one day, you will know ..

Kamis, 27 Maret 2014

Aku Harus Membiarkan Rindu Menikmati Sakitnya Tanpa Kamu Tahu


Aku berharap hujan turun deras, 
agar aku bisa menangis .. tanpa ada satupun yang mendengar tangisanku. 
Aku berharap angin yang berhembus, 
bisa menyampaikan kepadamu .. betapa aku merindukanmu. 

Satu hal yang tidak pernah kamu tahu, 
setiap kali kumengingatmu dan jalan cerita kita membawaku terhanyut didalam satu lamunan yang tinggi dan aku tidak ingin lamunanku berhenti tanpa arti, setiap kali seperti itu aku harus menangis. 

Aku ingin sekali menyapamu .. namun aku terlalu takut bila aku kembali mengharapkanmu. 
Aku takut bilamana aku sudah berharap kepadamu dan rasa itu terlalu tinggi sehingga saat kamu kembali mengabaikanku, aku harus merasa telah terjatuh dan kau tahu, ketika seseorang terjatuh itu sakit. 
Aku ingin sekali menanyakan kabarmu, sedang apa kamu, bersama siapa kamu, dimana kamu, dan sederetan pertanyaan yang sudah lama .. ya, lama sekali tak pernah kutanyakan kepadamu. Tapi aku terlalu malu menanyakannya, bahkan untuk mempunyai keberanian untuk menelponmu dan menyebut namamu didalam pesan singkat pun aku tak punya itu.
Mungkin ini juga termasuk ego, ya keegoisanku sendiri tidak punya satu kemampuan untuk mempertahankanmu padahal aku cinta. Mungkin pula karena ego sebagai perempuan yang membuat aku berpikir bahwa seharusnya seorang laki-laki yang datang menyapaku, atau mempertahankanku .. ya kira-kira seperti itu. Semuanya ini tentang ego yang mungkin saja menjadi tembok antara aku dan kamu. 

Bagaimana caranya untuk agar kau mengerti bahwa aku rindu? 
Bagaimana caranya untuk agar kau mengerti bahwa aku cinta? 
Masihkah mungkin hatimu berkenaan menerima hatiku untukmu? 
Cintaku sedalam samudera, setinggi langit diangkasa kepadamu. 
Cintaku sebesar dunia, seluas jagat raya ini kepadamu. 

Hei lagu ini tepat untukmu "Cinta mati voc. Agnes Monica ft Dhani Ahmad" 

Aku ingin sekali mengatakan "Sayang, aku rindu kamu. Sayang, aku butuh kamu. Sayang, aku cinta kamu." Huh .. bagaimana harusnya aku menyampaikan kata-kata itu? sementara kamu mungkin tidak peduli lagi. Dari terakhir kali kalimat yang kuingat keluar dari bibirmu, yang kau ungkapkan lewat suara yang terbentuk indah ditelingaku namun menyakitkan saat mendengarnya adalah kamu sudah lelah, kamu sudah bosan denganku, kamu sudah berada disatu titik kejenuhan berada disekitarku, bersamaku menjalin hubungan yang aku terlalu memaksakannya. Dari yang kumengerti saat itu, iya kamu sudah jenuh karena satu keterpaksaan emosional darimu. Mungkin saja kamu sudah tak cinta, mungkin saja kamu sudah lupa, mugkin saja kamu tidak peduli lagi tentang aku, tentang kita, dan jalan cerita kita namun aku yang terlalu memaksamu untuk tinggal bersamaku. 

Ingin mengatakan rindu, butuh dan cinta tapi aku hanya terlalu takut untuk mencintaimu, mencintai laki-laki yang mungkin saja sudah meninggalkanku sejak lama tanpa kusadari dengan baik. Aku takut terluka karena terlalu berharap, karena terlalu menginginkanmu dan mencarimu setiap kali kurindu lalu mencintaimu terlalu dalam mungkin lebih dalam dari sebelumnya. 

Memang aku merindukanmu! 
Tidak dapat kupungkiri hal itu .. Sakitnya aku jika membohongi hatiku sendiri. Jadi aku takan mengingkari bahwa ya memang aku merindukanmu, benar adanya begitu. 
Namun daripada harus mendengar hal yang tidak mampu kudengar yang jauh dari harapanku, lebih baik aku begini, merindukanmu dalam keheninganku, merindukanmu tanpa kamu tahu, dan sendiri menahan sakit yang sebenarnya sudah tidak mampu kutahan sendiri saat kamu meninggalkanku. Biarlah semua begini adanya .. karena kutahu itu yang terbaik bagimu daripada harus bersamaku yang membuat semua yang kamu lakukan adalah paksaan. 

                                                                            dengan rindu,
                                                                                @ichaKeljombar      

Minggu, 23 Maret 2014

Perihal "CINTA"



L.O.V.E isn't fucking easy..
 
 Perihal cinta .. banyak definisi cinta diluar sana. Kata orang, "Cinta itu adalah bagaimana kamu menjaga hatimu meski seseorang yang kamu cintai itu telah dimiliki oleh orang lain." Definisi ini yang paling aku sukai, entahlah .. sepertinya tiap kalimatnya mempunyai makna yang berarti karena tepat mengena pada hatiku.

Cinta yang membuat bahagia adalah ketika kamu dan dia seperti dua orang aneh yang jatuh cinta, dua orang bodoh yang saling mencintai sehingga tak mampu melihat ada yang lain. Cinta itu seperti saat kalian sama-sama saling menemukan, dan memutuskan untuk berhenti mencari peluang yang lain yang mungkin saja lebih baik. Cinta itu adalah ketika kalian mulai lupa untuk berpisah. Ia yang membuat kalian saling merindukan, saling mendoakan, saling membahagiakan, saling menutupi tiap kekurangan dengan kelebihan kalian, saling memaafkan ketika ada masalah, tak mempedulikan masa lalu kalian dan memprioritaskan masa kini kalian dan masa depan kalian bersama. Cinta itu tidak perlu ada kata tanya. Ketika kamu jatuh cinta, kamu merasa seperti logika jauh dari harapan dan tidak realistis, tapi pada kenyataannya cinta membuat kamu merasakan keindahan yang membuat tiap degub jantung seolah memanggil nama seseorang yang kamu cintai. Cinta seolah menjadi nafasmu saat kamu benar-benar mencintai seseorang. 

Cinta adalah bagaimana kalian menghabiskan tiap waktu kalian bersama, entah itu menangis bersama, tertawa bersama, bahagia bersama atau sederetan waktu yang kalian punya. Jika jarak dan waktu memisahkan kalian pun bukankah cinta masih bisa mengeratkan kalian? Cinta tak peduli seberapa jauhnya ribuan kilometer jarak kalian terpisah atau waktu yang menghalangi sehingga kalian hanya bisa saling bersua melepaskan tiap rindu yang tertumpuk dihati dengan sebutan "Kadang-kadang." Cinta adalah bagaimana kalian jauh namun masih tetap menyimpan satu nama dihati dan berusaha menunggu waktu yang tepat untuk menyatukan kalian bersama kembali menikmati tiap waktu. 

Cinta memang seringkali menghadirkan bahagia, namun tak jarang juga mendatangkan luka. Luka yang dalam ketika kamu mulai mencintai seseorang terlanjur terlalu dalam dan dia memberi kamu luka yang membuat kamu menangis. Pertanyaannya, "Apakah itu masih disebut sebagai cinta meski terluka?" Jujur saja aku merenungkan pertanyaan ini ditiap waktu. Mengapa kita harus mencintai seseorang yang justru membuat kita terluka? Aku tak tahu bagaimana menjabarkan jawabanku. Tapi hei .. aku pribadi pernah mencintai seseorang bahkan terlalu dalam mencintainya, pernah menangis bahkan berkali-kali entah itu karena pikiranku sendiri tentangnya atau memang dia yang membuat aku menangis dengan sikapnya maksudku pengabaiannya karena secara naluriah seorang cewek, cewek itu sangat benci ketika dia diabaikan, dicueki dan sejenisnya. Aku pernah terluka, bukan sekali tapi bisa dikatakan berulang kali hanya karena cintaku yang terlalu dalam sehingga aku menjadi paranoid, takut kalau aku kehilangannya sehingga sering menyudutkannya dengan berbagai pertanyaan atau permintaan yang tak ada kata hentinya. Sering aku menjadi kekanak-kanakkan karena begini dan begitu. Masih banyak hal yang tak mungkin juga aku jabarkan secara rinci satu per satu. Dari setiap kesalahan yang dibuatnya, selalu ada maaf dariku. Secara logika, aku pun merasa heran dengan diriku yang bahkan mampu memaafkan seseorang meski sudah sangat tersakiti olehnya tapi berulangkali aku mencoba memikirkannya mungkin ini yang namanya cinta. Meski seseorang yang kita cintai membuat kita terluka, sesakit apapun itu selalu ada kata maaf baginya. Karena cinta itu bukan cuma perkara aku sayang kamu, aku merindukanmu, aku membutuhkanmu, dan sederetan aku terhadap kamu! Tapi cinta juga soal pemaafan bagi dia yang kita cintai. 
 
 

Senin, 10 Maret 2014

Broken Heart


Aku wanitamu!
Kupikir masih demikian tepatnya sosokku didalam kehidupanmu.

Kupikir kamu seseorang yang kupertahankan, yang sampai detik ini masih kuharapkan jadi lelaki masa depanku ialah sama denganmu mempertahankanku.
Kupikir harapanku tentang kita adalah satu harapan yang kan indah hingga akhir cerita.
Kupikir jalinan kasih yang terjalin bertahun-tahun denganmu kokoh seperti harapanku.
Kupikir kita semakin ada dalam suatu hubungan yang lama, tentu akan lebih saling mengenal satu sama lain, tentu akan saling mengerti ataupun memahami, tentu akan lebih saling mencintai lebih dari yang sebelumnya, yang pernah kita lalui bersama.
Kupikir .. hanya orang-orang yang tak lalui labirin dan lorong masalah seperti kita sajalah yang mungkin kan menemukan satu titik kejenuhan karena tak tahu betapa sulitnya menemukan seseorang yang benar-benar kita cintai.
Kupikir aku masih berarti, kupikir aku masih menjadi prioritas dan tujuan hidupmu, kupikir akulah masa depanmu.
Ternyata aku salah! Aku bukan siapa-siapa dan takan pernah jadi seseorang yang ingin kamu miliki hingga hembusan nafas terakhirmu nanti.

Aku pikir kita baik-baik saja, setelah melalui beberapa hal sulit dan sama sekali tidak menyenangkan.
Ternyata aku salah .. semuanya hanya terpaku pada pikiranku semata, bukan apa yang dipikirkan otakmu dan diinginkan hatimu.

Aku tersenyum miris menatap bayangan diriku yang terpantul dikaca.
Begitu bodohnyakah aku hingga aku harus menyerahkan segala yang kupunya lalu akhirnya menuai kekecewaan?
Kamu lelaki yang kucintai seiring kepergianmu, kamu bawa hatiku yang telah kamu curi dan kamu ukir kejahatan sejati yang melekat erat pada jiwaku.
Kamu pergi dan meninggalkan pedih menyisakan perih dihatiku. Kamu datang lalu pergi seenak hati membuat dua sisi dihatiku terbelah.
Aku bertahan meski kutahu kamu tak lagi kamu yang dulu kukenal, yang dulu sangat menyayangiku dan bertahan denganku dalam kondisi apapun. Namun kamu tahu .. ini menyakitkan saat aku sadar aku bertahan dalam simpul keikhlasan yang bahkan logikapun seolah tak mengenalku.
Aku bertahan sendiri disini sedang bayang tentangmu terus menyiksaku.

Mereka bilang, aku menyiksa diriku sendiri, aku menyakiti hatiku sendiri, sedangkan diriku sama sekali tak sadar aku tengah terus menyakiti diriku dan hatiku karena yang kutahu ialah hanya ingin denganmu.

Bagaimana mungkin aku bisa menyingkirkanmu dari otakku?
Bagaimana mungkin aku bisa menghapusmu dari hatiku?
Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan kenangan kita, yang jejaknya hampir samar-samar olehku namun tetap kuikuti?
Sementara dihatiku tak mampu mempunyai ruang lebih untuk mengikhlaskan kepergianmu.

Tak ada kata habisnya tuk membuat aku tidak untuk berpikir keras tentangmu.
Salahkah aku melebih-lebihkan tentang kamu yang kuanggap milikku seutuhnya?
Kamu .. tak bisakah kamu mendengarkan hatiku?
Kamu .. tak bisakah kamu mengerti aku terluka?
Kamu .. tak bisahkah kamu pahami dan menyadari apa yang telah aku berikan kepadamu bahkan mungkin melebihi kemampuan seorang bidadari yang memberikannya kepadamu.

Kamu tak pernah sedikitpun mengerti aku luka. Mungkin memang aku harus merelakan meski itu pahit bagiku sekaligus menutup semua harapanku untuk hidup.

Selasa, 04 Maret 2014

Kita Bukan Lagi Kita - "Kita Saling Melukai dan Lupa Cara Membahagiakan"


Aku .. Kamu .. Kita .. 
Kita bukan lagi dua orang yang saling mencintai seperti kita yang dulu, seperti kita yang bodoh karena saling mencintai, seperti kita yang menangis karena saling merindukan dan saat kita menghadapi labirin-labirin yang kusebut sebagai masalah. 
Kita bukan lagi dua orang yang saling mendoakan saat kita tahu waktu dan jarak semakin menguji kemampuan cinta kita untuk bertahan. Kita bukan lagi dua orang yang menghargai betapa berharganya waktu bersama, saling mengisi, saling memberi, saling menerima, saling memeluk dan pada akhirnya semakin lama, semakin saling mencintai. Kita bukan lagi dua orang yang saling tertawa bersama saat salah satu dari kita melakukan kebodohan atau kelucuan yang membuat kita semakin tertarik untuk tetap bersama. 

Kita bukan lagi kita yang dulu! 

Kita seperti saling melukai .. 
Kita seperti lupa dengan diri kita, yang mana saat kita membangun cinta ini. Kita seperti lupa dengan kenangan, janji dan komitmen kita. Kita seperti lupa akan cinta kita, cinta yang membuat kita selama ini bertahan melalui labirin masalah yang menguji kita. Terlebih lagi, kita mulai lupa tentang waktu dan jarak yang membuat kita ada disuatu roda dimana saat kita diatas, kita menikmati tiap detik kebahagian bersama, lalu kemudian kita terjatuh dan menangis bersama tapi ternyata kita masih mampu untuk bertahan. 
Kita sudah lupa bagaimana kita dulu pernah saling membahagiakan. 
Kita sudah lupa bagaimana kita dulu pernah membuat banyak orang iri dan cemburu melihat cinta dan kebersamaan kita yang tak mampu dikalahkan waktu dan jarak. 

Sangat buruk bagi kita saat semua tak lagi sama! 

Tentu saja kita terluka, saat kita mengharapkan seseorang yang tengah kita pertahankan namun semua sirna saat waktu dan jarak membuat kita sama-sama bertemu pada satu titik, jenuh. 
Tentu saja kita terluka, saat harapan kita pada hubungan kita yang kita yakini kokoh ternyata tidak sekokoh apa yang kita harapkan, tidak sekokoh apa yang kita banggakan. Semuanya berada pada titik terbawah saat waktu dan jarak menguji kita dengan masalah dan kita sama-sama menghadapinya dengan keras kepalanya kita tepatnya keegoisan kita yang menjadi tembok penghalang antara kita. 
Tentu saja kita terluka, saat benih-benih cinta yang telah kita tanam bertahun-tahun dan saat kita berpikir kalau kita sudah saling saling mengerti, semua berbalik menjadi kita sulit mendahulukan siapa yang terlebih dulu dipahami. 
Tentu saja kita terluka, saat masalah yang tengah kita hadapi tak bisa diselesaikan dan seolah malah menyingkirkan semua kenangan saat kita tersenyum bersama, tertawa bersama, menangis bersama, dan tentang segala waktu yang kita lakukan bersama, dengan sebuah harapan yang mana kita sama-sama ingin saling melupakan. 
Tentu saja kita terluka, saat janji kita untuk saling menunggu ternyata kalah saat masalah menggores hati yang dulunya telah kita sepakati untuk bersabar. 
Tentu saja kita terluka, saat kepercayaan dan kesetiaan kita yang kita genggam ternyata sirna saat jarak membuat orang lain masuk dalam hubungan kita. 

Oh .. tolong jangan bertanya siapa yang memulai semua ini. Aku? Kamu? Tidak! Jangan pernah bertanya tentang keakuan atau kekamuan. Semua jawaban bermuara hanya pada kita.

Tentu saja kita terluka! 
Bertahun-tahun kita bersama, 
Bertahun-tahun kita membangun rumah yang kusebut cinta, 
Bertahun-tahun kita saling memperjuangkan satu sama lain, 
Bertahun-tahun kita melukiskan setiap impian kita bersama, 
dan bertahun-tahun kita menyimpan rindu yang hanya bisa kita kecap saat kita punya waktu dan kesempatan untuk bertemu saling memadu kasih yang menyerap tiap rindu yang bertumpuk.
_________________________________________

Hei kamu .. seseorang yang kuberi nama lelakiku .. 
Kamu tahu, bagian yang paling tersulit bagiku adalah MELUPAKANMU DAN AKU RASA HATIKU BERKATA AKU TAK BISA, meski logika berkata kamu sudah dimiliki dia yang mungkin saja memang lebih baik dariku dan kamu pantas bersamanya daripada bersama diriku. 
Kamu tahu? Mungkin bagimu bagian melupakanku tidaklah sulit dan tidaklah sakit karena dia. Tapi aku .. tentu saja aku terluka, tentu saja aku menangis meski kadang aku harus menyelipkan senyum dan tawaku agar tangisanku tak menjadi lelucon bagimu. 
Pada akhirnya kamu ingin melupakanku bahkan mungkin kamu sudah berhasil melupakanku. 
Tapi aku belum .. bahkan aku belum memulainya sama sekali, dan aku tak tahu kapan aku akan memulainya, karena bagiku menyimpan setiap detik indah bersamamu yang terjadi pada kita yang dulu adalah suatu kenangan terindah dan the best moment in my life, jadi kita .. ah maksudku kamu, kamu bisa melupakanku, tapi aku tak ingin melupakanmu karena cintaku tak pernah kamu tahu. Cintaku takan bisa tersaingi dengan cinta orang lain kepadamu, karena cintaku bernilai tak terhingga. 
                                                                             

                                                                                      sweet-love, 
                                                                                                 Eva Maria 

Senin, 03 Maret 2014

Jalan Hidup tentang Cinta dan Sukses Setiap Orang Berbeda

Orang bilang, "Perjuangkanlah dia yang menemanimu dari bawah (nol) bukan dia yang seenaknya menunggumu diatas (suksesmu)."
 
Tapi hei guys, hidup dan takdir setiap orang itu berbeda loh!
 
Ada tipe orang yang ditemani kekasihnya/dia yang mencintainya dari nol sampai sukses;
 
Ada tipe orang yang tidak ditemani kekasihnya/orang yang mencintainya dari nol dan baru akan ketemu saat suksesnya;
 
Ada tipe orang yang ditemani dia yang mencintainya namun karena hubungan sebab-akibat jadi melepaskannya saat ditengah jalan, dan orang lain mendapatkannya saat sukses;
 
Termasuk tipe manakah kamu? 
But well .. tidak peduli kamu ada pada tipe yang bagaimana, yang terpenting adalah kamu MENGHARGAI yang kamu miliki sebelum kamu kehilangan segalanya. 
 
 
______________________________________ 
sebenarnya tulisan ini akan aku jadikan status tapi mengingat terlalu panjang jadi diposting di blog saja.