one day, you will know ..
Kamis, 18 September 2014
Ada Waktu Hati untuk Mati dan Hidup
Suatu saat nanti..
Semua akan ada pada waktunya.
Percaya atau tidak hidup kita ditandai dengan waktu.
Ada waktunya kita bahagia
Ada waktunya kita sedih
Ada waktunya kita tertawa
Ada waktunya kita menangis
Ada waktunya kita jatuh cinta
Ada waktunya kita patah hati
Ada waktunya kita merasakan utuh
Ada waktunya kita merasakan hampa
Lalu suatu saat nanti kan kita temui diujung jalan sana, sebuah kata "Mati"
Mati ialah suatu keadaan dimana kita tak lagi bisa bertemu dengan mereka yang kita sayangi; henti nafas; dan berbagai macam definisi tentang kematian.
Lalu entah bagaimana aku memikirkan ini, "Bagaimana dengan hati? Apakah hati bisa mati juga?"
Jawabanku, "Iya hati bisa mati."
Kenapa dan entah bagaimana aku bisa mengatakan bahwa hati juga bisa mati, tapi ini yang kurasakan. Aku merasa kosong dan hilang. Aku berada dalam sebuah kehampaan hati.
Untuk sekian lama aku menunggu, juga untuk kesekian kalinya aku berharap dia yang kucintai akan menyadari bahwa 'Aku cinta, aku butuh.' Tapi tak pernah ia datang. Jadi aku mulai lelah, aku mulai memilih menyimpan harapanku, menyimpan rasa sakitku sendiri.
Lalu semakin berjalannya waktu, aku mencoba membuka hatiku. Setidaknya untuk mengisi kehampaan yang sekian lama tak pernah tertempati. Tapi aku gagal .. Entah kenapa itu membuatku semakin terluka. Ternyata semakin keras kucoba tuk melupakan seseorang hanya akan berujung luka. Aku kecewa pada diriku sendiri. Aku mulai membenci diriku. Terkadang aku berpikir untuk memaki-maki diriku, "Bodohnya aku masih mencintai dia yang telah lama meninggalkanku."
Hati yang kucoba buka itu ternyata tidak bisa ditempati. Ia masih kosong tak berpenghuni. Ia seperti sebuah rumah kosong, tak terurus, tak tertata rapi, kotor dan kayu-kayunya rapuh.
Hati yang kucoba buka itu bahkan ia tak bisa merasakan sesuatu; Sesuatu yang dulu telah hilang .. Iya, hilang sekian lama.
Mungkin ini yang dinamakan mati; Kematian hati.
Maaf untuk mereka yang kubuat menerima harapan kosong.
Aku sendiri saja tak tahu bagaimana cara untuk kembali menjadi aku, seorang wanita yang mencintai seseorang dengan tulus tak peduli apapun. Aku sudah lupa, tepatnya seperti itu.
Mungkin ini belum saatnya saja.
Suatu saat nanti,
Akan ada waktunya ku menjatuhkan hati pada seseorang, tapi bukan untuk sekarang.
Akan ada waktunya ku kembali tahu cara mencintai seseorang, tapi bukan untuk sekarang.
Sekarang waktunya hati menemui puncak lelahnya.
Sekarang aku memilih berlari sendiri, jatuh sendiri, sakit sendiri, diam sendiri. Pilihan itu ialah kesendirian.
Meski kesendirian akan membawaku dalam masa sepi dan kegalauan, ku akan tetap memilihnya.
Karena lebih baik bagiku untuk menyembuhkan luka dihati sendiri.
Suatu saat nanti hatiku akan hidup kembali !
Hatiku akan siap dicintai seseorang yang lebih baik dari kamu dan mencintai ia yang mencintaiku setulus hatinya tanpa alasan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar