Mengapa aku pergi dan berusaha menjauh darimu? Aku pikir, kamu sudah tahu jawabannya. Alasan mengapa aku harus pergi dan berusaha menjauh darimu adalah karena ulahmu sendiri. Pernah kamu melakukan sebuah kesalahan yang besar, yang bila wanita-wanita itu ada di posisiku mereka belum tentu mampu memahami dan menerimanya begitu saja. Hanya aku .. ya akulah yang memahami kesalahanmu, menerima dan memaafkanmu meski aku terluka dengan hebatnya tapi aku berusaha kokoh diatas cinta yang hampir rapuh, aku berusaha membangun kembali semua cinta dan kepercayaanku padamu. Kau tahu meski kadang aku berpikir negatif kepadamu, itu hanya sebuah alasanku semata-mata hanya untuk mengujimu. Kau dulu sempat berjanji setelah itu takan lagi melakukan kesalahan yang sama atau kesalahan lainnya, tapi ternyata semua janjimu itu hanya mampu diumbar oleh bibirmu namun tidak hatimu. Kamu mengingkari janjimu, tepatnya janji kita juga. Jadi jangan salahkan aku bila aku yang selama ini menjaga komitmenku yang juga komitmen cinta kita, menjadi digelapkan dengan emosiku dan berusaha mencari pelampiasan cinta. Tapi kau tahu, itu juga karena ulahmu. Untuk pertama kalinya aku sebegitunya karena kata-katamu, tingkahmu dan ulah kalian. Tapi ternyata hatiku tak bisa menjalaninya dan aku berhenti hanya dalam sehari. Aku mengecewakan dia yang tengah berharap padaku dan aku memilihmu, tapi saat aku memilihmu lagi-lagi kamu mengabaikan kita. Kata-kata menikam hatiku. Sekarang aku jadi bertanya, mengapa kamu sebegitu egoisnya? Kamu bisa dengannya tanpa kuketahui meski sudah kurasakan ada yang berbeda dan ada sesuatu antara kalian, tapi aku diam dan itu terjadi lama tanpa kuketahui. Tapi saat aku yang karena kata-katamu, ulahmu, pengingkaran janjimu dan pengabaianmu, aku mencari pelampiasan emosiku sehari, dan kamu menyudutkanku seolah bukan kamu yang memulai, seolah bukan kamu yang menyakitiku, seolah bukan kamu yang mengingkari janji kita dan sederetan sikapmu yang menyudutkanku seolah akulah pihak yang paling bersalah disini. Tahukah kamu ini menyakitiku? Lalu kemudian kamu menyuruhku pergi, karena kamu bilang kamu telah ada yang memiliki. Segampang itukah kamu menyakitiku? Bukankah kamu yang memulainya selama ini dan aku hanya dipengaruhi emosi sesaatku? Tapi baiklah .. terserah kamu saja. Toh jika aku memang penting dan berarti bagimu, kamu akan memahami posisiku yang terluka atas tingkahmu sendiri dan menyesali perbuatanmu kepadaku. Oke .. aku takan menjelaskan rinciannya karena sudah berulang kali kutegaskan padamu. Sekarang terserah padamu. Kalau kamu memang mencintaiku, kamu akan kembali dengan sebuah penyesalan dan permintaan maaf serta takut kehilanganku. Tapi jika tidak, maka baiklah terserah padamu. Aku tak ada kekuatan untuk itu. Karena aku sudah sangat rapuh semua karena ulahmu. Jadi terserah padamu saja.
one day, you will know ..
Sabtu, 28 September 2013
Jumat, 27 September 2013
Permintaan untuk Kau yang Kuberi Nama Lelakiku
Untuk kamu lelakiku,
Aku tahu kericuhan yang sering terjadi diantara kita akhir-akhir ini sangat membuat keadaan semakin rumit.
Kita dulu menjadi dua manusia bodoh yang saling menyayangi tak peduli rintangan apapun, tapi sekarang kericuhan yang membuat kita sama-sama jenuh menjadikan kita dua insan manusia yang lupa untuk saling membahagiakan tapi hanya mendatangkan amarah, kesedihan, kekecewaan, tangisan, bahkan terkadang ada makian disela-sela perbincangan kita yang semakin memanas dengan teriakan-teriakan bahkan pula sumpahan atas diri kita dan cinta kita keluar dari mulut kita dan kita tanpa sengaja tengah saling menyakiti hati kita satu sama lain, sedangkan rindu yang hadir semakin membuat kita memendam rasa rindu dan itu menyiksa kita karena sama-sama kokoh dengan ego kita.
Tapi untuk kamu lelakiku, yang ternyata tak bisa aku lupakan bahkan sekejap saja dari pikiran dan hatiku .. yang aku pilih tuk jadi lelaki masa depanku, kali ini seperti biasa lagi-lagi aku sengaja menuliskannya disini agar kaubaca dan kau pahami hati dan diriku. Ini permintaan hatiku setulus hatiku yang mencintaimu.
Aku tahu kamu pasti jenuh dengan kericuhan yang sering terjadi .. bukan hanya kamu, tapi aku pun jenuh.
Kita dulu menjadi dua manusia bodoh yang saling menyayangi tak peduli rintangan apapun, tapi sekarang kericuhan yang membuat kita sama-sama jenuh menjadikan kita dua insan manusia yang lupa untuk saling membahagiakan tapi hanya mendatangkan amarah, kesedihan, kekecewaan, tangisan, bahkan terkadang ada makian disela-sela perbincangan kita yang semakin memanas dengan teriakan-teriakan bahkan pula sumpahan atas diri kita dan cinta kita keluar dari mulut kita dan kita tanpa sengaja tengah saling menyakiti hati kita satu sama lain, sedangkan rindu yang hadir semakin membuat kita memendam rasa rindu dan itu menyiksa kita karena sama-sama kokoh dengan ego kita.
Tapi untuk kamu lelakiku, yang ternyata tak bisa aku lupakan bahkan sekejap saja dari pikiran dan hatiku .. yang aku pilih tuk jadi lelaki masa depanku, kali ini seperti biasa lagi-lagi aku sengaja menuliskannya disini agar kaubaca dan kau pahami hati dan diriku. Ini permintaan hatiku setulus hatiku yang mencintaimu.
Aku tahu kamu pasti jenuh dengan kericuhan yang sering terjadi .. bukan hanya kamu, tapi aku pun jenuh.
Tapi bisakah aku meminta hatimu agar tak pernah berpaling dariku? Bisakah kamu .. eh bukan, maksudku adalah bisakah kita menyempatkan waktu berbicara sebentar saling menenangkan dan bertukar pikiran, berbincang-bincang tentang keluh kesah kita. Setidaknya kita hanya butuh 5 menit untuk saling mendengarkan satu sama lain.
Aku tahu sikap manja dan kekanak-kanakkanku ini membuat kamu dipusingkan dengan keadaan ini. Aku bertingkah seperti seorang anak kecil yang merengek meminta dibelikan mainan dan itu sering sekali terjadi. Ah, susah untuk dijelaskan alasan sikap manja dan kekanak-kanakanku tapi aku pernah sempat membaca sebuah tweet dari sebuah akun yang isinya, "Hei cowok tau gak kenapa cewek sering skali manja sama kamu? Itu karena masa manja ke papanya sudah berakhir." Aku tersenyum bahkan tertawa kecil membacanya, tapi kalau dipikirkan kalimat itu benar adanya. Aku sering sekali manja padamu, menyikapi sesuatu terlebih masalah kita dengan sikap kekanak-kanakkan, dan bahkan sering merengek padamu saat aku tahu kamu sudah mengabaikanku, dan mendiamkanku atas kericuhan kita. Kuakui aku belum cukup dewasa untuk bisa menjadi wanita yang sempurna untukmu.
Aku tahu sikap manja dan kekanak-kanakkanku ini membuat kamu dipusingkan dengan keadaan ini. Aku bertingkah seperti seorang anak kecil yang merengek meminta dibelikan mainan dan itu sering sekali terjadi. Ah, susah untuk dijelaskan alasan sikap manja dan kekanak-kanakanku tapi aku pernah sempat membaca sebuah tweet dari sebuah akun yang isinya, "Hei cowok tau gak kenapa cewek sering skali manja sama kamu? Itu karena masa manja ke papanya sudah berakhir." Aku tersenyum bahkan tertawa kecil membacanya, tapi kalau dipikirkan kalimat itu benar adanya. Aku sering sekali manja padamu, menyikapi sesuatu terlebih masalah kita dengan sikap kekanak-kanakkan, dan bahkan sering merengek padamu saat aku tahu kamu sudah mengabaikanku, dan mendiamkanku atas kericuhan kita. Kuakui aku belum cukup dewasa untuk bisa menjadi wanita yang sempurna untukmu.
Tapi bisakah aku meminta hatimu untuk melakukan beberapa tindakan sederhana ini untukku? Saat aku sedang kalut dengan kerinduanku dan bertingkah manja, kekanak-kanakan, atau berteriak-teriak tak jelas padamu, bisakan kamu menjelaskan dengan tenang kepadaku? Jangan menyakitiku dengan kata-kata pedasmu, itu menyakitiku. Karena sejujurnya aku hanya sedang berusaha mencari-cari perhatianmu tapi kamu sibuk dengan duniamu lalu aku merasa terabaikan dan sendiri. Bisakan kamu luangkan waktumu dari duniamu, kesibukkanmu (Kuliah, teman-temanmu, aktifitasmu seperti bola kaki, game, dan lain-lain). Aku bukan menyuruhmu berhenti melakukan apa yang kau senangi dan melarangmu, tapi begini .. aku hanya ingin kamu menyempatkan waktumu semenit mengabariku secara berkala untuk setiap kesibukkanmu, dengan begitu aku takan khawatir dan aku akan berpikir "Ah lelakiku sibuk jadi aku harus begini dan begitu" Tentu saja pikiran dan tindakan positif akan aku lakukan karena sebelumnya kamu memberitahuku. Yah dengan tindakan sederhana seperti itu aku merasa kamu sebagai lelakiku sangat menginginkan aku untuk menjadi wanita masa depanmu dan itu membuat aku merasa berarti dan tak menganggap bahwa kamu mengabaikan kita.
Hanya itu permintaanku ..
Adakah kamu bisa membaca dan mendengar hatiku yang bergetar sedang memanggil-manggil namamu dalam tiap tetesan airmata aku merindukanmu.
Lalu bisakah kamu tak membuatku cemburu denga mereka? Maksudku dengan mereka yang bisa setiap hari melihat wajah dan senyummu. Mereka yang bisa berbincang denganmu, bercanda tawa denganmu dan menciptakan waktu yang hebat bersama.
Sejujurnya, hatiku sering tergoyah karena melihat atau mendengar atau membaca status dan mungkin pula foto-foto mereka bersamamu. Aku sedikit takut kamu akan meninggalkanku hanya karena kamu mungkin bertemu atau dipertemukan dengan satu dari mereka yang lebih dariku. Bukannya aku tak percaya diri dan percaya atas cintamu hanya ketakutanku itu karena aku mencintaimu. Jadi tolong saja sempatkan waktumu untuk melakukan permintaanku, wahai lelakiku.
Hanya itu permintaanku ..
Adakah kamu bisa membaca dan mendengar hatiku yang bergetar sedang memanggil-manggil namamu dalam tiap tetesan airmata aku merindukanmu.
Lalu bisakah kamu tak membuatku cemburu denga mereka? Maksudku dengan mereka yang bisa setiap hari melihat wajah dan senyummu. Mereka yang bisa berbincang denganmu, bercanda tawa denganmu dan menciptakan waktu yang hebat bersama.
Sejujurnya, hatiku sering tergoyah karena melihat atau mendengar atau membaca status dan mungkin pula foto-foto mereka bersamamu. Aku sedikit takut kamu akan meninggalkanku hanya karena kamu mungkin bertemu atau dipertemukan dengan satu dari mereka yang lebih dariku. Bukannya aku tak percaya diri dan percaya atas cintamu hanya ketakutanku itu karena aku mencintaimu. Jadi tolong saja sempatkan waktumu untuk melakukan permintaanku, wahai lelakiku.
Bila kamu membaca dan melakukannya, aku akan sangat bahagia dan terus berusaha menjadi wanita terbaik dan wanita masa depanmu.
Tak lupa aku akan sangat berterima kasih padamu.
Tak lupa aku akan sangat berterima kasih padamu.
Kamis, 26 September 2013
Jangan Lagi Katakan Kau Cinta Aku
Kini semua tak lagi sama ..
Tak lagi ada kata indah yang
terucap seperti dulu.
Tak lagi sama kisah kita seperti dulu.
Kau yang berjanji, akhirnya kau juga yang ingkarinya.
Tak lagi sama kisah kita seperti dulu.
Kau yang berjanji, akhirnya kau juga yang ingkarinya.
Jangan lagi katakan kau
cintaiku .. namun kau hadirkan dia di antara kita.
Kita pernah menjadi satu,
tapi kini kita sudah berbeda.
Kamu dan dia ..
aku dan rinduku tentang kita, yang dulu.
aku dan rinduku tentang kita, yang dulu.
Meski kau mengulang kata
cintamu hanyalah padaku,
Tapi aku terlalu sakit
dengan kalian.
Meski aku tahu kamu mencintaiku
seorang,
Tapi kau hadirkan dia
diantara kita.
Kamu menyakitiku dengan
kebohonganmu,
Dan dia menyakitiku, bermain
dibelakangku.
Aku tak mengapa ..
Aku akan baik-baik saja ..
Hanya saja jangan lagi ..
jangan lagi katakan kau cintaiku namun kau hadirkan dia diantara kita.
Jangan lagi ada kata cinta
terucap bila hanya terus menyakitiku dengan cara yang sama.
Malaikat pun akan tahu aku sudah terlalu rapuh tapi harus berpura-pura tegar dihadapanmu dan dia atau mereka.
Malaikat pun akan tahu aku sudah terlalu rapuh tapi harus berpura-pura tegar dihadapanmu dan dia atau mereka.
Aku berdoa semoga kau dan dia bahagia
Meski ini menyakitiku,
Aku akan baik-baik saja.
Terima kasih sudah pernah menjadi bagian hidupku.
Rabu, 25 September 2013
Tentang Perselingkuhan
Aku sering tidak mengerti mengapa perselingkuhan itu bisa terjadi ! Aku terus memaksa otakku untuk berpikir banyak hal menyangkut perselingkuhan. Mengapa? dan kenapa? Alasan seseorang selingkuh sama sekali tidak aku mengerti karena memang faktanya aku tak pernah sekalipun membiarkan pihak ketiga maksudnya "pria lain" masuk dalam hubunganku saat aku sudah serius dengan satu pria. Bukannya aku ingin menyombongkan kesetiaanku, tapi bukankah benar adanya kesetiaan itu mahal? dan orang-orang yang setia dalam perkara kecil akan pula setia dalam perkara-perkara besar, seperti itulah sedikit pendapatku mengenai kesetiaan yang mahal dan berharga.
Aku sungguh semakin tidak mengerti mengapa perselingkuhan itu bisa terjadi sekalipun aku memaksa otakku untuk berpikir. Tapi baiklah mari kita bicarakan ini, mungkin kita bisa saling menukar pikiran kita tentang perselingkuhan.
Mengapa bisa terjadi perselingkuhan? Bukankah kamu sering mengatakan pada kekasihmu kamu menyayanginya? Lalu mengapa kamu dengan teganya menyakiti hatinya sedemikian rupa? Kemudian setelah kamu melakukannya kamu dengan gampangnya mengharapkan dia memaafkan kamu? Wah .. apakah perselingkuhan itu sudah menjadi hal biasa di dalam sebuah hubungan? Sungguh ini membuatku tertawa geli. (Kok bisa ya? Kok bisa banget ituloh..) Ah, aku mengajukan pertanyaan seperti ini tentu akan membuatmu pusing.
Oke mari kita uraikan ini satu per satu ..
Pertama, mungkin saja kamu selingkuh karena dasarnya kamu tak mencintai pasanganmu yang sekarang. Kedua, mungkin saja kamu merasa kamu masih harus memilih mana orang yang tepat untuk menjadi pendampingmu. Ketiga, mungkin saja kamu lelah dengan kericuhan yang sering terjadi antara kamu dan pasanganmu jadi kamu mencari pelampiasan. Keempat, mungkin saja karena kamu dan pasanganmu terpisahkan oleh jarak jadi karena kamu tidak bisa mengendalikan kerinduanmu pada seseorang, jadinya kamu mencari seseorang yang dekat denganmu ditempat yang sama untuk saling berbagi kerinduan, ah atau apapun itulah.
Hei kamu .. Pernahkah kamu berpikir mengapa Tuhan hanya memberikan satu hati kepadamu yang didalamnya hanya ada satu ruang? Pasti tidak! Karena kalau kamu mempunyai pemikiran yang dewasa sesuai usiamu, kamu akan mengetahui alasan Tuhan memberikan hanya satu hati kepadamu. Itu karena Tuhan ingin kamu belajar untuk mempergunakan hatimu dengan sebaik mungkin, itu karena Tuhan pula ingin menempatkan seseorang yang khusus hanya padamu yakni seseorang yang mencintaimu dengan tulus tak peduli apapun, itu pula karena hati kita hanya bisa digunakan untuk mencintai seseorang bukan dua orang atau lebih. Oleh karena itu kita hanya mempunyai satu hati bukan dua hati atau berapapun banyaknya hati itu.
Aku heran mengapa kamu bisa selingkuh!
Aku sungguh semakin tidak mengerti mengapa perselingkuhan itu bisa terjadi sekalipun aku memaksa otakku untuk berpikir. Tapi baiklah mari kita bicarakan ini, mungkin kita bisa saling menukar pikiran kita tentang perselingkuhan.
Mengapa bisa terjadi perselingkuhan? Bukankah kamu sering mengatakan pada kekasihmu kamu menyayanginya? Lalu mengapa kamu dengan teganya menyakiti hatinya sedemikian rupa? Kemudian setelah kamu melakukannya kamu dengan gampangnya mengharapkan dia memaafkan kamu? Wah .. apakah perselingkuhan itu sudah menjadi hal biasa di dalam sebuah hubungan? Sungguh ini membuatku tertawa geli. (Kok bisa ya? Kok bisa banget ituloh..) Ah, aku mengajukan pertanyaan seperti ini tentu akan membuatmu pusing.
Oke mari kita uraikan ini satu per satu ..
Pertama, mungkin saja kamu selingkuh karena dasarnya kamu tak mencintai pasanganmu yang sekarang. Kedua, mungkin saja kamu merasa kamu masih harus memilih mana orang yang tepat untuk menjadi pendampingmu. Ketiga, mungkin saja kamu lelah dengan kericuhan yang sering terjadi antara kamu dan pasanganmu jadi kamu mencari pelampiasan. Keempat, mungkin saja karena kamu dan pasanganmu terpisahkan oleh jarak jadi karena kamu tidak bisa mengendalikan kerinduanmu pada seseorang, jadinya kamu mencari seseorang yang dekat denganmu ditempat yang sama untuk saling berbagi kerinduan, ah atau apapun itulah.
Hei kamu .. Pernahkah kamu berpikir mengapa Tuhan hanya memberikan satu hati kepadamu yang didalamnya hanya ada satu ruang? Pasti tidak! Karena kalau kamu mempunyai pemikiran yang dewasa sesuai usiamu, kamu akan mengetahui alasan Tuhan memberikan hanya satu hati kepadamu. Itu karena Tuhan ingin kamu belajar untuk mempergunakan hatimu dengan sebaik mungkin, itu karena Tuhan pula ingin menempatkan seseorang yang khusus hanya padamu yakni seseorang yang mencintaimu dengan tulus tak peduli apapun, itu pula karena hati kita hanya bisa digunakan untuk mencintai seseorang bukan dua orang atau lebih. Oleh karena itu kita hanya mempunyai satu hati bukan dua hati atau berapapun banyaknya hati itu.
Aku heran mengapa kamu bisa selingkuh!
Bosankah kamu dengan pasanganmu? Jenuhkah bila kamu dan pasanganmu harus menjalani rutinitas seperti saling mengabari tanpa bisa saling bertemu dan melepaskan rindu karena kalian dipisahkan oleh jarak?
Pada intinya perselingkuhan itu bisa terjadi karena ada kemauan dan kesempatan.
Pada intinya perselingkuhan itu bisa terjadi karena ada kemauan dan kesempatan.
Oke, anggapan bahwa mungkin saja kamu selingkuh karena dasarnya kamu tak mencintai pasanganmu. Ini lagi-lagi membuat aku tertawa. Kalau kamu tidak mencintai pasanganmu, lalu mengapa kamu selalu mengumbar-ngumbar perasaanmu dengan berbagai macam bahasa "Aku mencintaimu." Sadarkah kamu kalau mencintai seseorang itu tidak gampang meski itu sederhana. Dalam setiap perjalanan kalian, kalian sedang saling mempelajari satu per satu sikap kalian satu sama lain. Kamu sangat munafik kalau kamu bilang kamu tak ada perasaan pada pasanganmu lalu apa artinya kamu berani memulai sebuah hubungan tanpa dasar cinta? Apakah itu artinya kamu sedang mempermainkan cinta seseorang? Bagaimana kalau pasanganmu itu sudah terlampau jauh mencintaimu dan bagaimana kalau cinta yang dia berikan itu tulus? Pikirkan kata-kata ini dengan hatimu.
Oke, anggapan bahwa kamu merasa kamu masih harus memilih-milih mana yang lebih baik bagimu dan menjadi pendampingmu nantinya. Kalau memang kamu masih harus memilih-milih, ya lebih baik kamu putuskan dulu salah satunya kemudian kamu pacaran lagi dengan menurutmu yang baik, lalu kalau sudah tidak cocok putuskan saja lalu cari yang lain lagi. Jangan kamu berpacaran dengan satu atau dua atau lebih. Wah memangnya hati kamu itu ada berapa sih? atau karena kamu ingin lebih terlihat keren jadi kamu selingkuh? Pikirkan kata-kata ini dengan hatimu.
Oke, anggapan bahwa mungkin saja kamu jenuh dengan kericuhan yang sering terjadi antara kalian. Baiklah pikirkan ini dengan baik. Mengapa sering kali kalian dihadapkan dengan masalah-masalah yang membuat kalian terus bertengkar? Apakah kalian sudah saling mengutarakan dan mendengarkan keluh kesah kalian satu sama lain? Adakah kamu sebagai pasangannya memahami dia sebaik mungkin mengapa dia sering sekali berteriak-teriak atau marah-marah padamu tanpa ada satu kejelasan? Pernahkah ketika kalian dijenuhkan dengan kericuhan itu, kalian sudah saling menenangkan satu sama lain? Jawab saja pertanyaan ini. Kalau jawaban kalian adalah tidak atas pertanyaan-pertanyaan ini, cobalah lebih memahami bagaimana posisi pasanganmu kalau kalian tidak saling memahami sikap atau karakter satu sama lain. Ya disayangkan juga kalau hubungan kalian yang sudah sejauh atau selama itu tapi tidak bisa menyempatkan waktu untuk pasangan kalian, setidaknya mendengarkan keluh kesahnya. Mungkin dengan begitu kalian bisa berbicara dai hati ke hati tentang bagaimana hubungan kalian kedepannya. Pikirkan kata-kata ini dengan hatimu.
Oke, anggapan yang terakhir adalah mungkin saja karena kalian dipisahkan oleh jarak dan kalian sulit untuk mengendalikan rasa rindu. Ini nembuatku tertawa geli. Coba sekarang pikir! Kalau salah satu diantara kalian tidak bisa mengandalikannya pasti terjadi perselingkuhan. Tapi pikirkan lagi hal ini, bagaimana kalau yang lain dari kalian tetap menjaga komitmen kalian yang terbangun sejak awal dan dan bagaimana kalau dia tetap setia tanpa tahu kamu selingkuh di belakangnya? Coba tenangkan hatimu dan pikirkan sejenak bagaimana kalo kamu ada di posisinya dan dia melakukan sebegitunya terhadapmu. Sakit bukan? Tentu iya. Ini hati bukan tempat sampah yang dibuang apapun tetap menerima dengan pasrah tanpa merasakan sakit.
Pikirkanlah sejenak semuanya .. Renungkan kata-kata ini dan selesaikan tanggung jawabmu. Apa yang telah berani kau lakukan segeralah kamu mempertanggung jawabkannya dengan berani agar masalah kalian teratasi. Kemudian, pikirkanlah sekali lagi seseorang yang mana diantara mereka yang kamu pilih tuk menemani sisa usiamu? Mulai sekarang beranilah dengan jujur mengatakannya meski itu akan membuat ada yang terluka. Lebih baik menyakiti dengan kejujuran daripada dengan kebohongan. Kalau dia memang mencintaimu, dia akan menerima asalkan kamu pun jujur dengannya. Jangan pernah membiarkan orang yang kamu cintai mengetahui tentang perselingkuhanmu dari pihak ketiga. Lalu jangan pula menyakiti orang-orang yang hanya sebagai pelampiasan sesaat. Karena mungkin saja suatu saat apa yang kamu tabur akan kamu tuai pula.
Kejujuran VS Kebohongan
Adakah satu keresahan dihatimu saat kamu tak bisa berkata dengan jujur kepadaku? ataukah kejujuran itu membuat kamu tak mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya kepadaku sehingga kamu takut? Tak bisakah kamu memahami rasaku ini?
Kejujuran dan kebohongan. Dua kata ini tentunya pada setiap orang, cara pandang seseorang dengan yang lainnya berbeda. Okehlah, begini saja .. mungkin pemahaman kita berbeda tentang kejujuran dan kebohongan. Mungkin bagimu lebih baik kamu tak mengatakannya kepadaku daripada aku harus menyerangmu dengan seratus macam bahasa tubuh, seribu macam kata-kata, atau mungkin menyudutkanmu. Tapi sungguh itu pemahaman yang salah darimu terhadapku.
Kejujuran dan kebohongan. Dua kata ini tentunya pada setiap orang, cara pandang seseorang dengan yang lainnya berbeda. Okehlah, begini saja .. mungkin pemahaman kita berbeda tentang kejujuran dan kebohongan. Mungkin bagimu lebih baik kamu tak mengatakannya kepadaku daripada aku harus menyerangmu dengan seratus macam bahasa tubuh, seribu macam kata-kata, atau mungkin menyudutkanmu. Tapi sungguh itu pemahaman yang salah darimu terhadapku.
Benar jika kita jujur tentang sesuatu yang kita simpan dengan bahasa kasarnya sesuatu yang busuk atau buruk atau salah, pasti itu menyakitkan. Tapi coba saja kamu membayangkan kamu ada di posisiku. Maukah kamu dicintai seseorang dengan kebohongan bukan kebohongan atas cintanya padamu tapi karena masa lalunya atau kesalahan-kesalahannya seperti punya kekasih lain selain dirimu? Pasti tidak, karena terdengar sangat omong kosong kalau kamu bilang kamu tidak ingin dicintai seseorang dengan tulus bukan dengan kebohongan. "Dicintai" maksudnya disini adalah kesalahan maupun apapun yang buruk tentangnya, dia akan menjelaskan kepadamu. Begitu pula denganku. Aku tidak ingin dicintai seseorang dengan serinci kebohongan tentang rahasia-rahasia yang tak ingin sama sekali dia bagikan padahal dia sering mengatakan "Kamu adalah istriku, kekasih seumur hidupku."
Aku lebih menyukai saat kamu mampu berkata dengan jujur kepadaku, saat kamu dengan berani mengungkapkannya padaku. Aku lebih menyukai cara yang seperti ini dalam hubungan kita. Meski kejujuran itu akan membuat aku terluka, tapi bukankah lebih baik jujur daripada harus menyimpan sejuta kebohongan? Hanya saja kamu tak memahami dengan baik apa yang aku harapkan darimu, padahal berulang kali kamu melakukan kesalahan yang sama bahkan kesalahan terbesarmu pun aku selalu memaafkannya dan disela-sela itu aku mengatakan jujurlah saja padaku sekalipun itu menyakitiku karena lebih baik seperti itu daripada kamu harus membohongiku dan kebohongan itu aku ketahui dengan sendirinya entah ini karena ada orang lain mengatakannya atau karena pihak yang terlibat "orang ketiga diantara kamu dan aku," dialah yang mengatakannya padaku tetapi sebelumnya dengan sindiran-sindiran yang juga menyudutkanku. Tahukah kamu itu lebih menyakitiku? Karena itu sangat membuat otakku seolah dipaksa bekerja lebih esktra keras lagi untuk berusaha tidak menanggapinya. Tapi mau siapapun itu pada dasarnya tidak ada manusia yang seperti malaikat dan terus mau bersabar menghadapi segala sesuatu. Jika kamu jujur, aku akan menerimanya karena apa? Jawabannya adalah kamu adalah lelaki yang aku pilih jadi pendamping usiaku, karena aku tulus mencintaimu tanpa peduli latar belakangmu dan segala hal-hal buruk tentangmu akan mampu aku sembunyikan rapat-rapat. Tapi kamu tak menghargai perjuanganku, kokohnya aku berusaha berdiri diujung tebing yang siap membuat aku akhirnya terpeleset dan jatuh, kamu tak memikirkan itu. Kamu tetap dengan pandanganmu bahwa lebih baik kamu menyembunyikannya dariku saja.
Apakah karena jarak memisahkan kita jadi kamu menyembunyikannya? ataukah karena kamu sangat mencintaiku seperti katamu, jadi kamu tak bisa bila harus dengan jujur mengatakannya padaku?
Tapi mengertilah .. itu menyakitiku. Belum bisakah kamu memahamiku padahal sudah sejauh ini kita melangkah, kita bersama melewati suka dan duka? Aku terlalu lelah hanya untuk mendengar mereka membicarakan tentang dirimu, tentang kesalahanmu, tentang perbuatan jahatmu. Sumpah demi apapun, itu pun sangat menjengkelkan bagiku. Duniaku tiba-tiba menjadi sangat bising saat mereka mengatakan hal-hal yang kamu sembunyikan dariku. Jadi aku sering memintamu untuk jujur. Tak mengapa kamu jujur. Meski aku akan marah, tapi aku bukan tipe orang yang menyimpan dendam saat seseorang sudah jujur, meminta maaf dan menyesali perbuatannya. Bagiku setelah emosi sangat membuat pikiran dan tubuhku lemah, aku merasa aku harus melupakan itu dan menganggap semua tidak pernah terjadi. Tapi jika kamu membohongiku, aku takan melupakan hal-hal yang menyakitiku secara dalam serinci mungkin, karena bagiku kamu tak menghargaiku jadi buat apa aku harus menghargai apa yang kuberi nama kita?
Satu luka dihati hanya akan bisa diobati dengan kejujuran, permintaa maaf dan memperbaiki sikap serta berusaha kali ini harus bisa memegang komitmen. Ketimbang kamu berbohong, itu hanya akan semakin menambah luka sementara mungkin saja luka yang kemarin belum sembuh dan semakin bertambahnya luka semakin menipis pulalah kepercayaanku terhadap kita.
Aku lebih menyukai saat kamu mampu berkata dengan jujur kepadaku, saat kamu dengan berani mengungkapkannya padaku. Aku lebih menyukai cara yang seperti ini dalam hubungan kita. Meski kejujuran itu akan membuat aku terluka, tapi bukankah lebih baik jujur daripada harus menyimpan sejuta kebohongan? Hanya saja kamu tak memahami dengan baik apa yang aku harapkan darimu, padahal berulang kali kamu melakukan kesalahan yang sama bahkan kesalahan terbesarmu pun aku selalu memaafkannya dan disela-sela itu aku mengatakan jujurlah saja padaku sekalipun itu menyakitiku karena lebih baik seperti itu daripada kamu harus membohongiku dan kebohongan itu aku ketahui dengan sendirinya entah ini karena ada orang lain mengatakannya atau karena pihak yang terlibat "orang ketiga diantara kamu dan aku," dialah yang mengatakannya padaku tetapi sebelumnya dengan sindiran-sindiran yang juga menyudutkanku. Tahukah kamu itu lebih menyakitiku? Karena itu sangat membuat otakku seolah dipaksa bekerja lebih esktra keras lagi untuk berusaha tidak menanggapinya. Tapi mau siapapun itu pada dasarnya tidak ada manusia yang seperti malaikat dan terus mau bersabar menghadapi segala sesuatu. Jika kamu jujur, aku akan menerimanya karena apa? Jawabannya adalah kamu adalah lelaki yang aku pilih jadi pendamping usiaku, karena aku tulus mencintaimu tanpa peduli latar belakangmu dan segala hal-hal buruk tentangmu akan mampu aku sembunyikan rapat-rapat. Tapi kamu tak menghargai perjuanganku, kokohnya aku berusaha berdiri diujung tebing yang siap membuat aku akhirnya terpeleset dan jatuh, kamu tak memikirkan itu. Kamu tetap dengan pandanganmu bahwa lebih baik kamu menyembunyikannya dariku saja.
Apakah karena jarak memisahkan kita jadi kamu menyembunyikannya? ataukah karena kamu sangat mencintaiku seperti katamu, jadi kamu tak bisa bila harus dengan jujur mengatakannya padaku?
Tapi mengertilah .. itu menyakitiku. Belum bisakah kamu memahamiku padahal sudah sejauh ini kita melangkah, kita bersama melewati suka dan duka? Aku terlalu lelah hanya untuk mendengar mereka membicarakan tentang dirimu, tentang kesalahanmu, tentang perbuatan jahatmu. Sumpah demi apapun, itu pun sangat menjengkelkan bagiku. Duniaku tiba-tiba menjadi sangat bising saat mereka mengatakan hal-hal yang kamu sembunyikan dariku. Jadi aku sering memintamu untuk jujur. Tak mengapa kamu jujur. Meski aku akan marah, tapi aku bukan tipe orang yang menyimpan dendam saat seseorang sudah jujur, meminta maaf dan menyesali perbuatannya. Bagiku setelah emosi sangat membuat pikiran dan tubuhku lemah, aku merasa aku harus melupakan itu dan menganggap semua tidak pernah terjadi. Tapi jika kamu membohongiku, aku takan melupakan hal-hal yang menyakitiku secara dalam serinci mungkin, karena bagiku kamu tak menghargaiku jadi buat apa aku harus menghargai apa yang kuberi nama kita?
Satu luka dihati hanya akan bisa diobati dengan kejujuran, permintaa maaf dan memperbaiki sikap serta berusaha kali ini harus bisa memegang komitmen. Ketimbang kamu berbohong, itu hanya akan semakin menambah luka sementara mungkin saja luka yang kemarin belum sembuh dan semakin bertambahnya luka semakin menipis pulalah kepercayaanku terhadap kita.
If you love me like you tell me, please be careful with my heart.
Rabu, 18 September 2013
Bersama atau Tanpamu
Aku tengah mempertimbangkan ini ..
Aku tak ingin mempermasalahkan ini lagi ! dan itu tandanya aku sedang berusaha untuk tak menyesali apa yang telah terjadi sejauh ini denganmu dan bila aku harus tanpamu.. Itu resiko telah sebegitunya mencintaimu tapi kamu malah tak memahamiku dan terus menyakitiku dengan pengabaianmu terhadap kita.
Ya, aku sengaja menuliskannya disini agar kau tahu aku sedang berusaha memberitahumu tentang isi hatiku bersama atau bila nanti tanpamu.
Mungkin awalnya saat aku akan tanpamu, tanpa aku sadari aku tengah berprasangka buruk dan bahkan kadang memaki diriku sendiri yang telah menyerahkan hatiku secara total kepadamu. Tapi mungkin pula pada akhirnya aku harus merelakan dan mengiyakan dengan kata-kata "ya udah deh.. terserah kamu saja, toh kamu tak mencintaiku dengan sungguh akhirnya sikapmu sebegitunya terhadapku, selalu mengabaikanku tanpa berpikir aku bertahan sejauh ini dan alasan terbaikku memilih bertahan selama ini terhadap kita" atau mungkin "ya udah deh.. terserah kamu saja, toh kamu lebih memilih duniamu daripada aku yang selalu kamu nomor sekiankan dan mungkin karena ada yang lebih baik disampingmu." Semuanya mungkin harus aku relakan dengan kata yasudah deh..
Kamu harus tahu kenapa aku harus berpikir seperti ini ! Harus ..
Kamu harus tahu kenapa aku sering sekali mengeluh terhadap kamu yang saat kita terpisah oleh jarak.
Semua ini karena kamu ! Kamu selalu mengabaikanku dan menomor sekiankan diriku saat kamu sibuk dengan duniamu.
Oke, anggap saja kamu benar-benar sibuk dan tak ada waktu untuk menghubungiku.
Tapi apa iya .. 24 jam yang Tuhan berikan kepadamu semuanya kamu lakukan tanpa istirahat dengan kesibukkanmu?
Kadang aku tertawa dengan ini, kadang aku merasa jengkel dan akhirnya jenuh karena kesepian kamu selalu menomor sekiankanku.
Oke, anggap saja duniamu benar-benar penting bagimu.
Tapi apa iya .. duniamu tak bisa kamu bagikan dengan orang yang "katanya" kamu cintai, dan orang itu adalah aku.
Kadang aku pun tertawa dengan ini. Kata cintamu terdengar hanya omong kosong karena tak ada alasan yang menguatkannya. Apa yang kamu tunjukkan tak sejalan dengan kata cintamu. Jadi aku berpikir kamu benar-benar tak mencintaiku. Eh, jangan salahkan aku menerka hatimu seperti ini. Tanyakan saja pada dirimu apakah aku ini berarti bagimu? Kalo iya, haruskah kamu terus mengabaikanku terlebih saat aku membutuhkanmu?
Oke, anggap saja masalah-masalah telah kita selesaikan tanpa ada pertemuan yang menguatkan terselesaikannya masalah itu. Tapi toh pada kenyataannya kita akan selalu dihadapkan pada masalah yang sama. Karena sikap ego kita yang tak ingin saling mendengarkan, mungkin kita perlu berbicara dari hati ke hati dan saling jatuh cinta pada orang yang sama lagi yakni kita. Tapi itu selalu tak kita lakukan.
Saat aku sakit, saat aku benar-benar merindukan sosokmu saat kita dekat dalam ribuan kilometer ini, saat aku sangat membutuhkanmu, kamu menganggapku layaknya seorang anak kecil yang sedang merengek dibelikan mainan padamu.
Mungkin aku nampak seperti itu. Tapi bukankah sudah kewajiban kita untuk saling mencintai, memberi dan menerima, untuk saling membahagiakan?
Tak bisakah kamu membagi sedikit waktumu saja untuk mendengarkanku bukan mengabaikan dan menomor sekiankan diriku? Dari sikapmu, kamu seolah sedang menjawab pertanyaanku dengan kata "iya, aku tak bisa"
Oke .. jadi karena itu, aku sudah mulai sadar untuk tak bersahabat lagi dengan rindu, untuk tak mencintai apa yang kuberi nama tangisan yang sering kutangisi saat malam.
Kini aku mulai bersahabat dengan rasa sakit dan kecewa karena telah diabaikan dan dinomor sekiankan olehmu.
Sekarang terserah saja padamu ..
Aku sudah tak ingin untuk mengetahui apapun dengan mencoba menerka pikiran dan hatimu yang nantinya pasti hanya akan menyakiti diriku sendiri. Terserahlah ..
Sekalipun kamu sudah melepaskanku sekarang, terserahlah ..
Sekalipun kamu sudah memiliki dia yang lebih baik dariku, terserahlahh ..
Sekalipun aku harus tanpamu, terserahlah .. aku sudah terbiasa menerima perlakuanmu selama dan sejauh ini.
Hanya saja terima kasih ..
Jangan salahkan aku bila suatu saat aku pun harus melepaskanmu, karena aku sudah terbiasa dilepaskan olehmu, diabaikan olehmu, dinomor sekiankan olehmu, disakiti olehmu, diselingkuhi olehmu, dan banyak perlakuan kejam dan apa yang kau anggap "ah biasa saja" mu itu terhadap apa yang kuberi nama kita.
Aku tak ingin mempermasalahkan ini lagi ! dan itu tandanya aku sedang berusaha untuk tak menyesali apa yang telah terjadi sejauh ini denganmu dan bila aku harus tanpamu.. Itu resiko telah sebegitunya mencintaimu tapi kamu malah tak memahamiku dan terus menyakitiku dengan pengabaianmu terhadap kita.
Ya, aku sengaja menuliskannya disini agar kau tahu aku sedang berusaha memberitahumu tentang isi hatiku bersama atau bila nanti tanpamu.
Mungkin awalnya saat aku akan tanpamu, tanpa aku sadari aku tengah berprasangka buruk dan bahkan kadang memaki diriku sendiri yang telah menyerahkan hatiku secara total kepadamu. Tapi mungkin pula pada akhirnya aku harus merelakan dan mengiyakan dengan kata-kata "ya udah deh.. terserah kamu saja, toh kamu tak mencintaiku dengan sungguh akhirnya sikapmu sebegitunya terhadapku, selalu mengabaikanku tanpa berpikir aku bertahan sejauh ini dan alasan terbaikku memilih bertahan selama ini terhadap kita" atau mungkin "ya udah deh.. terserah kamu saja, toh kamu lebih memilih duniamu daripada aku yang selalu kamu nomor sekiankan dan mungkin karena ada yang lebih baik disampingmu." Semuanya mungkin harus aku relakan dengan kata yasudah deh..
Kamu harus tahu kenapa aku harus berpikir seperti ini ! Harus ..
Kamu harus tahu kenapa aku sering sekali mengeluh terhadap kamu yang saat kita terpisah oleh jarak.
Semua ini karena kamu ! Kamu selalu mengabaikanku dan menomor sekiankan diriku saat kamu sibuk dengan duniamu.
Oke, anggap saja kamu benar-benar sibuk dan tak ada waktu untuk menghubungiku.
Tapi apa iya .. 24 jam yang Tuhan berikan kepadamu semuanya kamu lakukan tanpa istirahat dengan kesibukkanmu?
Kadang aku tertawa dengan ini, kadang aku merasa jengkel dan akhirnya jenuh karena kesepian kamu selalu menomor sekiankanku.
Oke, anggap saja duniamu benar-benar penting bagimu.
Tapi apa iya .. duniamu tak bisa kamu bagikan dengan orang yang "katanya" kamu cintai, dan orang itu adalah aku.
Kadang aku pun tertawa dengan ini. Kata cintamu terdengar hanya omong kosong karena tak ada alasan yang menguatkannya. Apa yang kamu tunjukkan tak sejalan dengan kata cintamu. Jadi aku berpikir kamu benar-benar tak mencintaiku. Eh, jangan salahkan aku menerka hatimu seperti ini. Tanyakan saja pada dirimu apakah aku ini berarti bagimu? Kalo iya, haruskah kamu terus mengabaikanku terlebih saat aku membutuhkanmu?
Oke, anggap saja masalah-masalah telah kita selesaikan tanpa ada pertemuan yang menguatkan terselesaikannya masalah itu. Tapi toh pada kenyataannya kita akan selalu dihadapkan pada masalah yang sama. Karena sikap ego kita yang tak ingin saling mendengarkan, mungkin kita perlu berbicara dari hati ke hati dan saling jatuh cinta pada orang yang sama lagi yakni kita. Tapi itu selalu tak kita lakukan.
Saat aku sakit, saat aku benar-benar merindukan sosokmu saat kita dekat dalam ribuan kilometer ini, saat aku sangat membutuhkanmu, kamu menganggapku layaknya seorang anak kecil yang sedang merengek dibelikan mainan padamu.
Mungkin aku nampak seperti itu. Tapi bukankah sudah kewajiban kita untuk saling mencintai, memberi dan menerima, untuk saling membahagiakan?
Tak bisakah kamu membagi sedikit waktumu saja untuk mendengarkanku bukan mengabaikan dan menomor sekiankan diriku? Dari sikapmu, kamu seolah sedang menjawab pertanyaanku dengan kata "iya, aku tak bisa"
Oke .. jadi karena itu, aku sudah mulai sadar untuk tak bersahabat lagi dengan rindu, untuk tak mencintai apa yang kuberi nama tangisan yang sering kutangisi saat malam.
Kini aku mulai bersahabat dengan rasa sakit dan kecewa karena telah diabaikan dan dinomor sekiankan olehmu.
Sekarang terserah saja padamu ..
Aku sudah tak ingin untuk mengetahui apapun dengan mencoba menerka pikiran dan hatimu yang nantinya pasti hanya akan menyakiti diriku sendiri. Terserahlah ..
Sekalipun kamu sudah melepaskanku sekarang, terserahlah ..
Sekalipun kamu sudah memiliki dia yang lebih baik dariku, terserahlahh ..
Sekalipun aku harus tanpamu, terserahlah .. aku sudah terbiasa menerima perlakuanmu selama dan sejauh ini.
Hanya saja terima kasih ..
Jangan salahkan aku bila suatu saat aku pun harus melepaskanmu, karena aku sudah terbiasa dilepaskan olehmu, diabaikan olehmu, dinomor sekiankan olehmu, disakiti olehmu, diselingkuhi olehmu, dan banyak perlakuan kejam dan apa yang kau anggap "ah biasa saja" mu itu terhadap apa yang kuberi nama kita.
Jumat, 13 September 2013
Mari Menghitung Waktu dan Jarak tuk Mencintai dan Menunggu
Mari menghitung waktu ..
Semenit ada enam puluh detik, sejam ada tiga ribu enam ratus detik, sehari ada dua puluh jam.
Bisakah kamu hitung berapa banyaknya detik dalam sehari yang telah sebegitunya aku gunakan untuk menunggumu?
Adakah kamu mampu menghitung setiap detik yang tersisa dari hidupku setelah kamu memasukinya dan dengan cepatnya kamu telah bertakhta di hati dan pikiranku?
Mari menghitung saja berapa banyak waktu yang aku luangkan untuk aku dan kamu yang kuberi nama kita.
Mari menghitung saja berapa banyak waktu yang aku pergunakan untuk memaafkan setiap kesalahan yang kamu perbuat.
Mari menghitung saja berapa banyak waktu yang telah aku isi dengan mencintaimu seorang dan berkorban untuk kita.
Aku rasa kita perlu bersama-sama untuk menghitung waktu, ah .. bukan hanya waktu tapi juga jarak. Keduanya yang mampu membuat aku selama ini bertahan sejauh ini karena aku mencintaimu, tidak peduli apapun yang telah kamu lakukan, aku tepiskan semua itu, meski kadang harus kuakui aku hanyalah manusia bukan malaikat yang mampu menahan emosiku untuk tidak mengungkitnya.
Bisakah kamu hitung seberapa lamanya waktu dan seberapa jauhnya jarak yang dalam setiap ruangnya hanya kamu?
Melihat sudah berapa hari ini kamu tidak ada kata penyesalan dan maaf yang harus kuakui aku menunggunya sehingga membuatku sakit.
Ah, menceritakan itu pun kamu tidak akan mengerti karena dari awal kamu memang tidak memahamiku. Mungkin kamu hanya melakukan karena terpaksa. Iya? atau Tidak?
Aku bodoh sudah berani menerka-nerka isi hatimu. Tapi jangan salahkan aku, tolong .. tolong renungkan sejenak selama ini kita sejauh ini bukankah alasan terbaik kita adalah karena kita saling memilih satu sama lain?
Lalu mengapa kamu bahkan tidak bisa mencegahku?
mempertahankanku?
memperjuangkan kita?
dan mencintaiku seperti yang kamu sering katakan?
Ataukah aku harus teriak sekeras mungkin agar kau mengerti dan memahamiku?
Tidak .. aku sudah terlanggar jauh mempermalukan diriku sendiri seolah aku yang sedang berdiri sendiri dalam hubungan ini, hanya sendiri memperjuangkan waktu yang hampir tiga tahun ini.
Sekarang mungkin aku harus berdiam. Bukan karena tidak mau mempertahankanmu, hanya saja aku ingin kamu tidak akan lagi mengabaikanku dan mulai meminta aku lebih jauh masuk dalam hidupmu dan takan meninggalkanmu. Aku hanya ingin itu .. setidaknya beri aku sedikit kebahagian setelah waktu dan jarak yang telah kulampaui sejauh ini hanya demi kamu.
Semenit ada enam puluh detik, sejam ada tiga ribu enam ratus detik, sehari ada dua puluh jam.
Bisakah kamu hitung berapa banyaknya detik dalam sehari yang telah sebegitunya aku gunakan untuk menunggumu?
Adakah kamu mampu menghitung setiap detik yang tersisa dari hidupku setelah kamu memasukinya dan dengan cepatnya kamu telah bertakhta di hati dan pikiranku?
Mari menghitung saja berapa banyak waktu yang aku luangkan untuk aku dan kamu yang kuberi nama kita.
Mari menghitung saja berapa banyak waktu yang aku pergunakan untuk memaafkan setiap kesalahan yang kamu perbuat.
Mari menghitung saja berapa banyak waktu yang telah aku isi dengan mencintaimu seorang dan berkorban untuk kita.
Aku rasa kita perlu bersama-sama untuk menghitung waktu, ah .. bukan hanya waktu tapi juga jarak. Keduanya yang mampu membuat aku selama ini bertahan sejauh ini karena aku mencintaimu, tidak peduli apapun yang telah kamu lakukan, aku tepiskan semua itu, meski kadang harus kuakui aku hanyalah manusia bukan malaikat yang mampu menahan emosiku untuk tidak mengungkitnya.
Bisakah kamu hitung seberapa lamanya waktu dan seberapa jauhnya jarak yang dalam setiap ruangnya hanya kamu?
Melihat sudah berapa hari ini kamu tidak ada kata penyesalan dan maaf yang harus kuakui aku menunggunya sehingga membuatku sakit.
Ah, menceritakan itu pun kamu tidak akan mengerti karena dari awal kamu memang tidak memahamiku. Mungkin kamu hanya melakukan karena terpaksa. Iya? atau Tidak?
Aku bodoh sudah berani menerka-nerka isi hatimu. Tapi jangan salahkan aku, tolong .. tolong renungkan sejenak selama ini kita sejauh ini bukankah alasan terbaik kita adalah karena kita saling memilih satu sama lain?
Lalu mengapa kamu bahkan tidak bisa mencegahku?
mempertahankanku?
memperjuangkan kita?
dan mencintaiku seperti yang kamu sering katakan?
Ataukah aku harus teriak sekeras mungkin agar kau mengerti dan memahamiku?
Tidak .. aku sudah terlanggar jauh mempermalukan diriku sendiri seolah aku yang sedang berdiri sendiri dalam hubungan ini, hanya sendiri memperjuangkan waktu yang hampir tiga tahun ini.
Sekarang mungkin aku harus berdiam. Bukan karena tidak mau mempertahankanmu, hanya saja aku ingin kamu tidak akan lagi mengabaikanku dan mulai meminta aku lebih jauh masuk dalam hidupmu dan takan meninggalkanmu. Aku hanya ingin itu .. setidaknya beri aku sedikit kebahagian setelah waktu dan jarak yang telah kulampaui sejauh ini hanya demi kamu.
Kamu tahu .. sekarang aku begitu kesepian. Mungkin itu karena aku kehilangan salah satu kekuatanku untuk hidup, dan kamu tahu.. itu adalah kamu.
Disaat kamu mengabaikanku, disaat kamu mendiamkanku, disaat kamu tak ada kabar, disaat kamu pergi meninggalkan tumpukan kenangan dan luka yang membuat napasku tercekat.. ada begitu banyak pria diluar sana. Mereka berbaris rapi bahkan kadang berebutan tuk mendapatkan hatiku. Mereka membawa bunga, coklat, boneka, bahkan hatinya kepadaku.. tapi aku menolaknya dengan tegas, karena aku mencintaimu.
Mungkin jika kamu tak lagi mencintaiku, biarlah aku menghitung waktu dan jarak .. berapapun itu, aku akan menunggu, karena aku merindukanmu, aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu.
Aku hanya ingin mendengarnya ..
kata-katamu yang kumaksud ..
dan tentunya yang kutunggu!
Disaat kamu mengabaikanku, disaat kamu mendiamkanku, disaat kamu tak ada kabar, disaat kamu pergi meninggalkan tumpukan kenangan dan luka yang membuat napasku tercekat.. ada begitu banyak pria diluar sana. Mereka berbaris rapi bahkan kadang berebutan tuk mendapatkan hatiku. Mereka membawa bunga, coklat, boneka, bahkan hatinya kepadaku.. tapi aku menolaknya dengan tegas, karena aku mencintaimu.
Mungkin jika kamu tak lagi mencintaiku, biarlah aku menghitung waktu dan jarak .. berapapun itu, aku akan menunggu, karena aku merindukanmu, aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu.
Aku hanya ingin mendengarnya ..
kata-katamu yang kumaksud ..
dan tentunya yang kutunggu!
Kamis, 12 September 2013
Tentang Aku Sebagai Seorang Cewek
Cewek itu sebenarnya makhluk yang seperti apa? Kenapa cewek susah sekali dimengerti?
Pertanyaan seperti itu sering terbesit didalam pikiran lelaki.
Hmm .. karena itu aku menulis ini karena aku adalah seorang cewek dan aku rasa aku mengerti bagaimana karakteristik cewek pada umumnya yang rata-rata adalah sama.
Sebenarnya cewek itu makhluk yang simple, justru cowoklah yang sering menutup diri sehingga menjadi sosok yang tak dimengerti dan cowok sendiri tidak mengerti cewek. Ups (hehe..)
Hal-hal yang umum berkisar cewek :
- Kadang cewek kalo sedang emosi, apa yang dikatakannya sebenarnya tak semua itu benar loh. Dia hanya sedang mengikuti emosi sesaatnya saja, bukan kata hatinya.
- Bukan cuma cowok yang ingin dimengerti dan diperhatikan loh. Cewek juga ingin dimengerti dan diperhatikan. Jangan menyalahkan dia, pahami saja hatinya.
- Cewek selalu menangis untuk menyelesaikan masalah bukan karena dia itu cengeng tapi karena hanya dengan menangis, apa yang dirasakannya akan terlampiaskan.
Pertanyaan seperti itu sering terbesit didalam pikiran lelaki.
Hmm .. karena itu aku menulis ini karena aku adalah seorang cewek dan aku rasa aku mengerti bagaimana karakteristik cewek pada umumnya yang rata-rata adalah sama.
Sebenarnya cewek itu makhluk yang simple, justru cowoklah yang sering menutup diri sehingga menjadi sosok yang tak dimengerti dan cowok sendiri tidak mengerti cewek. Ups (hehe..)
Hal-hal yang umum berkisar cewek :
- Kadang cewek kalo sedang emosi, apa yang dikatakannya sebenarnya tak semua itu benar loh. Dia hanya sedang mengikuti emosi sesaatnya saja, bukan kata hatinya.
- Bukan cuma cowok yang ingin dimengerti dan diperhatikan loh. Cewek juga ingin dimengerti dan diperhatikan. Jangan menyalahkan dia, pahami saja hatinya.
- Cewek selalu menangis untuk menyelesaikan masalah bukan karena dia itu cengeng tapi karena hanya dengan menangis, apa yang dirasakannya akan terlampiaskan.
- Disaat cewek minta maaf kadang bukan berarti dia itu salah, tapi karena dia lebih menghargai akan suatu hubungan.
- Cewek ngambek atau marah itu memang kadang tidak jelas dan sering membosankan juga membuat cowoknya tidak merasa nyaman, tapi pahami saja .. mungkin saja dia sedang butuh perhatian atau bisa juga karena tamu bulanannya.
- Cewek itu kadang mampu berbohong, pura-pura tertawa atau tersenyum padahal hatinya .. mungkin sedang menangis dan tidak ada yanga tahi itu.
- Cewek kalau sudah benar-benar mencintai seorang cowok, sebesar apapun kesalahan yang dilakukan cowok, dia akan mampu memaafkannya dan menganggap semua tidak pernah si cowok lakukan (meski kadang marah, ngungkit melulu)
- Kalau cewek melakukan kesalahan, lebih baik si cowok langsung saja mengatakannya kesalahannya. Jangan di diamkan, dicueki dan diabaikan. Karena cewek paling tidak suka bila didiamkan, dicueki dann diabaikan, terlebih bila itu cowok yang dia benar-benar cinta. (langsung meledal-ledak emosinya)
- Cewek itu tidak bisa dikasarin .. itu alami.
- Cewek itu hanya ingin kamu sebagai cowoknya peka dengan perasaannya. Bukan berarti karena maunya banyak.
Ah, masih ada banyak hal tentang cewek.
- Kalau cewek melakukan kesalahan, lebih baik si cowok langsung saja mengatakannya kesalahannya. Jangan di diamkan, dicueki dan diabaikan. Karena cewek paling tidak suka bila didiamkan, dicueki dann diabaikan, terlebih bila itu cowok yang dia benar-benar cinta. (langsung meledal-ledak emosinya)
- Cewek itu tidak bisa dikasarin .. itu alami.
- Cewek itu hanya ingin kamu sebagai cowoknya peka dengan perasaannya. Bukan berarti karena maunya banyak.
Ah, masih ada banyak hal tentang cewek.
Tapi inti dari semua sikap cewek, hanya bisa dipahami cowok adalah dengan saling mengerti dan memahami. Jangan menutup diri.
Bila ada permasalahan, langsung saja diselesaikan. Bicarakan dengan baik-baik. Saling mendengarkan juga tentunya jangan mau menang sendiri. Jangan karena kamu merasa kamu benar jadi tidak ingin mendengarkan apa yang cewek katakan. Justru karena kamu tidak mau mendengarkan, emosi cewek kadang pula bisa seperti sebuah bom yang meledak tiba-tiba karena kamu diamkan atau abaikan.
Kamu Tak Ada Hentinya Bagiku
Satu-satunya orang yang aku pikirkan saat aku akan terlelap dalam tidur dan saat aku bangun.
Kamu adalah seseorang yang pertama menjadi alasan dibalik setiap lengkung senyuman yang tercipta dari hal-hal sederhana.
Kamu adalah seseorang yang pertama menjadi alasan dibalik setiap lengkung senyuman yang tercipta dari hal-hal sederhana.
Kamu adalah seseorang yang pertama, tempat rasa rindu bermuara.
Kamu adalah seseorang yang pertama membuat rasa cinta melekat erat dihatiku.
Kamu adalah seseorang yang pertama dengan kokohnya membuat yang kedua, yang ketiga .. tak pernah ada!
Kamu adalah seseorang yang membuat aku berharap saat bersamamu, waktu akan berhenti selamanya ..
Kamu adalah seseorang yang pertama, yang memberi aku alasan untuk tetap hidup, untuk tetap bernafas dan menjaga agar jantung ini jangan berhenti berdebar.
Satu-satunya orang yang bisa aku lihat dengan hati meski aku buta,
satu-satunya orang yang namanya akan selalu terdengar saat hatiku bersuara,
Kamu adalah seseorang yang pertama membuat rasa cinta melekat erat dihatiku.
Kamu adalah seseorang yang pertama dengan kokohnya membuat yang kedua, yang ketiga .. tak pernah ada!
Kamu adalah seseorang yang membuat aku berharap saat bersamamu, waktu akan berhenti selamanya ..
Kamu adalah seseorang yang pertama, yang memberi aku alasan untuk tetap hidup, untuk tetap bernafas dan menjaga agar jantung ini jangan berhenti berdebar.
Satu-satunya orang yang bisa aku lihat dengan hati meski aku buta,
satu-satunya orang yang namanya akan selalu terdengar saat hatiku bersuara,
dan satu-satunya orang yang namanya selalu terukir dilubuk hatiku ..
dan kamu ternyata pula adalah seseorang yang memberikan aku luka dihati.
Luka yang membuat aku merasa hatiku sedang dipukul, luka itulah yang kuberi nama memar.
Aku mencoba untuk membiarkanmu pergi ..
Aku mencoba menghapus semua tentang kita dan menyuruhmu pergi, tapi ternyata kamu adalah seseorang yang selalu aku rindukan, tak ada kata hentinya.
Luka yang membuat aku merasa hatiku sedang dipukul, luka itulah yang kuberi nama memar.
Aku mencoba untuk membiarkanmu pergi ..
Aku mencoba menghapus semua tentang kita dan menyuruhmu pergi, tapi ternyata kamu adalah seseorang yang selalu aku rindukan, tak ada kata hentinya.
Aku mencoba untuk menepis rasaku, rasa rindu yang kian tertumpuk padamu. Aku mencoba melupakanmu. Tapi ternyata kamu adalah seseorang yang selalu mengisi ruang hatiku, selalu mondar-mandir dikepalaku, tak ada kata hentinya.
Kamu seperti seorang perampok !
Kadang menyebalkan dengan sikapmu,
Kadang mengesankan dari tindakan sederhanamu,
Kadang memberiku luka dan tangis,
Kadang menjadi alasan aku tersenyum bahkan tertawa.
Kamu penjahat .. diam-diam terus mengambil hatiku
Kadang menjadi alasan aku tersenyum bahkan tertawa.
Kamu penjahat .. diam-diam terus mengambil hatiku
saat aku tak ingin lagi berharap,
saat aku ingin melupakan dan membiarkanmu pergi ..
Tapi ternyata .. kamulah, seseorang yang pertama dan aku pastikan menjadi seseorang yang terakhir yang namanya mengisi seluruh dari diriku, entah itu hatiku maupun hidupku, tak ada kata hentinya.
Tapi ternyata .. kamulah, seseorang yang pertama dan aku pastikan menjadi seseorang yang terakhir yang namanya mengisi seluruh dari diriku, entah itu hatiku maupun hidupku, tak ada kata hentinya.
Kamu adalah seluruh dari hidupku.
Kamu adalah bagian dari impianku di dunia ..
Seseorang yang memenuhi pandangan sekitarku,
Seseorang yang memenuhi pandangan sekitarku,
Seseorang yang ingin kucintai dan kumiliki selamanya, tak ada kata henti ..
Mungkin suatu saat bila jantung ini harus berhenti untuk berdebar,
suatu saat yang menjadi masa, dimana aku harus menghembuskan napas terakhirku,
Senin, 09 September 2013
Pertengkaran Kita dan Cara Memperbaikinya
Pertengkaran kita semakin lama, semakin dirasakan bertambah rumit.
Seperti soal integral yang sulit aku kerjakan karena harus menghapal rumus dan cara pengerjaannya, mungkin pertengkaran kita bisa diandaikan seperti itu.
Akhir-akhir ini kita sering menghabiskan waktu kita untuk meributkan sesuatu yang sebenarnya bisa kita selesaikan dengan mudah karena toh sudah sejauh ini hubungan kita, sudah selama ini hubungan kita, semuanya itu bisa kita selesaikan dengan mudah saat kita satu sama lain saling mengerti dan memahami, memberikan dan menerima, saling memeluk dalam doa kita.
Seperti soal integral yang sulit aku kerjakan karena harus menghapal rumus dan cara pengerjaannya, mungkin pertengkaran kita bisa diandaikan seperti itu.
Akhir-akhir ini kita sering menghabiskan waktu kita untuk meributkan sesuatu yang sebenarnya bisa kita selesaikan dengan mudah karena toh sudah sejauh ini hubungan kita, sudah selama ini hubungan kita, semuanya itu bisa kita selesaikan dengan mudah saat kita satu sama lain saling mengerti dan memahami, memberikan dan menerima, saling memeluk dalam doa kita.
Mungkinkah karena kita sama-sama mempertahankan ego kita? Hingga kita lupa cara membahagiakan satu sama lain.
Mungkinkah karena kita sama-sama lelah dengan segala kericuhan akhir-akhir ini? Hingga kita tidak saling mengerti dan memahami.
Ataukah ini karenaku? Mungkinkah ini karenamu? Bisa jadi juga ini kita berdua .. ah apapun itu ini jelas kita yang menjalaninya, jadi kitalah yang membuat segala kericuhan ini.
Semakin lama hubungan kita, aku harap itu terlihat semakin mulus jalannya. Tapi harapanku sia-sia .. kita sudah jarang menghabiskan waktu yang ingin kita buat selalu hebat.
Kamu disana ..
Aku disini ..
Kita terpisah ribuan jarak dan zona waktu ..
Kita tidak lagi seperti saat kita saling dekat, bersama-sama mengarungi waktu yang hebat, tak ada tangis, kekecewaan dan kericuhan. Semuanya dapat kita lewati, meski ada adu mulut tapi kita kemudian akan saling berpelukan dan menangis bersama melupakan semuanya dengan mengisinya dengan tawa bahagia lagi. Ah, aku begitu merindukan saat-saat itu.
Mungkin pertengkaran kita terjadi karena ini ..
Ego kita ..
Ego yang membuat salah satu dari kita merasa diabaikan. Ego kita yang lupa untuk saling membahagiakan. Ego kita yang tak mau saling meminta maaf dan memaafkan.
Lelah kita ..
Mungkin kita lelah dengan segala rutinitas yang kita jalani saat kita berdua jauh, misalnya memberikan pesan singkat atau sekedar saling menelpon saling mendengarkan dan melepaskan rasa kerinduan kita, atau lelah yang membuat kita tidak lagi saling mengerti dan memahami satu sama lain.
Dunia kita ..
Tepatnya dunia kita yang berbeda saat kita saling berjauhan. Kamu disana, aku disini, kamu dengan duniamu, aku dengan duniaku, hingga kita tak mempedulikan satu sama lain dan lupa memberi kabar atau komunikasi saat kita saling jauh, kamu sibuk dengan duniamu, sedangkan aku sibuk dengan mencari-cari perhatianmu karena kerinduanku yang takan bisa aku arahkan dengan kegiatan yang membuat aku tidak berpikir untuk menyibukkan diriku menunggu kabar darimu, justru saat aku sedang kegiatan pun aku tetap memikirkanmu. Yah mungkin aku yang tak bisa meredam rasa rindu, sementara kamu bisa karena duniamu dan aku akhirnya dinomor sekiankan.
Jarak dan waktu ..
Salah satu alasan yang kuat. Mungkin karena kita pernah merasakan hangatnya bersama saat kita sedang dekat, jadi saat kita jauh kita jadi kesepian dan saling menyakiti satu sama lain dengan kata-kata, emosi, dan sederetan apapun yang menyakiti.
Mungkin itulah alasan pertengkaran kita yang terjadi akhir-akhir ini.
Mungkinkah karena kita sama-sama lelah dengan segala kericuhan akhir-akhir ini? Hingga kita tidak saling mengerti dan memahami.
Ataukah ini karenaku? Mungkinkah ini karenamu? Bisa jadi juga ini kita berdua .. ah apapun itu ini jelas kita yang menjalaninya, jadi kitalah yang membuat segala kericuhan ini.
Semakin lama hubungan kita, aku harap itu terlihat semakin mulus jalannya. Tapi harapanku sia-sia .. kita sudah jarang menghabiskan waktu yang ingin kita buat selalu hebat.
Kamu disana ..
Aku disini ..
Kita terpisah ribuan jarak dan zona waktu ..
Kita tidak lagi seperti saat kita saling dekat, bersama-sama mengarungi waktu yang hebat, tak ada tangis, kekecewaan dan kericuhan. Semuanya dapat kita lewati, meski ada adu mulut tapi kita kemudian akan saling berpelukan dan menangis bersama melupakan semuanya dengan mengisinya dengan tawa bahagia lagi. Ah, aku begitu merindukan saat-saat itu.
Mungkin pertengkaran kita terjadi karena ini ..
Ego kita ..
Ego yang membuat salah satu dari kita merasa diabaikan. Ego kita yang lupa untuk saling membahagiakan. Ego kita yang tak mau saling meminta maaf dan memaafkan.
Lelah kita ..
Mungkin kita lelah dengan segala rutinitas yang kita jalani saat kita berdua jauh, misalnya memberikan pesan singkat atau sekedar saling menelpon saling mendengarkan dan melepaskan rasa kerinduan kita, atau lelah yang membuat kita tidak lagi saling mengerti dan memahami satu sama lain.
Dunia kita ..
Tepatnya dunia kita yang berbeda saat kita saling berjauhan. Kamu disana, aku disini, kamu dengan duniamu, aku dengan duniaku, hingga kita tak mempedulikan satu sama lain dan lupa memberi kabar atau komunikasi saat kita saling jauh, kamu sibuk dengan duniamu, sedangkan aku sibuk dengan mencari-cari perhatianmu karena kerinduanku yang takan bisa aku arahkan dengan kegiatan yang membuat aku tidak berpikir untuk menyibukkan diriku menunggu kabar darimu, justru saat aku sedang kegiatan pun aku tetap memikirkanmu. Yah mungkin aku yang tak bisa meredam rasa rindu, sementara kamu bisa karena duniamu dan aku akhirnya dinomor sekiankan.
Jarak dan waktu ..
Salah satu alasan yang kuat. Mungkin karena kita pernah merasakan hangatnya bersama saat kita sedang dekat, jadi saat kita jauh kita jadi kesepian dan saling menyakiti satu sama lain dengan kata-kata, emosi, dan sederetan apapun yang menyakiti.
Mungkin itulah alasan pertengkaran kita yang terjadi akhir-akhir ini.
Mungkin kita hanya butuh waktu untuk saling menenangkan diri kita, saling menenangkan satu sama lain, kemudian saling bertukar pikiran kita, bertukar isi hati, berbicara keluh kesah kita bersama, berbicara mana yang terbaik dalam hubungan kita, agar kita bisa lagi menghabiskan waktu yang hebat bersama seperti saat kita berdua dekat.
Mungkin kita harus saling menyempatkan diri dari segala aktivitas kita dengan dunia kita, saling mendengarkan satu sama lain, agar kita sama-sama membangun hubungan sedewasa mungkin.
Itu caranya agar kita bisa merasakan kita bukan terpisah tapi kita sedang dekat saling tersenyum dan saling jatuh cinta lagi kepada orang yang sama, antara kamu dan aku yang kuberi nama kita.
Tuturan Hati
Kepada kamu yang kuberi nama lelakiku,
Sudah kutulis semuanya tentang aku disini kepadamu agar kau membaca dan memahamiku.
Satu per satu lewat tulisan ini,
ialah gambaran tentang diriku dan tentang betapa besarnya cintaku padamu
juga tentang kerinduanku
dan segalanya yang ingin kubuat agar kau memahamiku.
Sekarang tulisan ini pun sama ..
Sama halnya denganku, aku membuat tulisan ini tak tertata rapi karena hatiku saat ini rapuh.
Apakah aku terlalu bodoh saat aku bilang aku telah sebegitunya tergila-gila mencintaimu?
Kalau mengingat semua cintaku padamu,
Kalau mengingat semua cintaku padamu,
aku sering tersenyum sendiri.
Bahkan saat ini .. saat aku menulis kata-kata ini aku pun sedang tersenyum.
Ya, aku mencintaimu. Apakah kau percaya?
Apakah aku salah bila aku masih terus mengharapkanmu menjadi lelaki masa depanku?
Cukup katakan, ya atau tidak.
Bila kau katakan ya aku salah telah sebegitunya mengharapkanmu,
Meski itu begitu menyakitkan untukku, aku akan iklas.
Aku akan belajar ikhlas melepaskanmu,
Ya, aku mencintaimu. Apakah kau percaya?
Apakah aku salah bila aku masih terus mengharapkanmu menjadi lelaki masa depanku?
Cukup katakan, ya atau tidak.
Bila kau katakan ya aku salah telah sebegitunya mengharapkanmu,
Meski itu begitu menyakitkan untukku, aku akan iklas.
Aku akan belajar ikhlas melepaskanmu,
aku akan belajar melepaskanmu bersama dirinya.
Meski aku tahu ini menyakiti diriku sendiri setelah semuanya terjadi,
tapi aku akan menahan rasa sakit ini untukku sendiri.
Karena aku tak ingin menyakiti dan menjadi beban hidupmu.
Bila kau katakan aku tidak salah telah mengharapkanmu menjadi lelaki masa depanku,
aku ingin tertawa, menangis sepuas yang aku bisa.
Aku akan teriak kepada seluruh dunia,
aku bahagia cintaku tak meninggalkanku.
Jujur harus kuakui ..
aku bahagia cintaku tak meninggalkanku.
Jujur harus kuakui ..
di dasar lubuk hatiku, aku begitu takut.
Aku takut kamu akan pergi meninggalkanku.
Aku takut aku akan bertindak bodoh saat aku down lagi, saat kau pergi apalagi bersama orang lain.
Ini menakutkan!
Tidak , tidak, tidak
Ini tidak boleh terjadi.
Aku terus berdoa pada Tuhanku, jangan biarkan lagi aku kehilangan.
Aku sudah sebegitu rapuhnya.
Tidak , tidak, tidak
Ini tidak boleh terjadi.
Aku terus berdoa pada Tuhanku, jangan biarkan lagi aku kehilangan.
Aku sudah sebegitu rapuhnya.
Jangan lagi membuat aku rapuh berulang kali.
Karena aku takan mampu menahannya kali ini.
Karena aku takan mampu menahannya kali ini.
Hei kamu yang kuberi nama lelakiku ..
Jangan lagi mengabaikanku .. aku sudah begitu rapuhnya ..
Jangan lagi mendiamkan aku .. aku sudah begitu rapuhnya ..
Jangan lagi membuat aku harus melepaskan amarahku .. aku sudah begitu rapuh
karena saat aku melepaskan amarahku, aku tahu aku akan kehilangan segalanya
dan aku akan bertindak bodoh saat sedang down.
Aku rapuh.
Aku rapuh.
Bisakah kau memahamiku dari tulisanku ini?
Karena percuma semua yang aku katakan padamu, tak satupun kau bisa memahamiku.
Antara Aku dan Tuhanku
Tuhan .. ini mengapa harus aku yang merasakannya?
Mungkinkah Engkau meninggalkanku lagi?
Aku merasa benar-benar sendiri ..
Mungkinkah Engkau meninggalkanku lagi?
Aku merasa benar-benar sendiri ..
Engkau yang memberkatiku semenjak aku ada didalam kandungan wanita yang kupanggil mama. Engkau memberkatiku sejak aku lahir dengan berbagai bakat dan talenta yang Engkau berikan.
Dulu aku merasa aku seperti malaikat kecil yang lahir didunia. Karena Engkau tak pernah meninggalkanku, aku merasa seperti itu.
Tapi sekarang .. aku merasakan aku benar-benar sendiri (lagi)
Pertama, saat aku dengan cerdasnya otakku yang Engkau berikan tak mampu untuk meraih cita-citaku menjadi seorang dokter, karena masalah keuangan dan KKN pada bagian penerimaan mahasiswa jadi aku pun dengan setengah hati melepaskan cita-cita sejak kecil.
Saat itu aku ingin berteriak pada-Mu ..
Mungkinkah Engkau tidur?
Apakah aku bukan malaikat kecil yang Engkau bentuk dan siapkan untuk itu?
Janji-janji-Mu yang kudapat dalam mimpiku apakah semuanya hanya mimpi?
Mengapa Engkau meninggalkanku?
Saat itu aku mulai merasa, aku kehilangan satu per satu ..
Saat aku ditawarkan mendapat beasiswa, aku malah menolaknya dengan setengah hati. Engkau tahu saat itu begitu menyakitkan untukku. Tapi aku harus berpikir masak-masak sebelum aku menerima beasiswa dengan segala peraturan yang mungkin suatu saat aku akan ingkari karena hatiku begitu rapuh.
Saat itu aku ingin bertanya pada-Mu, mengapa harus aku Tuhan?
Kedua, saat aku sudah memasuki pendidikan sebagai seorang perawat. Awalnya aku belum menerima dan masih sering menangis menahan sakitnya harus melepaskan impianku. Tapi perlahan-lahan aku menerimanya karena aku sadar itulah yang terbaik bagiku yang bisa Engkau berikan padaku.
Lalu, setelah aku dengan setianya mengikuti jalan-Mu Tuhan, mengapa harus ada cobaan itu lagi? Engkau merebut lagi kebahagiaanku. Engkau mengambil dua orang milik berharga dan kesayanganku. Kepada mereka, aku berjanji akan menunjukkan kepada mereka aku dengan topi sarjanaku mendapat prestasi yang baik dan membanggakan. Tapi ternyata malah Engkau mengambil mereka. Maut memisahkan aku dengan mereka. Waktu tak berpihak padaku. Lalu Engkau hanya diam saja? Dimana Engkau saat aku berteriak tolong kembalikan mereka berdua untukku?
Engkau hanya diam saja melihatku menangis kesakitan lagi ..
Aku menangis seperti bayi baru lahir, menangis tak hentinya sampai mendapat pelukan hangat. Tapi Engkau dimana?
Cobaan itu terlalu berat Tuhan ..
Aku bahkan mencoba beberapa kali menghilangkan nyawaku tapi aku terlalu takut. Takut akan banyak hal. Terlebih aku takut hanya karena aku yang sedang down lalu aku harus mengecewakan papa dan mama, membuang semua janjiku pada orang-orang yang kucintai dan sayangi.
Aku mencoba bertahan meski dalam sakit.
Lalu Engkau mengujiku dengan beasiswa (lagi) yang harus aku tolak lagi karena aku sudah melangkah terlalu jauh dalam pendidikanku. Aku malah takut melepaskannya.
Ketiga .. Engkau mengujiku lagi ..
Engkau meninggalkanku saat semua milik berhargaku hilang. Haruskah aku protes pada-Mu?
Ya mungkin hatiku saat ini ingin protes kepada-Mu yang mengujiku terlalu dalamnya.
Tuhan sungguh aku tak kuat. Itu harus kuakui. Bisakah sudahi saja? Aku terlalu rapuh dan aku takut suatu saat aku akan benar-benar ditenggelamkan oleh keterpurukanku dan saat itu mungkin aku telah mengecewakan banyak orang.
Bisakah kali ini Engkau menjawab doaku?
Doa yang selama ini aku utarakan pada-Mu, tentang dia yang kucintai, tentang dia yang kuberi nama lelakiku, tentang dia yang aku setiakan, tentang dia yang aku berikan pengorbananku, tentang dia yang Engkau tahu sejauh mana aku dengannya.
Tolong Tuhan ..
Jangan lagi meninggalkanku .. karena kesusahan itu telah datang. Aku takut dia yang akan melepaskanku setelah semua kulakukan padanya karena sebegitunya aku telah mencintainya.
Engkau hanya diam saja melihatku menangis kesakitan lagi ..
Aku menangis seperti bayi baru lahir, menangis tak hentinya sampai mendapat pelukan hangat. Tapi Engkau dimana?
Cobaan itu terlalu berat Tuhan ..
Aku bahkan mencoba beberapa kali menghilangkan nyawaku tapi aku terlalu takut. Takut akan banyak hal. Terlebih aku takut hanya karena aku yang sedang down lalu aku harus mengecewakan papa dan mama, membuang semua janjiku pada orang-orang yang kucintai dan sayangi.
Aku mencoba bertahan meski dalam sakit.
Lalu Engkau mengujiku dengan beasiswa (lagi) yang harus aku tolak lagi karena aku sudah melangkah terlalu jauh dalam pendidikanku. Aku malah takut melepaskannya.
Ketiga .. Engkau mengujiku lagi ..
Engkau meninggalkanku saat semua milik berhargaku hilang. Haruskah aku protes pada-Mu?
Ya mungkin hatiku saat ini ingin protes kepada-Mu yang mengujiku terlalu dalamnya.
Tuhan sungguh aku tak kuat. Itu harus kuakui. Bisakah sudahi saja? Aku terlalu rapuh dan aku takut suatu saat aku akan benar-benar ditenggelamkan oleh keterpurukanku dan saat itu mungkin aku telah mengecewakan banyak orang.
Bisakah kali ini Engkau menjawab doaku?
Doa yang selama ini aku utarakan pada-Mu, tentang dia yang kucintai, tentang dia yang kuberi nama lelakiku, tentang dia yang aku setiakan, tentang dia yang aku berikan pengorbananku, tentang dia yang Engkau tahu sejauh mana aku dengannya.
Tolong Tuhan ..
Jangan lagi meninggalkanku .. karena kesusahan itu telah datang. Aku takut dia yang akan melepaskanku setelah semua kulakukan padanya karena sebegitunya aku telah mencintainya.
Minggu, 08 September 2013
Pacar Cuek
Ini murni bukan tulisanku. Aku hanya mendengar kata-kata dari soundcloud dan menulisnya disini karena senang dengan kata-katanya. Bisa menjadi bahan yang bagus juga untuk direnungkan pasangan-pasangan.
"Dengan kita lebih mengerti keadaan pacar kita disana, kita akan mengurangi presentase dari kemungkinan kita untuk negative thingking. Percaya gak percaya kita harus coba !
Memang benar setiap manusia itu egois dan ingin diperhatikan.
"Dengan kita lebih mengerti keadaan pacar kita disana, kita akan mengurangi presentase dari kemungkinan kita untuk negative thingking. Percaya gak percaya kita harus coba !
Memang benar setiap manusia itu egois dan ingin diperhatikan.
Tapi terlepas dari semua itu, kesabaran, egoisme, dan apapun yang kita miliki itu ada batas dan limitnya. Kalo kita bilang "Sabar itu gak ada batasnya." Tapi kita bisa merasakan jenuh bukan? Saat kita merasa jenuh itulah yang dinamakan batas. Kita harus tahu batas kita masing-masing.
Sebenarnya setiap pribadi dari pasangan,
kamu .. pacar kamu ..
Sebenarnya setiap pribadi dari pasangan,
kamu .. pacar kamu ..
aku .. pacar aku ..
semuanya sama saja! Ingin diperhatikan dan segala hal-hal wajar yang lainnya.
Sebenarnya kalau kita sudah sama-sama saling paham dan sama-sama ingin dipenuhi haknya, ya .. apa sih untungnya masih berlindung dibawah predikat pacar cuek?
Pacar cuek itu adalah pacar yang sering sekali melakukan "Ignoren"
Cuek itu selalu identik dengan jarang balas sms/bbm atau jarang angkat telpon, atau mungkin tak mau mengakui pacarnya.
Cuek itu mungkin ada levelnya. (udah berasa apa aja gitu ada levelnya? hehe)
Misalkan percakapan antara cewek dan cowok :
Pacar cuek itu adalah pacar yang sering sekali melakukan "Ignoren"
Cuek itu selalu identik dengan jarang balas sms/bbm atau jarang angkat telpon, atau mungkin tak mau mengakui pacarnya.
Cuek itu mungkin ada levelnya. (udah berasa apa aja gitu ada levelnya? hehe)
Misalkan percakapan antara cewek dan cowok :
Cewek : Kenapa sih kamu itu cuek banget?
Cowok : Ya aku emang gini.
Cowok : Ya aku emang gini.
Loh! Kalau kamu memang begitu, apa sih yang bisa kamu banggakan dari cuek?
Apakah kamu kelihatan cool?
ataukah kamu kelihatan lebih ganteng?
Apakah kamu kelihatan cool?
ataukah kamu kelihatan lebih ganteng?
Adanya malah kamu dan pacar kamu malah berantem terus kan? Pasti jawabannya iya!
Lalu dimanakah letak kebanggan dari seorang yang cuek?
Padahal kalau sudah ada didalam suatu hubungan, tandanya sudah saling membagi hati dan perasaan. Mengapa harus sendiri-sendiri?
Apalagi yang namanya LDR (long distance relationship = pacaran jarak jauh, terpisahkan jarak dan zona waktu), ketemuan saja susah pasti ujung-ujungnya sedih, kangen saja susah, kangen saja nangis, yaaah plis deh ya plis .. kalau misalkan cuek melulu belajarlah sedikit menghargai pasanganmu dan syukuri apa yang ada. Itu kan pacar kamu. Kalian jadian atas dasar suka sama suka, sayang sama sayang dan cinta sama cinta.
Kalau kita ingin diperhatikan, belajarlah terlebih dahulu memberikan perhatian pada orang lain dan jangan juga kita mau egois kalau "Aku duluan yang harus diperhatiin."
Jangan karena kamu adalah cewek jadi kamu harus diperhatiin. Bukan seperti itu.
Semuanya harus seimbang. Kamu sebagai cowok harus memberikan perhatian ke pacar kamu, begitu juga dengan kamu sebagai cewek. Saling memberi perhatian. Bukankah itu romantis?
Bila sering kali "Ignoren" bukankah itu sesuatu yang bukan untuk dibanggakan?
Sadar atau tak sadar, sebenarnya kalau kita sudah memutuskan untuk menyatukan dua hati yang berbeda, kita sama pacar kita itu bakalan sama.
Bila kita terus-terusan igoren, pasti suatu saat orang yang di ignoren akan jenuh.
Suatu saat kita pasti akan merasakan seperti ini, "Ah dia sudah beda dari dia yang dulu, dan aku merindukan dia yang dulu."
Suatu saat kita akan merasakan seperti itu, karena suatu proses itu akan berulang-ulang dan terus berulang. Tak akan ada habisnya.
Bila kita terus-menerus ignoren, semakin lama sebuah hubungan bukannya semakin gampang tapi semakin sulit.
Letak kesamaannya disini adalah sama bukan berarti kita merasakan hal yang bersamaan. Tapi bergantian pun kita sudah mengatakan itu sama.
Kadang kita protes ke pacar kita kalau pacar kita cuek dan kadang pacar juga protes ke kita kalau kita juga cuek. Sadar atau tak sadar kita sama-sama saling melakukannya.
Ingatlah ini .. hati seseorang itu tidak selamanya kebal akan sesuatu apabila dia tidak terbiasa.
Kalau misalkan kita terbiasa dicueki, kita terbiasa dibiarin, ya udah .. kita bakalan kebal. Tapi apakah iya kita mau sampai kebal dan ngerasain "Ah udahlah tak dikabarin juga tak apa-apa. Terserah kamu, mau sms sebulan sekali, mau bbm sebulan sekali, juga tak apa." Ini bagaimana juga ya? Plis ya plis .. aku pacaran sama kamu dan aku butuh kamu !
Bukankah semakin lamanya suatu hubungan seharusnya kita sudah saling mengenal satu dengan yang lain?
Lalu dimanakah letak kebanggan dari seorang yang cuek?
Padahal kalau sudah ada didalam suatu hubungan, tandanya sudah saling membagi hati dan perasaan. Mengapa harus sendiri-sendiri?
Apalagi yang namanya LDR (long distance relationship = pacaran jarak jauh, terpisahkan jarak dan zona waktu), ketemuan saja susah pasti ujung-ujungnya sedih, kangen saja susah, kangen saja nangis, yaaah plis deh ya plis .. kalau misalkan cuek melulu belajarlah sedikit menghargai pasanganmu dan syukuri apa yang ada. Itu kan pacar kamu. Kalian jadian atas dasar suka sama suka, sayang sama sayang dan cinta sama cinta.
Kalau kita ingin diperhatikan, belajarlah terlebih dahulu memberikan perhatian pada orang lain dan jangan juga kita mau egois kalau "Aku duluan yang harus diperhatiin."
Jangan karena kamu adalah cewek jadi kamu harus diperhatiin. Bukan seperti itu.
Semuanya harus seimbang. Kamu sebagai cowok harus memberikan perhatian ke pacar kamu, begitu juga dengan kamu sebagai cewek. Saling memberi perhatian. Bukankah itu romantis?
Bila sering kali "Ignoren" bukankah itu sesuatu yang bukan untuk dibanggakan?
Sadar atau tak sadar, sebenarnya kalau kita sudah memutuskan untuk menyatukan dua hati yang berbeda, kita sama pacar kita itu bakalan sama.
Bila kita terus-terusan igoren, pasti suatu saat orang yang di ignoren akan jenuh.
Suatu saat kita pasti akan merasakan seperti ini, "Ah dia sudah beda dari dia yang dulu, dan aku merindukan dia yang dulu."
Suatu saat kita akan merasakan seperti itu, karena suatu proses itu akan berulang-ulang dan terus berulang. Tak akan ada habisnya.
Bila kita terus-menerus ignoren, semakin lama sebuah hubungan bukannya semakin gampang tapi semakin sulit.
Letak kesamaannya disini adalah sama bukan berarti kita merasakan hal yang bersamaan. Tapi bergantian pun kita sudah mengatakan itu sama.
Kadang kita protes ke pacar kita kalau pacar kita cuek dan kadang pacar juga protes ke kita kalau kita juga cuek. Sadar atau tak sadar kita sama-sama saling melakukannya.
Ingatlah ini .. hati seseorang itu tidak selamanya kebal akan sesuatu apabila dia tidak terbiasa.
Kalau misalkan kita terbiasa dicueki, kita terbiasa dibiarin, ya udah .. kita bakalan kebal. Tapi apakah iya kita mau sampai kebal dan ngerasain "Ah udahlah tak dikabarin juga tak apa-apa. Terserah kamu, mau sms sebulan sekali, mau bbm sebulan sekali, juga tak apa." Ini bagaimana juga ya? Plis ya plis .. aku pacaran sama kamu dan aku butuh kamu !
Bukankah semakin lamanya suatu hubungan seharusnya kita sudah saling mengenal satu dengan yang lain?
Sempatkan waktumu sebentar untuk bicara dari hati ke hati, dan tanyakanlah "Kamu itu maunya apa? Kenapa kamu sering ngamuk-ngamuk saja? Marah-marah tak jelas?"
Kalau misalkan sibuk, tolong jelaskan! Masa iya 24 jam yang Tuhan berikan untuk kamu, satu menit buat berikan kabar ke pacar secara berkala saja masa tak bisa? yang ada kalau tak diberikan kabar, kalian hilang komunikasi dan ujung-ujungnya barentem melulu. Makanya itu, semuanya butuh pengertian. Saling paham satu sama lain dan paham itu bukan hal yang bisa dilakukan sepihak saja. Misalkan di sekolah, kamu pasti tak bisa bila harus menghabiskan mengerjakan satu buku paket pelajaran itu sendiri tanpa dijelasin oleh guru. Yah itu sama! Kamu gak bisa ngertiin gimana keadaan pacar kamu disana kalau kamu tak menjelaskan apa adanya. Adanya malah kamu di negative thingking terus, dan adanya malah berantem terus.
Kuncinya itu komunikasi yang intens. Dalam arti yang berkualitas. Mungkin kalian bisa menyempatkan waktu mengobrol berbicara tentang keluh kesah kalian, harusnya kamu seperti ini, aku seperti ini atau kita seperti ini, agar menghindari dari terjadinya pertengkaran.
Kalau kamu sibuk dan menyempatkan waktu memberikan kabar ke si pacar, pasti pacar kamu seperti ini, "Oh ya pacarku sedang sibuk. Jadi aku harus bla-bla-bla-bla.."
Tapi berbicara panjang lebar seperti ini pun, kita tidak akan bisa menyeragamkan hal ini karena kesiapan hati setiap pasangan itu juga berbeda."
Kalau misalkan sibuk, tolong jelaskan! Masa iya 24 jam yang Tuhan berikan untuk kamu, satu menit buat berikan kabar ke pacar secara berkala saja masa tak bisa? yang ada kalau tak diberikan kabar, kalian hilang komunikasi dan ujung-ujungnya barentem melulu. Makanya itu, semuanya butuh pengertian. Saling paham satu sama lain dan paham itu bukan hal yang bisa dilakukan sepihak saja. Misalkan di sekolah, kamu pasti tak bisa bila harus menghabiskan mengerjakan satu buku paket pelajaran itu sendiri tanpa dijelasin oleh guru. Yah itu sama! Kamu gak bisa ngertiin gimana keadaan pacar kamu disana kalau kamu tak menjelaskan apa adanya. Adanya malah kamu di negative thingking terus, dan adanya malah berantem terus.
Kuncinya itu komunikasi yang intens. Dalam arti yang berkualitas. Mungkin kalian bisa menyempatkan waktu mengobrol berbicara tentang keluh kesah kalian, harusnya kamu seperti ini, aku seperti ini atau kita seperti ini, agar menghindari dari terjadinya pertengkaran.
Kalau kamu sibuk dan menyempatkan waktu memberikan kabar ke si pacar, pasti pacar kamu seperti ini, "Oh ya pacarku sedang sibuk. Jadi aku harus bla-bla-bla-bla.."
Tapi berbicara panjang lebar seperti ini pun, kita tidak akan bisa menyeragamkan hal ini karena kesiapan hati setiap pasangan itu juga berbeda."
*dikutip dari soundcloud admin akun Long Distance Relationship. Hanya sebagai salah satu bahan bacaan pengunjung di blogku.
Inti dari semua ini hanya komunikasi dan saling pengertian.
Langganan:
Komentar (Atom)










