one day, you will know ..

Kamis, 12 November 2015

September Kelabu


Ternyata aku masuk lagi dalam kondisi cinta yang sama seperti setahun lalu saat kau dengan rasa tak bersalah meninggalkanku pada bulan September. Tahun ini pun sama. Tepatnya setahun setelah kau datang kembali kepadaku dan mengatakan ingin mengulang semuanya denganku, memperbaiki semua kesalahan kita menjadi lebih baik, ternyata aku menuai lagi kesalahan dan kebodohanku sendiri. 

Seperti anak kecil yang polos, aku memberimu sebuah kesempatan lagi. Ya, kesempatan yang entah sudah berapa kali aku berikan kepadamu. Kesempatan yang untuk kesekian kalinya telah kau sia-siakan lagi. 

"Apa aku wanita yang tak bisa membuatmu menjadi lebih baik?" atau "Apa memang kau yang tak pernah bisa setia dan merasa cukup hanya dengan mencintaiku seorang?" 

Sering aku dihantui pertanyaan-pertanyaan seperti itu dalam benakku. Aku tak tahu sudah berapa kali aku menangis karenamu dan berapa butir airmata yang telah kuteteskan untukmu. Aku bodoh! Seharusnya aku tak perlu mempercayai cintamu itu hanya untukku. Seharusnya aku sudah berhasil membuang kau jauh dari pikiranku. Namun ternyata pertahananku goyah dan membuatku menjadi wanita yang bodoh. 

Aku tahu beberapa orang yang tahu kisahku, tahu kegalauanku, tahu sedihku, tahu apapun tentang kami, mungkin saja atau bisa saja sedang menertawaiku sekarang. Tak apa, aku tahu kebodohanku pasti teramat sangat lucu. Hei, aku bahkan tengah menertawai diriku sendiri. 
 
Aku pikir setelah kau meninggalkanku, kita akan sama-sama terluka karena kita berpisah karena keegoisan dan keras kepalanya kita masing-masing. Tapi aku salah total! Ekspetasi selalu berbeda drastis dari kenyataan. Dan kenyataanku itu pedih. Kau bahkan terlihat baik-baik saja dengan dia yang kau pilih. Kau bahkan tertawa bersamanya. 

"Tidak tahukah kamu aku terluka?"

Kadang aku berpikir untuk menyumpahi kalian dengan sumpah serapah, karena aku tahu hukum karma itu selalu istilahnya adalah tabur-tuai. Namun aku kembali berpikir sejenak, kenapa aku harus menaruh rasa dendam kepadamu? Kata orang jika kau masih ingin membalas dendam pada orang yang telah menyakitimu, itu tandanya kau masih mencintainya. Oh tidak! Aku tak mau seperti wanita bodoh yang hanya karena rasa kecewaku, rasa sakitku, dan rasa marahku membuatku menjadi egois. Aku harus bisa merelakan dan mengikhlaskan seperti setahun yang lalu saat kau meninggalkanku pada bulan yang sama. 
 
September kelabu benar-benar membuatku harus menangis. Bahkan luka yang dulu hampir sembuh, kini kembali menganga. Namun aku harus bisa melepaskan kamu yang sama sekali tidak bisa menjaga hatiku. Aku harus melepaskanmu untuk dia yang kupikir memang dia lebih membutuhkan kamu dari pada diriku dan begitu pun sebaliknya. 

Jadi, izinkan aku untuk kali ini mengatakan "Goodbye" untuk kamu yang jauh disana. Dan untuk kamu wanita dari kekasihku, aku berharap kau tidak lagi menyia-nyiakan dirinya seperti yang telah kau lakukan dulu kepadanya sebelum ada aku yang menemaninya selama lima tahun terakhir ini. Untuk kamu lelaki yang pernah hidup dalam benakku sekian lama dan membuatku tak bisa mencintai pria lain, kali ini aku ikhlas untuk melepasmu pergi. Karena aku sadar, semua yang aku lakukan tidak pernah membuatmu merasa cukup hanya denganku. Mungkin dengan dirinya kau merasa lebih baik. 

Tak lupa aku ingin menyampaikan terima kasih kepadamu karena kau pernah mengukir sejarah dalam hidupku. Beberapa hal yang tak pernah kulakukan dengan pria lain, kulalui itu denganmu. Termasuk menemani kamu dalam hubungan bertahun-tahun meski kita menjalani long distance relationship. Pokoknya terima kasih untuk kamu. 

Kalau dulu aku selalu membanggakanmu di depan mereka yang mengenalku dan tidak mengenalku bahkan dihadapan para mantanku, kini aku hanya akan menganggapmu sebagai bagian dari masa lalu yang pernah ada untukku.

Selamat tinggal masa laluku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar