one day, you will know ..

Kamis, 31 Desember 2015

Goodbye 2015

Sejujurnya aku tak tahu harus menulis apa di sini.
Sejujurnya otakku sedang dalam keadaan banyak pikiran.
Dan sejujurnya hatiku sedang dalam keadaan baik-baik saja.

Ia tengah terluka!
Ya, itu yang dapat kusampaikan kepadamu.

Aku tak tahu bagaimana caraku menggambarkan seluruh rasa sakit ini.
Karena hatiku seperti sudah hilang entah kemana.
Ia terluka dan ia seperti berlari lalu bersembunyi dariku.
Ia takut aku akan bertambah sakit, jika dia menampakkan diri.
Dan benar saja, ketika dia menampakkan diri secara tak sengaja, aku menangis.
Tidak, tidak, bukan hanya itu.
Bukan hanya air mataku yang jatuh menelusuri garis wajahku.
Tapi juga hatiku yang tengah menangis.
Ia terluka terlalu dalam dan itu membuatku hampir saja gila.

Aku pikir aku pasti sudah gila jika aku berharap pada seseorang yang tak pasti.
Apa kau berpikir aku menggalaukan dia yang telah merebut semuanya dariku? Tidak.
Aku menggalaukan orang lain.
Ya, pria yang membuatku selama beberapa hari terus saja menggalaukannya.
Siapa dia?
Dia sebagian dari masa lalu yang masih kusayangi, sejujurnya.
Dan dia kembali lalu menyakitiku.
Aku merasa seperti gadis jalang yang menginginkannya di sampingku meski aku tahu aku benar-benar tak bisa melakukan itu karena aku tak punya sesuatu yang berharga untuknya, lagi.
Tapi aku begitu menginginkannya dalam hidupku.
Entah kenapa ... Aku merasa aku mecintainya sejak hari itu.
Namun dia tetap saja tak memahami rasaku.

Hey 2015, am I easy to you? 
Hei you, am I easy to you? 
What do you think I am? 
Who am I to you? 
Are you fucking kidding me?
I am so full of you now but you aren't. 
Why? 
Are you playing with my heart? 
Okay, I know. I have nothing so thank you. 

Aku tak tahu harus seperti apa mengungapkan padanya betapa aku terluka.
Aku bahkan tak bisa menangis di depannya, maupun di hadapan orang lain.
Aku bahkan tak bisa menceritakan apa-apa kepada siapapun.
Padahal aku benar-benar butuh pelukan.

Yang terpikir dalam otakku saat ini adalah sepertinya aku harus menutup hari ini dan menghapus apapun yang pernah terjadi pada hidupku di tahun ini maupun tahun-tahun yang lalu. Aku harus membuka kembali hidupku dengan lembaran baru meski aku tahu segala sesuatu yang ada dalam hidupku tak lagi sesempurna itu.

2015 Terima kasih atas segala pelajaran suka dan duka, airmata silih berganti, tawa dan dukungan dari mereka yang masih menyayangiku. Apapun yang pernah terjadi dalam hidupku, terima kasih.

Selamat tinggal rasa sakitku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar