one day, you will know ..

Kamis, 11 Februari 2016

Dear My Future Husband

 Image result for romantis


 
 
dear 
          My Future Husband, 
 
Aku ingin membuat sebuah pengakuan .. 
So, please just listen to me and keep your eyes on me, xoxo ♡ 

Di depanmu aku mungkin tak banyak bicara. 
Atau bahkan aku tak mau mengobrol denganmu. 
Bukan karena aku tak menyukaimu. NO! 
I like you .. I'm falling in love with you at first sight. 
Sejujurnya aku itu bisa menjadi sangat pemalu bila itu di depanmu. 
Aku malu untuk sekedar menyapa, "Hai" untukmu.
Aku malu untuk sekedar bertanya, "Apa kabar?" padamu. 
Aku malu untuk sekedar knowing everything particular object about your pass. 
Bukan karena aku tak menyukaimu. NO! 
Kau membuatku memikirkan hanya tentang kamu sejak pertemua kita. 
Aku menyukaimu. 
Hanya saja sebagai wanita, aku terlalu gengsi bila harus lebih dulu memberi kode untukmu. 
Tapi percayalah satu hal: Dalam diamku, aku memperhatikan wajahmu diam-diam. 

Di depan banyak orang mungkin aku kelihatan tak mempedulikan ada kamu. 
Jangan pernah berpikir aku mengabaikan dirimu dan hatimu. DON'T! 
I love you .. I'm not a good girl. I'am an odd girl but I love you, truly. 
Sesungguhnya aku kelihatan cuek bila itu di depan banyak orang. 
Tapi percayalah aku sering melirikan mataku padamu, untuk hanya sekedar melihat betapa indahnya senyumanmu, untuk melihat caramu berbicara, lalu rahangmu mengeras--nampak seksi--seperti yang ada di novel-novel yang sering kubaca. Dan diam-diam aku tersenyum dan memuji karya agung Sang Pencipta di dalam dirimu.
Sejujurnya, aku cuek untuk mengatakan betapa aku menyukaimu. 
Bukan karena hati ini masih terpaut dengan masa laluku. 
Hei sayang, semua orang punya masa lalu, aku .. kamu .. kita sama-sama punya masa lalu. 
Hanya saja semua masa laluku berubah menjadi satu harapanku untuk bisa merajut masa depanku bersama kamu. Bisa kukatakan, semua masa laluku berubah ketika aku bertemu kamu. 
Dalam hati aku terus bertanya, "Apakah aku bisa memilikimu?" 

dear you Mr Future ♡ 
Sebenarnya aku pun ingin membuat sebuah pengakuan terbesar. 
Sayang, aku bukan wanita sempurna. 
Aku manja, aku kekanak-kanakan, aku egois, aku bawel, aku cengeng, aku keras kepala, aku sering sekali membuatmu marah, aku sering sekali membuatmu kecewa, bahkan  mungkin saja kau nanti bisa menitihkan airmata karena kata-kata pedasku. Dan satu hal fatal, kata yang paling sering aku ucapkan adalah maaf. 
Sayang, aku bukan wanita sempurna. 
Aku tak dewasa seperti mereka yang lain. Aku tak cantik seperti mereka yang lain. 
Aku kalah .. Kalah terlalu jauh bila dibandingkan dengan deretan mantan kekasihmu. 
Aku ini siapa? Bukan siapa-siapa. 
Hal yang ingin kukatakan padamu hari ini bila kau membacanya adalah, 
"Tolong bersabarlah menghadapiku." 
Aku memang seperti ini. Tapi aku yakin, bila kau mau bersedia meluangkan waktumu untuk menasehatiku layak kakak, berteman denganku layak sahabat, menjadi pelindungku layaknya ayah, dan menyayangiku sebagai kekasih, aku yakin suatu saat aku akan berubah. Tidak ada yang mustahil di dunia ini bukan? Ya, begitu pun dengan perubahan sikapku. 
Hal lain yang ingin kukatakan padamu setelah kau membaca ini adalah, 
"Jangan pernah bosan denganku." 
 Aku menyayangimu. 
 
from 
        Your Future Wife 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar