one day, you will know ..

Sabtu, 20 September 2014

Pembicaraan Aku dan Tuhan


Tuhan,
Engkau tahu hidupku
Engkau tahu jalanku
Engkau tahu penantianku
Engkau tahu hatiku
Engkau tahu harapku
Engkau tahu cinta dan rinduku

Engkau tahu kisah cintaku,
Tentang bagaimana aku mencintai seseorang,
Tentang bagaimana aku merindukan seseorang,
Tentang bagaimana aku membutuhkannya dan mengharapkan ia bersamaku.
Tentang bagaimana aku menunggunya.

Engkau tahu tentang perasaanku,
Engkau tahu tentang kejatuhanku,
Tentang betapa dalam terlukanya diriku.
Tentang betapa sakit luka itu mencabik-cabik diriku, lalu menembus jantungku dengan belati dan mengisi paru-paruku dengan carbondioksida.
Tuhan, Engkau tahu seberapa besarnya harapanku yang membuat aku kecewa.

Adilkah Tuhan?
Apa ini cara Tuhan untuk menghukumku?
Apa ini cara Tuhan untuk meninggalkanku?

Tuhan .. Tuhan .. Tuhan .. ini sakit. Hatiku sakit Tuhan dan Engkau dimana?
Berapa kali kalimat itu kuteriakan didalam hatiku kepada-Mu?
Berapa kali Engkau mendengarnya? Pernahkah Engkau merasa lelah mendengarnya?
Aku juga Tuhan.
Aku pun lelah.

Tuhan, aku lelah menunggu
Aku lelah untuk menangis
Aku lelah membodohi diriku sendiri untuk mencintai lelaki seperti dia
Aku lelah dengan hidupku sendiri.
Aku pernah sempat berpikir untuk menghancurkan diriku yang kotor ini
Tapi aku terlalu takut neraka
Neraka yang sudah kutemui di dunia ini, aku takut untuk menemuinya lagi disana.
Aku takut menyakiti kedua orang tuaku, adikku, keluarga besarku, sahabat-sahabatku dan well.. tiap dari mereka yang lain yang menyayangiku.
Aku takut mereka merasakan sakitnya hati karenaku.

Tapi Tuhan .. harus bagaimana aku menyembuhkan luka dihatiku?

Engkau tahu sudah berapa kali kucoba membuka hatiku, tapi aku tak bisa.
Engkau tahu aku sudah mencoba mencintai orang lain tapi aku tak bisa.
Aku sudah lelah menunggu dan mencintai orang yang sama hingga membuatku terus menangis mengingat semua kenangan yang pernah ada bertahun-tahun dimana aku membodohi diriku untuk bertahan mencintai lelaki seperti ia.

Tuhan sebenarnya aku pun ingin lepas dari ini karena dengan adanya ini, aku tahu bahwa dia tidak pernah mencintaiku, dia hanya memanfaatkanku. Tapi kenapa ini terasa sakit? Malah lebih sakit ..
Bahkan setelah sekian lama, aku masih tetap mencintai dia. Kenapa aku tak bisa membenci saja dia sebesar cintaku kepadanya? Tuhan ini adilkah bagiku?

Aku lelah ..
Aku sakit Tuhan ..
Disini, dihatiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar