Hari ini aku baru sempat memainkan jemariku untuk saling beradu mengetik kata-kata yang sering tak bisa aku ucapkan dengan mulutku atau banyak hal lain apapun itu..
Oh ya .. aku ingin bercerita tentang seorang sosok lelaki terhebat dihidupku. Dari judulnya tentu kalian sudah tahu yang aku maksud itu lelaki yang kupanggil dengan sebutan papa.
Semua anak perempuan tentu dekat dengan papanya masing-masing, begitu pula denganku. Tulisanku kali ini aku ingin bercerita tentang papaku. Sama seperti papa membanggakan aku putri tunggalnya, putri kesayangannya, putri yang diibaratkan jantung olehnya, dan kali ini putri ini ingin menulis juga tentangnya dan membanggakannya didepan semua orang yang membaca tulisanku.
Oh ya .. aku ingin bercerita tentang seorang sosok lelaki terhebat dihidupku. Dari judulnya tentu kalian sudah tahu yang aku maksud itu lelaki yang kupanggil dengan sebutan papa.
Semua anak perempuan tentu dekat dengan papanya masing-masing, begitu pula denganku. Tulisanku kali ini aku ingin bercerita tentang papaku. Sama seperti papa membanggakan aku putri tunggalnya, putri kesayangannya, putri yang diibaratkan jantung olehnya, dan kali ini putri ini ingin menulis juga tentangnya dan membanggakannya didepan semua orang yang membaca tulisanku.
Papa itu sosok pekerja keras,
Dia bekerja keras untuk kebahagiaanku dan adik laki-lakiku (namanya Rafael Jorgen Keljombar, sering dipanggil dengan nama Jo), juga untuk mamaku, wanita spesial dihatinya selain diriku tentunya.
Dia tak pernah mengeluh, tak pernah ada kata lelah untuk bekerja. Karena katanya, bagi dirinya pekerjaan itu dilakukan untuk kami (tiga orang spesial dihatinya). Baginya tak penting bila harus bekerja dari pagi-malam-pagi-malam dan seterusnya, asal itu bagi kami.
Papa itu sosok yang berwibawa, bijak, dan selalu bisa diandalkan.
Papa itu sosok yang berwibawa, bijak, dan selalu bisa diandalkan.
Karena sikapnya yang berwibawa, sehingga dia sangat dihormati oleh orang-orang disekitarnya. Tak pernah memandang siapa kamu dan seberapa banyak kekayaanmu atau sekurang apa hartamu, kalau kamu salah, ya tetap salah. Dia selalu mengutamakan pekerjaan tapi selalu menyisihkan waktu untuk bersama anak-anaknya dan istrinya. Tak pernah ada satu pekerjaan yang terlalaikan (mungkin juga atas dukungan dari wanitanya yaitu mamaku, haha).
Papa itu sosok yang tegas, tapi penyayang.
Banyak yang bilang begini "Eva papa kamu galak!" Mendengar ini atau kalimat-kalimat yang mengarah ke kalimat seperti itu sering kali membuat aku tertawa terbahak-bahak. Siapa bilang? Kalian belum dekat saja dengan papaku. Coba saja kalian ajak ngobrol pasti menyenangkan. Jangan lihat dari wajah papaku dan mengatakan seperti itu. Papaku memang tegas karena itu diwajahnya seperti menempel sesuatu yang membuat orang-orang jadi takut dan merasa papaku galak atau apalah itu. (haha) Kalian tahu? Papaku itu lucu loh. Memang kuakaui papaku pun pernah membuatku takut hanya dengan melihat wajahnya saat dia marah atau terdiam. Tapi aku lebih mengenal bagaimana papaku. Sejahat apapun dia seperti yang dikatakan orang-orang, dia itu adalah sosok tegas. Mau bukti? Tanyakan saja pada mereka yang mengenalnya dekat. Tanya saja pada mereka yang menjadi siswa-siswinya disekolah atau mahasiswa-mahasiswinya dikampus. Dia sangat terkenal karena dibalik wajahnya yang dalam tanda kutip tampak galak, dia itu sosok yang tegas dan sangat menyayangi orang-orang disekitarnya. Tak sedikit orang yang pernah ditolongnya dan itu tanpa meminta imbalan apapun. Karena katanya, "Kalau papa berbuat baik pada siapapun dengan menolong mereka, suatu saat anak-anak papa akan ditolong orang," dan itu benar.
Papa itu sosok setia dan sempurna, yang sangat membuatku terkagum-kagum padanya.
Malaikat kedua didunia untukku selain mamaku itu adalah papaku. Sempurna! Dia menyayangiku dengan kesederhanaannya tapi sempurna. Seringkali memarahiku tapi itu untuk kebaikkanku tapi tetap menyayangik, begitu pula dengan kasih sayangnya terhadap adik dan mamaku.
Bukan berarti karena kukatakan papa itu sosok yang sempurna jadi dia tak mempunyai kekurangan satu pun. Ada! dan semua manusia sempurna apapun mereka, tetap ada kesalahan entah besar entah kecil. Papaku juga pernah berbuat salah. Ya pernah. Pernah terhadap mamaku sebagai wanitanya. Tapi mengapa kubilang setia? Karena hanya satu kesalahan itu yang diperbuat dan dia belajar dari kesalahan itu sehingga tidak ada kesalahan lain yang sama, yang menyakiti hati mamaku. Bagi papa, mama itu dunianya dan rumahnya. Jadi dia begitu sederhana dengan kesetiaannya pada mamaku. Lalu kemudian aku merenungi ini, membuat aku menjadi begitu iri pada mama. "Andai saja lelaki pilihanku bisa seperti papaku. Ah aku berharap terlalu banyak.. Oke cukup."
Banyak hal yang tak mungkin kusebutkan satu per satu, hal-hal yang membuatku kagum dengan papaku dan menjadi iri pada mamaku bisa mendapatkan lelaki seperti papa.
Papa itu sosok setia dan sempurna, yang sangat membuatku terkagum-kagum padanya.
Malaikat kedua didunia untukku selain mamaku itu adalah papaku. Sempurna! Dia menyayangiku dengan kesederhanaannya tapi sempurna. Seringkali memarahiku tapi itu untuk kebaikkanku tapi tetap menyayangik, begitu pula dengan kasih sayangnya terhadap adik dan mamaku.
Bukan berarti karena kukatakan papa itu sosok yang sempurna jadi dia tak mempunyai kekurangan satu pun. Ada! dan semua manusia sempurna apapun mereka, tetap ada kesalahan entah besar entah kecil. Papaku juga pernah berbuat salah. Ya pernah. Pernah terhadap mamaku sebagai wanitanya. Tapi mengapa kubilang setia? Karena hanya satu kesalahan itu yang diperbuat dan dia belajar dari kesalahan itu sehingga tidak ada kesalahan lain yang sama, yang menyakiti hati mamaku. Bagi papa, mama itu dunianya dan rumahnya. Jadi dia begitu sederhana dengan kesetiaannya pada mamaku. Lalu kemudian aku merenungi ini, membuat aku menjadi begitu iri pada mama. "Andai saja lelaki pilihanku bisa seperti papaku. Ah aku berharap terlalu banyak.. Oke cukup."
Banyak hal yang tak mungkin kusebutkan satu per satu, hal-hal yang membuatku kagum dengan papaku dan menjadi iri pada mamaku bisa mendapatkan lelaki seperti papa.
Aku mengarahkan pandanganku menatap lurus kedepan, banyak hal yang kupikirkan tapi satu yang lebih aku nomor satukan tentang cinta dan lelaki yang mendampingiku, ya lelaki itu harus sama seperti papaku. Meski aku tahu tiap lelaki itu berbeda dan tak mungkin aku mendapat lelaki yang sama persis seperti papa, tapi setidaknya .. Papa menjadi tolak ukurku untuk menemukan sosok lelaki masa depanku yang kan mendampingiku hingga maut memisahkan aku dengan dirinya. (*)
*Meski pada kenyataannya, aku pernah memilih salah satu lelaki dan menjalani jalan yang panjang bertahun-tahun dengannya dan banyak hal dengannya, tapi ternyata dia .. ah entahlah aku tak ingin membahasnya. Cukup kusimpan saja semua sendiri dihatiku.
Ngomong-ngomong, 10 Oktober 1970 - 10 Oktober 2013 , selamat ulang tahun papa yang kucintai dan sangat kusayangi. Aku bangga menjadi anakmu papa. Cium dan pelukku padamu meski kita berjauhan tapi doaku menyertaimu, mama dan adikku. (⌒˛⌒)

Betul apa yang dikatakan oleh adik eva, dulu kk masih sekolah pernah tinggal sama papa, mama, dan adik eva tapi adik eva masih kecil dan sekrang adik eva tidak begitu mengenal kk tapi kk mengenal adik, khusus untuk pa keljombar beta salut dengan kebaikan yang menganggap beta sebagai adiknya, begitu erat, tidur bersama, makan bersama, jalan bersama seperti layaknya seorang kk dan adik kandung.
BalasHapus