Sore kelabu bagiku ..
Ku pura-pura saja aku menikmati semua kegembiraan saat jalan-jalan. Ku pura-pura saja aku tertawa tapi mataku hampir saja meledak dengan air mata yang ingin segera keluar. Ku berusaha saja menahan semua sekuat dan semampuku untuk tegar.
Ah entah suasana hatiku yang sedang kacau atau akal sehatku seolah tak berada pada tempatnya.
Kedua bola mataku selalu ku palingkan dari tatapan orang-orang. Mungkin saja mereka hampir atau tengah menangkap sendunya mataku yang sehabis menangis.
Dalam perjalanan didalam sebuah angkutan umum, aku duduk tepat dibelakang kursi pengemudi dan kursi yang bersebelahan dengan kursi pengemudi. Aku mengamati dengan seksama kedua kursi yang ditempati oleh seorang bapak berkacamata, berbaju coklat muda sedang menyetir, kira-kira umurnya sekitar 55-an, lalu yang duduk disampingnya seorang ibu berkacamata juga, berbaju putih, kira-kira sekitar 50-an, umur mereka mungkin tak terpaut jauh dan lalu aku mengamati dengan seksama ibu ini memegang segenggam uang dalam hitungan ribuan, seperti itu. Aku belum menangkap apa-apa dari pemandangan ini. Lalu kemudian angkutan yang kutumpangi ini berhenti, rupanya menunggu seorang penumpang naik. Aku mulai kembali mengamati kedua bapak dan ibu didepan dudukku ini. Keduanya tampak sedang berbicara, lalu si ibu kembali berseru, "Malalayang .. malalayang .." Si bapak pun kembali berbicara pelan dengan si ibu. Aku kurang mendengar apa yang mereka bicarakan, bukan maksudku menguping pembicaraan mereka tapi aku hanya dihantui oleh rasa penasaranku saja. Ah ! Yah jadi seperti ini .. Dikepalaku seolah muncul lampu yang sejak tadi kucari-cari. Aku tertawa dalam hati. Diam-diam aku mulai tersenyum. "Romantis." Tuturku dalam hati. Sudah kuduga pasti mereka adalah sepasang suami istri. Wah .. Hatiku bergirang-girang melihat pemandangan romantis seperti ini. Si bapak menyupir sebuah angkot lalu si ibu yang menjadi keneknya, duduk bersebelahan dengannya.
Dari cerita yang kualami sendiri diatas, tentu memacu otakku untuk berpikir menulis sesuatu didalam postinganku kali ini lalu jariku pun mulai menari-nari diatas keyboard laptopku, meski sudah larut malam aku masih ingin menulis ini. Jarang sekali aku melihat pemandangan romantis seperti ini, biasanya aku hanya melihatnya di film-film romantis yang sering kutonton.
Dari cerita yang kualami sendiri diatas, tentu memacu otakku untuk berpikir menulis sesuatu didalam postinganku kali ini lalu jariku pun mulai menari-nari diatas keyboard laptopku, meski sudah larut malam aku masih ingin menulis ini. Jarang sekali aku melihat pemandangan romantis seperti ini, biasanya aku hanya melihatnya di film-film romantis yang sering kutonton.
Jujur saja didalam hatiku selain ada kegirangan tersendiri melihat pemandangan romantis nyata ini, aku sempat merasa iri. Perasaan yang jarang sekali kutemukan didalam diriku, maksudku kehidupanku, cintaku dan segala sesuatu yang seperti ada didalam khayalanku. Ah tapi bagaimanapun aku sadar kalau segala sesuatu yang kita inginkan tak semuanya harus terjadi didalam hidup kita. Kadang kenyataan tak sesuai dan seindah khayalan kita.
Cerita bapak dan ibu di angkutan umum hari ini mengajarkanku sesuatu, yang ingin kubagikan kepada kamu atau kalian yang membaca postingan tulisanku.
Cinta itu harusnya seperti ini ..
Cinta harusnya bisa melakukan segala sesuatu bersama-sama ..
Cinta harusnya bisa saling mendukung ..
Bukan untuk menjatuhkan, bukan untuk meninggalkan, bukan untuk mengabaikan,
dan segala sesuatu yang berbau personal !
Cinta itu harusnya bisa bertahan bersama-sama didalam situasi apapun ..
Cinta itu harusnya bisa bertahan bersama-sama didalam situasi apapun ..
Cinta tak semestinya menjadi keAKUan atau keKAMUan,
atau tidak semestinya berkata kamu saja dan aku saja ..
TAPI .. cinta itu seharusya bersama-sama,
saling menggandeng didalam rumah yang kita bangun yang ku sebut sebagai hubungan,
lalu bersama-sama mengatakan KITA.
Cinta harusnya bisa seperti itu.
Ini cinta ..
Cinta itu bukan milik seseorang, tapi milik dua insan manusia yang berpaut menjadi satu jiwa dan satu hati, serta melakukan segalanya dalam keKITAan. Itulah makna cinta yang sebenarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar