one day, you will know ..

Senin, 10 Februari 2014

Penerimaan Cinta


Beberapa teman datang dan bertanya kepadaku, 
Mengapa aku masih mencintaimu? 
Mengapa aku masih bertahan denganmu? 
Mengapa aku masih menunggumu? 
Mengapa aku masih berharap padamu? 
Mengapa aku masih setia untukmu? 
Mengapa aku?

Mungkin saja aku gila!
Mungkin saja aku bodoh!
Mungkin saja aku ini wanita gila dan bodoh yang hati dan cintanya masih terarah padamu. 

Mereka bertanya, tidakah aku membencimu setelah aku disakiti olehmu? 
Aku menjawab, aku tidak akan menjadi wanita munafik yang menjawabnya dengan kata tidak. 
Tentu saja aku membencinya!
Aku tidak membenci cintamu, tidak pula hadirmu. 
Aku juga tidak membenci diriku lalu menyesali cintaku yang sebegitu dalamnya padamu. 
Aku tidak pula membenci "Kita" atau tidak pula membenci lalu menyalahkan jarak dan waktu. 
Aku hanya membenci cara kita. Ya itulah ego kita!
Percuma jika saling cinta, tapi selalu dihadang dengan tembok besar yang dinamakan ego diantara aku dan kamu. 

Mereka bertanya, apakah aku begitu menyukainya? 
Jika pertanyaan itu tentang ego kita, sudah pasti aku akan menjawab tidak aku sama sekali tidak menyukainya. 
Jika pertanyaan itu tentang betapa besarnya aku menyukai semua hal tentangmu meski kadang itu menyakitiku dan membuat aku menjadi wanita bodoh.. aku akan tersenyum dan menjawab tentu saja aku menyukainya, semua orang bisa melakukan itu. Bukan cuma aku, tapi mungkin saja orang lain. 

Mereka bertanya, lalu masih sukakah aku bertahan? 
Tentu saja aku masih suka! 
Jangan tanyakan itu kepada hatiku .. tetap saja ia akan menjawab tentu saja masih! 
Memang aku membencinya, memang aku tidak menyukainya. 
Tapi ini masalah hati, masalah cinta, masalah kenyamanan, masalah bertahan meski tersakiti. 

Bukan sebuah kebodohan, bukan sebuah kegilaan .. 
tapi itu soal ketulusan menerima dan diterima. 
Bukankah cinta itu soal kebodohan dua insan yang masih bertahan meski banyak kerikil yang diinjak? 
Bukankah cinta itu soal kegilaan dua insan yang saling mencinta dan menciptakan waktu-waktu hebat yang dinamakan kenangan? 
Cinta takan bisa lepas dari yang namanya bodoh dan gila ! Karena itulah cinta bisa menerima meski hatinya tersakiti, cinta bisa memaafkan meski tersakiti, dan bisa menerima sekalipun ia membencinya. 

~') 



sweet heart,
Eva

Tidak ada komentar:

Posting Komentar