dear kamu
lelaki kota istimewa Jogjakarta
"Ternyata hanya sebatas itu .. ternyata .."
Kamu tak tahu apa-apa
Kamu tak tahu sulitnya menunggu
Kamu tak tahu sakitnya bertahan dalam ketidakpastian
Kamu tak tahu lelahnya ditanya tentang kita, siapakah aku dimatamu?
Kamu tak tahu apa-apa
Kamu tak tahu hatiku hampa saat kamu bahkan tak memberi kejelasan artiku bagimu
Kamu tak tahu hatiku rapuh saat harus berpura-pura tertawa meski hatiku menangis
Kamu tak tahu cintaku tulus kepadamu
Kamu tak tahu seberapa kuatnya aku mencintamu dan bertahan dengan setia kepadamu.
Lalu sekarang dengan mudah kamu menyuruhku berhenti, karena ada dia dihidupku padahal kau pun ada dia dihidupmu.
Kamu tak tahu sakitnya hatiku membaca kata-kata yang kamu kirimkan kepadaku
Kamu bahkan tak tahu aku menunggumu dan sedang mengujimu
Ternyata hanya sebatas itu ..
Kamu bahkan tak mencoba memahami hatiku
Kamu bahkan tak mencoba membaca pikiranku
Kamu bahkan tak melihat tangis yang kutahan dikedua bola mataku
Kamu bahkan tak tahu hatiku sedang mencoba berbicara denganmu
Kamu tak tahu apa-apa
Sungguh hanya sebatas itu cintamu ..
Tapi terima kasih untuk keegoisan ini
Terima kasih sudah menjadikanku pelarian cintamu
Terima kasih sudah menjadikanku orang ketigaa
Ternyata sebatas itu cinta yang kau bilang,
dan ternyata aku hanya sebatas persinggahan sementara bagimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar