Kepada langit-langit kamarku, aku bercerita.
Tentang sosok lelaki yang kuimpikan
Dia yang hanya ada dalam impianku
Tentang dia yang tak dapat kugambarkan jelas sosok wajahnya
Namun terhadap sorot matanya yang lembut,
sepasang mata yang hanya ada aku.
Terhadap dia yang selalu tersenyum melihatku,
entah seburuk apapun wajahku bahkan saat aku tengah menginjak usia tua nanti.
Aku memimpikan lelaki seperti ini ..
Lelaki dengan postur tubuh yang ideal
Dia yang lebih tinggi dariku agar kepalaku terjatuh tepat dipundaknya
Dia yang memiliki dagu yang menawan,
sehingga kepalaku selalu menjadi penahan dagu lelaki-ku.
Dia yang selalu berlari kearahku,
memelukku dan mencium dahiku.
Dia yang akan memelukku dari belakang saat aku bimbang,
saat aku menangis, bahkan saat aku mencoba menyuruhnya pergi,
dia akan tetap tinggal disampingku.
Aku menyukai saat dia mengelus kepalaku
saat aku duduk dipangkuannya seperti yang seringkali mama lakukan,
dan saat aku duduk disebelahnya.
Aku menyukai saat dia mengisi kosongnya tiap belahan jariku dengan jemarinya,
dia menggenggam erat jemariku, bahkan memasukkannya dalam saku
seolah dia sedang menandakan "Ini milikku!"
Aku menyukai saat dia memamerkanku kepada teman-teman wanitanya.
Aku menyukai saat dia membanggakanku dihadapan teman-teman prianya.
Aku menyukai saat dia memperkenalkanku kepada mama-nya
sebagai wanitanya.
Aku menyukai saat dia memperkenalkanku kepada papa-nya
sebagai menantunya.
dan
Tentu saja aku sangat menyukai saat dia tidak hanya menyayangi keluarganya,
tapi juga sangat menyayangi keluargaku.
Lebih dari apapun yang kusukai darinya
ialah dia yang akan muncul dihadapanku dengan setelan jas hitam ,
dengan dasi merah bergaris hitam yang kukenakan padanya.
Dia, lelaki-ku, lelaki masa depanku ..
Aku menyukai tiap debaran jantung saat bersamanya,
terutama saat dia melamarku.
Ya .. ya .. ya
Dia yang dengan tegas meraih tanganku,
menarik tubuhku kearahnya dan mendekapku pelan.
Dia yang melamarku dihadapan papa-ku.
Dia yang memasukkan cincin emas putih di jari manis milikku dengan yakin.
"Mari kita menikah!"
Iya .. dia adalah lelaki seperti itu.
Dia yang mempunyai sikap seperti sosok papa-ku yang sangat kukagumi
Dia yang bertanggungjawab, pekerja keras, menyayangi keluarga.
Sosok suami yang tak hanya menjadi kepala rumah tangga
tapi menjadi sahabatku dan sahabat anak-anak kami.
Sosok papa yang hebat bagi anak-anak.
Dia yang selalu ada untuk mendukungku,
Dia yang tak pernah lupa berbagi cerita seharian setelah pulang kerja
Dia yang selalu menjadi "Moodboster" keluarga
Dia yang takan pernah menduakanku
Dia yang memperlakukanku dengan baik seperti memperlakukan mama-nya
Dia yang selalu mencintaiku bahkan saat nanti wajahku telah keriput.
Dia yang menikmati masa hidupnya bersamaku.
Dia yang menghabiskan sisa waktu usia bersamaku.
dan,
Dia adalah lelaki-ku,
yang kuhargai dan kucintai.
Seperti apa lelaki masa depanku?
Aku berharap seperti itu.
with love,
Seperti apa lelaki masa depanku?
Aku berharap seperti itu.
with love,
Eva


Tidak ada komentar:
Posting Komentar