one day, you will know ..

Kamis, 31 Desember 2015

Goodbye 2015

Sejujurnya aku tak tahu harus menulis apa di sini.
Sejujurnya otakku sedang dalam keadaan banyak pikiran.
Dan sejujurnya hatiku sedang dalam keadaan baik-baik saja.

Ia tengah terluka!
Ya, itu yang dapat kusampaikan kepadamu.

Aku tak tahu bagaimana caraku menggambarkan seluruh rasa sakit ini.
Karena hatiku seperti sudah hilang entah kemana.
Ia terluka dan ia seperti berlari lalu bersembunyi dariku.
Ia takut aku akan bertambah sakit, jika dia menampakkan diri.
Dan benar saja, ketika dia menampakkan diri secara tak sengaja, aku menangis.
Tidak, tidak, bukan hanya itu.
Bukan hanya air mataku yang jatuh menelusuri garis wajahku.
Tapi juga hatiku yang tengah menangis.
Ia terluka terlalu dalam dan itu membuatku hampir saja gila.

Aku pikir aku pasti sudah gila jika aku berharap pada seseorang yang tak pasti.
Apa kau berpikir aku menggalaukan dia yang telah merebut semuanya dariku? Tidak.
Aku menggalaukan orang lain.
Ya, pria yang membuatku selama beberapa hari terus saja menggalaukannya.
Siapa dia?
Dia sebagian dari masa lalu yang masih kusayangi, sejujurnya.
Dan dia kembali lalu menyakitiku.
Aku merasa seperti gadis jalang yang menginginkannya di sampingku meski aku tahu aku benar-benar tak bisa melakukan itu karena aku tak punya sesuatu yang berharga untuknya, lagi.
Tapi aku begitu menginginkannya dalam hidupku.
Entah kenapa ... Aku merasa aku mecintainya sejak hari itu.
Namun dia tetap saja tak memahami rasaku.

Hey 2015, am I easy to you? 
Hei you, am I easy to you? 
What do you think I am? 
Who am I to you? 
Are you fucking kidding me?
I am so full of you now but you aren't. 
Why? 
Are you playing with my heart? 
Okay, I know. I have nothing so thank you. 

Aku tak tahu harus seperti apa mengungapkan padanya betapa aku terluka.
Aku bahkan tak bisa menangis di depannya, maupun di hadapan orang lain.
Aku bahkan tak bisa menceritakan apa-apa kepada siapapun.
Padahal aku benar-benar butuh pelukan.

Yang terpikir dalam otakku saat ini adalah sepertinya aku harus menutup hari ini dan menghapus apapun yang pernah terjadi pada hidupku di tahun ini maupun tahun-tahun yang lalu. Aku harus membuka kembali hidupku dengan lembaran baru meski aku tahu segala sesuatu yang ada dalam hidupku tak lagi sesempurna itu.

2015 Terima kasih atas segala pelajaran suka dan duka, airmata silih berganti, tawa dan dukungan dari mereka yang masih menyayangiku. Apapun yang pernah terjadi dalam hidupku, terima kasih.

Selamat tinggal rasa sakitku.

Kamis, 12 November 2015

September Kelabu


Ternyata aku masuk lagi dalam kondisi cinta yang sama seperti setahun lalu saat kau dengan rasa tak bersalah meninggalkanku pada bulan September. Tahun ini pun sama. Tepatnya setahun setelah kau datang kembali kepadaku dan mengatakan ingin mengulang semuanya denganku, memperbaiki semua kesalahan kita menjadi lebih baik, ternyata aku menuai lagi kesalahan dan kebodohanku sendiri. 

Seperti anak kecil yang polos, aku memberimu sebuah kesempatan lagi. Ya, kesempatan yang entah sudah berapa kali aku berikan kepadamu. Kesempatan yang untuk kesekian kalinya telah kau sia-siakan lagi. 

"Apa aku wanita yang tak bisa membuatmu menjadi lebih baik?" atau "Apa memang kau yang tak pernah bisa setia dan merasa cukup hanya dengan mencintaiku seorang?" 

Sering aku dihantui pertanyaan-pertanyaan seperti itu dalam benakku. Aku tak tahu sudah berapa kali aku menangis karenamu dan berapa butir airmata yang telah kuteteskan untukmu. Aku bodoh! Seharusnya aku tak perlu mempercayai cintamu itu hanya untukku. Seharusnya aku sudah berhasil membuang kau jauh dari pikiranku. Namun ternyata pertahananku goyah dan membuatku menjadi wanita yang bodoh. 

Aku tahu beberapa orang yang tahu kisahku, tahu kegalauanku, tahu sedihku, tahu apapun tentang kami, mungkin saja atau bisa saja sedang menertawaiku sekarang. Tak apa, aku tahu kebodohanku pasti teramat sangat lucu. Hei, aku bahkan tengah menertawai diriku sendiri. 
 
Aku pikir setelah kau meninggalkanku, kita akan sama-sama terluka karena kita berpisah karena keegoisan dan keras kepalanya kita masing-masing. Tapi aku salah total! Ekspetasi selalu berbeda drastis dari kenyataan. Dan kenyataanku itu pedih. Kau bahkan terlihat baik-baik saja dengan dia yang kau pilih. Kau bahkan tertawa bersamanya. 

"Tidak tahukah kamu aku terluka?"

Kadang aku berpikir untuk menyumpahi kalian dengan sumpah serapah, karena aku tahu hukum karma itu selalu istilahnya adalah tabur-tuai. Namun aku kembali berpikir sejenak, kenapa aku harus menaruh rasa dendam kepadamu? Kata orang jika kau masih ingin membalas dendam pada orang yang telah menyakitimu, itu tandanya kau masih mencintainya. Oh tidak! Aku tak mau seperti wanita bodoh yang hanya karena rasa kecewaku, rasa sakitku, dan rasa marahku membuatku menjadi egois. Aku harus bisa merelakan dan mengikhlaskan seperti setahun yang lalu saat kau meninggalkanku pada bulan yang sama. 
 
September kelabu benar-benar membuatku harus menangis. Bahkan luka yang dulu hampir sembuh, kini kembali menganga. Namun aku harus bisa melepaskan kamu yang sama sekali tidak bisa menjaga hatiku. Aku harus melepaskanmu untuk dia yang kupikir memang dia lebih membutuhkan kamu dari pada diriku dan begitu pun sebaliknya. 

Jadi, izinkan aku untuk kali ini mengatakan "Goodbye" untuk kamu yang jauh disana. Dan untuk kamu wanita dari kekasihku, aku berharap kau tidak lagi menyia-nyiakan dirinya seperti yang telah kau lakukan dulu kepadanya sebelum ada aku yang menemaninya selama lima tahun terakhir ini. Untuk kamu lelaki yang pernah hidup dalam benakku sekian lama dan membuatku tak bisa mencintai pria lain, kali ini aku ikhlas untuk melepasmu pergi. Karena aku sadar, semua yang aku lakukan tidak pernah membuatmu merasa cukup hanya denganku. Mungkin dengan dirinya kau merasa lebih baik. 

Tak lupa aku ingin menyampaikan terima kasih kepadamu karena kau pernah mengukir sejarah dalam hidupku. Beberapa hal yang tak pernah kulakukan dengan pria lain, kulalui itu denganmu. Termasuk menemani kamu dalam hubungan bertahun-tahun meski kita menjalani long distance relationship. Pokoknya terima kasih untuk kamu. 

Kalau dulu aku selalu membanggakanmu di depan mereka yang mengenalku dan tidak mengenalku bahkan dihadapan para mantanku, kini aku hanya akan menganggapmu sebagai bagian dari masa lalu yang pernah ada untukku.

Selamat tinggal masa laluku.

Selasa, 25 Agustus 2015

LET'S GETTING MARRIED (?) - Oh NO! Girls let's thinking before you say YES



Halo readers .. how are you? I'm fine, thank you 
Bahkan jika kamu tidak bertanya tentang kabar writter blog yang sering kamu kunjungi ini. XOXO!
Hey! Long time no see.. long time no talk with you all.
Thank you for keep visiting, thank you for keep reading, thank you for love me (cie.. emang iya?)
Ah sudahlah! Gak penting.. Well hari ini kita bahas tentang MARRIED yoo ~
Saat membaca ini, pastikan untuk memutar lagu-lagu dibawah ini via handphone-mu masing-masing tentunya.
Playlist: 
              Marry me by Bruno Mars 
              Marry your daughter by Brian McKnight 
              Dear future husband by Megan Trainor 

Hm.. Tarik napas! Hembuskan!
Baca dengan hati dan perasaan, gunakan otak juga untuk berpikir agar kita bisa saling terhubung dan you got what I mean ~

***

Menikah..

Siapa yang tidak ingin menikah di dunia ini? Jika ada yang tidak ingin menikah di dunia ini, silahkan angkat kaki dari dunia ini. Just kidding! Maksudku, silahkan angkat kaki dari blog ini.. Jangan membacanya! Karena ketika kamu membacanya, kamu akan mengatakan "Aku ingin menikah."

Menikah ..

Satu kata saja tapi bisa kita perbincangkan banyak hal.

Menikah ..

Aku ingin menikah.
Kamu ingin menikah.
Kita ingin menikah.

Tapi aku ingin menikah dengan seseorang yang tidak hanya aku cintai saja, tapi dia juga mencintaiku. Kami saling mencintai. Aku ingin menikah dengan seseorang seperti itu. Siapapun kamu, pastilah juga ingin menikah orang itu.

Menikah itu sakral. Menikah itu kehidupan baru yang akan dimulai bersama antara dua insan manusia yang saling jatuh cinta dan ingin menghabiskan hari tua bersama.

Menikah itu tidak gampang. Menikah itu butuh pendewasaan sikap dalam membangun rumah tangga dan rasa tanggung jawab dari kedua belah pihak.

Menikah itu bukan hanya kamu dan dia yang sedang mabuk cinta, bukan hanya tentang menyatukan dua insan. Tapi tentang menyatukan kedua keluarga. Keluarga kamu dan keluarga dia. Belum lagi sepupu-sepupu dari keluarga besar, maka semakin bertambah besarlah keluarga kalian. Meskipun keluarga kalian semakin besar, tapi semoga kalian tidak terganggu dengan adanya mereka. Siapa suruh mau menikah? Itu sudah resiko bagi seseorang yang mau menikah dan sudah menikah. Menerima keluarga selain keluarganya sendiri. Jangan hanya menuntut untuk diterima tapi terima juga orang lain. Pokoknya saat sudah menikah, jangan lagi ada kata egois.

Well, ayo kita masuk dalam sesi question and answer.

 Q: Suka lihat dress married?
A: Iya suka banget 

Q: Suka lihat orang married?
A: Mataku sampai berkaca-kaca saking sukanya 

Q: Suka mau married?
A: (pikir) Iya suka. Tapi belum sekarang!

Q: Kenapa?
A: Belum kepikiran married, jadi seorang istri, punya keluarga baru, punya anak dan dipanggil mama.

Q: Lho.. katanya suka..
A: Gak semua orang yang mengatakan suka akan melaksanakannya saat itu juga bukan?

Q:  Ya.. Tapi..
A: (potongku) Gini ya.. menikah memang impianku. Menikah dengan orang yang mencintaiku dan aku mencintainya itu memang impianku. Jadi seorang istri yang baik bagi suamiku juga adalah impianku, punya 2-4 anak juga adalah impianku. TAPI untuk sampai di impian itu.. aku masih butuh proses.

Q: Proses? Maksudmu?
A: Proses yang sudah kususun sejak aku masih disekolah dasar kelas 4 SD.
Proses pertama jadi KAYA, jadi sukses: Sekolah sebanyak yang aku mampu, raih gelar sebanyak-banyaknya, kerja banting tulang ngasilin duit, tabung, sambil kerja sambil buka usaha, bangun apapun yang aku impikan dari kecil sampai saat ini.
Proses kedua buat BANGGA PAPA, buat BANGGA MAMA: Sekolah yang benar, raih cita-cita setinggi mungkin, membuat papa-mama-ade jo bisa memiliki apapun yang mereka suka, jalan keliling dunia. Proses ketiga: jadi wanita yang lebih baik, lebih dewasa dan patut dihargai sebagai seorang wanita bukan karena apa yang kucapai, apa yang kupunya tapi hanya sebagai wanita.

Q: Waw! Tapi apakah kamu tidak takut jika suatu saat kamu sukses dan kamu tidak mendapatkan jodoh atau banyak lelaki takut memilikimu karena kamu lebih sukses dari mereka?
A: LOL! Pertanyaan macam apa itu? Semua orang di dunia ini punya jodoh yang sudah ditentukan masing-masing.
Okay kalau posisinya jodohku takut mendekatiku karena aku melebihinya berarti dia laki-laki terbodoh di dunia. Kenapa? Karena pertama: dia menyia-nyiakan berlian didepannya, kedua: dia mementingkan harga dirinya dengan ego sebagai pria yang harus lebih sukses dari wanita.

LMAO! Zaman semakin maju dan berkembang tapi masih saja ada lelaki begitu? Kalau nemu lelaki begitu, hey ladies tinggalkan! Karena dia gak mau lihat wanitanya lebih darinya, dia hanya akan menanamkan rasa cemburu padamu, dia ingin kau bertekuk lutut padanya. Stupid men!

Hey ladies, kita wanita.. buat beli semua perlengkapan kita sebagai seorang wanita itu M A H A L! Puji Tuhan kalau kamu menemukan lelaki yang kekayaannya tidak akan habis dalam 7 turunan.

Haha tapi kalau aku, wanita yang sedari kecil terkenal ambisius dalam menggapai impianku, aku wanita yang menghabiskan hari-hariku untuk bermimpi dan berusaha menggapai impianku dengan kerja keras.. aku tidak akan sudi hanya mengharapkan uang, harta kekayaan lelaki! Kenapa? Karena laki-laki itu akan besar kepala! Puji Tuhan jika kamu memiliki lelaki yang tidak seperti itu. Tapi bagaimana dengan keluarganya? Apakah keluarganya juga akan menerimamu begitu saja? Hey mari kita lihat segala kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.

Hidup memang tidak seperti di film, di drama, di sinetron, tapi hidup itu keras!
Tinjaulah dari sisi ini: Sekalipun suamimu sukses, tetap saja kamu juga harus sukses demi anak-anak masa depanmu dan demi orang tuamu.

Bukankah orang tuamu mengharapkanmu untuk sukses? Ya! Sekalipun kemungkinan buruk tidak terjadi tapi pikirkanlah: Peralatan wanitamu tidak sedikit, tidak murah. Itu M A H A L! Kamu tidak mungkin menggunakan uang suamimu untuk selalu berfoya dan membiarkan suamimu bekerja keras membanting tulang demi kamu dan anak-anak kalian (sekalipun itu tugasnya!).
Kamu tidak mungkin selalu memberikan uang untuk orangtuamu atau keluargamu dari hasil suamimu. Gimana kata keluarga suamimu?

Pikirkanlah dari setiap segi terburuk meskipun itu 1:100. Aku bahkan sudah memikirkan bagaimana kalau aku menikahi pria kaya dan sukses tapi kita tidak akan tahu suatu saat dia akan bangkrut dan aku sama sekali tidak bekerja dan akhirnya kami hidup melarat. Oh Tuhan, bagaimana nasib anak-anakku? Mungkin kamu bisa menertawakannya tapi bagiku orang tuaku nomor satu, adikku nomor dua, anak-anakku nomor tiga. Meskipun aku mencintai suamiku tapi aku akan menomor sekiankan dia dalam kamusku. Karena bagiku 3 nomor itu yang membuatku harus pintar, sukses, kaya, tahu menjadi wanita, berpikir sebagai wanita dewasa, harus bekerja keras demi kebahagiaan mereka tanpa mengandalkan harta suamiku saja meskipun aku akan mendampinginya dan membuat dia menjadi pria sukses dan kaya dan dikagumi banyak orang.

Q: Setelah pria anda sukses dan kaya, apakah anda tidak takut dia akan berpaling dari anda ketika ada wanita muda yang lebih cantik dari anda?
A: Haha apakah kau percaya cinta sejati? Aku pikir ya.. karena aku juga.
Aku mempercayai cinta sejati yang tidak akan pernah berubah meski ditelan waktu. Untuk itu aku hanya akan menikah nanti dengan pria yang ingin menghabiskan sisa hidupnya bersamaku setelah aku menemaninya menggapai kekayaan dan kesuksesan. Jika memang dia berpaling dariku, terserah berarti dia bukan cinta sejatiku. Kembali kenomor hal terpenting dalam hidupku, dia adalah nomor sekian dalam hidupku.

Yihaa..
Selesai interview sama writter master cinta! Haha gak.. aku bukan master cinta, hanya saja aku tahu mana yang harus aku dahulukan sebelum mengatakan YA pada seseorang yang melamarku.

Aku harap tulisan ini menginspirasimu .. 

a song closed:

When God made him, 
HE MUST BE THINGKING ABOUT YOU 

So girls .. stay cool saja .. jodoh gak bakalan kemana itu maksudnya jodoh bisa kamu cari sendiri dan menentukkan sendiri, memperjuangkan bersama cinta kalian. Tuhan yang akan menentukan kok..

Untuk lagu closed judulnya: When God made him
Maaf writter lupa nama penyanyinya.

Rabu, 20 Mei 2015

Ever Lasting Bestfriends

"bestfriend is one person who always be whoever to you, 
treat you like a brother/sister, always be your side, can be your life diary, 
still care all about you cause he/she love you, 
and when you with him/her you always can be yourself ~ evamaria" 


dear my bestfriends, 

Halo ^,^ 
Aku mengucapkannya seolah kita tak pernah bertemu, 
padahal hanya ini alasanku untuk menyapamu karena rasa kangen. 
Kata-kata yang sebenarnya sering kuucapkan secara basa-basi 
mungkin sudah terdengar biasa-biasa saja mengingat persahabatan kita sudah memakan waktu. 
Padahal hanya itu alasanku untuk bercakap denganmu. 
Aku berharap kamu tidak menjadi bosan mendengarnya saat bertatapan wajah, 
atau saat kita berjumpa via telpon dan via pesan.

Sebenarnya aku bisa saja mengirim pesan teks untukmu. 
Tapi aku rasa itu tidak cukup adil untuk membuat mereka yang membaca surat yang kutuliskan ini untukmu. 
Aku hanya ingin membuat mereka iri terhadapmu. 
Aku hanya ingin menyombangkanmu dihadapan mereka. 
Entah siapapun itu ..
Aku hanya ingin dunia tahu betapa aku beruntung punya sahabat sepertimu, 
dan betapa aku begitu menyukai dan menyayangimu. 

Aku tahu mungkin surat ini tidak bisa mendeskripsikan dengan baik perasaanku kepadamu. 
Tapi aku harap kamu mengerti.
Surat ini adalah tanda salah satu ketulusanku dalam persahabatan kita. 
Ya, aku menyayangimu dengan tulus. 

Bahkan meskipun atau bila suatu hari nanti, kita tak lagi bisa bersama dan bercakap karena jarak yang memisahkan, aku berharap aku masih menjadi bagian terindah dalam hidupmu. 
Aku tahu kalimat-kalimat ini sudah terkesan terlalu melebihkan. 
Tapi cukup terima saja isi hatiku, sayang. 
Aku menyayangimu.

Terima kasih untuk selalu disampingku, 
mendengar ceritaku, mendengar keluh kesahku, 
Terima kasih selalu menasehatiku saat aku melakukan sesuatu yang salah tanpa pernah berpikir untuk meninggalkanku.
Terima kasih.

Rabu, 22 April 2015

H A T E R S

Halo pembaca setia yang sering nongkrong di blog gue, 
yang sering gue keluarin semua uneg-uneg gue disini. 
Kata lainnya disini adalah setumpuk sampah dari otak gue. 
Well semestinya gue gak boleh menulis dulu, 
setelah gue mutusin hiatus sementara sebagai writter, sebagai anak blogger. 
Tapi mau gimana lagi, tumpukan sampah di otak gue udah gak tahan pengen keluar dan buaaaah!!! 

Pasti iiuuwwh banget kan kamu pas baca judul dari tulisan ini?
Haters? Aduh .. rasa gue ogah banget kalau baca kata itu. Mikirin ajah gue malas banget! 
Zaman gini masih ajah nyempetin hidup buat membenci orang lain?
Tapi yah namanya hidup yah guys.. kita gak bisa jamin kita gak punya orang-orang seperti mereka. 

Hidup itu keras. 
Sekali kau memasukinya, ia takan pernah lembut kepadamu.
Hidup itu gak bisa lurus dan mulus. 
Ada belokan, ada tikungan, ada pertigaan, ada perempatan. Ada! 
Disetiap jalan yang kalian lalui, akan ada setiap kerikil dijalan, entah tajam atau tumpul. 
Setiap hal yang terjadi didalam hidupmu adalah bagian dari hidupmu juga. 
Bahkan orang-orang disekitarmu adalah bagian hidupmu, 
Entah baik atau jahat, entah menyukaimu atau membencimu.. 
Namanya juga hidup .. jalani saja!

By the way guys .. gue baru sadar kalau ternyata buat menemukan haters itu gak perlu jauh-jauh.
Mereka yang kadang sering tebar senyum kepadamu, sering menyapamu, sering tertawa denganmu, sering berbicara denganmu ternyata adalah mereka yang membencimu tanpa kamu tahu. 
Secara nyata mereka melihat hidupmu berjalan, 
namun secara diam-diam mereka memperbincangkanmu!
Mereka menyindirmu, mereka merendahkanmu didepan kawanan mereka. 
Bahasa kerennya, mereka jadi stalker dan mulai mem-bash hidupmu!
Gue juga baru sadar kalau semakin kamu maju dan berkembang, maka semakin banyak pula orang yang membencimu. 
Saat kamu menyukai sesuatu, saat kamu menginginkan sesuatu, saat kamu mempelajari sesuatu, saat kamu menggunakan sesuatu, saat kamu menulis sesuatu, saat kamu melakukan apapun, yang namanya haters atau orang-orang yang gak menyukaimu akan memasang sepasang matanya erat dekat denganmu dan gak akan menyukai apapun yang kamu lakukan sekalipun yang kamu lakukan gak ngeganggu hidup haters, gak ngambil milik sah atau pribadi haters. Namanya juga orang yang gak menyukaimu akan selamanya seperti itu. Sekalipun yang kamu lakukan adalah sesuatu yang baik bagi dirimu sendiri, tetap ajah bakalan salah dimata mereka. 
Lalu bagaimana cara kamu mengatasi itu?
Kalo gue.. hehe pada dasarnya gue ini emosian! Gue itu gak bisa tahan semenit emosi gue. Anggap ajah gue itu bom waktu. Gue bisa meledak-ledak kapanpun itu. 
Tapi well.. gue udah banyak perubahan dalam diri gue. Gue mulai bisa ngendalikan emosi gue. So kalo gue tahu mereka membenci gue, gak papah kok. 
Gue marah sih tapi gue simpan. Iya simpan dihati dan terus asah kuku dan gigi taring gue.
Maksudnya gue bakalan balas mereka dengan cara bikin hal-hal yang semakin mereka gak suka.
Semakin mereka melihat hidup gue, semakin mereka full of envy, semakin mereka nge-bash, semakin mereka nyesek juga! Hahaha.. 
Toh hukum K A R M A masih ada sampai detik ini! Jadi gue mah santai ajah..
Gue bakalan bikin mereka merasa salah banget udah berani-beraninya nge-bash gue. LOL!
Padahal gue ajah mana pernah nge-bash hidup mereka?! WTF! Damn it!
Kalo ajah gue gak pake otak gue, udah gue uuuuuh.. kamu tahu kan, gue itu bom waktu.
Gue orangnya gak bakalan nge-bash hidup orang lain selama orang lain juga gak nge-bash hidup gue! Tapi kalo hidup gue udah dibash .. jangan salahkan gue kalau gue balik nge-bash dengan cara yang keren.
Finally, gue mau share lirik lagu ini yang gue rasa sepertinya cocok sama haters.

"Ada anjing gonggong beta e, beta bale gonggong anjing e.. sio la haters.. sio la haters.. dangke banyak e." *sebenarnya liriknya itu bukan haters tapi nona dan dangke banyak e itu sebenarnya adalah beta mau maso rumah e. 

hihi .. gue mah harap haters gue stop tingkah mereka.
Kalau gak suka sama gue, kalo gak suka gue begini dan begitu, ya apa salahnya sih bilang langsung ke gue? Kan lebih enak kalo blak-blakan.. kan gue orangnya emang suka blak-blakan.
Gue rasa cara blak-blakan adalah cara paling jujur dan awesome buat gue sekalipun kadang yang jujur itu nyakitin. Tapi lebih baik gitu kan dari pada di depan baik tapi di belakang ngehina gue, nge-judge gue, nge-bash gue. Munafikkah haters atau pengecutkah haters? Jawabannya ada pada diri haters.

Well guys.. gue harap kalian gak punya haters ya.. 
Jangan juga jadi haters-nya orang karena kalian hanya menyiksa diri dengan full of envy kalian.
Waktu terus berjalan.. jangan sia-siakan waktu buat membenci seseorang hanya karena dia sedikit didepanmu atau selangkah tepat disampingmu atau satu langkah tepat dibelakangmu dan hampir sampai padamu. Jangan! Kamu gak cukup bodoh kan buat menghabiskan waktumu buat nge-nyindir orang lain dan nge-bash orang lain? 

Sekali lagi buat para haters .. terima kasih dan peluk cium dari seseorang yang sering kalian bash, sebut saja idola kalian.
Pesan buat kalian, banyak minum air putih karena kalian terlalu banyak menghabiskan ion tubuh nanti kalian bisa hilang konsentrasi karena kalian membash seseorang yang sebenarnya gak perlu kalian khawatirkan. Toh dunia ini bukan hanya milik kalian kan? Sama-sama milik bersama. Sama-sama membayar pajak kok. LOL!


tertanda, 
idola kalian

Senin, 02 Maret 2015

Seperti Inilah Aku: Wanita ambisius karir, Wanita Pemimpi dan Wanita Cerdas Langkah (It doesn't means I have a good brain)

Seiring berjalannya waktu aku mulai tahu seperti apa diriku, 
aku mulai tahu apa yang aku inginkan didalam hidupku, 
aku mulai tahu apa yang aku butuhkan dan harus ada dihidupku. 

Seperti apa aku?  Apa yang aku inginkan? Apa yang aku sangat butuhkan?
I am just ordinary girl like the others.
Tapi untuk apa yang aku inginkan dan aku butuhkan, 
aku yakin setiap wanita tidak punya pemikiran yang sama denganku. 
Apa yang aku inginkan dan butuhkan mendeskripsikan seperti apa diriku yang sebenarnya. 

Setiap wanita akan bingung dalam memilih 
antara menjadi wanita karir yang mejanya dipenuhi tumpukan buku, kertas, dan hal lainnya, 
ataukah memilih menjadi wanita yang mengurus suami, anak, dan tempatnya di dapur. 

Aku setuju kalau ada yang mengatakan, 
"Wanita tempatnya di dapur, wanita yang menjadi kebanggaan suaminya karena bisa merawat anak-anak mereka dengan baik." 
Tapi menurut pendapatku, 
"Wanita yang tinggal didapur juga harus memiliki karir yang baik!" 
Maksudku adalah, 
Pada dasarnya wanita dipilih Tuhan dan ditakdirkan untuk merawat anak-anak yang Tuhan titipkan padanya lewat rahimnya. Tapi bukankah merawat, membesarkan, mendidik anak adalah tugas bersama dari seorang ayah/suami dan seorang ibu/istri? 

Ini bukan lagi zaman dimana wanita hanya bisa tinggal di dapur, 
lalu menjadi bau kecut hampir tak terurus dengan baik, 
sedangkan suaminya pergi bekerja, berlelah sendirian. 
It's OK kalau suaminya itu punya uang yang banyak. Tapi siapa yang bisa menjamin kalau dunia ini tak bisa berputar dari atas ke bawah? 
Life is a wheel .. 
 Roda itu terus berputar. 

Lalu akan sedikit merepotkan dan menyiksa hati kalau suami yang merasa dia yang bekerja sendiri, berlelah sendirian akan merasa dia yang lebih berhak atau berkuasa atas apapun di rumah yang kalian bangun bersama dengan awalan C I N T A! 
Puji Tuhan kalau suamimu tidak selingkuh (seperti papa-ku misalnya, setia banget sama mama, malah diusia mereka yang segini, papa masih cemburuan loh, lucu tapi romantis!) 
Nah! Kalau suami selingkuh dan kalian harus bercerai, ada hak apa kamu membesarkan anakmu tanpa uang?
Hak mengasuh anak selalu jatuh kepada yang lebih banyak uang. 
Ini yang sering terjadi bukan? Not because life is a drama!

Lalu yang lebih menyiksa hati kalau kalian bertengkar hanya karena masalah uang! 
Zaman sekarang siapa yang tak butuh uang?
Semua butuh! 
Never say never! 
Kamu tidak menyadari seberapa besar kekuatan uang di dunia yang semakin mahal ini. 
 Puji Tuhan kalau suami kamu itu orangnya pekerja keras, tidak pernah mengeluh, tidak pernah marah dan selalu berusaha membahagiakanmu dan anak-anak kalian. 
Tapi andai kata saja dia tidak seperti itu. Bagaimana? Pikirkanlah sekali lagi. 

Mungkin kalian bisa tertawa bahagia sekarang, tapi seiring bertambahnya usia, kalian menjadi sosok yang lebih dewasa dan kalian akan lebih menyadari hal-hal kecil yang kalian anggap tidak penting dahulu adalah sesuatu yang sangat penting! 
Tidak ada yang bisa menjamin bahagia selamanya.
Kalian akan menghadapi banyak kerikil kecil dan tergantung bagaimana kalian bisa bertahan dan berjalan diatasnya meski kesakitan. 

Aku sudah pernah mengalami banyak hal kesulitan. 
Asam dan manisnya sudah pernah kukecap! 
Beberapa kali aku sempat berpikir untuk menyerah tapi sejenak aku berpikir lagi, 
Kalau aku menyerah .. Maka semua yang telah kulakukan dari awal akan sia-sia! 
Kalau aku menyerah, bagaimana bisa aku membalas rasa sakitku dengan kesuksesanku pada mereka yang pernah menyakitiku? 
Aku tak boleh menyerah! Sakit? Iya sakit! 
Tapi harus bagaimana? Aku harus tetap melewatinya! 
Kalau aku tidak bisa melewatinya, mana bisa aku melindungi orang-orang yang kusayangi termasuk diriku sendiri? 
Aku terlalu mencintai diriku. 

Karena aku sangat mencintai diriku, 
aku menjadi sosok yang ambisi, 
aku menjadi sosok yang punya banyak mimpi 
dan 
aku tahu semua itu adalah hal yang harus aku lakukan, yang harus kudapatkan, yang harus kutaklukan. 
Tak apa jika ada yang mengatakan kalau aku adalah wanita yang ambisius, 
tergila-gila pada karir dan sebagainya.. 
Tak apa jika ada yang mengatakan aku terlalu banyak bermimpi. 
Wajar jika mereka bahkan menertawakanku, mengejek impianku atau memandang semua yang kulakukan adalah suatu kesia-siaan atau apapun yang mereka pikirkan tentangku. 
Aku takan marah kepada mereka! 
Amarahku kupendam didalam suksesnya aku. Seperti inilah aku! 

Karena aku sangat mencintai diriku, 
tentu saja aku sangat membutuhkan lembaran yang disebut U A N G. 
Mana mungkin aku tidak membutuhkannya sedangkan aku adalah seorang wanita? 
Hahaha, tawaku. 
Wanita itu kebutuhannya banyak dari pria. 
Harus ada satu set alat make-up, perawatan kulit wajah dan badan. 
Berbagai jenis perawatan untuk kecantikkannya. 
Belum lagi untuk kebutuhan pakaian dan sebagainya, rasanya kalau disebutin satu per satu terlalu panjang. Aku pikir kalian sudah tahu. 
Lalu, rincian peralatan atau apapun itu harganya bukan seribu tiga. Harganya MAHAL! 
Hahaha, tawaku lagi. 
Seperti yang aku bilang diatas, beruntung kalau kamu memiliki suami yang banyak uang dan sanggup memenuhi segala kebutuhan kamu sebagai wanita. 
Tapi kalau tidak, bagaimana kamu?
Apakah kamu akan berpakaian hanya satu baju selama sepanjang hidupmu? 
Hahaha, tidak bukan?
Misalkan saja kamu dan suamimu menghadiri sebuah pesta 
dan dipesta itu istri dari teman-temanmu kelihatan sangat cantik dengan pakaian yang mereka kenakan dan assesoris yang mereka kenakan sementara kamu, hanya dengan sendal jepit, rok hitam dan baju yang biasa-biasa saja. 
Apakah kamu tidak merasa minder? Pasti ada kan? Ya tentu saja ada! 
Hanya yang tidak merasa minder adalah mereka yang tidak bisa melihat. 

Aku? Hahaha .. Tentu saja aku tidak akan pernah membuat suamiku malu didepan teman-temannya! 
Maksudku, aku harus menjadi pusat perhatian sekalipun banyak istri teman-teman suamiku lebih cantik dariku tapi setidaknya aku tidak memalukan suamiku dengan apa yang aku kenakkan. 
Cantik tidak hanya harus hati bukan? Cantik juga harus dari penampilan. 

Karena aku begitu sangat mencintai diriku, 
tentu saja karir menjadi pilihan nomor satu bagiku. 
Konsep studi-ku harus jelas! 
Aku terlalu memfokuskan diriku di studi, dapat banyak gelar. 
Tentu saja membuat bangga orang tuaku. 
Tentu saja membahagiakan tiga orang yang paling kucintai didunia: Mama, Papa, Adikku. 
Tentu saja membuat bangga keluarga besarku. 
Aku terlalu fokus untuk keberhasilan studi-ku. 
Kerja, banyak duit, membelikan apapun untuk orang tua dan adikku sematawayangku, mengajak mereka kemanapun mereka inginkan ,
dan 
aku merawat diriku sendiri dengan mendatangi tempat-tempat yang ingin kudatangi seperti mendatangi Seoul, Korea Selatan dan Paris. 
Aku menyukai travelling. 
Lalu merawat diriku dengan wisata kuliner. Ini hobiku untuk mencoba setiap makanan yang menurutku harus kucoba. 
Satu-satunya cara untuk semua itu adalah punya banyak uang! 
Jadi tentu saja karir menjadi pilihan nomor satuku. 

Sejujurnya jauh dilubuk hatiku, aku juga menginginkan menjadi seorang istri, ibu rumah tangga atau mama yang memiliki dua sampai empat anak, dan menghabiskan sisa usiaku bersama lelaki yang kucintai dan juga mencintaiku. 
Tapi mengingat dan meninjau kembali semua yang aku butuhkan dan aku inginkan dan demi menjaga dari kemungkinan-kemungkinan terburuk nantinya, 
sebelumnya aku harus mempersiapkan diriku sebaik mungkin menghadapi sepak terjangnya dunia. 

Ya.. KARIR, punya banyak gelar, punya banyak duit dan bisa membantu suamiku bekerja. 
Maksudku aku tidak bisa membiarkan suamiku bekerja sendirian, berlelah sendirian. 
Aku juga harus punya uang sendiri, punya tabungan sendiri selain tabungan bersama. 
Alasannya? 
Pertama karena aku tidak ingin merepotkan suamiku untuk membeli segala sesuatu yang kubutuhkan sementara anak-anakku lebih membutuhkan. 
Kedua karena aku harus berjaga-jaga untuk kemungkinan terburuk seperti suamiku bangkrut, suamiku dipecat, dan kemungkinan buruk yang lainnya yang berhubungan dengan masalah keuangan. 
Ketiga karena aku harus membantu suamiku memenuhi segala kebutuhan anak-anakku dan aku harus berjaga-jaga juga kalau kemungkinan buruk aku dan suamiku bercerai (misalnya). Seperti yang kukatakan diatas bahwa hak asuh akan jatuh ke mereka yang punya banyak uang. 
Jadi jika aku juga punya uang maka anak-anak akan aman bersamaku. 
Toh aku bisa hidup sendirian bersama anak-anakku saja tanpa harus memberikan seorang ayah yang baru kepada anak-anakku. 
Kalau aku percayakan kepada suamiku dan dia punya istri yang baru, entah apa yang akan terjadi pada anak-anakku. 
Aku tak bisa membiarkan anak-anak disakiti. 

Ah mungkin aku saja yang terlalu banyak berpikir. 
Tapi kadang pemikiran seperti ini bisa menjadi kenyataan jadi karena itu aku juga harus punya senjata untuk melindungi orang-orang yang kusayangi. 

Terakhir, menimbang beberapa hal yang harusnya dimiliki seorang wanita, 
Hahaha.. Aku belum memiliki kemampuan untuk menjadi seorang istri, seorang ibu rumah tangga, apalagi untuk menjadi seorang mama. 

Aku memilih memfokuskan diriku di studi dan karirku hinga punya banyak uang. 
Bagiku tak masalah jika cintaku terlambat atau menjadi pilihan terakhir setelah kudapati semua hal yang kuinginkan dan kubutuhkan dalam hidupku. 

Wanita tidak harus tinggal saja di dapur. 
Wanita harus berambisi, bermimpi dan mewujudkan impiannya. 
Wanita harus cerdas. 
Wanita harus berkarir. 
Agar anak-anak yang lahir dari rahimnya kelak, akan bangga memiliki seorang ibu sepertinya 
dan mereka akan bahagia dilahirkan dari ibu yang cerdas. 
Wanita tidak hanya harus pandai memotong, mengupas dan lain-lain yang bertempat didapur 
Tapi wanita harus punya otak yang cerdas dan berkarir. 
Demi orang-orang yang dia sayangi dan dirinya sendiri. 

Seperti inilah aku .. 

Sebelum aku menjadi seorang istri dan ibu dari anak-anak yang lahir dari rahim, 
aku harus punya senjata untuk melindungi mereka yang kusayangi dan untuk diriku sendiri.

Selasa, 17 Februari 2015

Lets say Good Bye for G A L A U !!

Galau? 
Siapa yang berani menyatakan bahwa dia gak pernah mengalami fase seperti ini? Gue tantang lo! Berani? 
Untuk yang mengatakan dia pernah mengalaminya, gue salut sama lo guys. Big hug and sweet kiss from here, yeah..
Untuk yang mengatakan dia gak pernah mengalami kata yang paling ampuh mematahkan hati sekuat baja, dan melewati fase yang disebut "Galau" itu, gue cuma bisa tertawa. Dalam hati gue punya banyak pertanyaan yang diawali dengan kata "Yakin?" 
Yakin lo gak pernah galau kalau duit lo habis lo ngapain selain galau sambil nunggu kiriman duit? 
Yakin lo gak pernah galau kalau lo lagi nunggu hasil ujian?
Yakin lo gak pernah galau kalau nunggu sms atau telpon dari seseorang yang lo sayang banget? 
Yakin lo? blah.. blah.. blah.. Hei galau itu ada macam-macam! Bisa galau kalau pekerjaan, karena duit, karena ujian, karena pacar, karena ini atau itu.. pokoknya apapun yang jauh didalam hati kita sedang mengharapkannya. 
Masih yakin lo gak galau? Kalau lo masih gak sadar juga kalau lo pernah melewati fase ini berarti lo perlu periksa ke dokter deh! Plis cepat .. gue takutnya lo sakit jiwa karena gue ngomporin lo *eh! just joke. OK?

Galau adalah satu fase yang gak menutup kemungkinan terjadi di usia remaja sampai dewasa. Tentunya bayi, anak-anak dan lansia dikecualikan! Alasannya karena lo bukan orang yang bodoh saat membaca ini tentu saja lo bisa menjabarkan selanjutnya dong.. Maaf!

Kalau lo tanya ke gue, apakah gue pernah galau? Gue gak akan bohong! 
Ya gue pernah galau tapi itu dulu. 

Dulu galau yang sering gue sebut sebagai penyakit itu selalu menghampiri gue dan itu berangsur menjadi bertahun-tahun! LOL! Selama gue pacaran, gue selalu dijerat dengan penyakit galau ini. Fase-fase yang melelahkan dalam hidup gue dan terjadi hampir disetiap hari bahkan mungkin mood gue bisa berubah dari bahagia ke galau hanya dalam beberapa menit. Anyway gue berani jujur hari ini ke kalian karena gue ingin share pengalaman galau gue sampai akhirnya gue menemukan sesuatu yang akhirnya mengembalikan diri gue ke THE REAL gue! The Real Life without ga-to-the-lau!

Galau gue itu cuma ada dua yaitu miris dan tragis! 
Miris karena hanya gue yang sangat cinta, gue yang sangat mempedulikan, gue yang sangat mengejar (mungkin kasarnya dikatakan saja seperti itu ya..) 
Tragis karena hanya gue yang sering nangis, hanya gue yang sering memikirkan, mungkin juga bisa dibilang gue yang sangat lebih takut kehilangan akhirnya gue hancur sendiri dalam pikiran gue dan perasaan gue dan dia sama sekali gak tahu, dia sama sekali gak menenangkan gue dan bahkan bisa dibilang dia gak ada saaat gue butuh diyakini kalau dia memang milik gue bukan milik bersama mungkin dan entahlah.. *eh! Pokoknya gue sendiri yang tenggelam dalam perasaan yang menghantui dan pikiran yang menghancurkan.

Kalian tahu, gue sering sekali menangis dimalam hari .. gue sering sekali menangis saat hujan turun dan biasanya hujan akan selalu turun saat gue sedang sedih, galau dan menangis (sepertinya hujan memahami). Karena saking gengsinya gue untuk menangis keras, gue selalu memutar lagu dengan keras atau menangis tanpa suara dan itu lebih menyakitkan dari apapun karena tak satupun rasa sesak di dada keluar. Gue juga sering banget galau di timeline entah twitter, facebook, BBM dan bisa jadi di media sosial lainnya yang gue punya *eh!

Lalu kami putus .. 
Gue memutuskan untuk menutup hati, tak membuka hati ke lelaki. Entah siapapun itu!

Sebagaimana gue yang terkenal cuek dengan lelaki, tak peduli kalau lo punya tampang rupawan seperti apapun, "Kalau lo gak menarik dengan sesuatu .. Mata gue gak akan tertuju lama-lama ke lo!" seperti itulah gue, jadi tentu saja dalam setahun gue menyandang status single dan beberapa lelaki menghampiri gue tapi gue selalu biasa saja dengan hadirnya mereka.

Akhirnya suatu hari, gue mulai lelah untuk menunggu seseorang yang sedang ditunggu datang kembali dengan mengatakan maaf dan menyesal. Haaah.. Dia belum datang juga. 

Gue memutuskan untuk mencoba membuka hati dan menerima seorang lelaki. Tapi kenyataannya dia hanya menyandang status sebagai pacar saja, tapi tak bisa menembus tebalnya dinding hati yang gue punya dan tingginya benteng yang gue bangun menutup kabin diruang hati yang kosong itu. Lalu gue memutuskan mengakhiri permainan palsu itu, gue mengakhiri hubungan yang bahkan tak bisa gue lanjut lagi jika gue sendiri gak bisa mencintai seseorang lain/lagi. Hubungan yang hanya dalam hitungan hari dan bahkan gue sama sekali gak respect! 
Entah karena gue masih mencintai dan menunggu seseorang yang dulu itu ataukah karena hati gue masih terluka. Siapa yang tahu? Hanya aku dan Tuhan saat itu yang tahu. 

Gue melanjutkan hidup gue dengan kesendirian tanpa pacar. 
But I am a lucky girl! Gue punya banyak sahabat yang selalu menopang gue dan selalu ada tawa saat bersama mereka. Saat gue bersama mereka, tak ada menit tanpa tertawa kecuali saat kami sedang sibuknya belajar atau saat sedang konsentrasi belajar di kelas.
Ah, I am so blessed too cause I have great parents and lil brother. Mereka menjadi semangat hidup gue! Gue jadi bisa bangkit pelan-pelan dari terpuruknya gue saat itu.
Tanpa keluarga gue dan sahabat-sahabat gue mungkin fibrilasi jantung gue sudah terhenti. 

Desember 2014, 
Gue mulai bangkit pelan-pelan. Gue mulai menyusun kembali sisa tenaga dan semangat yang gue punya untuk menyusun kembali kepingan-kepingan yang sudah rapuh bahkan hancur. Setidaknya gue berharap walau sedikit saja gue bisa kembali ke gue yang dulu. Bahagia tanpa peduli apapun! 

dan ini yang terjadi di hidup gue .. 

Seseorang yang gue tunggu sudah setahun lebih sebulan begitu, akhirnya datang. 
Gue gak tahu apa maksud dia datang kembali ke hidup gue. Apa untuk minta maaf atau menyesal atau apa. Sejujurnya, gue sangat berharap dia meminta maaf dan menyesal lalu pasti gue akan melupakan semua rasa sakit gue, ini yang ada dihati gue dan ini tulus.
Yeah, ada kata maaf .. tapi tak ada ucapan menyesal. Tapi bagi gue kata maaf yang dia ucap berulang kali hari itu sudah cukup buat gue untuk memaafkan dia karena gue tahu, gue sayang sama dia dan gue gak bisa bohongi hati gue. Kami saling menyapa seperti dulu, saling ngobrol via sms seperti dulu bahkan sempat beradu mulut lagi tapi tak berlangsung lama seperti dulu. Mungkin karena gue yang sudah mulai dewasa seiring beranjak waktu, gue gak terlalu memperberat permasalahan dari kecil ke besar. Gue jadi mulai mengalah, gue jadi mulai menghindari pertengkaran, gue jadi mulai meminta maaf duluan (sebenarnya karena gue gak mau kami berdua seperti kami yang dulu, kekanak-kanakkan!). Kami bahkan sempat hilang kontak beberapa hari atau minggu. Tapi gue mulai dewasa menanggapinya. Gue mulai menangani hati gue sendiri dengan memikirkan hal-hal yang bahagia dan menyenangkan seperti menonton, menghabiskan waktu bersama sahabat, dan deretan hal menyenangkan lainnya. Gue mulai memikirkan hal-hal seperti "Mungkin dia sibuk jadi nanti saja, tunggu saja kabarnya karena toh gue cuma mantan." 

Gue mulai berubah .. gue menjadi sosok gue yang berbeda dari gue yang dulu. 
Kalau gue yang dulu sering marah, sering ngambek, sering manja, sering nangis .. Nah, gue lebih tegar! Gue mulai menanggapi sesuatu yang sebenarnya gue gak bisa atau gue gak suka dengan gak papah! Yaaaah.. karena gue gak mau menjadi sosok gue yang dulu. Gue gak ingin lagi disakiti dengan kata-kata seperti, "Lo membosankan." dan sederetan omongan dari dia atau orang lain yang bergosip dibelakang gue karena gue yang dikenal dengan tingkat kegalauan diatas rata-rata *eh!

Seiring waktu, gue yang berubah menjadi sosok dewasa menjadi gue yang tergila-gila dengan dreamland. Gak bisa juga gue pungkiri yang satu ini karena gue adalah seorang pemimpi. Gue punya banyak mimpi yang gue harus kerja keras untuk mewujudkannya dan mendapatkannya. 
Gue tergila-gila dengan para lelaki seksi menurut versi cewek. Siapa yang gak akan terpesona dengan mereka? Lo juga pasti tahu "mereka" yang gue maksud itu siapa. Benar! Para lelaki seksi asal Korea Selatan. 
Sebenarnya gue sudah fans sama Korea sejak gue ada di sekolah menengah atas. Tapi karena dulunya gue punya seseorang yang ada dinomor penting setelah keluarga gue, jadi tentu saja para lelaki Korea menjadi tersembunyi.
Gue juga mulai menyenangi apa yang namanya makanan dan menonton. Oh, kalau menonton sebenarnya sudah dari gue kenal makhluk yang namanya telivisi (pokoknya dari kecil dari semasa televisi masih hitam putih gue udah suka nonton). Gue mulai meletakkan makan sebagai salah satu hobi gue setelah menonton, dan disusul menulis, menyanyi dan mendengarkan musik bahkan ada hobi rahasia gue dengan awalan  D dan berakhir dengan E, hanya dalam 5 huruf bahasa Inggris *haha! ssstttt... hanya ikut suasana hati gue kok. Gue itu terkenal dengan "Gila" selain "miss galau" soalnya ada saja kegilaan gue dari hal kecil sampai besar dan sering menjadi hal yang selalu lucu atau menjadi hal yang sering menjadi bahan bully dari sahabat-sahabat gue ke gue. Apalagi sahabat gue yang nama pertamanya sama dengan nama tengah gue. Gue sering dibully sama dia!

Gue mulai terbiasa dengan tanpa ada sms dari dia, tanpa ada telepon atau apapaun itu .. Gue mulai terbiasa (toh gue statusnya sama dia masih mantan meski kami sering berkomunikasi seperti layaknya kami yang dulu tapi kan dia gak tembak gue jadi gue juga gak bisa dengan percaya diri ngaku gue pacarnya dong.. *haha! antara gengsi dan malu). 

2015
Gue mulai perbanyak tertawa bersama sahabat-sahabat gue dan itu sering sekali kami lakukan saat bersama. Entah mau tertawa sepanjang jalan like a crazy people atau smile like an idiot, ah gue bahagia bersama mereka. Menghabiskan waktu bersama mereka jauh lebih menyenangkan daripada duduk menangis dan menyia-nyiakan hidup gue dan waktu gue! Right?
Gue mulai menomor pentingkan lagi para makhluk seksi asal Korea Selatan itu dalam hidup gue. Gue mulai menyukai mereka, memperdalam cinta gue ke mereka, lebih sering stalking hidup mereka dan segala sesuatu tentang mereka gue baca, nonton dan dengar. Hidup gue jadi lebih sering tertawa, wajah gue lebih sering berseri daripada suram *eh! dan yah.. itulah yang hari ini dikatakan Dekan Fakultas gue saat gue sedang menghadap mengajukan judul skripsi gue.
Gue mulai lebih banyak makan saat stress, marah, kurang konsentrasi atau apapun itu gue mulai sering banyak makan entah ngemil atau makanan padat. Akhirnya badan gue yang dulunya sempat jatuh (kurus, maksudnya begitu) jadi naik dan membuat beberapa pakaian gue mulai sempit *haha! 

Gue menjadi lebih cuek sama makluk yang namanya lelaki! 
Gue menjadi sosok gue yang sama sekali gak memiliki ketertarikan pada lelaki di dunia nyata *haha dan gue selalu semakin lebih tertarik pada lelaki dreamland gue!

Yang gue pikirkan hanya satu yaitu BAHAGIA ..
Jadi mari katakan selamat tinggal pada fase galau yang meremukkan hati, menghancurkan isi kamar lo dengan banyaknya tissue, dan membuat berat badan lo jatuh.
Mulai sekarang, STOP GALAU! Bangkit dari kejatuhannya lo, senyum dan perbanyak tawa, lakukan banyak hal menyenangkan. Berhentilah menunggu seseorang dan mengejar seseorang. Semakin lo menunggu dia dan mengejarnya, dia tidak akan kembali. Biasakanlah untuk biasa-biasa saja. Toh yang lo tunggu dan lo kejar itu apalagi yang lo galau-in itu bukan berarti dia adalah jodoh yang Tuhan akan berikan untuk lo kan? So be smart! Jangan sia-siakan hidup lo hanya karena seseorang. Gue tahu lo bisa kok! Percuma kan lo galau disini, lo nangis disini, lo sakit disini, lo setia disini tapi disana dia gak! Think again baby. Big hug again yeah..

Nah ini yang gue ingin share ke kalian.
Gue harap lo juga bisa seperti ini guys!
Hidup lo terlalu indah untuk disia-siakan.

                                                                                        Kiss love,
                                                                                                         eva 

Selasa, 03 Februari 2015

Seperti Apa Lelaki(ku) di masa depan?


 

Kepada langit-langit kamarku, aku bercerita. 

Tentang sosok lelaki yang kuimpikan
Dia yang hanya ada dalam impianku
Tentang dia yang tak dapat kugambarkan jelas sosok wajahnya 
Namun terhadap sorot matanya yang lembut, 
sepasang mata yang hanya ada aku. 
Terhadap dia yang selalu tersenyum melihatku, 
entah seburuk apapun wajahku bahkan saat aku tengah menginjak usia tua nanti. 

Aku memimpikan lelaki seperti ini ..
Lelaki dengan postur tubuh yang ideal 
Dia yang lebih tinggi dariku agar kepalaku terjatuh tepat dipundaknya 
Dia yang memiliki dagu yang menawan, 
sehingga kepalaku selalu menjadi penahan dagu lelaki-ku. 
Dia yang selalu berlari kearahku, 
memelukku dan mencium dahiku. 
Dia yang akan memelukku dari belakang saat aku bimbang, 
saat aku menangis, bahkan saat aku mencoba menyuruhnya pergi, 
dia akan tetap tinggal disampingku. 

Aku menyukai saat dia mengelus kepalaku 
saat aku duduk dipangkuannya seperti yang seringkali mama lakukan, 
dan saat aku duduk disebelahnya. 
Aku menyukai saat dia mengisi kosongnya tiap belahan jariku dengan jemarinya, 
dia menggenggam erat jemariku, bahkan memasukkannya dalam saku 
seolah dia sedang menandakan "Ini milikku!"

Aku menyukai saat dia memamerkanku kepada teman-teman wanitanya. 
Aku menyukai saat dia membanggakanku dihadapan teman-teman prianya. 
 Aku menyukai saat dia memperkenalkanku kepada mama-nya 
sebagai wanitanya. 
Aku menyukai saat dia memperkenalkanku kepada papa-nya 
sebagai menantunya. 
dan 
Tentu saja aku sangat menyukai saat dia tidak hanya menyayangi keluarganya, 
tapi juga sangat menyayangi keluargaku. 

Lebih dari apapun yang kusukai darinya
ialah dia yang akan muncul dihadapanku dengan setelan jas hitam , 
dengan dasi merah bergaris hitam yang kukenakan padanya. 
Dia, lelaki-ku, lelaki masa depanku .. 
Aku menyukai tiap debaran jantung saat bersamanya, 
terutama saat dia melamarku. 
Ya .. ya .. ya 
Dia yang dengan tegas meraih tanganku, 
menarik tubuhku kearahnya dan mendekapku pelan. 
Dia yang melamarku dihadapan papa-ku. 
Dia yang memasukkan cincin emas putih di jari manis milikku dengan yakin. 
"Mari kita menikah!"


Iya .. dia adalah lelaki seperti itu. 

Dia yang mempunyai sikap seperti sosok papa-ku yang sangat kukagumi 
Dia yang bertanggungjawab, pekerja keras, menyayangi keluarga. 
Sosok suami yang tak hanya menjadi kepala rumah tangga 
tapi menjadi sahabatku dan sahabat anak-anak kami. 
Sosok papa yang hebat bagi anak-anak. 

Dia yang selalu ada untuk mendukungku, 
Dia yang tak pernah lupa berbagi cerita seharian setelah pulang kerja 
Dia yang selalu menjadi "Moodboster" keluarga 
Dia yang takan pernah menduakanku 
Dia yang memperlakukanku dengan baik seperti memperlakukan mama-nya
Dia yang selalu mencintaiku bahkan saat nanti wajahku telah keriput. 
Dia yang menikmati masa hidupnya bersamaku. 
Dia yang menghabiskan sisa waktu usia bersamaku. 
dan, 
Dia adalah lelaki-ku, 
yang kuhargai dan kucintai.

Seperti apa lelaki masa depanku?
Aku berharap seperti itu.

                                                  with love, 
                                                                    Eva

Senin, 19 Januari 2015

Mahasiswa dan Pemerintah (terinspirasi dari: Dibalik 98)

Halo mahasiswa! 
Siswa dengan tanda kebesaran "Maha" yang berarti mengetahui, menguasai, dan sederetan kata yang mempunyai kekuatan arti dari kata tersebut.

Halo kamu yang sudah tidak lagi datang pukul 6.45 dan sudah tidak lagi pulang pukul 13.15 ! 
Halo kamu yang sudah tidak lagi menggunakan pakaian wajib merah putih, putih biru, putih abu-abu, lengkap dengan atributnya!
Halo kamu yang sudah tidak lagi mengikuti upacara bendera setiap senin pagi! 
Halo kamu yang sudah tidak lagi kecil melainkan sudah menjadi sosok remaja dengan tahap persiapan dewasa!
Halo kamu yang sudah menyandang nama mahasiswa ..
Halo! Salam yang juga kutujukan kepada diriku sendiri.

Hari ini aku menghabiskan waktu untuk hangout dengan sahabat-sahabat terkasih. 
Hari ini aku menyediakan waktu beberapa jam sebagai anak Indonesia yang cinta tanah airnya. 
Hari ini aku menonton film layar lebar yang diputar di studio 21, Manado. Judulnya: "Dibalik 98"

Dari judulnya aku pikir kejadian 17 tahun yang lalu tepatnya pada peristiwa Tri Sakti di bulan Mei 1998, ada kisah sejarah yang belum kuketahui secara keseluruhannya lewat buku yang sering kubaca waktu aku masih duduk dibangku sekolah dasar hingga menengah atas. Ah, ternyata sedikit mengecewakan karena kisahya di film-kan seperti yang sudah kuketahui lewat buku sejarah. 
Tapi aku cukup tegang dan ada rasa sedih melihat peristiwa tragis tahun 1998 itu.
 
Saat sedang menonton, aku membagi otakku untuk bekerja. Otak kananku menonton dan menikmati film Dibalik 98, sedangkan otak kananku berpikir tentang mahasiswa pada masa itu. Cukup menyesal sebenarnya dengan tingkah mereka tapi ada rasa simpati juga pada mereka yang hidup di masa itu. 
Betapa sulit perjuangan waktu hidup di masa krisis monoter yang dihadapi Indonesia. Aku melihat antrian panjang rakyat kecil hanya untuk kebutuhan pokok mereka, seperti antrian panjang minyak tanah yang ditunjukkan dalam film tersebut.
Well .. sulit memang hidup di masa kelam seperti itu.

Dilihat dari sisi kerakyatanku, ini beberapa pikiran dan perasaanku andai aku hidup di tahun 98:
"Aku butuh sandang dan pangan! Aku butuh kebutuhan dasar dan pokok terpenuhi agar aku terus hidup! Aku butuh memberi asupan makanan dilambung! Aku butuh memberi makan keluargaku! dan segelincir kebutuhan yang harus kupenuhi! Tapi kalau harga minyak naik, aku harus memasak dengan apa? Oke, ada kayu bakar. Eh tapi harga beras juga naik, lalu aku harus makan apa? Oke ada hasil tanah seperti umbi-umbian. Tapi apakah aku bisa makan itu setiap hari? Apakah orang-orang yang kucintai bisa makan itu setiap hari? Sedangkan harga kebutuhan pokok lain juga naik dan aku semakin kekurangan. Aku bukan mengeluh tapi uang yang kuhasilkan hanya cukup segini sementara kebutuhan yang harus kupenuhi naik segitu. Aku harus bagaimana? Pasrah! Didalam hati kecilku, aku merasa tertindas." 

Dilihat dari sisi pemerintah (yang kumaksud adalah Bapak Presiden Soeharto) dan krisis monoter di tahun 98:
"Aku prihatin terhadap penderitaan rakyatku juga. Jauh dilubuk hatiku, aku menyesal tidak bisa menjadi orang tua yang baik bagi rakyatku. Aku menangis. Aku meminta maaf. Tapi apa yang harus kulakukan? Krisis monoter yang dihadapi negara-ku sungguh malang. Rakyatku menderita. Rakyatku banyak yang kelaparan, tapi apa dayaku? Negara yang kucintai ini masih butuh pembangunan agar tidak lagi dijajah negara besar yang datang merampas hak milik rakyatku tercinta. Apa dayaku? Aku sedang berusaha tapi usahaku belum berhasil. Aku masih terjatuh dan jatuh lagi sementara rakyatku menagih tanggung jawabku sebagai orang tua mereka. Rakyatku mulai lelah menunggu hasil kerjaku, mereka mulai menuntut jawaban atas penderitaan yang mereka alami. Mereka mulai beraksi lewat sederetan orang pandai yang disebut mahasiswa, yang membawa aspirasi-aspirasi rakyat kepadaku lewat majelis perwakilan rakyat dan dewan perwakilan rakyat di ibukota. Mereka mulai menyuarakan pendapat mereka bersama dengan penderitaan yang selama ini mereka hadapi. Aku semakin sedih. Rakyatku tak lagi sabar untuk menunggu. Rakyatku sendiri memintaku untuk mengundurkan diri. Aku semakin bertambah sedih, tapi apa dayaku.. aku menuruti kemauan mereka walaupun dengan rasa sedih yang kutahan. Aku berharap semuanya akan baik-baik saja." 

Uh .. berakhir sudah perjalanan panjang diotak kiri. Well, mari kita membagi antara pikiran dan perasaan secara logis. Mari kita berpikir! Mari kita bercerita! Mari kita saling menuangkan pendapat kita!

Aku?
 
Jika kamu bertanya bagaimana pendapatku tentang tahun 1998 dan mengaitkannya dengan masa-masa selama aku menjadi seorang mahasiswa. Aku akan menguraikan pendapatku kedalam 2 poin besar. 

Pertama, tentang mahasiswa!
Well, karena aku mahasiswa juga, jadi tentu saja aku akan memilih menguraikan pendapatku tentang makhluk-makhluk yang diberi nama mahasiswa ini.
Entahlah aku harus mulai dari darimana, ah .. kurasa ini.
 
Mahasiswa .. iya, mahasiswa yang sudah memasuki usia remaja ketahap persiapan dewasa. Ia yang semakin dekat sejingkal dengan impian dan harapannya. Ia yang diberi karisma-karisma masing-masing sesuai bidangnya. Ia yang mulai berpikir logis. Ia yang mulai berani. Ia yang mulai bertanggung jawab. Ia yang penuh semangat dan tentu saja ia yang adalah makhluk dengan kecerdasan yang baik. Seperti itulah mahasiswa! 

Mahasiswa adalah orang yang pandai dan penuh semangat yang berkobar-kobar (bahasa kerennya, kusebut sebagai jiwa muda) jadi jika mahasiswa bergabung dengan mahasiswa yang lain dan menjadi satu, pastilah menjadi sekumpulan orang-orang pandai yang mempunyai semangat yang sama. 

TAPI .. mahasiswa tetap saja manusia yang mempunyai kekurangan. Kurangnya mereka adalah pertama, mereka masih dalam tahap persiapan dewasa sering mempunyai emosi yang labil sehingga amarah yang menggebu-gebu terlalu tampak. Beberapa diantara mereka belum mampu menguasai emosi mereka dan mengatasinya dengan baik. Kedua ialah karena amarah yang menggebu-gebu itu hingga mereka lupa bahwa mereka adalah orang yang pandai. Mereka mulai lupa tata cara yang diajarkan kepada mereka semenjak mereka duduk disekolah dasar adalah ketertiban. Pikiran yang cerdas itu mulai kabut. Mereka berontak! Mereka tidak lagi menggunakan kata-kata yang santun layaknya mahasiswa! Mereka tidak lagi  bertindak sopan! Mereka mulai menggunakan kekerasan! Mereka marah .. mereka menyerang. Misalnya saja, seperti yang digambarkan di film Dibalik 98 tersebut, mereka berlari kearah petugas keamanan yang sedang bertugas menjaga aksi demo mereka dan mulai menyerang petugas. Apakah itu yang dinamakan mahasiswa?

Menurutku, aku sama sekali tidak mengatakan bahwa aksi demo adalah salah. Tidak! Aksi demo adalah benar.. karena demo berasalah dari kata demokrasi yang berarti menyuarakan. Dengan kata lain aksi demo boleh saja dilakukan tapi lakukanlah dengan cerdas, secerdas nama mahasiswa yang diberikan kepada yang menyandang nama itu. 
Aku sangat menyesal dengan tingkah dari mahasiswa pada tahun 1998 saat itu. Well, aku harus salut juga bahwa mereka lebih peka pada penderitaan rakyat, mereka berani menyuarakan aspirasi-aspirasi rakyat, mereka mempunyai semangat yang sangat hebat dan bahwa mereka adalah orang-orang hebat dan cerdas. Tapi kenyataan yang membuat aku juga merasa menyesal karena tindakan mereka yang membuat demo tidak berkualitas hingga memakan korban, mereka membakar ban, mereka memalang jalan, mereka membuat rusuh, mereka berteriak-teriak tidak lagi seperti sedang demo = sedang menyuarakan penderitaan rakyat, tapi lebih terlihat seperti pasien di rumah sakit jiwa. Apakah ini yang dinamakan mahasiswa? Mengapa harus menggunakan amarah dan kekerasan untuk menyuarakan aspirasi rakyat? Bukankah itu hal terbodoh yang dilakukan? Berpikirlah belasan kali bahkan mungkin pulahan kali atau ratusan kali. Kita adalah mahasiswa jadi bertindaklah juga seperti seorang mahasiswa. Demo-lah dengan cara yang cerdas, jangan dengan cara yang akan merugikan diri sendiri dan orang-orang disekitar .. pikir sejenak, itu akan membuat luka baru dihatimu dan mereka disekitarmu. 
Apalagi aku sebagai mahasiswa keperawatan yang tentu saja belajar tentang kesehatan adalah yang terpenting, jadi kupikir akan sangat salah jika mahasiswa melakukan aksi demo dengan membakar ban (misalnya). Polusi! 
Ada yang pernah berdebat denganku soal aksi demo mahasiswa dan mengatakan seperti ini, "Memang sudah polusi juga kan? Toh di hutan-hutan banyak dibakar dan lain-lain yang membuat polusi." 
Aku tertawa singkat lalu menatap tajam kearah matanya (lewat emotion BBM karena waktu itu kami berdua sedang berdebat di BBM) sambil tersenyum, "Nah kamu sudah tahu kalau polusi tapi malah menambah polusi. Pikirmu itu bagus? Kemana mahasiswa yang cerdas? Pikir lagi!"

Pikir lagi ..

Kedua, tentang pemerintah hanya khusus pada tahun 1998.

Usai menonton Dibalik 98, aku yang dari awal sudah salut dengan Bapak Soeharto sebagai "Bapak Pembangunan" , aku semakin bertambah salut dan secara jujur film itu menunjukkan Bapak Soeharto yang sudah tampak tua dan membuatku merasa sedih karena disaat usia tuanya harus menghadapi sederetan masalah di negara yang dipimpimnya. Bahkan harus menerima desakan-desakan dari mahassiwa yang sempat mengeluarkan kata-kata yang kuanggap kata seperti itu tidak seharusnya dilayangkan kepada Bapak Presiden RI. Kata-kata yang masih kuingat difilm itu adalah seperti ini, "Jika Bapak menunduk kebawah, tanah sudah siap menerima Bapak." Kata yang sangat kusesalkan keluar dari mulut mahasiswa atau perwakilan mahasiswa yang saat itu berbicara. Bagaimanapun juga beliau adalah Bapak Negara RI. Entah seburuk apapun beliau menurut pandangan masing-masing orang, tapi tetap saja beliau adalah Bapak kita dan tidak sepantasnya kata seperti itu dikeluarkan.

Apakah krisis monoter adalah sepenuhnya kesalahan Presiden? Berpikirlah dengan kepala yang dingin .. kita tidak bisa begitu saja menyalahkan Presiden karena beliau adalah pemimpin negara ini. Wajar saja bila kita menghadapi krisis monoter pada saat itu. Krisis monoter bukanlah sebuah ketidakwajaran. Semua negara yang sedang membangun juga pernah mengalami hal yang sama, bukan cuma di negara kita saja.

Entahlah pada masa itu krisis monoter seperti apa yang dihadapi negara kita. Tapi aku sangat sedih dengan aksi mahasiswa kepada pemerintahan saat itu, meskipun aku juga ingin reformasi terhadap negaraku, hanya saja .. tindakan mahasiswa masa itu sungguh amat kusesali sebagai mahasiswa.

Ah, point kedua tidak terlalu penting .. aku lebih fokus pada poin pertama tentang mahasiswa. Bagaimanapun juga aku adalah mahasiswa, dan aku berusaha bijak dijalan tengah menanggapi aksi demo yang bahkan sampai saat ini sering terjadi.

Untuk teman-teman se-mahasiswa, berpikirlah sejenak saat ingin menyuarakan aspirasi rakyat. Bertindaklah dengan cerdas layaknya seorang mahasiswa. Aku  harap aksi demo kalian dimasa mendatang akan baik dan bahkan bisa lebih baik dari yang sebelumnya.

                                                    Salam, 
                                                                mahasiswa 

Minggu, 18 Januari 2015

PERPISAHAN (terinspirasi dari Drama Korea)

Perpisahan .. 
Seperti apakah kamu akan menggambarkannya?
Bagaimanakah caramu untuk menceritakannya?
Mungkinkah, kamu pernah mengalaminya?
"Tentu saja aku pernah mengalaminya," jawabku. 
 Aku pikir, semua orang pernah mengalaminya ..

Entah perpisahan seperti apa yang dialami 
Entah perpisahan dengan siapa 
Entahlah .. 
Semua punya kesempatan mengalami perpisahan dengan siapa dan dengan cara seperti apa mereka mengalaminya.

Hari ini aku menonton sebuah drama korea. Sebuah drama tentang cinta, keluarga, persahabatan, fakta-fakta dari masa lalu yang akhirnya membuat kebenaran yang selama ini disimpan rapi akhirnya terkuak. Tapi yang lebih membuat hatiku tergugah adalah karena drama ini juga menceritakan tentang perpisahan dua orang yang saling mencintai. Luka yang ditimbulkan akibat kebenaran itu mendatangkan keegoisan sebelah pihak untuk pergi .. untuk menghilang .. untuk menjauh .. untuk melarikan diri dari kenyataan .. untuk bersembunyi .. Seperti itulah perpisahan.

Aku merenungkan setiap kata-katanya.
Aku mulai memacu otakku untuk memikirkan setiap kata didalam drama. 
Akhirnya, aku menuangkan lagi setumpuk pikiran yang sejak tadi kupikirkan setelah menonton kembali drama yang sebenarnya sudah lama kunonton dan berulang kali kunonton.
Berbicara tentang perpisahan, seperti yang telah kukatakan bahwa tentu saja semua orang pernah mengalaminya. 
Hidup ini sebenarnya sederhana! Sederhana karena kita akan bertemu dengan seseorang lalu berpisah dengannya. Bertemu .. berpisah. Dua kata yang sampai akhir takan pernah terpisah.
Untuk setiap pertemuan akan ada perpisahan. 

Ah .. aku mulai basa-basi lagi. Eva .. Eva .. Kau melakukannya lagi. Haha, tawaku singkat. Aku mulai berbicara kepada diriku sendiri. Entah bagaimana aku harus mulai mengatakannya kepadamu tentang perpisahan sedangkan aku masih terluka dengan perpisahan. 

Sebuah perpisahan bukanlah hal yang mudah untuk dijalani, benarkan?
Ya, Ya .. Benar! Saat ini aku sedang menjalaninya. 
Aku terluka jadi aku memutuskan berlari .. aku pergi .. aku menghilang .. aku bersembunyi .. dan lebih buruknya lagi, aku berusaha menghindari perasaanku sendiri. 
Berulang kali kukatakan kepada dia (lelaki yang kucintai) bahwa aku tak membutuhkannya, aku bisa hidup sendiri tanpanya, aku akan bahagia meski tanpanya, aku akan baik-baik saja.
Seperti itulah aku mengatakannya. Aku tahu saat aku mengatakan itu hanya akan menambah luka dihatiku, tapi aku tetap harus atau lebih tepatnya aku memaksakan diriku untuk mengatakannya kepadanya.

Drama itu mengingatkanku tentang betapa bodohnya aku mengatakan itu, betapa buruknya aku mengatakannya, betapa jahatnya aku saat mengatakannya. 
Kutahu hatiku terluka saat mengatakannya.
Kutahu hatiku menangis saat berusaha keras menghindarinya. 
Kutahu hatiku sedang menangis meronta-ronta, mencabik-cabikku. 
Sakit, iya sangat sakit! tegasku. 
Sakit hingga aku merasa hampir gila, ingin rasanya untuk kuakhiri hidupku. 
Untuk pertama kalinya aku merasa tak berguna 
Untuk pertama kalinya aku tak ingin hidup lebih lama. 

Drama ini menyadarkanku bahwa cinta yang kumiliki begitu egois terhadap dirinya. 
Keegoisanku untuk memilih berpisah dengan lelaki yang kucintai. Ego yang kuatasnamakan cinta. 
Jika aku begitu sangat mencintainya, mengapa harus melepaskannya? 
Mengapa kubiarkan dia pergi sedangkan aku sangat menginginkannya?
Mengapa tak kucegah kepergiaannya padahal aku begitu sangat merindukannya? 

Egois! pesan dari drama ini kepadaku.
Jika kau sangat .. sangat .. dan sangat mencintainya, takan mungkin kau melepaskan dia! 
Bukankah karena cinta jadi kau sangat menginginkannya? 
Bukankah karena cinta jadi kau sangat ingin memiliki dan menyentuhnya? 
Jadi bukankah melepaskan dia adalah hal terbodoh dan teregois yang kau lakukan? 
Kau pikir, kau akan baik-baik saja? Tidak .. tanya hatimu!
Bukankah kau begitu kesepian saat tak bisa lagi melihatnya? saat tak bisa lagi mendengar suaranya? saat tak bisa lagi menyentuhnya? 
Bukankah semua itu membuatmu sangat merindukannya? 
Bukankah semua itu membuatmu ingin mati saat ruang dihatimu terasa kosong tanpa tuan rumahnya? 

Lalu mengapa kau biarkan cintamu pergi? 
Jangan membuat dirimu terluka saat dia berada dipelukan orang lain! 
Jangan siksa dirimu lebih banyak! Kembalikan kepada pemiliknya.
Jangan membuat dirimu menderita lebih dari ini saat dia tak lagi ada di kehidupan ini, jika kamu tak ingin ada penyesalan yang kau pikul selama sisa hidupmu.

Drama ini menyuruhku .. "Hei bodoh! Kejarlah cintamu! Katakan kepadanya betapa kamu sangat mencintai dirinya! Jangan biarkan dia lepas dari genggamanmu! Jika kamu tidak melakukannya .. kamu akan menyesalinya! Kamu merindukannya, kamu menginginkannya disisimu, kamu sangat mencintainya .. jangan hindari itu! Biarkanlah luka ada pada tempatnya, dan biarkan kenangan baru yang kalian ciptakan bersama tumbuh, lalu menyiramnya hingga ia tumbuh subur dan berbunga." 

Perpisahan memang menyakitkan .. tetapi jika saling mencintai, kembalilah, jangan melakukan hal bodoh! 
Jika kamu mencintainya, katakanlah kepadanya setiap saat betapa kamu sangat mencintainya. Karena perpisahan yang paling menyakitkan bukanlah perpisahan akibat cinta tapi karena kematian.
Jangan sampai kamu menyesal tak lagi bisa mengatakan betapa kamu sangat mencintainya saat kamu tak lagi merasakan hembusan dari tiap helaan nafasnya, saat dia sedang merebahkan kepalanya dilenganmu saat tidur, atau saat kamu tak lagi bisa menyentuhnya dan memeluknya.

***

note: drama yang kunonton itu rahasia! oh .. tulisan tentang perpisahan ini adalah ingatanku tentang perpisahan yang kualami dengan lelaki yang kucintai sudah setahun lebih ini berpisah dengannya, lelaki yang selalu menjadi sosok dalam hampir sebagian besar tulisanku. 

Kamis, 08 Januari 2015

Bad or Best Judge

Halo kamu yang setia membaca tulisan di blog-ku! Apa kabar? Aku berharap kamu sedang baik-baik saja. Ah, sudah lama kita tidak saling berbicara lewat tulisan-ku. Aku sempat bertanya, apakah kamu memang benar-benar menyukai tulisanku? ataukah hanya karena kamu mengagumiku jadi tulisanku walaupun tak secantik wajahku, kamu berusaha untuk menyukainya. Haha.. Sorry, I am joke! Tapi terima kasih sudah selalu membaca tulisan-ku. Aku akan berusaha lebih baik dalam menulis. Terima kasih untuk dukungannya.

Hm, kau tahu .. aku sebenarnya tipe yang sangat kuat berkhayal, bermimpi, berangan-angan. Ya seperti itulah aku. Aku selalu menginginkan kehidupanku seperti yang sering terjadi di drama korea. Banyak hal yang selalu aku andaikan seperti drama korea, yang kutahu itu tak mungkin terjadi. Mungkin karena hal ini aku punya haters. Selain itu, aku tipe yang banyak berbicara dan sering menuangkan apa yang aku rasakan dalam sebuah tulisan, kutipan, status, tweet, dan lain sebagainya. Bagiku itu adalah hal yang biasa saja, tapi ternyata bagi orang lain itu tidak biasa saja. Mereka menyebutnya sebagai sebuah ke-alay-an.

Anyway, soal haters.. Aku sendiri tak tahu harus ngomong apa. Aku sendiri tak tahu harus bersikap bagaimana agar mereka tak selalu membicarakanku dibelakangku. Benar-benar ini sangat membuat stress tersendiri bagi diriku. Apa aku harus bersikap seperti yang mereka mau? Kalau aku melakukan seperti itu, sama artinya dengan aku tak menghargai apa adanya aku. Maksudnya aku tak menghargai diriku sendiri, dan malah bersikap sebagai seseorang yang sebenarnya bukan aku. 

Tapi kupikir-pikir, haters memang seperti itu. Mau kita lakuin apapun, mau kita bicara apapun dan lain sebagainya adalah sesuatu yang bagi mereka bukan hal yang harus mereka terima dengan baik. Ini benar-benar membuat frustasi. Benarkan?

Tapi setelah kupikir lagi, memang omongan mereka membuat kita frustasi tapi ada baiknya juga karena dari mereka kita belajar bagaimana membuat diri kita lebih baik dari setiap inchi perjalanan hidup kita.

Maka dari itu, aku belajar untuk cukup tahu bahwa mereka membenciku.. aku coba untuk menerima apa yang mereka omongkan (meski terkadang kepalaku seperti bom yang bisa meledak setelah terlalu berlebihan mendengar), aku biarkan saja mereka sesuka hati mereka. Aku cukup tahu saja. Tapi aku tidak akan menjadi seseorang yang lain yang bukan diriku seperti yang mereka mau. Aku hanya akan menjadi aku, tapi akan terus berusaha menjadi lebih baik.