one day, you will know ..

Jumat, 16 Mei 2014

Cinta kadaluarsa? Bisa iya dan bisa tidak!





Apakah cinta bisa kadaluarsa? 
Aku rasa bisa iya, bisa juga tidak! 

Seorang teman pernah memasang display picturenya di blackberry messenger, dan aku menemukan kata-kata yang aku rasa benar. 
Seingatku, kata-kata itu seperti ini : 

Awal kenalan : Tiada hari tanpa saling mengirimkan atau membalas pesan. Tiada hari tanpa telponan. 
Awal jadian : Tiada hari tanpa kata sayang, saling mengirimkan atau membalas pesan dan saling menelpon. 
Setengah bulan setelah jadian : Semakin mengenal, semakin cinta, hal-hal kecil selalu membuat kalian tertawa bersama. 
Setengah tahun setelah jadian : Mulai timbul permasalahan, masih saling mengirimkan atau membalas pesan tapi sudah jarang menelpon. 
Setahun jadian : Kata sayang dan kata rindu semakin berkurang atau sudah tak pernah terucap. Mengirimkan atau membalas pesan sudah jarang, telpon pun sudah jarang atau tidak lagi. 
Kamu lihat itu? 

Dari kata-kata diatas menunjukkan bahwa cinta itu bisa kadaluarsa seiring bertambahnya usia. Ini menjawab pertanyaan "Apakah cinta bisa kadaluarsa? Ya aku rasa, iya!" 
Seiring bertambahnya waktu, cinta itu bisa hilang. Waktu memang mempertemukan kalian menjadi pasangan dan menjalin hubungan. Tapi ingat, waktu juga bisa membuat  kalian yang semakin lama menjalin hubungan mulai merasa jenuh, bosan, datar, hampa, dan lain-lain. 

Seseorang lain pernah berkata begini, "Aku selalu percaya, cinta adalah reaksi kimia, gabungan feromon, endorfin, dan serotonin. Setelah beberapa tahun, zat-zat tersebut akan hilang dari pasangan." 

Menurutku apa yang dia katakan tentang cinta adalah reaksi kimia adalah benar adanya. 
Aku tulis kembali saja salah satu topik "Kimiawi Jatuh Cinta" dari buku Internasional Best Seller : Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps. 
Isinya seperti ini : 

Saat anda baru saja berkenalan dengan seorang yang istimewa, jantung terasa berdebar-debar, tangan berkeringat, perut terasa geli demikian juga seluruh tubuh anda. ***
Bukti syaraf menunjukkan bahwa fenomena 'jatuh cinta' merupakan serangkaian reaksi kimia yang terjadi didalam otak yang mengakibatkan reaksi pada rohani dan jasmani. *** 
***
Kimiawi utama yang memberi anda perasaan jasmani yang menggembirakan karena sedang jatuh cinta itu disebut PEA (phenylethylamine) yang dihubungkan dengan amphethamine dan ditemukan juga di cokelat. *** Adrenalin juga dilepaskan sehingga mempercepat detak jantung, membuat anda waspada dan membuat anda merasa nyaman. *** 

(note: *** adalah gamabaran teks yang dipotong/tidak dituliskan) 

Oke, itu tentang jatuh cinta. 
Saat jatuh cinta, orang-orang dibutakan oleh rasa paling indah dialam semesta. Sebut saja mereka sedang 'mabuk kepayang' atau 'mabuk cinta.' 
Mereka yang sedang jatuh cinta, tentu saja berharap masa-masa indah dan menyenangkan seperti itu tidak akan berakhir, namun sayangnya hal itu tak mungkin terjadi. Ingat, cinta bisa kadaluarsa seiring waktu. Lihat saja contoh kalimat diatas tadi! Awal kenalan sampai setengah bulan jadian yah masih baik-baik saja, mungkin pada sebagian orang ada pula yang setengah tahun dan masih baik-baik saja. Tapi coba saja kalian menjalin hubungan sampai setahun. Apakah kebiasaan-kebiasaan yang sering kalian lakukan dulu, masih sering kalian lakukan? Tentu saja tidak lagi atau sudah jarang. Itu buktinya cinta bisa kadaluarsa. 

Oh ya, aku menemukan topik yang bagus lagi didalam buku itu tentang "Bagaimana menemukan pasangan yang tepat" 
Cinta yang bermula dengan gairah akan dapat berakhir dalam beberapa bulan, beberapa hari atau beberapa minggu saja. Saat itu yang kita sebut masa mabuk cinta sudah berakhir. Ketika pencampuran zat-zat reaksi kimia tadi dan hormon yang membutakan mata berkurang setelah kira-kira satu tahu, tentu saja kamu akan melihat dan menyadari bahwa kebiasaan-kebiasan yang sering kalian lakukan bersama sudah jarang atau tidak lagi kalian lakukan. Kalau dulu segala kebiasaannya selalu membuat kamu merasa bahagia, menyenangkan bisa berbicara dengannya, dan dia selalu tampak lucu dimatamu .. sekarang, pasti hal-hal itu akan membuatmu bosan melakukannya, bosan untuk melihat dan mendengarnya lagi. Semua yang dulu terasa menyenangkan bagimu, tiba-tiba berubah seiring bertambahnya waktu dan membuatmu merasa ingin berteriak-teriak padanya, mengacak-ngacak rambutmu sendiri dan lain-lain. 
Kadaluarsa adalah dimana cinta yang kamu rasakan pada awal menjadi memudar seiring bertambahnya waktu diakibatkan kejenuhanmu pada segala sesuatu yang menurutmu sudah tidak lagi menyenangkan, menarik dan tidak ada perubahan, simpelnya datar! Ya .. seperti itu. 

Seorang juga pernah bertanya dan sekaligus ia menjawab pertanyaannya sendiri dalam sebuah tulisan. "Lalu kenapa kakek-nenekku bisa bertahan hidup berdua sampai mereka meninggal? Karena saat cinta menghilang, mereka punya sesuatu yang disebut kasih sayang, keterbiasaan, empati dan tentu saja, komunikasi." 

Jawabannya itu menurutku juga benar! 
Cinta itu bisa kadaluarsa oleh karena waktu. Tapi cinta juga bisa tidak kadaluarsa saat ada kebiasaan-kebiasaan seperti : pertama mereka punya "kasih sayang" yang menurutku jauh lebih indah daripada cinta yang diibaratkan bunga mawar, setelah tiga hari kelopaknya mulai berguguran sehinga tertinggal hanyalah tangkai yang berduri.  Kedua mereka punya "keterbiasaan." Loh mengapa keterbiasaan? Simpel sebenarnya, keterbiasaan itu contohnya seperti kamu belajar. Keterbiasaan kamu adalah belajar sampai kamu benar-benar tahu, sampai kamu benar-benar memahaminya. Sama kayak cinta, keterbiasaan kamu mengenal pasanganmu, tahu dan memahami pasanganmu adalah keterbiasaan yang akan membuatmu menjadi menemukan apa yang kamu mau, dan apa yang ia mau dan menyamakannya. Dengan begitu kamu bisa menemukan pasangan yang tepat! Ketiga mereka punya "empati." Empati adalah kepedulian. Cinta itu tidak butuh seberapa sering kamu mengatakan cinta kepadanya, rindu kepadanya, tetapi tentang bagaimana dan betapa banyaknya kamu mempedulikan dia. Mempedulikan hal kecil saja adalah tanda cintamu kepadanya. Keempat adalah "komunikasi." Nah ini yang sering banyak sekali yang salah memahaminya, salah menafsirkannya atau salah menggunakannya. Komunikasi adalah membicarakan segala sesuatu dengan pasanganmu seperti keluh kesahmu, seperti kamu menceritakan hidupmu kepadanya. Misalnya saja kalian berdebat. Mana ada orang yang mau berdebat apalagi itu sering? Tidak! Karena itu kalian harus memahami situasi masing-masing, pentingnya mengenal dan memahami pribadi pasangan kalian masing-masing juga penting loh untuk sebuah komunikasi. Kebanyakkan lelaki menganggap sebuah komunikasi adalah sarana bagi wanita untuk bicara dan saat wanita terlalu banyak bicara, mereka merasa seperti diomeli. Tidak, ada hal yang tidak dimengerti oleh lelaki. Wanita berbicara karena mereka suka berbicara dan sering menggunakan kata-kata yang bukan itu maksud sebenarnya dan sering dimengerti lurus-lurus saja oleh lelaki, maksudku karena lelaki selalu berbicara apa adanya tidak seperti wanita, jadi mereka pun menganggap bahwa wanita sama seperti mereka. 
Setelah penjelasanku yang panjang lebar, aku rasa ini menjawab pertanyaan bahwa : "cinta tidak bisa kadaluarsa." 

Cinta itu jelas. Jelas tergantung kamu menanggapinya. Apakah cintamu itu akan kamu bawa menjadi cinta yang bisa kadaluarsa ataukah tidak? Tergantung kamu.

Rabu, 14 Mei 2014

T.E.R.A.K.H.I.R untukmu (Just left with the one that you choose)


Jika sampai detik ini aku masih mencintaimu,
Sabarlah ..
aku sedang mencoba melupakanmu perlahan-perlahan.

Jika sampai detik ini aku masih merindukanmu,
Tunggulah ..
akan ada saatnya nanti dimana aku tak bisa lagi menangkap sosok bayangmu yang jatuh tepat dikedua bola mataku.

Jika sampai akhir nafasku dan dalam tiap debaran jantungku, aku masih sangat membutuhkanmu ..
Berbahagialah karena aku sedang mencoba meruntuhkan tiap harapan yang kubangun bersamamu.
Berbahagialah karena aku sedang mencoba membunuh rasaku terhadapmu.
Berbahagialah karena aku sedang mencoba pula untuk menghapus tiap janji yang pernah kamu ucapkan, tiap janji yang kita buat bersama.

Aku sedang mencoba tak berjalan kegirangan mengikuti jejakmu, seperti seorang anak itik mengikuti induknya.
Aku sedang mencoba tak mempedulikan lagi waktu bertahun-tahun yang kuhabiskan bersamamu.
Aku sedang mencoba berjalan berlawanan denganmu.

Semuanya ini aku lakukan untuk bahagiamu.
Aku sedang mencoba membuang rasaku demi kamu yang mencintai dia.

Terakhir untukmu ..
Terima kasih sudah hadir, dan terima kasih sudah pergi dengan dia.

Anggap saja aku tak pernah menunggumu selama ini, menunggu kamu meminta maaf, menunggu kamu menyesal atas apa yang kamu katakan dan tingkahmu yang tak mempedulikanku lagi, yang menunujukkan kamu bosan denganku. Anggap saja aku tak pernah ada, tak pernah sangat mencintaimu, dan tak pernah sangat menginginimu sampai setiaku dan hidupku hanya untuk kamu. Anggap saja tidak pernah ada. 
Maaf aku bukan wanita sempurna, tak bisa menjadi wanita yang kau ingini seperti kekasihmu yang sekarang. Maaf aku punya banyak kekurangan yakni sikap burukku.

Ah, sekarang pergilah dengan dia yang kamu pilih. Kamu yang memilih pergi jadi lakukanlah .. lanjutkanlah seperti itu.

Ada yang pernah bilang, "Jika lelakimu tidak mencintaimu dan memilih pergi, tak lagi mempedulikanmu disaat kamu benar-benar membutuhkannya, dan secepat angin menyentuh kulitmu, secepat itu pula ia meletakkan seseorang wanita lain dalam kehidupannya tanpa mempedulikan perasaanmu, maka biarlah dia pergi dan mendapatkan apa yang dia inginkan. Bukan berarti karena kamu melepasnya, jadi kamu tidak mencintainya juga. Tidak! Justru karena kamu mencintainya, kamu tetap setia dengan bodohnya menunggu, seperti anjing menunggu tuannya pulang tapi tidak pernah kembali pulang. Maka biarlah tuan pemilik hati itu pergi dan bayangannya terhapus seiring waktu dan disaat itu, kamu bisa menyembuhkan dirimu sendiri meski tanpa seorang pun menemanimu untuk menyembuhkannya."

Teruntuk kamu ..
Kita pernah tertawa, pernah menangis pula bersama. Kisah yang sudah terukir, biarlah menjadi kisah yang kusimpan sendiri. Kamu tak perlu menyimpannya. Simpanlah saja kisahmu dengan wanita yang kamu pilih itu.
Teruntuk kamu ..
Aku tak ingin ada benci lagi diantara kita. Anggap saja kamu tak pernah mengenalku, dengan begitu sama mudahnya dengan melupakanku secepat caramu.

Semoga berbahagia dengannya ^^



Selasa, 13 Mei 2014

Surat untuk Tuhan _ Tentang Dia


 dear Kekasih Surgaku, 

Tuhan .. jika aku boleh bertanya, 
Siapakah lelaki masa depanku? 
Bagaimana rupanya .. bagaimana postur badannya .. 
Hangatkah pelukannya? Aku pun ingin merasakan pelukan yang kan kunikmati setiap helaan nafas dalam dekapan dia hingga nanti aku tertidur dengan pulas. 
Sedang apakah dia sekarang? Apakah dia sedang memikirkanku juga? Maksudku aku yang kan jadi wanita masa depannya. Apakah aku selalu jadi bayangan yang ia tangkap dengan kedua bola mata hangat, sehangat dekapannya? 
Tuhan .. jika aku boleh berkeluh kesah sedikit kepada-Mu, Sang Pencipta Segala Rasa dihati. Aku ingin mengeluh dan beresah kepada-Mu setiap kali. Maaf bila aku harus mengeluh, bila aku harus meresahkan hari esok kan tiba seperti apa. Jujur saja aku lelah, lelah dengan hidup yang harus kujalani. Jalannya panjang, berliku-liku, ada banyak kerikil dijalan, dan hujan badai yang datang tak tentu diselingi pelangi yang hampir samar-samar kulihat. 
Tuhan, aku iri melihat mereka yang bahagia bersama kekasih masa depannya, bersama dengan lelaki yang benar-benar mencintainya. Aku iri melihat tatapan hangat yang terpancar dari mata mereka kepada kekasihnya, seolah dari tatapan itu kita bisa tahu ada janji yang selalu digenggam sampai akhir, janji untuk selalu bersama, janji untuk saling mencinta, janji untuk saling menjaga, meski kesemuanya tanpa ada kata terucap namun dari tatapan yang sedemikian hangatnya, tutur kata yang lembut seolah mereka tak pernah punya perdebatan-perdebatan yang membuat mereka ragu pada hubungan mereka. Aku iri saat kulihat mata berbinar-binar saat membaca pesan singkat ditelpon genggam atau sekedar menjawab panggilan masuk ditelpon meski hanya beberapa saat untuk menanyakan keadaan, misalnya. Ah sungguh pemandangan yang membuat aku iri. Aku iri mereka mempunyai perasaan yang kuharap dan kutunggu akan ada seseorang seperti itu kepadaku. 
Aku resah dengan hari esokku .. seperti tak ingin bangun dari mimpi bahagiaku. Aku takut untuk jatuh cinta, takut menyatakan cinta, takut memperjuangkan, takut mempertahankan, takut dengan segala kemungkinan yang buruk yang sama sekali tak kuinginkan terjadi. Ah .. sepertinya aku ingin tidur saja dan bermimpi bersama seorang lelaki dalam dunia mimpiku, ketimbang saat aku menghadapi kenyataan dunia yang membuatku takut akan banyak hal dan membuatku merasa kecewa. 
Tuhan .. 
Jika aku boleh meminta .. 
Tolong pertemukanlah aku dengan seseorang. 
Dia yang benar-benar mencintaiku dengan kejelasan. 
Dia yang mau memperjuangkan cintanya kepadaku sehingga akupun jadi berjuang untuknya. 
Dia yang mau mempertahankanku dalam segala situasi, meski buruk sekalipun. 
Dia yang tahu seluk beluk kehidupanku, dia yang tahu banyak kekurangan yang kumiliki tapi selalu berusaha melengkapiku meski dalam kekurangan pula. 
Dia yang tahu bahwa banyak diluar sana yang lebih baik dariku tapi tetap memilihku menjadi wanita masa depannya. 
Dia yang takan menggantikanku atau meninggalkanku hanya karena orang lain atau hanya karena dia sudah memiliki kepuasannya kepadaku. 
dan dia yang tak pernah jenuh menghadapiku, terutama menghadapi sikap keras kepalaku, sikap manjaku, kekanak-kanakkanku, dan cerewetku. 
Lalu dia yang berusaha menuntunku menjadi wanita baik. 
Tolong pertemukan aku dengan dia .. 
Dia yang takan melepaskanku. 

                                                  Titip salam rindu untuk dia yang akupun tak tahu siapa ^^