Aku rasa bisa iya, bisa juga tidak!
Seorang teman pernah memasang display picturenya di blackberry messenger, dan aku menemukan kata-kata yang aku rasa benar.
Seingatku, kata-kata itu seperti ini :
Awal kenalan : Tiada hari tanpa saling mengirimkan atau membalas pesan. Tiada hari tanpa telponan.
Awal jadian : Tiada hari tanpa kata sayang, saling mengirimkan atau membalas pesan dan saling menelpon.
Setengah bulan setelah jadian : Semakin mengenal, semakin cinta, hal-hal kecil selalu membuat kalian tertawa bersama.
Setengah tahun setelah jadian : Mulai timbul permasalahan, masih saling mengirimkan atau membalas pesan tapi sudah jarang menelpon.
Setahun jadian : Kata sayang dan kata rindu semakin berkurang atau sudah tak pernah terucap. Mengirimkan atau membalas pesan sudah jarang, telpon pun sudah jarang atau tidak lagi.
Kamu lihat itu?
Dari kata-kata diatas menunjukkan bahwa cinta itu bisa kadaluarsa seiring bertambahnya usia. Ini menjawab pertanyaan "Apakah cinta bisa kadaluarsa? Ya aku rasa, iya!"
Seiring bertambahnya waktu, cinta itu bisa hilang. Waktu memang mempertemukan kalian menjadi pasangan dan menjalin hubungan. Tapi ingat, waktu juga bisa membuat kalian yang semakin lama menjalin hubungan mulai merasa jenuh, bosan, datar, hampa, dan lain-lain.
Seseorang lain pernah berkata begini, "Aku selalu percaya, cinta adalah reaksi kimia, gabungan feromon, endorfin, dan serotonin. Setelah beberapa tahun, zat-zat tersebut akan hilang dari pasangan."
Menurutku apa yang dia katakan tentang cinta adalah reaksi kimia adalah benar adanya.
Aku tulis kembali saja salah satu topik "Kimiawi Jatuh Cinta" dari buku Internasional Best Seller : Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps.
Isinya seperti ini :
Saat anda baru saja berkenalan dengan seorang yang istimewa, jantung terasa berdebar-debar, tangan berkeringat, perut terasa geli demikian juga seluruh tubuh anda. ***
Bukti syaraf menunjukkan bahwa fenomena 'jatuh cinta' merupakan serangkaian reaksi kimia yang terjadi didalam otak yang mengakibatkan reaksi pada rohani dan jasmani. ***
***
Kimiawi utama yang memberi anda perasaan jasmani yang menggembirakan karena sedang jatuh cinta itu disebut PEA (phenylethylamine) yang dihubungkan dengan amphethamine dan ditemukan juga di cokelat. *** Adrenalin juga dilepaskan sehingga mempercepat detak jantung, membuat anda waspada dan membuat anda merasa nyaman. ***
(note: *** adalah gamabaran teks yang dipotong/tidak dituliskan)
Oke, itu tentang jatuh cinta.
Saat jatuh cinta, orang-orang dibutakan oleh rasa paling indah dialam semesta. Sebut saja mereka sedang 'mabuk kepayang' atau 'mabuk cinta.'
Mereka yang sedang jatuh cinta, tentu saja berharap masa-masa indah dan menyenangkan seperti itu tidak akan berakhir, namun sayangnya hal itu tak mungkin terjadi. Ingat, cinta bisa kadaluarsa seiring waktu. Lihat saja contoh kalimat diatas tadi! Awal kenalan sampai setengah bulan jadian yah masih baik-baik saja, mungkin pada sebagian orang ada pula yang setengah tahun dan masih baik-baik saja. Tapi coba saja kalian menjalin hubungan sampai setahun. Apakah kebiasaan-kebiasaan yang sering kalian lakukan dulu, masih sering kalian lakukan? Tentu saja tidak lagi atau sudah jarang. Itu buktinya cinta bisa kadaluarsa.
Oh ya, aku menemukan topik yang bagus lagi didalam buku itu tentang "Bagaimana menemukan pasangan yang tepat"
Cinta yang bermula dengan gairah akan dapat berakhir dalam beberapa bulan, beberapa hari atau beberapa minggu saja. Saat itu yang kita sebut masa mabuk cinta sudah berakhir. Ketika pencampuran zat-zat reaksi kimia tadi dan hormon yang membutakan mata berkurang setelah kira-kira satu tahu, tentu saja kamu akan melihat dan menyadari bahwa kebiasaan-kebiasan yang sering kalian lakukan bersama sudah jarang atau tidak lagi kalian lakukan. Kalau dulu segala kebiasaannya selalu membuat kamu merasa bahagia, menyenangkan bisa berbicara dengannya, dan dia selalu tampak lucu dimatamu .. sekarang, pasti hal-hal itu akan membuatmu bosan melakukannya, bosan untuk melihat dan mendengarnya lagi. Semua yang dulu terasa menyenangkan bagimu, tiba-tiba berubah seiring bertambahnya waktu dan membuatmu merasa ingin berteriak-teriak padanya, mengacak-ngacak rambutmu sendiri dan lain-lain.
Kadaluarsa adalah dimana cinta yang kamu rasakan pada awal menjadi memudar seiring bertambahnya waktu diakibatkan kejenuhanmu pada segala sesuatu yang menurutmu sudah tidak lagi menyenangkan, menarik dan tidak ada perubahan, simpelnya datar! Ya .. seperti itu.
Seorang juga pernah bertanya dan sekaligus ia menjawab pertanyaannya sendiri dalam sebuah tulisan. "Lalu kenapa kakek-nenekku bisa bertahan hidup berdua sampai mereka meninggal? Karena saat cinta menghilang, mereka punya sesuatu yang disebut kasih sayang, keterbiasaan, empati dan tentu saja, komunikasi."
Jawabannya itu menurutku juga benar!
Cinta itu bisa kadaluarsa oleh karena waktu. Tapi cinta juga bisa tidak kadaluarsa saat ada kebiasaan-kebiasaan seperti : pertama mereka punya "kasih sayang" yang menurutku jauh lebih indah daripada cinta yang diibaratkan bunga mawar, setelah tiga hari kelopaknya mulai berguguran sehinga tertinggal hanyalah tangkai yang berduri. Kedua mereka punya "keterbiasaan." Loh mengapa keterbiasaan? Simpel sebenarnya, keterbiasaan itu contohnya seperti kamu belajar. Keterbiasaan kamu adalah belajar sampai kamu benar-benar tahu, sampai kamu benar-benar memahaminya. Sama kayak cinta, keterbiasaan kamu mengenal pasanganmu, tahu dan memahami pasanganmu adalah keterbiasaan yang akan membuatmu menjadi menemukan apa yang kamu mau, dan apa yang ia mau dan menyamakannya. Dengan begitu kamu bisa menemukan pasangan yang tepat! Ketiga mereka punya "empati." Empati adalah kepedulian. Cinta itu tidak butuh seberapa sering kamu mengatakan cinta kepadanya, rindu kepadanya, tetapi tentang bagaimana dan betapa banyaknya kamu mempedulikan dia. Mempedulikan hal kecil saja adalah tanda cintamu kepadanya. Keempat adalah "komunikasi." Nah ini yang sering banyak sekali yang salah memahaminya, salah menafsirkannya atau salah menggunakannya. Komunikasi adalah membicarakan segala sesuatu dengan pasanganmu seperti keluh kesahmu, seperti kamu menceritakan hidupmu kepadanya. Misalnya saja kalian berdebat. Mana ada orang yang mau berdebat apalagi itu sering? Tidak! Karena itu kalian harus memahami situasi masing-masing, pentingnya mengenal dan memahami pribadi pasangan kalian masing-masing juga penting loh untuk sebuah komunikasi. Kebanyakkan lelaki menganggap sebuah komunikasi adalah sarana bagi wanita untuk bicara dan saat wanita terlalu banyak bicara, mereka merasa seperti diomeli. Tidak, ada hal yang tidak dimengerti oleh lelaki. Wanita berbicara karena mereka suka berbicara dan sering menggunakan kata-kata yang bukan itu maksud sebenarnya dan sering dimengerti lurus-lurus saja oleh lelaki, maksudku karena lelaki selalu berbicara apa adanya tidak seperti wanita, jadi mereka pun menganggap bahwa wanita sama seperti mereka.
Setelah penjelasanku yang panjang lebar, aku rasa ini menjawab pertanyaan bahwa : "cinta tidak bisa kadaluarsa."


Tidak ada komentar:
Posting Komentar