Kepada kamu,
Maaf jika aku menyempatkan untuk menulis ini kepada kamu.
Bukan maksudku untuk menjadi penghalang antara kamu dan pria yang dulu pernah kucintai.
Bukan maksudku untuk memperkeruh suasana hubungan kalian berdua.
Kamu tak perlu khawatir,
Kamu tak perlu cemburu,
Aku memang mencintai pria-mu tapi itu dulu.
Aku sudah menghapus rasaku seiring berjalannya waktu.
Aku bukan melupakan dia seutuhnya, hanya saja aku tahu cinta tidak bisa dipaksakan.
Aku hanya mencoba ikhlas membiarkan dia mendapatkan kebahagiaan yang dia inginkan.
Aku hanya mencoba memahami hatinya, mengerti dirinya.
Karena bahagianya adalah bahagiaku juga, meskipun bahagianya bukan denganku tapi dengan kamu, aku tetap bahagia untuknya.
Kepada kamu,
Maaf jika aku mengatakan "Aku masih menyayanginya." Ya, aku masih menyayangi pria yang kini akan atau sudah menjadi pria-mu. Bagaimanapun juga, aku dan dia pernah menjadi kita.
Aku takan berdusta terhadap perasaanku. Rasa sayangku padanya bukan sebuah tissue sekali pakai yang bisa dibuang setelah kupakai. Rasa sayangku padanya itu tulus.
Aku takan berdusta terhadap perasaanku. Rasa sayangku padanya bukan sebuah tissue sekali pakai yang bisa dibuang setelah kupakai. Rasa sayangku padanya itu tulus.
Pria yang akan menjadi masa depanmu itu masih punya tempat dihatiku. Ah, sekali lagi kamu tak perlu khawatir. Dia memang masih punya tempat dihatiku, tapi hanya sebagai masa lalu. Masa yang mendatangkan luka dan duka namun yang membentuk diriku menjadi lebih dewasa dan kuat, yang membentuk diriku menjadi wanita yang lebih baik saat mencintai lelaki yang kelak akan mendampingiku sebagai lelaki-ku.
Kepada kamu wanita akan mengganti posisiku,
Berbahagialah, dia telah memilihmu.
Percayalah kepadanya bahwa dia benar tulus mencintaimu.
Mungkin dia adalah pria brengsek yang sering lupa mengabarimu, yang sering membuatmu marah tak jelas, yang sering membuatmu kecewa, yang sering membuatmu menangis. Tapi ketahuilah dia mencintaimu.
Mungkin dia adalah pria yang dingin, jarang menunjukkan sayangnya kepadamu, jarang menunjukkan bahwa dia cemburu saat kamu tertawa atau tersenyum bersama pria lain. Tapi ketahuilah dia mencintaimu.
Kamu beruntung memiliki pria seperti dia.
Kenapa? Karena pria brengsek yang sering membuatmu menangis karenanya adalah pria yang akan selalu berdiri tegak disampingmu, melindungimu.
Jika nanti kalian bertengkar, ingatlah saja bahagia yang berikan kepadamu. Jangan ingat luka yang dia berikan. Karena ternyata akan lebih menyakitkan saat kamu benar-benar ditinggalkannya daripada saat dia memberimu luka. Mungkin terdengar bodoh seakan logikamu tak bisa kamu gunakan. Tapi percayalah terkadang hatimu benar.
Tolong jangan ulangi kesalahan yang sama dengan yang telah kulakukan.
Aku wanita yang memang mencintainya. Tapi luka yang telah dia berikan lebih menyakitiku sehingga luka yang sama sering kuberikan juga kepadanya. Aku wanita yang seceroboh dan sebodoh ini.
Tolong pahami saja dirinya. Tolong lebih mengerti saja dirinya.
Kamu tak perlu mencoba masuk kedalam pikirannya dan mau tau yang dia pikirkan. Cukup tersenyum dan memeluknya saat hari-harinya berat, karena dia membutuhkanmu.
Bahkan saat nanti dia menjadi pemarah, biarkan saja dia marah. Tunggulah dengan sabar dan mintalah maaf meskipun kamu tidak salah. Aku tidak memintamu menjadi budak cinta! Aku hanya memintamu lebih memahami dirinya. Memang untuk memahaminya itu sulit, tapi cobalah .. jangan sepertiku yang gagal menjadi lebih baik baginya.
Kepada wanita masa depan yang akan mendampigi pria yang pernah kucintai ..
Tolong jaga baik-baik dia.
Kupercayakan pria itu kepadamu. :)
dari wanita yang pernah mencintainya



