Jika sampai detik ini aku masih mencintaimu,
Sabarlah ..
aku sedang mencoba melupakanmu perlahan-perlahan.
Jika sampai detik ini aku masih merindukanmu,
Tunggulah ..
akan ada saatnya nanti dimana aku tak bisa lagi menangkap sosok bayangmu yang jatuh tepat dikedua bola mataku.
Jika sampai akhir nafasku dan dalam tiap debaran jantungku, aku masih sangat membutuhkanmu ..
Berbahagialah karena aku sedang mencoba meruntuhkan tiap harapan yang kubangun bersamamu.
Berbahagialah karena aku sedang mencoba membunuh rasaku terhadapmu.
Berbahagialah karena aku sedang mencoba pula untuk menghapus tiap janji yang pernah kamu ucapkan, tiap janji yang kita buat bersama.
Aku sedang mencoba tak berjalan kegirangan mengikuti jejakmu, seperti seorang anak itik mengikuti induknya.
Aku sedang mencoba tak mempedulikan lagi waktu bertahun-tahun yang kuhabiskan bersamamu.
Aku sedang mencoba berjalan berlawanan denganmu.
Semuanya ini aku lakukan untuk bahagiamu.
Aku sedang mencoba membuang rasaku demi kamu yang mencintai dia.
Terakhir untukmu ..
Terima kasih sudah hadir, dan terima kasih sudah pergi dengan dia.
Anggap saja aku tak pernah menunggumu selama ini, menunggu kamu meminta maaf, menunggu kamu menyesal atas apa yang kamu katakan dan tingkahmu yang tak mempedulikanku lagi, yang menunujukkan kamu bosan denganku. Anggap saja aku tak pernah ada, tak pernah sangat mencintaimu, dan tak pernah sangat menginginimu sampai setiaku dan hidupku hanya untuk kamu. Anggap saja tidak pernah ada.
Maaf aku bukan wanita sempurna, tak bisa menjadi wanita yang kau ingini seperti kekasihmu yang sekarang. Maaf aku punya banyak kekurangan yakni sikap burukku.
Ah, sekarang pergilah dengan dia yang kamu pilih. Kamu yang memilih pergi jadi lakukanlah .. lanjutkanlah seperti itu.
Ada yang pernah bilang, "Jika lelakimu tidak mencintaimu dan memilih pergi, tak lagi mempedulikanmu disaat kamu benar-benar membutuhkannya, dan secepat angin menyentuh kulitmu, secepat itu pula ia meletakkan seseorang wanita lain dalam kehidupannya tanpa mempedulikan perasaanmu, maka biarlah dia pergi dan mendapatkan apa yang dia inginkan. Bukan berarti karena kamu melepasnya, jadi kamu tidak mencintainya juga. Tidak! Justru karena kamu mencintainya, kamu tetap setia dengan bodohnya menunggu, seperti anjing menunggu tuannya pulang tapi tidak pernah kembali pulang. Maka biarlah tuan pemilik hati itu pergi dan bayangannya terhapus seiring waktu dan disaat itu, kamu bisa menyembuhkan dirimu sendiri meski tanpa seorang pun menemanimu untuk menyembuhkannya."
Teruntuk kamu ..
Kita pernah tertawa, pernah menangis pula bersama. Kisah yang sudah terukir, biarlah menjadi kisah yang kusimpan sendiri. Kamu tak perlu menyimpannya. Simpanlah saja kisahmu dengan wanita yang kamu pilih itu.
Teruntuk kamu ..
Aku tak ingin ada benci lagi diantara kita. Anggap saja kamu tak pernah mengenalku, dengan begitu sama mudahnya dengan melupakanku secepat caramu.
Semoga berbahagia dengannya ^^
Sabarlah ..
aku sedang mencoba melupakanmu perlahan-perlahan.
Jika sampai detik ini aku masih merindukanmu,
Tunggulah ..
akan ada saatnya nanti dimana aku tak bisa lagi menangkap sosok bayangmu yang jatuh tepat dikedua bola mataku.
Jika sampai akhir nafasku dan dalam tiap debaran jantungku, aku masih sangat membutuhkanmu ..
Berbahagialah karena aku sedang mencoba meruntuhkan tiap harapan yang kubangun bersamamu.
Berbahagialah karena aku sedang mencoba membunuh rasaku terhadapmu.
Berbahagialah karena aku sedang mencoba pula untuk menghapus tiap janji yang pernah kamu ucapkan, tiap janji yang kita buat bersama.
Aku sedang mencoba tak berjalan kegirangan mengikuti jejakmu, seperti seorang anak itik mengikuti induknya.
Aku sedang mencoba tak mempedulikan lagi waktu bertahun-tahun yang kuhabiskan bersamamu.
Aku sedang mencoba berjalan berlawanan denganmu.
Semuanya ini aku lakukan untuk bahagiamu.
Aku sedang mencoba membuang rasaku demi kamu yang mencintai dia.
Terakhir untukmu ..
Terima kasih sudah hadir, dan terima kasih sudah pergi dengan dia.
Anggap saja aku tak pernah menunggumu selama ini, menunggu kamu meminta maaf, menunggu kamu menyesal atas apa yang kamu katakan dan tingkahmu yang tak mempedulikanku lagi, yang menunujukkan kamu bosan denganku. Anggap saja aku tak pernah ada, tak pernah sangat mencintaimu, dan tak pernah sangat menginginimu sampai setiaku dan hidupku hanya untuk kamu. Anggap saja tidak pernah ada.
Maaf aku bukan wanita sempurna, tak bisa menjadi wanita yang kau ingini seperti kekasihmu yang sekarang. Maaf aku punya banyak kekurangan yakni sikap burukku.
Ah, sekarang pergilah dengan dia yang kamu pilih. Kamu yang memilih pergi jadi lakukanlah .. lanjutkanlah seperti itu.
Ada yang pernah bilang, "Jika lelakimu tidak mencintaimu dan memilih pergi, tak lagi mempedulikanmu disaat kamu benar-benar membutuhkannya, dan secepat angin menyentuh kulitmu, secepat itu pula ia meletakkan seseorang wanita lain dalam kehidupannya tanpa mempedulikan perasaanmu, maka biarlah dia pergi dan mendapatkan apa yang dia inginkan. Bukan berarti karena kamu melepasnya, jadi kamu tidak mencintainya juga. Tidak! Justru karena kamu mencintainya, kamu tetap setia dengan bodohnya menunggu, seperti anjing menunggu tuannya pulang tapi tidak pernah kembali pulang. Maka biarlah tuan pemilik hati itu pergi dan bayangannya terhapus seiring waktu dan disaat itu, kamu bisa menyembuhkan dirimu sendiri meski tanpa seorang pun menemanimu untuk menyembuhkannya."
Teruntuk kamu ..
Kita pernah tertawa, pernah menangis pula bersama. Kisah yang sudah terukir, biarlah menjadi kisah yang kusimpan sendiri. Kamu tak perlu menyimpannya. Simpanlah saja kisahmu dengan wanita yang kamu pilih itu.
Teruntuk kamu ..
Aku tak ingin ada benci lagi diantara kita. Anggap saja kamu tak pernah mengenalku, dengan begitu sama mudahnya dengan melupakanku secepat caramu.
Semoga berbahagia dengannya ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar