Apakah kamu merasa lelah dengan pertengkaran kita yang sering terjadi akhir-akhir ini?
Karena sesungguhnya aku pun lelah dengan segala pertengkaran kita itu.
Pertengkaran yang terjadi antara kita, entah itu secara sengaja ataukah secara tak sengaja. Tapi pertengkaran kita itu seolah tengah membuat satu jarak kecil lagi antara kita.
Aku kenapa? Kamu kenapa? Dan kita kenapa?
Karena sesungguhnya aku pun lelah dengan segala pertengkaran kita itu.
Pertengkaran yang terjadi antara kita, entah itu secara sengaja ataukah secara tak sengaja. Tapi pertengkaran kita itu seolah tengah membuat satu jarak kecil lagi antara kita.
Aku kenapa? Kamu kenapa? Dan kita kenapa?
Pertengkaran yang terjadi mungkin terjadi karena ego kita masing-masing atau kita mungkin hanya sedikit lelah dengan kesibukkan-kesibukkan ini. Kamu sibuk dengan duniamu, tanpa aku. Sementara aku sibuk terus mencari-cari perhatianmu dan waktumu untukku. Bukankah kita berdua sama-sama egoisnya? Hanya demi kebahagiaan sepihak, kita jadi melupakan apa yang sudah kita bangun bersama tak termakan habis menembus ruang dan waktu. Sesuatu yang bernama "Kita"
Aku dengan sikap kekanak-kanakkanku dan kamu dengan sikap cuekmu. Kita sama-sama keras kepala hanya mementingkan diri kita masing-masing. Kita menjadi dua orang yang saling tak mengerti, dua orang yang saling menyayangi tapi tanpa disadari kita menjadi dua orang yang saling menyakiti.
Apakah kamu lelah?
Apakah aku yang lelah?
Atau mungkin saja kita yang mulai lelah?
Lelah dengan rutinitas yang harus kita lakukan seperti mengirim pesan singkat sekedar sapa selamat pagi, sempatkan waktumu untuk makan, belajar yang rajin dan sederetan rutinitas itu.
Mungkin lelah dengan jarak, waktu, mengerti atau memahami, menerima, dan saling mempelajari.
Mungkin saja ..
Bisakah kita memperbaikinya bersama?
Aku dengan sikap kekanak-kanakkanku dan kamu dengan sikap cuekmu. Kita sama-sama keras kepala hanya mementingkan diri kita masing-masing. Kita menjadi dua orang yang saling tak mengerti, dua orang yang saling menyayangi tapi tanpa disadari kita menjadi dua orang yang saling menyakiti.
Apakah kamu lelah?
Apakah aku yang lelah?
Atau mungkin saja kita yang mulai lelah?
Lelah dengan rutinitas yang harus kita lakukan seperti mengirim pesan singkat sekedar sapa selamat pagi, sempatkan waktumu untuk makan, belajar yang rajin dan sederetan rutinitas itu.
Mungkin lelah dengan jarak, waktu, mengerti atau memahami, menerima, dan saling mempelajari.
Mungkin saja ..
Bisakah kita memperbaikinya bersama?
Mungkin saja kita butuh waktu sejenak untuk beristirahat tapi bukan berarti berpisah dan saling melepaskan. Hanya saja itu agar kita sama-sama saling merefleksikan kita yang dulu dan sekarang sudah semakin menjauh dengan kesibukkan kita itu. Yang kita lakukan dulu lebih baik dari kita yang sekarang.
Mungkin saja kita harus kembali saling menunggu tuk berjalan bersama dan mengarah ketujuan yang sama. Agar kita tak saling kebingungan mencari-cari kemana tujuan kita.
Mungkin saja kita harus bertemu kembali ..
Duduk bersama sambil mengutarakan keluh kesah kita sepanjang hari.
Saling berbagi cerita, saling memberikan nasihat, dan saling jatuh cinta lagi.
Mungkin saja kita lelah.
Saling berbagi cerita, saling memberikan nasihat, dan saling jatuh cinta lagi.
Mungkin saja kita lelah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar