one day, you will know ..

Selasa, 30 September 2014

Kemunafikan Mereka yang Mengatasnamakan Cinta!

 
"Cinta? Cinta seperti apa yang kau maksudkan?" Kedua alisku mengerut. 
 
Aku bahkan tidak mengerti dengan makna cinta bagimu!
Kamu sering berkata, "Aku mencintai dia." tapi mana buktinya? Apa pembuktian cinta yang kau maksudkan itu dari kata-kata, janji, pelukan, ciuman, atau bercengkrama dengan orang yang kau bilang, kamu mencintainya itu? Just it?! Hahaha .. Kamu munafik dan bodoh!

Cinta mempunyai makna yang dalam,bagiku. 
Cinta bukan sekedar jatuh cinta 
Cinta bukan sekedar "Aku mencintai kamu" 
Cinta bukan sekedar kamu menjanjikan setiamu, kamu menjanjikan kebahagiaan baginya, dan serinci janji yang kau katakan padanya 
Cinta bukan sebatas kamu memeluknya, bukan sebatas kalian memadu kasih lewat ciuman atau bercengkrama sebagai bukti kalian saling cinta.
BODOH! Cinta tidak segampang itu! Cinta tidak sesederhana itu! 
 
Lalu untuk kamu yang mengatakan kamu mencintai seseorang tapi kamu harus melepaskannya untuk kebahagiaannya atau whatever your reason, bagiku kamu munafik! 
Munafik! Munafik! Munafik!
Untuk semua orang yang mengatasnamakan cinta hanya untuk kesenangan sesaat, adalah orang yang munafik! Aku benci .. aku benci orang yang seperti itu!

Kamu bilang kamu mencintai dia, lalu mengapa kamu harus meninggalkannya? Itu bukan cinta tapi sebuah alasan untuk pergi dari orang tersebut seolah kamu tak pernah mencintainya dan bagiku itu munafik!

Karena yang kutahu, cinta itu membuat orang ingin memiliki, ingin menyentuh, ingin bersama bahkan sampai maut memisahkan mereka. Jadi terkutuklah orang-orang yang mengatasnamakan cinta demi kesenangan sesaat.
 

Jumat, 26 September 2014

Perpisahan (Mungkin) adalah Sebuah Awal


"Untuk setiap pertemuan pasti akan ada sebuah perpisahan." kata pepatah



Cepat atau lambat kamu juga akan mengalaminya. 

Entah kapan saat itu tiba .. 

Aku sudah mengalaminya. Aku sudah bertemu banyak orang, aku juga sudah cukup banyak mengalami perpisahan dengan orang-orang tersebut. 

Entah perpisahan dengan senyuman sekedar say Hallow, atau bahkan perpisahan dengan airmata. Tapi lebih banyak yang kualami adalah perpisahan dengan airmata.
Wajar kan, aku juga manusia biasa, aku punya hati yang bisa merasakan sakit ketika harus berpisah dengan orang-orang yang kusayangi.

Jika kamu bertanya kepadaku, "Apakah aku sudah pernah merasa benar-benar kehilangan saat harus berpisah dengan seseorang yang sangat kucintai?" Aku akan menjawab, "Iya, pernah." Aku takan memungkiri hal ini. 

Aku telah bertemu seseorang. 
Dia adalah seorang pria yang kucintai. 
Dia yang kupanggil lelaki-ku. 
Dia yang kepadanya kupastikan kesetiaanku, hanya untuknya seorang. 
Dia yang membuatku memilih menjatuhkan hatiku kepadanya. 
Dia yang membuatku menjatuhkan diriku dalam pelukan hangatnya, ia muara rinduku. 
Dia yang membuatku tersenyum, sedih, tertawa, menangis, marah, kesal, cemburu. 
Untuk pertama kalinya, aku memilih menyerahkan seluruh dariku untuknya.
Kepada pria itu, aku berjanji bahkan jika waktu terus berlalu, sekalipun kami berjauhan, sekalipun kami saling marah, takan pernah bisa merubah perasaanku terhadapnya. 

Lalu .. Perlahan-lahan seiring berjalannya waktu, kutemui kekecewaan. 
Harapan dan mimpi yang kubangun tiba-tiba sirna. 
Cukup banyak hal yang indah kubayangkan saat nanti dia menjadi pendamping hidupku. 
Namun hal indah itu berakhir pilu. 
Kutemui luka dihati. Kami bertengkar hebat, beradu mulut, saling mencaci, saling menghina, saling menyakiti. Semua berbeda dari yang dulu saat kami bertemu. 
Hubungan kami berakhir pilu. 
Aku menangis keras saat menyadari hubungan kami sudah tak bisa kami pertahankan, seperti janji kami dulu. 

Aku sudah sempat berjuang untuk mempertahankannya. 
Aku sudah cukup mengusahakan banyak hal untuk tetap bisa bersamanya. 
Tapi ternyata usahaku tak pernah punya nilai dimatanya. 
Apa yang kuperjuangkan itulah yang ia tengah abaikan. 
Sudah cukup banyak yang kukorbankan saat bersamanya dan agar bisa menjadi wanita terbaik baginya, tapi usaha yang kutempuh adalah kesia-siaan saja. 
Aku menangis dan sempat marah kepada Tuhan, mengapa Tuhan setegah ini kepadaku? Mengapa Tuhan membuat aku harus berpisah dengan pria yang kucintai? Mengapa Tuhan mempertemukan aku dengannya kemudian Tuhan membiarkan kami berpisah begitu saja? 
Hati mengalahkan logikaku sebagai wanita.
Aku sempat merengek hanya untuk mempertahankannya. 
Tapi bahkan tangisanku tak lagi membuat dia kembali kepadaku. 

Kemudian Tuhan mencoba mengetok pintu hatiku pelan-pelan, membuka mataku. Lalu baru kusadari jika perasaan yang tulus itu hanya aku yang memilikinya.
 
Setelah sekian lama berjuang dalam lika-liku hubungan ini, pernah mengalami putus-nyambung bahkan beberapa kali, pernah menangis bersama saat banyak kerikil yang terinjak dalam perjalanan kami, semuanya hanya adalah sia-sia dan sebuah kebohongan darinya (mungkin). 
Selama ini hanya aku yang berjuang bukan aku dan dia, bukan "Kita." 
Rasa sakit yang kutemui ialah rasa sesak didada. Serasa seperti udara yang kuhirup adalah udara kotor. 
Dia yang kuharapkan adalah masa depanku, dia yang kuinginkan tuk jadi lelaki-ku, tuk jadi pendamping hidupku dan menemaniku hingga ajalku, ternyata aku salah. Malah dia ingin lepas dariku, dia ingin pergi meninggalkanku sekalipun sudah kuusahakan agar dia menetap saja bersamaku. Tetap saja dia ingin pergi jauh dari hidupku dan meninggalkanku sendiri dengan rasa sakit akan cinta dan rindu yang sama besar kepadanya.
 
Well .. itu ceritaku. Cerita singkat tentang pertemuan dan perpisahan dengan pria kucintai.

***
 
Didalam hidup yang kita jalani, akan ada banyak orang yang datang lalu kemudian pergi. 
Ada yang datang hanya sekilas dihidup kita namun meninggalkan luka. 
Ada yang datang membawa bahagia sesaat lalu pergi menyisahkan kesedihan. 
Ada yang datang, sudah bersama kita tapi tak pernah kita sadari arti hadirnya lalu tiba-tiba saja ia menghilang seperti tak pernah ada. 
Ada banyak hal yang membuat seseorang datang .. Ada banyak alasan mengapa seseorang harus pergi. 

Jika kamu bahagia saat dipertemukan dengan seseorang, wajar.
Jika kamu sedih saat harus dipisahkan dengan seseorang itu pula, wajar.
Sebuah kewajaran jika kamu mengalami perasaan bahagia saat bertemu, dan merasa sedih saat berpisah. Semua orang pasti mengalaminya. 
Jika bertemu memiliki sebuah alasan, maka perpisahan juga demikian. 

Kecewa? Boleh saja. Tapi jangan karena kamu kecewa hingga membuatmu putus asa dan menghancurkan hidupmu sendiri apalagi sampai menghancurkan masa depan yang sedang menantimu diujung jalan sana.
Hei sayang .. ini hanya persimpangan dari jalan yang kau pilih. 
Tenanglah, sabarlah, kuatlah, dan yakinlah .. diujung jalan sana ada kebahagiaan besar yang menunggu seseorang sepertimu. 

Bumi yang kita pijaki ini bulat, dan terus berputar. 
Untuk setiap hal yang terjadi, akan ada waktunya. Mungkin ini belum waktunya untukmu.
Waktu yang pernah ada dulu, yang pernah menjadi sebuah kesia-siaan, lupakanlah!
Waktu yang dulu, biarkanlah ia menetap ditempatnya saja dan tak usah mengikutimu. 
Biarkanlah semua berlalu, hilang .. seperti perpisahan.
Tak perlu ditunggu, tak perlu dicari, tak perlu mundur kebelakang, tak perlu melihat kebelakang!
Move on! Move up! Move away! 
Biarkanlah masa lalu berlalu seiring berjalan waktu. Biarkanlah luka-luka yang pernah ada, sembuh seiring tawa yang selalu datang menghampirimu. Berbahagialah!

Aku sempat searching di google tentang pepatah pertemuan dan perpisahan
Aku menyukai beberapa kalimat yang ditulis oleh pemilik blog 'Dare to dream' 

Ini kutipan kalimatnya "Terkadang perpisahan adalah cara Tuhan untuk menyelamatkanmu dari orang yang tidak tepat." Aku kagum membaca kalimat ini, karena makna kalimatnya begitu dalam bagiku.

Mungkin benar jika perpisahan adalah cara Tuhan untuk memisahkan kita dengan orang yang tidak tepat. Tidak tepat .. Hm, mungkin maksudnya adalah orang yang tidak baik bagi kita. Jika memang begitu, bukankah lebih baik jika berpisah? Percuma juga jika kita memaksakan diri untuk bersama dengan seseorang yang sebenarnya sudah tidak ingin bersama kita, sudah meninggalkan kita. Resiko dalam hidup kita jika kita memaksakan kehendak untuk tetap bertahan adalah waktu. Waktu yang berharga hanya terbuang sia-sia. Waktu yang sebenarnya bisa kita gunakan untuk lebih memfokuskan diri kita meraih kesuksesan hanya sia-sia. 

Jika Tuhan membiarkanmu menerima rasa sakit yang sesak hingga membuatmu menangis bahkan berteriak seperti mau gila rasanya, yakinlah ada alasannya mengapa demikian. Semua adalah rencana Tuhan untuk hidup yang lebih baik bagimu karena Tuhan begitu sayang kepadamu. Tuhan ingin semua yang baik bagi hidupmu, termasuk cinta yang baik pula untukmu. 

Jika seseorang adalah orang yang tepat bagimu, baik bagimu, tentu saja dia takan meninggalkanmu. 
Namun jika dia meninggalkanmu berarti dia bukan orang yang tepat dan baik bagimu. Biarkan saja dia pergi!
Jika dia nanti kembali, pastikan jika dia telah berubah menjadi seseorang yang lebih baik dan tepat bagimu. Dia yang bertanggung jawab atasmu, dia yang mau berkomitmen bersamamu, dia yang takan mengkhianatimu, dia yang takan pernah lagi meninggalkanmu dan dia yang mencintaimu dalam kekuranganmu dan menjadikanmu wanita yang lebih baik dari hari-hari kemarin. 
Jika dia tidak kembali, ikhlaskanlah dia bersama seseorang yang dia pilih. Maafkanlah semua kesalahannya lalu lupakanlah masa lalu kalian. 

Mungkin maksud Tuhan untuk mempertemukan kalian berdua adalah untuk mengajarimu tentang sesuatu agar kamu menjadi seseorang yang lebih baik nanti saat bersama dengan seseorang yang lebih baik bagimu. 
Seperti kata pepatah, "Pertemuan adalah perpisahan yang tertunda. Jika berpisah, biarlah pelajaran disetiap pertemuan akan mendewasakanmu."
 
So, akhir dari sebuah perpisahan bukanlah akhir dari segala-galanya. Tetapi sebuah awal untuk lebih baik dari sebelumnya. Mungkin juga perpisahan adalah awal untuk mendapatkan seseorang yang lebih baik bagi kita.

*** 



dear kamu,

Terima kasih pernah datang dihidupku 
Terima kasih pernah menetap dihidupku 
Terima kasih untuk waktu yang lama, bersamaku 
Terima kasih untuk luka 
Terima kasih sudah datang lalu pergi 


Meski cintamu kepadaku tidak sama besarnya seperti cintaku kepadamu, tidak apa-apa. 
Setidaknya aku pernah mencintaimu dengan setulus hatiku.  
Setidaknya aku pernah berjuang untuk mempertahankanmu. 
Meski itu sia-sia. 

Aku tidak menyesal telah menjatuhkan hatiku kepadamu. 
Justru aku bahagia bahwa kamu pernah ada dihidupku, setidaknya pertemuan kita mengajariku sesuatu yang lebih berharga sehingga aku menjadi wanita yang lebih baik. 

Kesalahanmu sudah sejak lama aku maafkan meski mulutku berkata aku tak pernah memaafkannya. 
Kesalahanmu sudah sejak lama kulupakan meski hatiku tetap saja menyimpan lukanya.
Sekarang .. Pergilah! 
Pergi sesuka hatimu .. Pergi sesuka maumu .. Pergi sesuai keinginanmu ..
Kau sudah kuikhlaskan, kau sudah kumaafkan ..
Mungkin memang kamu lebih baik bersama wanita yang kau pilih, wanita yang kau cintai itu daripada bersamaku yang tak pernah memberimu semua yang kau mau seperti katamu.

                                                                                                for you 

*terima kasih untuk menjadi inspirasi tulisan saya*

Selasa, 23 September 2014

Kepada Kamu, Aku Jatuh .. Aku Patah


Jatuh cinta kepada kamu tidak pernah kusesali
Jatuh cinta kepada kamu tidak pernah kutangisi
Jatuh cinta kepada kamu tidak pernah ada alasannya mengapa harus kamu, aku pun tak tahu.

Cinta ..
Aku memilih menjatuhkan hatiku kepadamu
Bukan karena siapa kamu, tapi karena siapa aku saat bersamamu.
Aku tak perlu menjadi sosok yang bukan diriku saat bersama kamu.
Aku hanya perlu menjadi diriku sendiri.
Itu bukan suatu alasan mengapa harus kamu, tapi bagaimana menjelaskan adanya kamu di hidupku.

Aku bukannya menduakan Tuhan-ku karena aku mencintai sosok manusia seperti kamu
Aku bukannya menduakan pula sosok papa dan adik lelaki-ku karena mencintai lelaki seperti kamu
Aku benar-benar tulus mencintaimu, tanpa ada alasannya.

Cinta ..
Aku tak peduli masa lalu kamu
Aku tak peduli siapa kamu dulu saat bersama mantanmu
Aku hanya peduli kamu ada dihidupku, itu saja.



Lalu ..



Saat aku patah hati karena kamu,
Tidak pernah kusesali cintaku
Tidak pernah kusesali kejatuhanku
Tidak pernah tangisi cinta dan kejatuhanku kepadamu

Kamu tahu yang kutangisi? Aku menangisi waktu .. Aku menangisi kenangan .. Aku menangisi kepergianmu ..
Entah kenapa aku menangisi waktu.
Mungkin karena waktu yang sekian lama aku gunakan untuk mencintai kamu
Entah kenapa aku menangisi kenangan.
Mungkin karena kenangan yang telah mengukir kisah tentang kita
Entah kenapa aku menangisi kepergianmu.
Mungkin karena aku merasa takan pernah baik-baik saja tanpa ada kamu.

Hatiku ..
Kau tahu yang paling menyakiti hatiku adalah saat kau meninggalkanku sendiri, disaat aku benar-benar membutuhkanmu.
Kau tahu yang paling menyakiti hatiku adalah saat kau mengabaikanku, tak peduli kata-kataku, tak peduli airmataku.
Kau tahu aku terluka saat kamu pergi dan masih menyisahkan rindu dihati yang telah kau buat patah berkeping-keping.

Kepada kamu yang membuat aku jatuh dan patah,
Bahkan setelah sekian lama kamu meninggalkanku, aku masih cinta
Bahkan setelah sekian lama aku masih menyimpan rindu untukmu
Bahkan setelah sekian lama aku berusaha baik-baik saja, sebenarnya aku tak pernah baik-baik saja.
Bahkan setelah sekian lama aku tak menangis karena berusaha tegar menyimpan luka sendiri,
Aku masih tetap menangis saat kamu seolah tak peduli pada perasaanku lewat kata-katamu dan berbagai cara yang kau lakukan untuk menyakitiku entah kau sadari atau tidak.
Bahkan setelah sekian lama, aku masih menunggu kamu, disini.

Kepada kamu,
Aku memang tak pernah mengatakan aku masih cinta
Tapi siapapun yang melihat kedua mataku akan tahu ia masih menangkap sosok bayangmu
Aku memang tak pernah mengatakan aku sangat merindumu
Tapi siapapun yang menyadari hatiku akan tahu ia masih menyimpan rindu bahkan saat kamu sudah tidak menyimpan rindu untuknya.

Dalam rindu .. dalam hening kusadari aku takan mampu mengucapkannya lagi.
Karena aku tahu akan percuma mengatakannya jika kamu mengabaikannya
Mungkin ini satu kebodohan mengapa masih ada kamu.
Tapi aku tak pernah menyesalinya.
Aku memilih sendiri dan menyimpan luka didalam kenangan. Aku takan mengeluh karena ini pilihanku.

Kepada kamu, aku jatuh .. aku patah
Aku masih mencintaimu

Sabtu, 20 September 2014

Tentang Sebuah Luka


Sore ini aku menangis ..
Sore ini tangisanku bahkan lebih terasa pilu bagiku
Sore ini tangis yang kutahan sekian lama, ia tak mampu lagi kutahan.

Sore ini aku menangis,
Bukan seperti hari-hari yang biasanya.
Bukan karena aku merindukannya.

Sore ini aku menangis
Karena untuk waktu yang lama, telah kusia-siakan bertahan dan mencintai orang seperti dia.
Sore ini aku menangis
Karena untuk waktu yang lama, aku telah mencintai orang seperti dia.

Ini sakit, bahkan lebih sakit dari luka sebelumnya.
Sayatan yang sama ditempat yang sama.
Sayatan yang belum kering.
Sayatan yang bahkan lebih besar dari yang lama.

Mereka menyuruhku melepaskannya, melupakannya, meninggalkan semua yang pernah ada dan terjadi
Tapi semakin aku berusaha keras, semakin terasa sakit dan bahkan lebih sakit.

Sore ini .. biarkanlah saja aku menangis
Setidaknya dengan menangis, sedikit rasa lega ada meski tak semua rasa sakitku keluar.

Sore ini .. biarkanlah semua ikut tenggelam kembali bersama pulangnya matahari ke peraduaannya.


Tentang sebuah luka
Biarkanlah sore ini aku menangis.
Setidaknya besok aku kembali berpura-pura menjalani hidupku dengan baik, berbahagia dengan hidupku yang sebenarnya bertahan sendiri dengan luka.


Pembicaraan Aku dan Tuhan


Tuhan,
Engkau tahu hidupku
Engkau tahu jalanku
Engkau tahu penantianku
Engkau tahu hatiku
Engkau tahu harapku
Engkau tahu cinta dan rinduku

Engkau tahu kisah cintaku,
Tentang bagaimana aku mencintai seseorang,
Tentang bagaimana aku merindukan seseorang,
Tentang bagaimana aku membutuhkannya dan mengharapkan ia bersamaku.
Tentang bagaimana aku menunggunya.

Engkau tahu tentang perasaanku,
Engkau tahu tentang kejatuhanku,
Tentang betapa dalam terlukanya diriku.
Tentang betapa sakit luka itu mencabik-cabik diriku, lalu menembus jantungku dengan belati dan mengisi paru-paruku dengan carbondioksida.
Tuhan, Engkau tahu seberapa besarnya harapanku yang membuat aku kecewa.

Adilkah Tuhan?
Apa ini cara Tuhan untuk menghukumku?
Apa ini cara Tuhan untuk meninggalkanku?

Tuhan .. Tuhan .. Tuhan .. ini sakit. Hatiku sakit Tuhan dan Engkau dimana?
Berapa kali kalimat itu kuteriakan didalam hatiku kepada-Mu?
Berapa kali Engkau mendengarnya? Pernahkah Engkau merasa lelah mendengarnya?
Aku juga Tuhan.
Aku pun lelah.

Tuhan, aku lelah menunggu
Aku lelah untuk menangis
Aku lelah membodohi diriku sendiri untuk mencintai lelaki seperti dia
Aku lelah dengan hidupku sendiri.
Aku pernah sempat berpikir untuk menghancurkan diriku yang kotor ini
Tapi aku terlalu takut neraka
Neraka yang sudah kutemui di dunia ini, aku takut untuk menemuinya lagi disana.
Aku takut menyakiti kedua orang tuaku, adikku, keluarga besarku, sahabat-sahabatku dan well.. tiap dari mereka yang lain yang menyayangiku.
Aku takut mereka merasakan sakitnya hati karenaku.

Tapi Tuhan .. harus bagaimana aku menyembuhkan luka dihatiku?

Engkau tahu sudah berapa kali kucoba membuka hatiku, tapi aku tak bisa.
Engkau tahu aku sudah mencoba mencintai orang lain tapi aku tak bisa.
Aku sudah lelah menunggu dan mencintai orang yang sama hingga membuatku terus menangis mengingat semua kenangan yang pernah ada bertahun-tahun dimana aku membodohi diriku untuk bertahan mencintai lelaki seperti ia.

Tuhan sebenarnya aku pun ingin lepas dari ini karena dengan adanya ini, aku tahu bahwa dia tidak pernah mencintaiku, dia hanya memanfaatkanku. Tapi kenapa ini terasa sakit? Malah lebih sakit ..
Bahkan setelah sekian lama, aku masih tetap mencintai dia. Kenapa aku tak bisa membenci saja dia sebesar cintaku kepadanya? Tuhan ini adilkah bagiku?

Aku lelah ..
Aku sakit Tuhan ..
Disini, dihatiku

Jumat, 19 September 2014

CO2 HATI


Malam ini aku menangis 
Bukan karena kamu 
Tapi karena kebodohanku sendiri 
Kebodohan yang telah kugunakan sekian lama untuk hanya mencintai seseorang seperti kamu. 

Malam ini aku menangis 
Bukan karena aku merindukanmu 
Tapi aku merindukan kenangan sekian lama denganmu 
Kenangan yang membuat oksigen yang kuhirup seperti carbondioksida yang ingin kukeluarkan tapi sesak dan tak mampu keluar. 
Mungkin bukan karena tak mampu keluar, hanya saja aku yang memilih mengisi paru-paruku dengannya hingga rasa sakit di dada ini membuatku merasa hampir mati. 

Malam ini aku menulis, menuangkan sebagian isi hatiku disini 
Bukan karena aku ingin mengemis belaskasihan kamu atau siapapun yang membacanya! 
Dengan tegas kujelaskan, aku benci dikasihani! 
Tulisan ini hanya untuk menuangkan "Real feeling" yang kurasa. 
Dengan seperti ini kurasa rasa sakit yang semakin terasa berat karena sudah bertumpuk,  agak sedikit ringan. 

"Tuhan .. sebodohkah diriku hingga hanya mampu melihat seorang lelaki? 
Sebodoh itukah aku hanya mencintai satu lelaki?
Sebodoh itukah diriku membuat hatiku mati dan tak ada lelaki lain yang mampu membukanya kembali?
Tuhan aku lelah. 
Aku lelah menunggu, aku lelah mencintai, aku lelah menangis, aku lelah dan benar-benar sudah dipuncak kelelahan. 
Sulit sekali Tuhan kalau aku terus berpura-pura "Aku kuat" padahal sebenarnya tidak!
Aku lelah berpura-pura tertawa dan tersenyum dan bahkan tidak marah sementara hatiku bahkan sudah tak berbentuk, hatiku menangis dan hatiku seolah mati."

Aku mengulang ucapanku itu berkali-kali. 

Hei kamu .. 
Bahkan untuk merindukanmu saja aku tak bisa mengatakannya kepadamu? 
Bisa kamu tahu sakitnya? 
Bahkan untuk menangis saja didepanmu dan mengeluarkan tiap hal menyakitkan yang kusimpan saja aku belum mampu. 
Bisa kamu tahu sakitnya?
Bahkan untuk mengatakan aku mencintaimu dan berharap kamu menyesali semua rasa sakit yang kamu berikan untukku, aku belum siap. Lebih tepatnya aku terlalu takut. Takut untuk terluka untuk kesekian kali dari lelaki yang sama yaitu kamu.
Bisa kamu tahu sakitnya?

Kamu memang tak pernah tahu
Kamu bahkan tak peduli, mungkin 
Kamu memang tak bisa merasakan yang sama 
Kamu bahkan tak bisa baca sorot mataku. 
Bagaimana mungkin kamu mengerti kalau ini terlalu sakit bagiku?

Kamu tak tahu betapa aku mencintaimu lebih baik dari wanita manapun 
Kamu tak tahu aku tulus 
Mungkin aku kelihatan tak peduli padamu, emosiku labil dan tak bisa kutahan semuanya, aku bahkan bertindak seolah aku memang sudah tak mencintaimu. Tapi itu tidak benar!
Aku menghirup kembali dengan utuh carbondioksida yang membuatku sakit sendiri, membuatku menangis sendiri, membuatku seperti wanita gila menahan tangis dan teriak yang bahkan tak mampu kudengar bising teriakanku sendiri. 
Kamu memang tak peduli aku luka. Kamu tak mau tahu itu. 

Kamu tak tahu rasa sakit itu semakin lama semakin membuatku mati. 
Aku mati rasa terhadap diriku sendiri hingga melukai diriku sendiri. 
Aku mati rasa terhadap lelaki lain disekitarku. 
Aku bodoh!
Aku menangis tapi tak pernah mau orang melihatnya. 
Hatiku sakit tapi tak pernah ingi mereka tahu. 
Apalagi kamu .. 

Andai saja aku tak pernah sebodoh ini mencintaimu, mungkin aku bisa melepaskan diriku sendiri dari udara yang merusak paru-paruku.
 
 

Kamis, 18 September 2014

Ada Waktu Hati untuk Mati dan Hidup


Suatu saat nanti..
Semua akan ada pada waktunya.
Percaya atau tidak hidup kita ditandai dengan waktu.

Ada waktunya kita bahagia
Ada waktunya kita sedih
Ada waktunya kita tertawa
Ada waktunya kita menangis

Ada waktunya kita jatuh cinta
Ada waktunya kita patah hati
Ada waktunya kita merasakan utuh
Ada waktunya kita merasakan hampa

Lalu suatu saat nanti kan kita temui diujung jalan sana, sebuah kata "Mati"
Mati ialah suatu keadaan dimana kita tak lagi bisa bertemu dengan mereka yang kita sayangi; henti nafas; dan berbagai macam definisi tentang kematian.

Lalu entah bagaimana aku memikirkan ini, "Bagaimana dengan hati? Apakah hati bisa mati juga?"
Jawabanku, "Iya hati bisa mati."
Kenapa dan entah bagaimana aku bisa mengatakan bahwa hati juga bisa mati, tapi ini yang kurasakan. Aku merasa kosong dan hilang. Aku berada dalam sebuah kehampaan hati.

Untuk sekian lama aku menunggu, juga untuk kesekian kalinya aku berharap dia yang kucintai akan menyadari bahwa 'Aku cinta, aku butuh.' Tapi tak pernah ia datang. Jadi aku mulai lelah, aku mulai memilih menyimpan harapanku, menyimpan rasa sakitku sendiri.

Lalu semakin berjalannya waktu, aku mencoba membuka hatiku. Setidaknya untuk mengisi kehampaan yang sekian lama tak pernah tertempati. Tapi aku gagal .. Entah kenapa itu membuatku semakin terluka. Ternyata semakin keras kucoba tuk melupakan seseorang hanya akan berujung luka. Aku kecewa pada diriku sendiri. Aku mulai membenci diriku. Terkadang aku berpikir untuk memaki-maki diriku, "Bodohnya aku masih mencintai dia yang telah lama meninggalkanku."

Hati yang kucoba buka itu ternyata tidak bisa ditempati. Ia masih kosong tak berpenghuni. Ia seperti sebuah rumah kosong, tak terurus, tak tertata rapi, kotor dan kayu-kayunya rapuh.
Hati yang kucoba buka itu bahkan ia tak bisa merasakan sesuatu; Sesuatu yang dulu telah hilang .. Iya, hilang sekian lama.
Mungkin ini yang dinamakan mati; Kematian hati.

Maaf untuk mereka yang kubuat menerima harapan kosong.
Aku sendiri saja tak tahu bagaimana cara untuk kembali menjadi aku, seorang wanita yang mencintai seseorang dengan tulus tak peduli apapun. Aku sudah lupa, tepatnya seperti itu.
Mungkin ini belum saatnya saja.

Suatu saat nanti,
Akan ada waktunya ku menjatuhkan hati pada seseorang, tapi bukan untuk sekarang. 
Akan ada waktunya ku kembali tahu cara mencintai seseorang, tapi bukan untuk sekarang.
Sekarang waktunya hati menemui puncak lelahnya.

Sekarang aku memilih berlari sendiri, jatuh sendiri, sakit sendiri, diam sendiri. Pilihan itu ialah kesendirian.
Meski kesendirian akan membawaku dalam masa sepi dan kegalauan, ku akan tetap memilihnya.
Karena lebih baik bagiku untuk menyembuhkan luka dihati sendiri.

Suatu saat nanti hatiku akan hidup kembali !
Hatiku akan siap dicintai seseorang yang lebih baik dari kamu dan mencintai ia yang mencintaiku setulus hatinya tanpa alasan.


Selasa, 16 September 2014

OMONG KOSONG SETIA! (Jangan mengharapkan setia jika kamu tidak mampu setia)

Setia? 
Apa makna setia bagimu?
Mengapa harus setia? 
Mengapa kamu harus setia kepada lelaki yang bahkan tidak bisa menjaga hati dengan setia kepadamu? 
Mengapa harus ada kesetiaan? Mengapa hanya kamu yang bersusah payah menjaga hatimu disini sedangkan dia disana belum tentu melakukan hal yang sama? 
Mengapa kamu bahkan bersikeras bahwa setiamu mampu membuat hatinya bertekuk hanya pada seorang wanita, yaitu kamu? 

Bagiku omong kosong dengan yang namanya "Setia" ! 
 
Percuma kamu setia disini sedangkan dia disana sedang menikmati dunianya, sedang membagi cinta dengan seseorang yang lain. 
Percuma kamu berlelah untuk menjaga hatimu hanya untuknya tapi usahamu tak pernah berharga dimatanya. 
Percuma kamu memperjuangkan seseorang yang sering melukai hatimu, dengan memberikan hati dan cintanya kepada seseorang yang lain. 

Kamu harus sadar .. Dia tidak baik bagimu ! 
Berhenti membodohi dirimu sendiri ! Berhenti setia jika yang kamu setiakan tidak bisa setia pula kepadamu ! 

Bagiku omong kosong jika dia ingin kamu tetap mencintainya dan tetap setia kepadanya, sedangkan dia bahkan tidak mampu tulus mencintaimu dan tidak membagi cinta kepada yang lain. 

dear lelaki .. 
Ini hati. Kita semua memilikinya. 
Kalian pikir kalian saja yang mempunyai hati sedangkan wanita tidak? 
Kalian pikir kalian saja yang mempunyai hati lalu seenaknya membagi cinta dengan wanita yang lain? 
Kalian pikir kalian hebat jika kalian mempunyai dua atau lebih wanita yang menjalin tali asmara denganmu? Kalian salah!
Jangan pikir karena seorang wanita sangat mencintaimu jadi kalian bisa mempermainkan hatinya! Kalian adalah lelaki terbodoh yang menyia-nyiakan tulus cinta dari seorang wanita. 
Berhenti meminta seseorang setia jika kalian tidak bisa setia juga kepadanya! 
 
***

 dear wanita .. 
TINGALKAN lelaki yang tidak bisa setia kepada kalian!
Kalian memiliki anugerah dengan wajah yang cantik 
Kalian adalah mahakarya Tuhan yang sempurna sebagai istri dan ibu yang terberkati 
Kalian adalah wanita luar biasa karena hati kalian istimewa, 
menjadi rumah ternyaman bagi para lelaki. 
Kalian pantas berbahagia 
Masih banyak lelaki yang menghargai kalian dengan memperlakukan sebagaimana mestinya 
Tidak kasar, tidak membagi cinta, tidak berpura-pura cinta hanya untuk memanfaatkan tubuhmu untuk kepuasan lelaki semata! 
Kalian tidak pantas menunggu lelaki yang tidak bisa setia kepadamu 
 
 
*Jika nanti dia sudah berubah .. 
Barulah kalian pantas setia  


 

Pembalasan Hati


Jangan memandang remeh hati seseorang yang pernah terluka!
Kamu tidak tahu seberapa kuatnya dia akan bertahan diatas luka
Kamu bahkan tidak tahu dia bisa membalas lebih sakit, lebih dari yang kau pernah lakukan kepadanya.

Jangan pernah berusaha lebih menginjak hati seseorang yang telah kau hempaskan dulu
Karena kamu tidak akan tahu apa yang sanggup dia lakukan untuk membalasmu atau memilih mendiamkan sikap kekanak-kanakanmu.

Bukankah kamu yang lebih dulu?
Bukankah semua kamu yang hempaskan lebih dahulu, termasuk diriku juga kau hempaskan?
Bukankah kamu terlalu kekanak-kanakkan kalau mengatakan bahwa aku yang lebih dulu?
Pikir dan ingat lagi !

Apalah artinya dengan sedikit pemberontakan hati kepadamu?
Mungkin ini cara yang paling terbaik untuk membalas rasa sakit yang pernah dialami.

Kata orang, pembalasan terbaik untuk dia yang menyaktimu adalah dengan menjadi pribadi yang lebih baik ketika bersama seseorang yang mencintaimu dan memperjuangkanmu lebih dari dia yang kau cintai.

Senin, 15 September 2014

Ternyata Hanya Sebatas Itu


dear kamu 
                   lelaki kota istimewa Jogjakarta 

"Ternyata hanya sebatas itu .. ternyata .." 

Kamu tak tahu apa-apa 
Kamu tak tahu sulitnya menunggu 
Kamu tak tahu sakitnya bertahan dalam ketidakpastian 
Kamu tak tahu lelahnya ditanya tentang kita, siapakah aku dimatamu? 

Kamu tak tahu apa-apa 
Kamu tak tahu hatiku hampa saat kamu bahkan tak memberi kejelasan artiku bagimu 
Kamu tak tahu hatiku rapuh saat harus berpura-pura tertawa meski hatiku menangis 
Kamu tak tahu cintaku tulus kepadamu 
Kamu tak tahu seberapa kuatnya aku mencintamu dan bertahan dengan setia kepadamu. 
 
Lalu sekarang dengan mudah kamu menyuruhku berhenti, karena ada dia dihidupku padahal kau pun ada dia dihidupmu.
Kamu tak tahu sakitnya hatiku membaca kata-kata yang kamu kirimkan kepadaku 
Kamu bahkan tak tahu aku menunggumu dan sedang mengujimu
Ternyata hanya sebatas itu .. 
 
Kamu bahkan tak mencoba memahami hatiku 
Kamu bahkan tak mencoba membaca pikiranku 
Kamu bahkan tak melihat tangis yang kutahan dikedua bola mataku 
Kamu bahkan tak tahu hatiku sedang mencoba berbicara denganmu 
Kamu tak tahu apa-apa 
Sungguh hanya sebatas itu cintamu .. 

Tapi terima kasih untuk keegoisan ini 
Terima kasih sudah menjadikanku pelarian cintamu
Terima kasih sudah menjadikanku orang ketigaa 
Ternyata sebatas itu cinta yang kau bilang, 
dan ternyata aku hanya sebatas persinggahan sementara bagimu

Minggu, 14 September 2014

Biarkanku Lukis Wajahmu di Memoriku


Untuk sekian lama aku menunggu 
Tiada hari tanpa penantian
Sepi masih kurasa saat kamu tak ada disini menemaniku 

Untuk setiap hembusan angin 
Selalu saja membuat mataku berkaca-kaca 
Kadang tangis tak mampu kutahan lagi 

Dimana? Sedang apa? Bersama siapa? 
Entah pertanyaan itu sudah berapa ratusan kali keluar dari mulutku.. 
Aku sendiri tak tahu 
 
Sebenarnya banyak kata yang ingin kubicarakan denganmu 
Tapi otakku memaksaku untuk berpikir keras dan itu semakin menyakiti hatiku 
Kenyataan bahwa kamu tak lagi ada disini 
Kamu bukan lagi milikku 
 
Kekasih yang jauh disana 
Kekasih yang dulu pernah ada dihatiku dan merebut posisi pertama ditempat itu 
Kekasih yang tak kutahu kamu berada dimana 
Mungkin kamu bisa saja tidak lagi mencintaiku, 
Tidak lagi menungguku, tidak lagi merindukanku, tidak lagi mengingatku,
Tapi biarkan aku melukis wajahmu di memoriku 
Biarkan aku mengingat tiap kenangan bersama kamu 
Meski ini menyakitiku tapi lebih baik begini, 
Merindukanmu dalam tangis 

Minggu, 07 September 2014

Pengakuan Rindu


Damn! I miss you so much .. 

Merindukanmu dan merindukan kenangan kita yang pernah ada membuat aku menangis 
Selalu saja ada airmata saat menatap sesuatu yang masih mengingatkanku tentang kamu 
Selalu saja ada airmata saat mendengar lagu yang mengingatkanku tentang kamu 
Selalu saja ada airmata saat mereka mengatakan setumpuk kalimat tentang kamu 

Aku benci jika perasaan ini selalu ada! 

Aku menangis menahan sakit dihati 
Aku menangis karena rindu 
Aku menangis karena masih mencintaimu, dan bahkan itu lebih menyakitkan dari apapun. 
Aku menangis dan kau tahu, ini membuatku muak karena aku seperti hampir mati tapi cintaku tidak pernah mati untukmu. Ia masih tersimpan rapi jauh didalam lubuk hatiku.
 
Mulutku mungkin saja menyangkal bahwa masih mencintaimu, tapi hatiku tidak bisa. 
 
Hei kamu yang punya hatiku, 
Kau tahu .. ini menyakitkan saat aku tak bisa lagi berbicara denganmu, saat aku tak lagi bisa mendengar suaramu, saat aku tak bisa bermanja dan berkeluh kesah padamu, saat aku tak lagi bisa menceritkan beberapa hal yang kulalui, saat aku tak bisa mendapatkan ucapan mesra dan kecupan sayang darimu. 
Kau tahu .. ini menyakitkan karena aku merindukanmu, 
Tapi rinduku tak kesampaian padamu lagi, tak sama seperti dulu saat kau ada, 
dan yang paling membuatku menjadi wanita "cengeng" adalah karena aku tahu sosok yang kurindu itu bukan lagi milikku.


Kamis, 04 September 2014

Kata 'Maaf' BUKAN "Rumus' - Masih Sulitkah?


"Maaf"
Mengapa kata itu sulit sekali untuk kamu ucapkan?
Apakah kata maaf itu seperti satu rumus yang tak dapat kamu pecahkan?
Apakah dengan meminta maaf akan menurunkan harga dirimu?
Mungkinkah ego-mu begitu tinggi hingga demi dan untuk seseorang yang kamu sayang masih sulit juga untuk diucapkan, "Aku minta maaf," sulit?

Kata maaf itu bukan matematika yang menggunakan rumus segitiga untuk memecahkan soal yang menanyakan luas segitiga, misalnya!
Kata maaf itu bukan fisika yang menggunakan rumus kecepatan untuk memecahkan soal berapa kecepatan suatu bola dari titik A ke titik B, misalnya!
Kata maaf itu bukan kimia yang menggunakan rumus untuk mencampur bahan A ke B dan menjadi C, misalnya saja begitu.

Hei kamu .. Kata maaf itu bukan rumus.
Kata "Maaf" sebenarnya adalah kata yang paling simple dari segala kata. Sederhananya, kata maaf hanya terdiri dari empat huruf, M-A-A-F. Ini bahkan lebih simple dari kata "Sayang" yang biasanya kamu umbarkan kepada siapa saja. Coba saja kamu mengeja hurufnya!
Hei kamu, bahkan anak sekolah dasar saja tahu cara untuk meminta maaf.

Coba pikirkan ini .. Seorang anak kecil ketika nakal dan dimarahi ibunya, bahkan bisa mengatakan dengan lembutnya, "Mama saya minta maaf." Itu saja bisa diucapkan oleh anak kecil yang bahkan belum bersekolah. Lalu kamu yang sudah bersekolah bahkan sampai setingkat ini, apakah kata "Maaf" itu sulit? Sesulit itukah untuk meminta maaf?

Minta maaf itu tidak menurunkan harga dirimu! Justru kamu yang meninggikan dirimu sendiri demi kata maaf yang takan kamu ucapkan bahkan saat kamu tahu kamu salah atau bahkan iu demi seseorang yang kamu sayangi! THINK AGAIN..

Tentang Masa Lalu yang Masih Kutahan Sakitnya Sendiri

 
Entah kenapa aku ingin saja menulis kembali tentang masa laluku 
Entah kenapa hari ini aku kembali teringat tentangnya 
Entah kenapa tiap aku melihat sekitarku, mataku masih mampu menangkap bayangnya 
Entah kenapa aku memikirkannya. 
Entahlah ..

Untuk sesaat aku tak sadar aku menggigit kuku jari tanganku sendiri. 
Pikiranku gelisah .. Hatiku sedih .. 
Hilang, iya mungkin kata itu lebih tepat menggambarkan isi hatiku. 
Aku merasa ada yang kosong, 
Aku merasa hilang arah, 
Aku tak punya tujuan seperti dulu. Bahkan jika aku masih punya tujuan tapi tujuan itu tak sama lagi seperti dulu. Maksudku tujuan yang selalu mampu bisa memberi warna dikehidupanku, tujuan yang bahkan dalam sehari bisa membuat kupu-kupu berterbangan diperutku sekaligus bisa membuatku merasa seperti ada belati yang menancap dijantungku. Kini tak lagi sama .. 

"Hadirmu hanya sekilas dihidupku namun meninggalkan luka tak terhapus oleh waktu. 
Tertawa hanya tuk tenangkan jiwa namun yang kurasa hampa semua hilang tak tersisa. 

Reff : 
Bayangkan .. Rasakan .. 
Bila semua berbalik kepadamu. 
Bayangkan .. Rasakan .. 
Bila kelak kau yang jadi diriku. 

Terdiam ditengah heningnya malam mencoba tuk memaafkan dan lupakan kesedihan. 
Maaf sangat sulit kau ucapkan, selalu ada pembenaran atas hal yang kau lakukan.*reff"

Lagu ini mengingatkanku .. 
Lagu ini bukan hanya mampu membelah pelindungku, yang kupikir kokoh
Lagu ini mampu memecah keceriaanku menjadi tangisku. 

Aku menangis diam-diam dalam hati setiap mendengar lagu ini, 
Bahkan disela kesibukkanku, 
Bahkan disela keceriaanku, tawaku, senyumku .. Aku menahan semuanya disini, dihatiku. 
Bagiku lebih baik aku menahan sakitku, menahan airmataku, berusaha untuk tak menangis didepan mereka, apalagi sampai ada yang mendapatiku sedang menangis. Aku berusaha sekokoh mungkin. 
Ini yang menyebabkan hatiku luka .. Hatiku sakit .. Hatiku berteriak .. Hatiku menangis. 

Aku terluka karena cinta .. Cinta yang terlalu dalam kepadanya. 
Aku terluka karena begitu mencintainya dengan rasa yang tulus. 
Sehingga akhirnya hatiku mau disembuhkan bagaimana pun, tetap saja luka. Seperti lirik lagu ini. 

Dia itu masa laluku, 
Dia yang hadir pernah sempat bertahan menahun denganku, namun dia juga yang membuatku luka sampai detik ini. 
Entah ini luka karena cintaku saja atau juga karena harapanku yang kususun bertahun-tahun dengannya tiba-tiba hancur begitu saja tanpa sedikit perjuangan darinya untukku, setidaknya untuk kami. Mungkin aku kecewa pada diriku sendiri, kecewa pada harapanku yang terlalu dalam juga hingga sampai saat ini aku masih terluka oleh dia. 

Mungkin aku termasuk orang yang bodoh .. 
Entah bodoh karena mencintai seseorang dengan begitu tulus dan dalam. 
Entah bodoh karena menahan sakit sendirian, 
ataukah bodoh karena diriku sendiri. 

Hai masa laluku .. 
Andai kau yang jadi diriku, apakah kau masih sanggup menahan sakit ini? 

Kuakui sebenarnya aku tak mampu. Aku hanya bertindak seolah aku mampu menahan rasa sakit dari masa laluku sendirian. Bahkan hingga kakiku goyah, tanganku gemetar, tetap akan kutahan sakitnya sendiri. 
Lalu kau takan pernah tahu sampai dimana kemampuanku bisa menahan semuanya sendiri meski tanpa hadirmu .. meski luka, meski hilang, meski hancur, meski menangis. Aku masih tak masalah. 

Andai saja kau tahu isi hatiku kepadamu .. 


Selasa, 02 September 2014

Utaran Hati kepada Engkau, Pemilik Nafasku

Tuhan .. 
Apa ini cobaan yang Engkau berikan lagi kepadaku? Kepada kedua orang tuaku? Keluargaku?
Harus berapa lama lagi Tuhan? 
Harus berapa lama lagi Engkau meninggalkanku, sendiri? 

Aku menangis, aku berteriak, aku bersungut-sungut, aku mengeluh, bahkan aku membuat suatu bentuk perlawananku. Aku yang semula adalah anak yang selalu taat menjalankan ibadah, tak pernah sedikitpun aku absen dari Gereja atau kegiatan rohani atau berdoa sendiri di dalam kamar, aku malah berubah menjadi sosok yang bahkan tak kukenal lagi .. Apakah ini aku? Iya ini Aku. 

Tuhan, aku marah! Engkau pasti tahu itu. 
Tuhan, aku kesal! Engkau juga tahu itu. 
Aku sedih dan Tuhan, Engkau lebih mengetahui itu.

Ada perlawanan diriku yang kubuat berlawanan dengan kata hatiku. Aku mendengar hatiku berbisik, berulang kali mengetuk pintu untuk kubukakan. Aku tahu dengan jelas Engkau Tuhan yang sedang mencoba berbicara kepadaku lagi seperti dulu. Aku tahu .. Tapi untuk apa Engkau mencoba berbicara denganku tapi saat aku benar-benar membutuhkan-Mu, kulihat Engkau hanya diam. 

Aku menangis dan berteriak berulang kali 
Aku bertanya-tanya dimanakah Engkau? Kenapa Engkau meninggalkanku? 
Aku lelah Tuhan .. Aku lelah Engkau uji imanku, Engkau uji cintaku .. Kepada-Mu. 
Sedangkan Engkau tahu hatiku dengan baik. 
Engkau tahu aku membutuhkan pertolongan-Mu tapi Engkau tak ada seperti dulu lagi. Aku merasa sendiri Tuhan. 

Entah sejak kapan aku merasakannya, 
tapi jelasnya aku sendiri. 

Tuhan jika memang Engkau memarahiku, hukum saja aku, sadarkan saja Aku. Tapi bisakah Engkau tak menguji kedua orang tuaku pula? 
Mengapa Engkau juga meninggalkan keluargaku? 
Adakah Engkau mendengar tangisan dan permintaan kedua orang tuaku? 
Engkau tahu dengan baik hatiku begitu menyayangi mereka berdua. Jadi apakah harus Engkau juga menguji iman dan cinta mereka kepada-Mu? 

Tuhan aku lelah dengan kondisi seperti ini, 
Kondisi dimana aku merasa sepi meski banyak yang menemaniku, banyak yang mendukungku. 
Tuhan aku merasa Engkau tak pernah menjawab permintaanku, meski aku tak pernah absen untuk memuji Kemuliaan-Mu dari hatiku. Ah, aku merasa Engkau meninggalkanku bahkan disaat kritis, di titik terendah hidupku Engkau tak menjawabku. Engkau terdiam. Oh Tuhan, harus berapa lama lagi aku menunggu? Harus berapa lama lagi Engkau meninggalkanku? Harus berapa lama cobaan ini? Bisakah Engkau menyudahi saja semua ini? Aku lelah. 

Mungkin ini sebentuk pengakuanku terhadap-Mu, Tuhan. Engkau tahu aku begitu mencintai-Mu tapi aku merasa sendiri saat doaku seperti tak terjawab.