one day, you will know ..

Sabtu, 15 November 2014

Kepada Wanita yang Akan Mengganti Posisiku


Kepada kamu, 
Maaf jika aku menyempatkan untuk menulis ini kepada kamu. 
Bukan maksudku untuk menjadi penghalang antara kamu dan pria yang dulu pernah kucintai. 
Bukan maksudku untuk memperkeruh suasana hubungan kalian berdua. 
Kamu tak perlu khawatir, 
Kamu tak perlu cemburu, 
Aku memang mencintai pria-mu tapi itu dulu. 
Aku sudah menghapus rasaku seiring berjalannya waktu. 
Aku bukan melupakan dia seutuhnya, hanya saja aku tahu cinta tidak bisa dipaksakan. 
Aku hanya mencoba ikhlas membiarkan dia mendapatkan kebahagiaan yang dia inginkan. 
Aku hanya mencoba memahami hatinya, mengerti dirinya. 
Karena bahagianya adalah bahagiaku juga, meskipun bahagianya bukan denganku tapi dengan kamu, aku tetap bahagia untuknya. 

Kepada kamu, 
Maaf jika aku mengatakan "Aku masih menyayanginya." Ya, aku masih menyayangi pria yang kini akan atau sudah menjadi pria-mu. Bagaimanapun juga, aku dan dia pernah menjadi kita.
Aku takan berdusta terhadap perasaanku. Rasa sayangku padanya bukan sebuah tissue sekali pakai yang bisa dibuang setelah kupakai. Rasa sayangku padanya itu tulus.
Pria yang akan menjadi masa depanmu itu masih punya tempat dihatiku. Ah, sekali lagi kamu tak perlu khawatir. Dia memang masih punya tempat dihatiku, tapi hanya sebagai masa lalu. Masa yang mendatangkan luka dan duka namun yang membentuk diriku menjadi lebih dewasa dan kuat, yang membentuk diriku menjadi wanita yang lebih baik saat mencintai lelaki yang kelak akan mendampingiku sebagai lelaki-ku. 

Kepada kamu wanita akan mengganti posisiku, 
Berbahagialah, dia telah memilihmu. 
Percayalah kepadanya bahwa dia benar tulus mencintaimu. 


Mungkin dia adalah pria brengsek yang sering lupa mengabarimu, yang sering membuatmu marah tak jelas, yang sering membuatmu kecewa, yang sering membuatmu menangis. Tapi ketahuilah dia mencintaimu.

Mungkin dia adalah pria yang dingin, jarang menunjukkan sayangnya kepadamu, jarang menunjukkan bahwa dia cemburu saat kamu tertawa atau tersenyum bersama pria lain. Tapi ketahuilah dia mencintaimu.

Kamu beruntung memiliki pria seperti dia.
Kenapa? Karena pria brengsek yang sering membuatmu menangis karenanya adalah pria yang akan selalu berdiri tegak disampingmu, melindungimu.

Jika nanti kalian bertengkar, ingatlah saja bahagia yang berikan kepadamu. Jangan ingat luka yang dia berikan. Karena ternyata akan lebih menyakitkan saat kamu benar-benar ditinggalkannya daripada saat dia memberimu luka. Mungkin terdengar bodoh seakan logikamu tak bisa kamu gunakan. Tapi percayalah terkadang hatimu benar. 

Tolong jangan ulangi kesalahan yang sama dengan yang telah kulakukan.
Aku wanita yang memang mencintainya. Tapi luka yang telah dia berikan lebih menyakitiku sehingga luka yang sama sering kuberikan juga kepadanya. Aku wanita yang seceroboh dan sebodoh ini.

Tolong pahami saja dirinya. Tolong lebih mengerti saja dirinya.
Kamu tak perlu mencoba masuk kedalam pikirannya dan mau tau yang dia pikirkan. Cukup tersenyum dan memeluknya saat hari-harinya berat, karena dia membutuhkanmu.
Bahkan saat nanti dia menjadi pemarah, biarkan saja dia marah. Tunggulah dengan sabar dan mintalah maaf meskipun kamu tidak salah. Aku tidak memintamu menjadi budak cinta! Aku hanya memintamu lebih memahami dirinya. Memang untuk memahaminya itu sulit, tapi cobalah .. jangan sepertiku yang gagal menjadi lebih baik baginya.

Kepada wanita masa depan yang akan mendampigi pria yang pernah kucintai .. 
Tolong jaga baik-baik dia.
Kupercayakan pria itu kepadamu. :)

                                                                dari wanita yang pernah mencintainya

Sabtu, 08 November 2014

Aku Pergi = Good Bye

Kurasa dari sekian lama waktu yang terlewati, 
Aku sudah tiba dititik jenuh
Aku sudah sampai pada puncak lelah-ku
Kesabaranku sudah mencapai batasan manusia.
Mau bagaimana lagi? Aku hanya manusia biasa yang mencintai lelaki sepertimu. 


Dari sekian kalimat yang kutulis agar kau mengerti
Dari sekian kata yang kuucap agar kau pahami
Tetap saja aku tak berarti

Telah lama aku berlari meski samar-samar kuikuti langkah kakimu
Telah lama aku hidup dalam kotak yang kau tinggalkan
Namun kau masih dengan dunia tanpa aku

Setiap saat jika aku rindu, kau kucari
Tapi tak kutemukan dirimu
Setiap saat jika aku butuh, kau kucari
Tapi tak kutemukan pula dirimu
Rasanya logikaku sudah mati, hingga aku masih menggilai seseorang seperti kamu.

Pernah kucoba mencintai seseorang yang lain,
Pernah kucoba mencari sosokmu dari dia,
Ah, rasanya sia-sia saja aku berada disisi orang lain tapi hatiku masih bertahan untuk mencintaimu
Tanpa kusadari, hatiku juga ikut mati bersama hilangnya logika-ku.

Benar bahwa aku mencintaimu
Tapi aku rasa ini sudah cukup untuk berlari mengikutimu
Aku rasa ini sudah cukup untuk menunggumu kembali
Tetap saja kau memaksa pergi
Lebih menyakitkan bila karena keegoisanku, aku tak bisa membiarkanmu pergi saja.

Sudah .. Sudahi saja semua ini
Aku lelah, aku jenuh, aku terluka
Aku tak bisa lagi mencarimu dan memaksamu untuk tinggal bila sedari awal kau tak berniat untuk menetap.
Sudah .. ini sudah cukup bagiku.
Aku memahamimu
Kebahagian yang tak pernah kautemukan dariku itu,
Silahkan mencari dan menemukannya pada wanita lain yang lebih pantas untukmu.

Aku pergi ..
Selamat tinggal lelaki yang (pernah) kucintai



*** 

Apalah (Arti menunggu) voc. Raisa

Telah lama aku bertahan 
Demi cinta wujudkan sebuah harapan 
*Namun kurasa cukup kumenunggu, 
Semua rasa t'lah hilang. 
Sekarang aku tersadar, cinta yang kutunggu tak kunjung datang 
Apalah arti aku menunggu bila kamu tak cinta lagi? *ulang 

Dahulu kaulah segalanya 
Dahulu hanya dirimu yang ada dihatiku 
Namun sekarang aku mengerti 
Tak perlu kumenunggu semua cinta yang semu 

Sekarang aku tersadar, cinta yang kutunggu tak kunjung datang 
Apalah arti aku menunggu bila kamu tak cinta lagi?


Sabtu, 01 November 2014

A Choice to live with Mr.Right

A: Lagi pacaran sama siapa?
B: Gak ada 
A: Ah (desahnya) Gak mungkin-lah. 
B: Kenapa gak mungkin? 
A: Gak mungkin cewek cantik seperti kamu gak punya pacar 
B: (aku tertawa) Mungkin saja kan? Nothing is impossible, right?
A: Memang tapi aku gak percaya saja kamu gak punya pacar. 
B: Kenyataannya begitu. 
A: Pasti banyak yang suka tapi kamu nolak. Right?
B: Bisa iya, bisa tidak 
A: (bingung) Apa karena kamu masih cinta sama dia, makanya nolak mereka yang datang? 
B: Ngomong soal cinta, it's my privacy.
A: Hati-hati jangan banyak nolak orang, nanti dibilang gak laku sama haters. 
B: Biarin saja! Mulut mereka adalah kepunyaan mereka. Hak mereka. Selama mereka gak ngasih napas, sandang, pangan,  dan papan untukku, omongan mereka tak penting bagiku. 

Kenapa aku gak punya pacar? 
Apakah karena aku kurang cantik dibandingkan dengan wanita-wanita lain yang punya. 
"Gak laku, kali!" Kalimat ini pernah terlintas dipikiranku dan biasanya muncul saat-saat aku mulai bosan dan lelah dengan kesendirianku. Tapi suara hati menegaskan kepadaku bahwa setiap makhluk yang berjenis kelamin wanita diciptakan Tuhan dengan kecantikkan alami dan keunikkan masing-masing orang, dan tiap hal indah yang diciptakan Tuhan yang ada pada wanita. 

Kenapa aku gak punya pacar?
Ini bukan masalah gak laku! Memangnya hati dan diri kita itu bisa disamakan dengan barang dagangan yang harus dijual dan mendatangkan uang? Gak kan?! 

Kenapa aku gak punya pacar? 
Ini karena masalah hati, 
Ini karena masalah memilih, 
dan ini karena masalah penantian. 

Aku pernah pacaran. Hubunganku dengan beberapa pria berujung kegagalan karena waktu itu aku masih terlalu kecil untuk serius menjalani suatu hubungan. Tak pernah ada yang melewati usia pacaran lebih dari tiga bulan. Kemudian, seiring waktu aku mulai berpikir untuk menjalani suatu hubungan yang serius dengan seseorang dan aku berhasil melewati waktu. Usia hubunganku menginjak tahun. Namun tahun ketiga mendekati usia yang keempat hubunganku dengan dia, kudapati kekecewaan, patah hati, sakit hati, semua bercampur aduk menjadi satu. Untuk kesekian kalinya, hubunganku gagal. 
Sudah setahun ini aku tak lagi merasakan rasa yang paling indah yang bernama "Cinta" itu. Tak bisa lagi kudapati dari  beberapa pria yang sempat melakukan pendekatan denganku. Rasa-rasaku sudah mati. Akhirnya mereka sama sekali tak kuanggap ada, karena memang aku tak bisa memberikan rasa yang sama seperti yang pernah kuberikan dan pernah ada dulu. 
Aku memilih sendiri. Sendiri menikmati waktuku. Sendiri untuk menjauh dari pria yang pernah kucintai bertahun-tahun. Sendiri untuk mengejar mimpi untuk menjadi sukses. Sendiri untuk membenahi diriku menjadi aku yang lebih baik dari yang kemarin dan mempersiapkan untuk membuka hatiku bagi pria yang tepat, yang kan kupanggil lelaki-ku. 




Ini masalah hati yang nantinya akan kuserahkan kepada pria yang sanggup menjaga hatiku, memperlakukanku dengan baik dan tepat seperti yang telah dilakukan papa-ku ke mama-ku. 
Ini masalah hati yang akan membuatku menjadi nyaman berada disekitarnya. 
Ini masalah hati yang mau menerima masa laluku, yang mau S A L I N G menutupi kekurangan dengan kelebihan.
Ini masalah memilih seseorang yang benar-benar tulus mencintaiku dan sanggup hidup hingga menjadi tua bersama serta nanti bila saatnya kembali ketanah.
Ini masalah memilih seorang lelaki masa depan, seorang suami, dan "A right father for my childrens." 
Ini masalah memilih seseorang yang meletakkanku di masa depannya, membangun impian kami bersama, dan sanggup menafkahiku dan anak-anakku kelak. 
Ini masalah penantian tentang "A right men who treat me like my father, like my brother, like my best friend, and exactly my men." 
Ini masalah penantian tentang dia yang tak hanya mencintaiku, anak-anak kami tapi dia yang mencintai keluargaku dan aku mencintai keluarganya juga. 
Ini masalah penantian terhadap seseorang yang akan diberikan Tuhan kepadaku, dia yang mengubahku menjadi wanita yang lebih baik dan dia yang membawaku menjadi lebih dekat dengan Tuhan. 

Ini bukan keinginanku, harapanku untuk memilih pria yang terlalu sempurna tapi ini adalah sebuah pilihan untuk bersama dengan pria yang tepat. Dia yang kan kupanggil lelaki-ku, lelaki masa depanku. 



1st Saturday in November

Halo November .. 
Here we are! on October 1st, 2014
 
November membuka awal bulan dengan hari Sabtu 
Hari yang paling dibenci oleh jombloers (pada umumnya sih..) Am I right? 
You know what, I am single too but I love all of the day (haha.. yuhu!)
Gak semua benci hari Sabtu. Benarkan?

Sabtu .. 
Ngomong-ngomong soal hari Sabtu, menurutku ada 4 tipe orang pada hari Sabtu. 
Tipe yang pertama, mereka yang menyukai menghabiskan waktu bersama dengan keluarga, 
Biasanya mereka menghabiskan last weekend dengan holiday ditempat tertentu, jalan-jalan, makan atau menonton bersama diruang keluarga dan masih banyak yang dilakukan.
Tipe yang kedua, mereka yang menyukai menghabiskan waktu bersama sahabat atau teman, 
Biasanya mereka menghabiskan last weekend dengan hang-out bareng lalu take pictures, shoping dan makan, menonton di studio film, belajar bersama. Eh masih ada lagi yang sering terjadi kalo mereka sudah ngumpul sama-sama apapun akan mereka ngomongin mulai tentang pacar, atau orang ini, orang itu, mata kuliah/pelajaran ini dan itu, dan ah masih banyak pokoknya. 
Tipe yang ketiga, mereka yang menyukai menghabiskan waktu bersama pacar, 
Nah ini tipe yang paling rawan (kebanyakkan jombloers adalah tipe ini. Right?) dan biasanya mereka suka melakukan hal-hal yang gak beda jauh dari dua tipe diatas, dan lain-lain. 
Tipe yang keempat, mereka yang menyukai menghabiskan waktunya sendirian dan menikmatinya. 
Biasanya tipe ini adalah mereka yang menghabiskan waktu dikamar, belajar, telponan, smsan, BBM-an, twitteran, dan mungkin tiap akun media sosial yang mereka punya bisa dikunjungi satu per satu. Ada juga yang main game, dengerin lagu, jalan-jalan dan makan sendirian, dan lain-lain. 
 
By the way karena ini hari Sabtu dan malam ini malam minggu nah dan yang paling rawan bagi jombloers yang rata-rata adalah tipe yang ketiga dari sabtu malam atau malam minggu atau bahasa keren anak muda zaman sekarang itu 'satnite.' Yuk ngomongin tentang malam minggu .. 
 
Jujur sih aku termasuk tipe satu sampai empat (haha) 
Hanya saja kalau tipe yang pertama, waktu aku masih duduk dibangku sekolah. Sekarang kan sudah kuliah. Sudah tinggal ditempat yang jauh dari tempat tinggal keluarga, harus nyebrang lautan dengan mobil laut atau lewat udara dengan burung besi. Kalo tipe yang kedua, kadang-kadang saja. Kalo tipe yang ketiga (haha) dulu waktu ada pacar (LDR), nah sekarang pacar mana pacar? Gak punya! Rawan banget karena aku juga termasuk jombloers. Tapi gak papah! Aku bukan termasuk jombloers yang benci hari Sabtu. Nah berhubung aku juga termasuk tipe keempat, jadinya lebih banyak malam minggu di kamar karena LDR tapi sekarang sudah setahun ini aku jomblo loh (haha.. percaya gak percaya, terserah!). 
 
Oke sudah .. nah selamat malam minggu yah.