one day, you will know ..

Senin, 09 September 2013

Antara Aku dan Tuhanku


Tuhan .. ini mengapa harus aku yang merasakannya?

Mungkinkah Engkau meninggalkanku lagi?

Aku merasa benar-benar sendiri ..

Engkau yang memberkatiku semenjak aku ada didalam kandungan wanita yang kupanggil mama. Engkau memberkatiku sejak aku lahir dengan berbagai bakat dan talenta yang Engkau berikan.

Dulu aku merasa aku seperti malaikat kecil yang lahir didunia. Karena Engkau tak pernah meninggalkanku, aku merasa seperti itu.
Tapi sekarang .. aku merasakan aku benar-benar sendiri (lagi)

Pertama, saat aku dengan cerdasnya otakku yang Engkau berikan tak mampu untuk meraih cita-citaku menjadi seorang dokter, karena masalah keuangan dan KKN pada bagian penerimaan mahasiswa jadi aku pun dengan setengah hati melepaskan cita-cita sejak kecil.

Saat itu aku ingin berteriak pada-Mu ..
Mungkinkah Engkau tidur?
Apakah aku bukan malaikat kecil yang Engkau bentuk dan siapkan untuk itu?
Janji-janji-Mu yang kudapat dalam mimpiku apakah semuanya hanya mimpi?
Mengapa Engkau meninggalkanku?

Saat itu aku mulai merasa, aku kehilangan satu per satu ..

Saat aku ditawarkan mendapat beasiswa, aku malah menolaknya dengan setengah hati. Engkau tahu saat itu begitu menyakitkan untukku. Tapi aku harus berpikir masak-masak sebelum aku menerima beasiswa dengan segala peraturan yang mungkin suatu saat aku akan ingkari karena hatiku begitu rapuh.

Saat itu aku ingin bertanya pada-Mu, mengapa harus aku Tuhan? 

Kedua, saat aku sudah memasuki pendidikan sebagai seorang perawat. Awalnya aku belum menerima dan masih sering menangis menahan sakitnya harus melepaskan impianku. Tapi perlahan-lahan aku menerimanya karena aku sadar itulah yang terbaik bagiku yang bisa Engkau berikan padaku. 
 
Lalu, setelah aku dengan setianya mengikuti jalan-Mu Tuhan, mengapa harus ada cobaan itu lagi? Engkau merebut lagi kebahagiaanku. Engkau mengambil dua orang milik berharga dan kesayanganku. Kepada mereka, aku berjanji akan menunjukkan kepada mereka aku dengan topi sarjanaku mendapat prestasi yang baik dan membanggakan. Tapi ternyata malah Engkau mengambil mereka. Maut memisahkan aku dengan mereka. Waktu tak berpihak padaku. Lalu Engkau hanya diam saja? Dimana Engkau saat aku berteriak tolong kembalikan mereka berdua untukku?

Engkau hanya diam saja melihatku menangis kesakitan lagi ..
Aku menangis seperti bayi baru lahir, menangis tak hentinya sampai mendapat pelukan hangat. Tapi Engkau dimana?

Cobaan itu terlalu berat Tuhan ..

Aku bahkan mencoba beberapa kali menghilangkan nyawaku tapi aku terlalu takut. Takut akan banyak hal. Terlebih aku takut hanya karena aku yang sedang down lalu aku harus mengecewakan papa dan mama, membuang semua janjiku pada orang-orang yang kucintai dan sayangi.

Aku mencoba bertahan meski dalam sakit.

Lalu Engkau mengujiku dengan beasiswa (lagi) yang harus aku tolak lagi karena aku sudah melangkah terlalu jauh dalam pendidikanku. Aku malah takut melepaskannya.

Ketiga .. Engkau mengujiku lagi ..
Engkau meninggalkanku saat semua milik berhargaku hilang. Haruskah aku protes pada-Mu?
Ya mungkin hatiku saat ini ingin protes kepada-Mu yang mengujiku terlalu dalamnya.

Tuhan sungguh aku tak kuat. Itu harus kuakui. Bisakah sudahi saja? Aku terlalu rapuh dan aku takut suatu saat aku akan benar-benar ditenggelamkan oleh keterpurukanku dan saat itu mungkin aku telah mengecewakan banyak orang.

Bisakah kali ini Engkau menjawab doaku?
Doa yang selama ini aku utarakan pada-Mu, tentang dia yang kucintai, tentang dia yang kuberi nama lelakiku, tentang dia yang aku setiakan, tentang dia yang aku berikan pengorbananku, tentang dia yang Engkau tahu sejauh mana aku dengannya.

Tolong Tuhan ..

Jangan lagi meninggalkanku .. karena kesusahan itu telah datang. Aku takut dia yang akan melepaskanku setelah semua kulakukan padanya karena sebegitunya aku telah mencintainya. 

1 komentar: