one day, you will know ..

Kamis, 08 Januari 2015

Bad or Best Judge

Halo kamu yang setia membaca tulisan di blog-ku! Apa kabar? Aku berharap kamu sedang baik-baik saja. Ah, sudah lama kita tidak saling berbicara lewat tulisan-ku. Aku sempat bertanya, apakah kamu memang benar-benar menyukai tulisanku? ataukah hanya karena kamu mengagumiku jadi tulisanku walaupun tak secantik wajahku, kamu berusaha untuk menyukainya. Haha.. Sorry, I am joke! Tapi terima kasih sudah selalu membaca tulisan-ku. Aku akan berusaha lebih baik dalam menulis. Terima kasih untuk dukungannya.

Hm, kau tahu .. aku sebenarnya tipe yang sangat kuat berkhayal, bermimpi, berangan-angan. Ya seperti itulah aku. Aku selalu menginginkan kehidupanku seperti yang sering terjadi di drama korea. Banyak hal yang selalu aku andaikan seperti drama korea, yang kutahu itu tak mungkin terjadi. Mungkin karena hal ini aku punya haters. Selain itu, aku tipe yang banyak berbicara dan sering menuangkan apa yang aku rasakan dalam sebuah tulisan, kutipan, status, tweet, dan lain sebagainya. Bagiku itu adalah hal yang biasa saja, tapi ternyata bagi orang lain itu tidak biasa saja. Mereka menyebutnya sebagai sebuah ke-alay-an.

Anyway, soal haters.. Aku sendiri tak tahu harus ngomong apa. Aku sendiri tak tahu harus bersikap bagaimana agar mereka tak selalu membicarakanku dibelakangku. Benar-benar ini sangat membuat stress tersendiri bagi diriku. Apa aku harus bersikap seperti yang mereka mau? Kalau aku melakukan seperti itu, sama artinya dengan aku tak menghargai apa adanya aku. Maksudnya aku tak menghargai diriku sendiri, dan malah bersikap sebagai seseorang yang sebenarnya bukan aku. 

Tapi kupikir-pikir, haters memang seperti itu. Mau kita lakuin apapun, mau kita bicara apapun dan lain sebagainya adalah sesuatu yang bagi mereka bukan hal yang harus mereka terima dengan baik. Ini benar-benar membuat frustasi. Benarkan?

Tapi setelah kupikir lagi, memang omongan mereka membuat kita frustasi tapi ada baiknya juga karena dari mereka kita belajar bagaimana membuat diri kita lebih baik dari setiap inchi perjalanan hidup kita.

Maka dari itu, aku belajar untuk cukup tahu bahwa mereka membenciku.. aku coba untuk menerima apa yang mereka omongkan (meski terkadang kepalaku seperti bom yang bisa meledak setelah terlalu berlebihan mendengar), aku biarkan saja mereka sesuka hati mereka. Aku cukup tahu saja. Tapi aku tidak akan menjadi seseorang yang lain yang bukan diriku seperti yang mereka mau. Aku hanya akan menjadi aku, tapi akan terus berusaha menjadi lebih baik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar