dear Kekasih Surgaku,
Tuhan .. jika aku boleh bertanya,
Siapakah lelaki masa depanku?
Bagaimana rupanya .. bagaimana postur badannya ..
Hangatkah pelukannya? Aku pun ingin merasakan pelukan yang kan kunikmati setiap helaan nafas dalam dekapan dia hingga nanti aku tertidur dengan pulas.
Sedang apakah dia sekarang? Apakah dia sedang memikirkanku juga? Maksudku aku yang kan jadi wanita masa depannya. Apakah aku selalu jadi bayangan yang ia tangkap dengan kedua bola mata hangat, sehangat dekapannya?
Tuhan .. jika aku boleh berkeluh kesah sedikit kepada-Mu, Sang Pencipta Segala Rasa dihati. Aku ingin mengeluh dan beresah kepada-Mu setiap kali. Maaf bila aku harus mengeluh, bila aku harus meresahkan hari esok kan tiba seperti apa. Jujur saja aku lelah, lelah dengan hidup yang harus kujalani. Jalannya panjang, berliku-liku, ada banyak kerikil dijalan, dan hujan badai yang datang tak tentu diselingi pelangi yang hampir samar-samar kulihat.
Tuhan, aku iri melihat mereka yang bahagia bersama kekasih masa depannya, bersama dengan lelaki yang benar-benar mencintainya. Aku iri melihat tatapan hangat yang terpancar dari mata mereka kepada kekasihnya, seolah dari tatapan itu kita bisa tahu ada janji yang selalu digenggam sampai akhir, janji untuk selalu bersama, janji untuk saling mencinta, janji untuk saling menjaga, meski kesemuanya tanpa ada kata terucap namun dari tatapan yang sedemikian hangatnya, tutur kata yang lembut seolah mereka tak pernah punya perdebatan-perdebatan yang membuat mereka ragu pada hubungan mereka. Aku iri saat kulihat mata berbinar-binar saat membaca pesan singkat ditelpon genggam atau sekedar menjawab panggilan masuk ditelpon meski hanya beberapa saat untuk menanyakan keadaan, misalnya. Ah sungguh pemandangan yang membuat aku iri. Aku iri mereka mempunyai perasaan yang kuharap dan kutunggu akan ada seseorang seperti itu kepadaku.
Aku resah dengan hari esokku .. seperti tak ingin bangun dari mimpi bahagiaku. Aku takut untuk jatuh cinta, takut menyatakan cinta, takut memperjuangkan, takut mempertahankan, takut dengan segala kemungkinan yang buruk yang sama sekali tak kuinginkan terjadi. Ah .. sepertinya aku ingin tidur saja dan bermimpi bersama seorang lelaki dalam dunia mimpiku, ketimbang saat aku menghadapi kenyataan dunia yang membuatku takut akan banyak hal dan membuatku merasa kecewa.
Tuhan ..
Jika aku boleh meminta ..
Tolong pertemukanlah aku dengan seseorang.
Dia yang benar-benar mencintaiku dengan kejelasan.
Dia yang mau memperjuangkan cintanya kepadaku sehingga akupun jadi berjuang untuknya.
Dia yang mau mempertahankanku dalam segala situasi, meski buruk sekalipun.
Dia yang tahu seluk beluk kehidupanku, dia yang tahu banyak kekurangan yang kumiliki tapi selalu berusaha melengkapiku meski dalam kekurangan pula.
Dia yang tahu bahwa banyak diluar sana yang lebih baik dariku tapi tetap memilihku menjadi wanita masa depannya.
Dia yang takan menggantikanku atau meninggalkanku hanya karena orang lain atau hanya karena dia sudah memiliki kepuasannya kepadaku.
dan dia yang tak pernah jenuh menghadapiku, terutama menghadapi sikap keras kepalaku, sikap manjaku, kekanak-kanakkanku, dan cerewetku.
Lalu dia yang berusaha menuntunku menjadi wanita baik.
Tolong pertemukan aku dengan dia ..
Dia yang takan melepaskanku.
Titip salam rindu untuk dia yang akupun tak tahu siapa ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar