Adakah satu keresahan dihatimu saat kamu tak bisa berkata dengan jujur kepadaku? ataukah kejujuran itu membuat kamu tak mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya kepadaku sehingga kamu takut? Tak bisakah kamu memahami rasaku ini?
Kejujuran dan kebohongan. Dua kata ini tentunya pada setiap orang, cara pandang seseorang dengan yang lainnya berbeda. Okehlah, begini saja .. mungkin pemahaman kita berbeda tentang kejujuran dan kebohongan. Mungkin bagimu lebih baik kamu tak mengatakannya kepadaku daripada aku harus menyerangmu dengan seratus macam bahasa tubuh, seribu macam kata-kata, atau mungkin menyudutkanmu. Tapi sungguh itu pemahaman yang salah darimu terhadapku.
Kejujuran dan kebohongan. Dua kata ini tentunya pada setiap orang, cara pandang seseorang dengan yang lainnya berbeda. Okehlah, begini saja .. mungkin pemahaman kita berbeda tentang kejujuran dan kebohongan. Mungkin bagimu lebih baik kamu tak mengatakannya kepadaku daripada aku harus menyerangmu dengan seratus macam bahasa tubuh, seribu macam kata-kata, atau mungkin menyudutkanmu. Tapi sungguh itu pemahaman yang salah darimu terhadapku.
Benar jika kita jujur tentang sesuatu yang kita simpan dengan bahasa kasarnya sesuatu yang busuk atau buruk atau salah, pasti itu menyakitkan. Tapi coba saja kamu membayangkan kamu ada di posisiku. Maukah kamu dicintai seseorang dengan kebohongan bukan kebohongan atas cintanya padamu tapi karena masa lalunya atau kesalahan-kesalahannya seperti punya kekasih lain selain dirimu? Pasti tidak, karena terdengar sangat omong kosong kalau kamu bilang kamu tidak ingin dicintai seseorang dengan tulus bukan dengan kebohongan. "Dicintai" maksudnya disini adalah kesalahan maupun apapun yang buruk tentangnya, dia akan menjelaskan kepadamu. Begitu pula denganku. Aku tidak ingin dicintai seseorang dengan serinci kebohongan tentang rahasia-rahasia yang tak ingin sama sekali dia bagikan padahal dia sering mengatakan "Kamu adalah istriku, kekasih seumur hidupku."
Aku lebih menyukai saat kamu mampu berkata dengan jujur kepadaku, saat kamu dengan berani mengungkapkannya padaku. Aku lebih menyukai cara yang seperti ini dalam hubungan kita. Meski kejujuran itu akan membuat aku terluka, tapi bukankah lebih baik jujur daripada harus menyimpan sejuta kebohongan? Hanya saja kamu tak memahami dengan baik apa yang aku harapkan darimu, padahal berulang kali kamu melakukan kesalahan yang sama bahkan kesalahan terbesarmu pun aku selalu memaafkannya dan disela-sela itu aku mengatakan jujurlah saja padaku sekalipun itu menyakitiku karena lebih baik seperti itu daripada kamu harus membohongiku dan kebohongan itu aku ketahui dengan sendirinya entah ini karena ada orang lain mengatakannya atau karena pihak yang terlibat "orang ketiga diantara kamu dan aku," dialah yang mengatakannya padaku tetapi sebelumnya dengan sindiran-sindiran yang juga menyudutkanku. Tahukah kamu itu lebih menyakitiku? Karena itu sangat membuat otakku seolah dipaksa bekerja lebih esktra keras lagi untuk berusaha tidak menanggapinya. Tapi mau siapapun itu pada dasarnya tidak ada manusia yang seperti malaikat dan terus mau bersabar menghadapi segala sesuatu. Jika kamu jujur, aku akan menerimanya karena apa? Jawabannya adalah kamu adalah lelaki yang aku pilih jadi pendamping usiaku, karena aku tulus mencintaimu tanpa peduli latar belakangmu dan segala hal-hal buruk tentangmu akan mampu aku sembunyikan rapat-rapat. Tapi kamu tak menghargai perjuanganku, kokohnya aku berusaha berdiri diujung tebing yang siap membuat aku akhirnya terpeleset dan jatuh, kamu tak memikirkan itu. Kamu tetap dengan pandanganmu bahwa lebih baik kamu menyembunyikannya dariku saja.
Apakah karena jarak memisahkan kita jadi kamu menyembunyikannya? ataukah karena kamu sangat mencintaiku seperti katamu, jadi kamu tak bisa bila harus dengan jujur mengatakannya padaku?
Tapi mengertilah .. itu menyakitiku. Belum bisakah kamu memahamiku padahal sudah sejauh ini kita melangkah, kita bersama melewati suka dan duka? Aku terlalu lelah hanya untuk mendengar mereka membicarakan tentang dirimu, tentang kesalahanmu, tentang perbuatan jahatmu. Sumpah demi apapun, itu pun sangat menjengkelkan bagiku. Duniaku tiba-tiba menjadi sangat bising saat mereka mengatakan hal-hal yang kamu sembunyikan dariku. Jadi aku sering memintamu untuk jujur. Tak mengapa kamu jujur. Meski aku akan marah, tapi aku bukan tipe orang yang menyimpan dendam saat seseorang sudah jujur, meminta maaf dan menyesali perbuatannya. Bagiku setelah emosi sangat membuat pikiran dan tubuhku lemah, aku merasa aku harus melupakan itu dan menganggap semua tidak pernah terjadi. Tapi jika kamu membohongiku, aku takan melupakan hal-hal yang menyakitiku secara dalam serinci mungkin, karena bagiku kamu tak menghargaiku jadi buat apa aku harus menghargai apa yang kuberi nama kita?
Satu luka dihati hanya akan bisa diobati dengan kejujuran, permintaa maaf dan memperbaiki sikap serta berusaha kali ini harus bisa memegang komitmen. Ketimbang kamu berbohong, itu hanya akan semakin menambah luka sementara mungkin saja luka yang kemarin belum sembuh dan semakin bertambahnya luka semakin menipis pulalah kepercayaanku terhadap kita.
Aku lebih menyukai saat kamu mampu berkata dengan jujur kepadaku, saat kamu dengan berani mengungkapkannya padaku. Aku lebih menyukai cara yang seperti ini dalam hubungan kita. Meski kejujuran itu akan membuat aku terluka, tapi bukankah lebih baik jujur daripada harus menyimpan sejuta kebohongan? Hanya saja kamu tak memahami dengan baik apa yang aku harapkan darimu, padahal berulang kali kamu melakukan kesalahan yang sama bahkan kesalahan terbesarmu pun aku selalu memaafkannya dan disela-sela itu aku mengatakan jujurlah saja padaku sekalipun itu menyakitiku karena lebih baik seperti itu daripada kamu harus membohongiku dan kebohongan itu aku ketahui dengan sendirinya entah ini karena ada orang lain mengatakannya atau karena pihak yang terlibat "orang ketiga diantara kamu dan aku," dialah yang mengatakannya padaku tetapi sebelumnya dengan sindiran-sindiran yang juga menyudutkanku. Tahukah kamu itu lebih menyakitiku? Karena itu sangat membuat otakku seolah dipaksa bekerja lebih esktra keras lagi untuk berusaha tidak menanggapinya. Tapi mau siapapun itu pada dasarnya tidak ada manusia yang seperti malaikat dan terus mau bersabar menghadapi segala sesuatu. Jika kamu jujur, aku akan menerimanya karena apa? Jawabannya adalah kamu adalah lelaki yang aku pilih jadi pendamping usiaku, karena aku tulus mencintaimu tanpa peduli latar belakangmu dan segala hal-hal buruk tentangmu akan mampu aku sembunyikan rapat-rapat. Tapi kamu tak menghargai perjuanganku, kokohnya aku berusaha berdiri diujung tebing yang siap membuat aku akhirnya terpeleset dan jatuh, kamu tak memikirkan itu. Kamu tetap dengan pandanganmu bahwa lebih baik kamu menyembunyikannya dariku saja.
Apakah karena jarak memisahkan kita jadi kamu menyembunyikannya? ataukah karena kamu sangat mencintaiku seperti katamu, jadi kamu tak bisa bila harus dengan jujur mengatakannya padaku?
Tapi mengertilah .. itu menyakitiku. Belum bisakah kamu memahamiku padahal sudah sejauh ini kita melangkah, kita bersama melewati suka dan duka? Aku terlalu lelah hanya untuk mendengar mereka membicarakan tentang dirimu, tentang kesalahanmu, tentang perbuatan jahatmu. Sumpah demi apapun, itu pun sangat menjengkelkan bagiku. Duniaku tiba-tiba menjadi sangat bising saat mereka mengatakan hal-hal yang kamu sembunyikan dariku. Jadi aku sering memintamu untuk jujur. Tak mengapa kamu jujur. Meski aku akan marah, tapi aku bukan tipe orang yang menyimpan dendam saat seseorang sudah jujur, meminta maaf dan menyesali perbuatannya. Bagiku setelah emosi sangat membuat pikiran dan tubuhku lemah, aku merasa aku harus melupakan itu dan menganggap semua tidak pernah terjadi. Tapi jika kamu membohongiku, aku takan melupakan hal-hal yang menyakitiku secara dalam serinci mungkin, karena bagiku kamu tak menghargaiku jadi buat apa aku harus menghargai apa yang kuberi nama kita?
Satu luka dihati hanya akan bisa diobati dengan kejujuran, permintaa maaf dan memperbaiki sikap serta berusaha kali ini harus bisa memegang komitmen. Ketimbang kamu berbohong, itu hanya akan semakin menambah luka sementara mungkin saja luka yang kemarin belum sembuh dan semakin bertambahnya luka semakin menipis pulalah kepercayaanku terhadap kita.
If you love me like you tell me, please be careful with my heart.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar