saat kau pergi apalagi bersama orang lain.
Ini menakutkan!
Tidak , tidak, tidak
Ini tidak boleh terjadi.
Aku terus berdoa pada Tuhanku, jangan biarkan lagi aku kehilangan.
Aku sudah sebegitu rapuhnya.
Tidak , tidak, tidak
Ini tidak boleh terjadi.
Aku terus berdoa pada Tuhanku, jangan biarkan lagi aku kehilangan.
Aku sudah sebegitu rapuhnya.
Jangan lagi membuat aku rapuh berulang kali.
Karena aku takan mampu menahannya kali ini.
Karena aku takan mampu menahannya kali ini.
Hei kamu yang kuberi nama lelakiku ..
Jangan lagi mengabaikanku .. aku sudah begitu rapuhnya ..
Jangan lagi mendiamkan aku .. aku sudah begitu rapuhnya ..
Jangan lagi membuat aku harus melepaskan amarahku .. aku sudah begitu rapuh
karena saat aku melepaskan amarahku, aku tahu aku akan kehilangan segalanya
dan aku akan bertindak bodoh saat sedang down.
Aku rapuh.
Aku rapuh.
Bisakah kau memahamiku dari tulisanku ini?
Karena percuma semua yang aku katakan padamu, tak satupun kau bisa memahamiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar