one day, you will know ..

Selasa, 02 September 2014

Utaran Hati kepada Engkau, Pemilik Nafasku

Tuhan .. 
Apa ini cobaan yang Engkau berikan lagi kepadaku? Kepada kedua orang tuaku? Keluargaku?
Harus berapa lama lagi Tuhan? 
Harus berapa lama lagi Engkau meninggalkanku, sendiri? 

Aku menangis, aku berteriak, aku bersungut-sungut, aku mengeluh, bahkan aku membuat suatu bentuk perlawananku. Aku yang semula adalah anak yang selalu taat menjalankan ibadah, tak pernah sedikitpun aku absen dari Gereja atau kegiatan rohani atau berdoa sendiri di dalam kamar, aku malah berubah menjadi sosok yang bahkan tak kukenal lagi .. Apakah ini aku? Iya ini Aku. 

Tuhan, aku marah! Engkau pasti tahu itu. 
Tuhan, aku kesal! Engkau juga tahu itu. 
Aku sedih dan Tuhan, Engkau lebih mengetahui itu.

Ada perlawanan diriku yang kubuat berlawanan dengan kata hatiku. Aku mendengar hatiku berbisik, berulang kali mengetuk pintu untuk kubukakan. Aku tahu dengan jelas Engkau Tuhan yang sedang mencoba berbicara kepadaku lagi seperti dulu. Aku tahu .. Tapi untuk apa Engkau mencoba berbicara denganku tapi saat aku benar-benar membutuhkan-Mu, kulihat Engkau hanya diam. 

Aku menangis dan berteriak berulang kali 
Aku bertanya-tanya dimanakah Engkau? Kenapa Engkau meninggalkanku? 
Aku lelah Tuhan .. Aku lelah Engkau uji imanku, Engkau uji cintaku .. Kepada-Mu. 
Sedangkan Engkau tahu hatiku dengan baik. 
Engkau tahu aku membutuhkan pertolongan-Mu tapi Engkau tak ada seperti dulu lagi. Aku merasa sendiri Tuhan. 

Entah sejak kapan aku merasakannya, 
tapi jelasnya aku sendiri. 

Tuhan jika memang Engkau memarahiku, hukum saja aku, sadarkan saja Aku. Tapi bisakah Engkau tak menguji kedua orang tuaku pula? 
Mengapa Engkau juga meninggalkan keluargaku? 
Adakah Engkau mendengar tangisan dan permintaan kedua orang tuaku? 
Engkau tahu dengan baik hatiku begitu menyayangi mereka berdua. Jadi apakah harus Engkau juga menguji iman dan cinta mereka kepada-Mu? 

Tuhan aku lelah dengan kondisi seperti ini, 
Kondisi dimana aku merasa sepi meski banyak yang menemaniku, banyak yang mendukungku. 
Tuhan aku merasa Engkau tak pernah menjawab permintaanku, meski aku tak pernah absen untuk memuji Kemuliaan-Mu dari hatiku. Ah, aku merasa Engkau meninggalkanku bahkan disaat kritis, di titik terendah hidupku Engkau tak menjawabku. Engkau terdiam. Oh Tuhan, harus berapa lama lagi aku menunggu? Harus berapa lama lagi Engkau meninggalkanku? Harus berapa lama cobaan ini? Bisakah Engkau menyudahi saja semua ini? Aku lelah. 

Mungkin ini sebentuk pengakuanku terhadap-Mu, Tuhan. Engkau tahu aku begitu mencintai-Mu tapi aku merasa sendiri saat doaku seperti tak terjawab. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar