one day, you will know ..

Minggu, 06 Oktober 2013

Kata Maaf yang Sudah Tak Berarti Saat Kesalahan yang Sama Terulang Kembali

Semudah itu kau ucapkan kata maaf kepadaku kekasihku, 
setelah kau lakukan lagi kesalahan yang sama.
Dimana perasaanmu saat kau melakukan salah yang sama? 
Inikah cara dirimu membalas tulus cinta yang telah kuberi?

Menyakitkan bila cintaku dibalas dengan dusta. 
Namun mencintaimu takan kusesali, karena aku yang memilihmu.

~ lirik lagu Dibalas dengan Dusta voc. Audy.

Hei kalian, aku tadi sempat buka-buka youtube mencari-cari lagu baru dan didaftar muncul lagu "Dibalas dengan Dusta." Memang ini lagu lama, bahkan sudah terlalu lama hingga menjadi tak asing lagi di telinga kalian saat mendengar lagu ini. Benar, aku pun begitu. Tapi hari ini entah kenapa aku begitu tertarik mendengar lagu ini. Bahkan aku sempat memutarnya berulang kali bagai sebuah lagu baru yang belum pernah kudengar. Mendengar lagu ini membuat aku jadi terinspirasi untuk membuat tulisan dengan bertemakan "Maaf." Oke cukup basa-basinya. Mari kita mulai saja membahasnya dalam tulisanku ini.

Setiap orang PASTI pernah melakukan kesalahan termasuk aku juga pernah melakukan kesalahan. Wajar kan kita ini manusia dan tentu tak bisa dihindari sikap ego kita membuat kita terkadang membuat suatu kesalahan. Tapi bukan juga harus kesalahan yang sama, yakni kesalahan yang berulang kali dilakukan lalu kemudian hanya kata "Maaf."
Untuk setiap kesalahan, jika orang itu merasa dia tengah melakukan kesalahan lalu meminta maaf dia adalah orang terhebat yang pernah ada. Mengapa? Karena dia mampu mengakui kesalahannya. 
Tapi jika kesalahan itu dilakukan berulang kali tanpa satu perbaikan yang ternyata kesalahan itu tengah menyakiti hati seseorang atau beberapa orang mungkin. Lalu orang yang melakukan kesalahan hanya mampu meminta maaf. Benar, orang itu sudah cukup hebat untuk meminta maaf. Tapi coba pikirkan ini .. "Terkadang kata maaf itu tidak berarti, tidak berguna, saat kamu melakukan kesalahan yang sama apalagi terhadap orang yang mencintaimu dengan tulus. Bukan dia tidak mencintaimu dan tidak ingin memaafkanmu, hanya saja dia butuh suatu perubahan, suatu perbaikan darimu terhadapnya." Ah .. kamu pasti bertanya perubahan atau perbaikan apa? Dengan sederhana aku menjawab apa yang ada di dalam pikiranmu, yang kumaksud adalah janji dan komitmen kamu tidak akan lagi mengulang kesalahan yang sama. Nah itu merupakan sosok pemberani, sosok hebat, sosok luar biasa yang dinantikan banyak orang.

Coba pikirkan lagi .. andai kamu berada diposisi kekasihmu dan kekasihmu ada diposisimu. Lalu kemudian dia menyakitimu, lalu meminta maaf. Kamu memaafkannya. Lalu kesalahan yang sama dia lakukan lagi, lalu kesalahan yang sama terulang kembali dan setiap kali dia melakukan itu kamu selalu memaafkannya. Tapi suatu saat kamu pasti akan merasa jenuh dengan selalu memaafkan tanpa satu perubahan dari dia atau dengan selalu memaafkan tapi hatimu selalu terluka dan kamu begitu rapuh. Bagaimana jadinya kamu? Pasti sakit kan? Nah! Sama halnya dia saat kamu menyakitinya dengan kesalahan yang sama. Atau kesalahan yang sama kamu lakukan untuk setiap orang disekitarmu, tentu saja sakit. Ini hati bukan sebuah tempat sampah yang ketika disakiti takan merasa terluka lalu menangis. Karena ini hati, sekuat apapun hati seseorang seperti batu karang yang diterjang ombak pasti suatu saat akan tergores juga, sama halnya dengan hati.

Untuk lebih membawamu kedalam tulisan ini, ayo baca percakapan berikut!

A : Ambilah sebuah piring dan hempaskan ke lantai.
B : Oke sudah. 
A : Apakah pecah?
B : Iya.
A : Sekarang ucapkan maaf pada piring tersebut.
B : Maaf. 
A : Apakah dia utuh kembali? 
B : ..........

Mengerti?
Kalau belum mengerti coba saja kamu praktekan dirumah. Ah cuma bercanda kok.
Oke, kembali ke pokok bahasan. Nah sudah kamu baca percakapan diatas, kesan apa yang dapat kamu tarik dari percakapan itu? Oke .. anggap saja percakapan itu diulangi beberapa kali apakah piring-piring itu akan kembali utuh saat kamu melakukan kesalahan yang sama dan kamu hanya meminta maaf? Tidak ! Itu tidak cukup ! Kamu perlu memperbaiki piring-piring yang pecah itu atau kamu memilih membuangnya. Tapi jika piring itu adalah hati, tentu kamu perlu memperbaiki tingkah lakumu yang menyakiti seseorang atau beberapa orang tanpa kamu sadari atau mungkin pula kamu menyadarinya.

Pikirkan ini pula ..
Bagaimana kalau kesalahan yang sama kamu lakukan kepada orang yang sangat mencintaimu setulus hati, misalnya satu kasus kamu melakukan kesalahan dengan berselingkuh saat kamu jauh dari kekasihmu atau saat kalian sedang bertengkar dan ah apapun itu intinya kamu berselingkuh saat dia masih menjadi kekasihmu. Lalu kesalahan itu kamu hanya mengucapkan kata maaf, kemudian kesalahan yang sama kamu lakukan lagi dan terus kamu lakukan dan hanya kata maaf yang terucap. Tentu sakit baginya sekalipun dia memaafkan kamu  bukan berarti dia melupakan itu secepat kamu membuatnya jatuh hati kepadamu. Ingat, tidak semua orang sama, tidak juga hati semua orang. Ada orang yang mengaku hatinya kuat tapi kau tahu ternyata dia sangat rapuh. Lalu bagaimana kalau hati orang itu kamu sakiti dengan kebohonganmu ataupun sederetan hal yang menyakitkan. Pernahkah kamu berpikir bagaimana perasaannya? Kamu hanya mampu berkata maaf dan maaf tapi dimanakah komitmen dan janji dari kata maaf? Sudahkan kamu dewasa untuk berkomitmen dari sebuah kesalahan? Jika kamu tidak seperti itu, jangan pernah mengaku kamu adalah sosok dewasa. Bagiku, kamu hanya seorang anak kecil yang ingin mencoba hal-hal yang baru atau hal-hal yang bagimu menyenangkan lalu hanya mampu mengatakan maaf saat kamu menyakiti hati seseorang.
Ingat .. terkadang kata maaf tidak mampu mengobati luka hati seseorang yang telah kamu sakiti hatinya berulang kali apalagi dengan kesalahan yang sama. Terkadang kamu butuh komitmen dalam dirimu dan janji dari sebuah kesalahan bahwa kamu takan melakukan kesalahan yang sama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar