one day, you will know ..

Rabu, 30 Oktober 2013

Komunikasi itu PENTING !

"Jangan percaya kepada orang yang katanya mencintaimu, tapi santai tak memberimu kabar."
 
"Jika dia mencintaimu, dia akan tersiksa dalam keaadan dimana engkau tak dekat dengannya."

Dua kalimat diatas, dikutip dari kata-katanya om Mario Teguh di akun twitter @MTLovenHoney. Ayo .. yang baca 2 kalimat diatas pasti ada yang sudah merenungkan tingkah laku kekasih hati masing-masing. Pasti yang kekasihnya sering ngabarin, ketika baca ini waaah senang banget rasanya karena inti dari kalimat diatas adalah karena dia mencintaimu jadi dia membutuhkanmu tak peduli kamu dekat dengannya atau kalian terpisah oleh ribuan kilometer jarak dan zona waktu, dia akan tetap memberikanmu kabar meski itu pun ditengah-tengah kesibukkannya, lagi-lagi karena cinta. Alasan lain yang bisa aku paparkan dalam tulisanku kali ini adalah karena dia mencintaimu jadi wajar saja jika dia merindukanmu setiap saat tak pernah ada kata bosan dan lelahnya untuk merindukanmu, karena akan sangat sulit baginya untuk menahan kerinduannya padamu. Tapi jika yang membaca ini ada kekasihnya yang jarang baru memberikan kabar, pasti otak dan hati kamu sekarang sedang konflik atau yang sering disebut dengan menggalaunisasi. (haha)

Didalam sebuah hubungan, tentu banyak hal diperlukan secara nyata. Cinta itu luas maknanya. Bukan cuma antara kamu dan dia yang saling mengerti dan memahami, saling mendengarkan keluh-kesah, saling percaya, saling menghargai, saling menjaga komitmen yang kalian bangun bersama yaitu kesetiaan, tapi juga bagaimana kalian sama-sama saling membutuhkan. Lewat komunikasi yang baik, hubungan kalian lebih lama justru tidak akan terasa bosan karena kalian saling memahami kondisi atau keadaan pasangan kalian disana. Bukankah jika lewat komunikasi yang baik, segala permasalahan kalian bisa kalian selesaikan dengan saling mendengarkan apa yang diingankan, diharapkan dari pasangan kalian. Darisitu kalian bisa belajar apa artinya memahami pasangan kalian, ya siapa tahu pasangan kalian sibuk. Mungkin juga lewat komunikasi, pasangan kalian yang tadinya pencemburu, tidak percaya sepenuhnya pada kalian dan sering bertingkah aneh dan menjengkelkan karena sering ngambek dan sebagainya, kalian akan saling tahu bagaimana pasangan kalian agar kedepannya kalian tidak akan membuat pasangan kalian kecewa atau kalian bertengkar hanya karena masalah sepele. 

Tapi yah kalau pasangan kamu memang jarang memberikan kabar untukmu, beerpikirlah dua kali atau berapa kali pun yang kamu butuhkan. Bisa jadi saat dia tak memberikan kabar untukmu, dia mungkin sedang sibuk memberikan kabar kepada kekasihnya yang lain. Eh ini bukan bermaksud untuk membuatmu bertambah galau. Hanya saja kadang kata ini benar. Atau mungkin dia sedang sibuk disana, tapi seandainya ya ... ini dengan kata seandainya pun dia sedang sibuk disana, pasti dia memberikan kabar untukmu. Sama seperti postingan tulisanku yang sebelumnya, masa iya sih 24 jam yang Tuhan berikan padanya 1 menit pun dia tak dapat luangkan waktu untukmu? Berpikirlah 2 kali. Tandanya adalah dia itu tidak mencintaimu ! 


Sabtu, 19 Oktober 2013

Kita, Rindu, dan Ego


Kita bukan hanya antara aku dan kamu, tapi juga tentang waktu dan jarak. 

Kita adalah satu perjalanan, entah itu berapa lama kita harus terpisah oleh ribuan kilometer jarak dan entah kapan kita akan menyatu. 

Kita adalah sebuah harapan untuk mengendalikan waktu. 
Waktu yang selalu diam membisu saat kita saling bertanya-tanya kapan kita akan bertemu, lalu kemudian kapan kita akan menyatu dan takan terpisahkan lagi oleh jarak. 
Waktu yang berdentang lebih lambat karena merindukan. 
Waktu yang ingin sekali aku hentikan saat kita sudah bersama, dan tak ingin waktu kembali berputar tuk memisahkan kita. 

Kita adalah rindu itu sendiri .. 
Rindu yang semakin menumpuk dan semua rindu itu, kitalah yang menciptakannya. 
Kita adalah anugerah dari Sang Pencipta dan kerinduan adalah keistimewaan kita untuk saling menyapa, saling memeluk saat kita merindukan, rindu yang selalu punya tempat untuk bermuara. 

Semua itu adalah tentang kita! 

dan kau wahai lelaki yang selalu merajai hati dan pikiranku, aku merindukanmu karena aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu. 

Kita .. aku ingin kita. 
Kita yang selalu saling menyayangi ..
dan kita yang akan saling melabuhkan cinta. 


Ah .. tiba-tiba aku termenung. 
Aku mulai memikirkan ini dan itu. 
Oh bukan .. bukan memikirkan tentang cinta kita. Aku tidak pernah meragukan cintaku padamu, jangan ragukan itu. Hanya saja aku mulai menjadi sosok yang paranoid. Ya semua itu adalah alasan aku takut kehilangan cintamu dan dirimu, melihat jarak kita yang sudah berjauhan begitu juga dengan kita yang sudah tak saling menyapa seperti biasanya. Kita menjadi sosok yang saling mendiamkan. Mungkin kita saling merindukan sehingga saling menanyakan dan memberi kabar hanya saja kita dibatasi oleh sebuah tembok besar yang kini semakin tinggi saja, sebut saja "Ego"
Kita tidak saling merenungkan kalau kita berdua sama-sama salah dalam hal ini dan itu. Seharusnya kita lebih saling memahami, saling meminta maaf dan memaafkan, saling memeluk dan memperbaiki kesalahan yang lalu. 
Sekarang kita sudah berbeda .. saling menyapa karena rindu tapi kita terlalu keras untuk melepaskan ego kita. 


Cinta Jarak Jauh dan Titipan Rindu


Ini sebuah cerita antara aku dan kamu ..
Ada ribuan kilometer jarak, ada ribuan detik zona waktu, yang memisahkan antara aku dan kamu.
Cerita cinta yang tak selalu kita jalani bersama, mungkin duduk berdua dan mendengarkan lagu atau sekedar bercerita tentang keseharian kita masing-masing.
Cerita cinta yang harus kuakui tak berjalan mulus, 
terlalu banyak kerikil kecil yang jadi penghalang antara kita, selalu membuat kita jatuh namun bangkit kembali dan berusaha mengatur langkah kaki kita bersama-sama kesatu tujuan yang sama pula. 
Masih ingatkah kamu  awal kita berkenalan? 
Masih ingatkah kamu awal kita saling berbagi kisah dan kasih?
Masih ingatkah kamu awal kita jadian?
Meski itu kita terpisah oleh jarak ..
Hanya waktu yang membuat semua itu jadi indah! 

Masih ingatkah kamu awal kita berjumpa?
Sekian lama kita tak berjumpa, 
saling meraba lembut, 
saling memeluk merasakan kehangatan, 
saling mengecup penuh mesra.

Menulis disini pun takan cukup rasanya untuk bercerita tentang semua keindahan dan kekuatan kita bertahan selama bertahun-tahun .. waktulah yang menjadi saksi bisu cinta kita dan jaraklah yang membuat cinta kita semakin tumbuh dari hari ke hari.

Kini .. kita berjauhan lagi, karena keegoisan kita. Mungkin begini lebih baik bagi kita berdua untuk saling menenangkan hati dan pikiran kita, saling mengintrospeski diri dengan melihat tahun-tahun kita bertahan karena alasan terbaik kita untuk bertahan dalam cinta jarak jauh ini. 
Jadi aku rasa, aku butuh menulis dan berharap lagi pada waktu dan jarak. 
Aku ingin menitipkan cinta sekali lagi pada waktu dan jarak.
Semua tentang kamu .. 
Meski kadang terasa pilu saat aku sadar kita sedang berpisah karena ego kita, kita tak lagi saling menyapa seperti biasanya, kita tak lagi melakukan hal-hal hebat seperti tertawa bersama atau menangis bersama seperti sebelumnya.
Mungkin lebih baik aku begini .. hanya bisa menitipkan cinta pada waktu dan jarak antara aku dan kamu, yang kesemuaannya adalah tentang kamu. Semua rasa rindu yang semakin menggebu dan menumpuk dan kau tahu dengan pasti, aku menitipkan lagi rasa rindu ini pada keterpisahan kita yang selalu bermuara padamu.
Cinta dan rindu ini aku titipkan pada mereka, sampai nanti kamu kembali padaku dan aku kembali padamu, bukan karena keinginan jasmani kita tapi karena takdir cinta yang menyatukan kita kembali bersama, seperti dulu.


with love,
seorang wanita yang sangat mecintaimu ♡

Minggu, 13 Oktober 2013

Percakapan Singkat dengan Tukang Ojek tentang Aku dan Kesetiaan

 
 
Percakapan singkat dengan seorang tukang ojek berinisial B, tentang kesetiaan. Percakapan ini berlangsung saat aku baru saja turun dari mobil, dan harus menumpangi sebuah motor yang disebut sebagai ojek untuk bisa sampai ke area kost-kostan kami karena mobil penumpang hanya sampai di bagian pangkalan tapi jarang sekali baru mobil-mobil itu berjalan masuk ke dalam kampus kami yang disekitarnya ada banyak kost-kostan tempat para mahasiswa yang dekat maupun jauh tinggal. 

B : "Wah Cha, kamu selalu jalan sendirian ya? Kok gak pernah kelihatan jalan sama pacar? Sekali-kali ajak saja pacar kamu untuk jalan-jalan biar om juga tahu. Ya siapa tahu kalau saling berpapasan dijalan bisa saling menyapa."

A : (aku tertawa sejenak, lalu kemudian menarik napas panjang dan tersenyum lebar) "Aku gak punya pacar om."

B : "Masa gak punya pacar? dengan wajah seperti ini, tentu banyak lelaki yang ingin dekat dan menjadi pacarmu. Iya kan? Masa gak punya? Bohong itu."

A : (lagi-lagi aku tersenyum) "Pacarku bukan disini om, pacarku dijauh sana (maksudku Ambon, inisial L *yah meski hubungan kami tak berjalan sebaik dulu tapi aku tetap menyayanginya dan tetap berusaha setia dan mempertahankan komitmen, meski mungkin dia sudah tidak*) "Kalau aku punya pacar disini, pasti setiap hari dia akan mengantarku pergi-pulang, atau jalan bersama-sama. Tapi ini, bisa om lihat sendiri semenjak aku disini tak pernah kan aku sedikitpun berjalan bersama teman cowok yang mungkin dikira sebagai pacarku. Kalaupun iya, pasti dengan banyak orang atau cuma sekedar jalan sebagai teman, dan tak lebih."

B : "Wah jadi setia ini? Hebat!"

A : "Iya om, puji Tuhan .. aku hanya berusaha setia. Aku sudah cukup dewasa dan sudah cukup tahu untuk menjaga diriku juga hatiku. Meski banyak lelaki yang mendekatiku, tapi kalau hatiku sudah menetap aku akan berusaha menjaganya sebisaku."

B : "Ya .. ya .. ya! Harus begitu. Setia itu penting. Banyak rumah tangga sekarang yang kacau karena sering terjadi perselingkuhan. Setia itu penting dan harus dimulai sejak dini. Bagus .. pemikiran yang bagus. Hebat!"

A : (senyumku semakin melebar, aku merasa wajahku memerah dipuji seperti itu) "Tentu om, setia itu penting. Sekalipun masih pacaran apalagi jarak jauh, bukankah kesetiaan itu lebih mahal dari apapun? dan itu takan bisa dibeli dengan apapun. Rumah tangga yang sukses karena kedua-duanya saling menjaga komitmen dalam janji setia mereka. Kalau baru pacaran saja sudah selingkuh bagaimana kedepannya? mungkin sedikit mengkhawatirkan."

B : "Iya benar.. kamu benar. Orang yang setia pasti mendapat apa yang terbaik dari Tuhan."

A : "Iya om, benar. Tuhan kan gak pernah salah memasangkan orang yang tepat pada orang yang tepat pula. Kalau jodoh, mau lari kemana pun tetap akan kembali. Lagian sekarang ini bagiku yang terpenting adalah kuliah-sarjana-lalu punya banyak gelar seperti yang aku cita-citakan lalu punya banyak uang, kemudian membahagiakan orang tuaku dan adikku."

B : "Benar .. pasti banyak lelaki yang akan semakin menginginkanmu kalau kamu sudah kerja apalagi dengan wajahmu yang gak diragukan."

A : (aku hanya tertawa kecil)

B : "Zaman sekarang susah menemukan orang seperti kamu. Wanita zaman sekarang bagi mereka, karena mereka punya tampang yang cantik jadi pacaran banyak, setelah dengan satu ada lagi yang lain, atau sama-sama dengan yang lain saat dengan yang lain pula. Hebat kamu! Harus jaga itu! Om mendukung! Hebatlah kamu! Sangat bagus."

Lalu kemudian aku sampai juga didepan kost-kostanku dan berakhir sudahlah percakapan singkat kami berdua. Aku memang banyak dikenal oleh beberapa tukang ojek, maklum aku sering sekali mengajak mereka untuk mengobrol jadi mereka pun sering melakukan hal yang sama saat mereka memboncengiku.

Inti dari percakapan itu kesetiaan itu mahal dan tiada tandingan bila beradu kekuatan.
Setialah dalam perkara kecil, maka segala sesuatu akan indah bagimu. 

Sabtu, 12 Oktober 2013

Bercerita tentang Papaku, Lelaki Terhebat!

Hari ini aku baru sempat memainkan jemariku untuk saling beradu mengetik kata-kata yang sering tak bisa aku ucapkan dengan mulutku atau banyak hal lain apapun itu..
Oh ya .. aku ingin bercerita tentang seorang sosok lelaki terhebat dihidupku. Dari judulnya tentu kalian sudah tahu yang aku maksud itu lelaki yang kupanggil dengan sebutan papa.
Semua anak perempuan tentu dekat dengan papanya masing-masing, begitu pula denganku. Tulisanku kali ini aku ingin bercerita tentang papaku. Sama seperti papa membanggakan aku putri tunggalnya, putri kesayangannya, putri yang diibaratkan jantung olehnya, dan kali ini putri ini ingin menulis juga tentangnya dan membanggakannya didepan semua orang yang membaca tulisanku. 

Papa itu sosok pekerja keras, 
Dia bekerja keras untuk kebahagiaanku dan adik laki-lakiku (namanya Rafael Jorgen Keljombar, sering dipanggil dengan nama Jo), juga untuk mamaku, wanita spesial dihatinya selain diriku tentunya. 
Dia tak pernah mengeluh, tak pernah ada kata lelah untuk bekerja. Karena katanya, bagi dirinya pekerjaan itu dilakukan untuk kami (tiga orang spesial dihatinya). Baginya tak penting bila harus bekerja dari pagi-malam-pagi-malam dan seterusnya, asal itu bagi kami.

Papa itu sosok yang berwibawa, bijak, dan selalu bisa diandalkan. 
Karena sikapnya yang berwibawa, sehingga dia sangat dihormati oleh orang-orang disekitarnya. Tak pernah memandang siapa kamu dan seberapa banyak kekayaanmu atau sekurang apa hartamu, kalau kamu salah, ya tetap salah. Dia selalu mengutamakan pekerjaan tapi selalu menyisihkan waktu untuk  bersama anak-anaknya dan istrinya. Tak pernah ada satu pekerjaan yang terlalaikan (mungkin juga atas dukungan dari wanitanya yaitu mamaku, haha). 

Papa itu sosok yang tegas, tapi penyayang. 
Banyak yang bilang begini "Eva papa kamu galak!" Mendengar ini atau kalimat-kalimat yang mengarah ke kalimat seperti itu sering kali membuat aku tertawa terbahak-bahak. Siapa bilang? Kalian belum dekat saja dengan papaku. Coba saja kalian ajak ngobrol pasti menyenangkan. Jangan lihat dari wajah papaku dan mengatakan seperti itu. Papaku memang tegas karena itu diwajahnya seperti menempel sesuatu yang membuat orang-orang jadi takut dan merasa papaku galak atau apalah itu. (haha) Kalian tahu? Papaku itu lucu loh. Memang kuakaui papaku pun pernah membuatku takut hanya dengan melihat wajahnya saat dia marah atau terdiam. Tapi aku lebih mengenal bagaimana papaku. Sejahat apapun dia seperti yang dikatakan orang-orang, dia itu adalah sosok tegas. Mau bukti? Tanyakan saja pada mereka yang mengenalnya dekat. Tanya saja pada mereka yang menjadi siswa-siswinya disekolah atau mahasiswa-mahasiswinya dikampus. Dia sangat terkenal karena dibalik wajahnya yang dalam tanda kutip tampak galak, dia itu sosok yang tegas dan sangat menyayangi orang-orang disekitarnya. Tak sedikit orang yang pernah ditolongnya dan itu tanpa meminta imbalan apapun. Karena katanya, "Kalau papa berbuat baik pada siapapun dengan menolong mereka, suatu saat anak-anak papa akan ditolong orang," dan itu benar.

Papa itu sosok setia dan sempurna, yang sangat membuatku terkagum-kagum padanya.
Malaikat kedua didunia untukku selain mamaku itu adalah papaku. Sempurna! Dia menyayangiku dengan kesederhanaannya tapi sempurna. Seringkali memarahiku tapi itu untuk kebaikkanku tapi tetap menyayangik, begitu pula dengan kasih sayangnya terhadap adik dan mamaku.
Bukan berarti karena kukatakan papa itu sosok yang sempurna jadi dia tak mempunyai kekurangan satu pun. Ada! dan semua manusia sempurna apapun mereka, tetap ada kesalahan entah besar entah kecil. Papaku juga pernah berbuat salah. Ya pernah. Pernah terhadap mamaku sebagai wanitanya. Tapi mengapa kubilang setia? Karena hanya satu kesalahan itu yang diperbuat dan dia belajar dari kesalahan itu sehingga tidak ada kesalahan lain yang sama, yang menyakiti hati mamaku. Bagi papa, mama itu dunianya dan rumahnya. Jadi dia begitu sederhana dengan kesetiaannya pada mamaku. Lalu kemudian aku merenungi ini, membuat aku menjadi begitu iri pada mama. "Andai saja lelaki pilihanku bisa seperti papaku. Ah aku berharap terlalu banyak.. Oke cukup."

Banyak hal yang tak mungkin kusebutkan satu per satu, hal-hal yang membuatku kagum dengan papaku dan menjadi iri pada mamaku bisa mendapatkan lelaki seperti papa.


Aku mengarahkan pandanganku menatap lurus kedepan, banyak hal yang kupikirkan tapi satu yang lebih aku nomor satukan tentang cinta dan lelaki yang mendampingiku, ya lelaki itu harus sama seperti papaku. Meski aku tahu tiap lelaki itu berbeda dan tak mungkin aku mendapat lelaki yang sama persis seperti papa, tapi setidaknya .. Papa menjadi tolak ukurku untuk menemukan sosok lelaki masa depanku yang kan mendampingiku hingga maut memisahkan aku dengan dirinya. (*)
 *Meski pada kenyataannya, aku pernah memilih salah satu lelaki dan menjalani jalan yang panjang bertahun-tahun dengannya dan banyak hal dengannya, tapi ternyata dia .. ah entahlah aku tak ingin membahasnya. Cukup kusimpan saja semua sendiri dihatiku.
Ngomong-ngomong, 10 Oktober 1970 - 10 Oktober 2013 , selamat ulang tahun papa yang kucintai dan sangat kusayangi. Aku bangga menjadi anakmu papa. Cium dan pelukku padamu meski kita berjauhan tapi doaku menyertaimu, mama dan adikku. (⌒˛⌒)

Minggu, 06 Oktober 2013

Kata Maaf yang Sudah Tak Berarti Saat Kesalahan yang Sama Terulang Kembali

Semudah itu kau ucapkan kata maaf kepadaku kekasihku, 
setelah kau lakukan lagi kesalahan yang sama.
Dimana perasaanmu saat kau melakukan salah yang sama? 
Inikah cara dirimu membalas tulus cinta yang telah kuberi?

Menyakitkan bila cintaku dibalas dengan dusta. 
Namun mencintaimu takan kusesali, karena aku yang memilihmu.

~ lirik lagu Dibalas dengan Dusta voc. Audy.

Hei kalian, aku tadi sempat buka-buka youtube mencari-cari lagu baru dan didaftar muncul lagu "Dibalas dengan Dusta." Memang ini lagu lama, bahkan sudah terlalu lama hingga menjadi tak asing lagi di telinga kalian saat mendengar lagu ini. Benar, aku pun begitu. Tapi hari ini entah kenapa aku begitu tertarik mendengar lagu ini. Bahkan aku sempat memutarnya berulang kali bagai sebuah lagu baru yang belum pernah kudengar. Mendengar lagu ini membuat aku jadi terinspirasi untuk membuat tulisan dengan bertemakan "Maaf." Oke cukup basa-basinya. Mari kita mulai saja membahasnya dalam tulisanku ini.

Setiap orang PASTI pernah melakukan kesalahan termasuk aku juga pernah melakukan kesalahan. Wajar kan kita ini manusia dan tentu tak bisa dihindari sikap ego kita membuat kita terkadang membuat suatu kesalahan. Tapi bukan juga harus kesalahan yang sama, yakni kesalahan yang berulang kali dilakukan lalu kemudian hanya kata "Maaf."
Untuk setiap kesalahan, jika orang itu merasa dia tengah melakukan kesalahan lalu meminta maaf dia adalah orang terhebat yang pernah ada. Mengapa? Karena dia mampu mengakui kesalahannya. 
Tapi jika kesalahan itu dilakukan berulang kali tanpa satu perbaikan yang ternyata kesalahan itu tengah menyakiti hati seseorang atau beberapa orang mungkin. Lalu orang yang melakukan kesalahan hanya mampu meminta maaf. Benar, orang itu sudah cukup hebat untuk meminta maaf. Tapi coba pikirkan ini .. "Terkadang kata maaf itu tidak berarti, tidak berguna, saat kamu melakukan kesalahan yang sama apalagi terhadap orang yang mencintaimu dengan tulus. Bukan dia tidak mencintaimu dan tidak ingin memaafkanmu, hanya saja dia butuh suatu perubahan, suatu perbaikan darimu terhadapnya." Ah .. kamu pasti bertanya perubahan atau perbaikan apa? Dengan sederhana aku menjawab apa yang ada di dalam pikiranmu, yang kumaksud adalah janji dan komitmen kamu tidak akan lagi mengulang kesalahan yang sama. Nah itu merupakan sosok pemberani, sosok hebat, sosok luar biasa yang dinantikan banyak orang.

Coba pikirkan lagi .. andai kamu berada diposisi kekasihmu dan kekasihmu ada diposisimu. Lalu kemudian dia menyakitimu, lalu meminta maaf. Kamu memaafkannya. Lalu kesalahan yang sama dia lakukan lagi, lalu kesalahan yang sama terulang kembali dan setiap kali dia melakukan itu kamu selalu memaafkannya. Tapi suatu saat kamu pasti akan merasa jenuh dengan selalu memaafkan tanpa satu perubahan dari dia atau dengan selalu memaafkan tapi hatimu selalu terluka dan kamu begitu rapuh. Bagaimana jadinya kamu? Pasti sakit kan? Nah! Sama halnya dia saat kamu menyakitinya dengan kesalahan yang sama. Atau kesalahan yang sama kamu lakukan untuk setiap orang disekitarmu, tentu saja sakit. Ini hati bukan sebuah tempat sampah yang ketika disakiti takan merasa terluka lalu menangis. Karena ini hati, sekuat apapun hati seseorang seperti batu karang yang diterjang ombak pasti suatu saat akan tergores juga, sama halnya dengan hati.

Untuk lebih membawamu kedalam tulisan ini, ayo baca percakapan berikut!

A : Ambilah sebuah piring dan hempaskan ke lantai.
B : Oke sudah. 
A : Apakah pecah?
B : Iya.
A : Sekarang ucapkan maaf pada piring tersebut.
B : Maaf. 
A : Apakah dia utuh kembali? 
B : ..........

Mengerti?
Kalau belum mengerti coba saja kamu praktekan dirumah. Ah cuma bercanda kok.
Oke, kembali ke pokok bahasan. Nah sudah kamu baca percakapan diatas, kesan apa yang dapat kamu tarik dari percakapan itu? Oke .. anggap saja percakapan itu diulangi beberapa kali apakah piring-piring itu akan kembali utuh saat kamu melakukan kesalahan yang sama dan kamu hanya meminta maaf? Tidak ! Itu tidak cukup ! Kamu perlu memperbaiki piring-piring yang pecah itu atau kamu memilih membuangnya. Tapi jika piring itu adalah hati, tentu kamu perlu memperbaiki tingkah lakumu yang menyakiti seseorang atau beberapa orang tanpa kamu sadari atau mungkin pula kamu menyadarinya.

Pikirkan ini pula ..
Bagaimana kalau kesalahan yang sama kamu lakukan kepada orang yang sangat mencintaimu setulus hati, misalnya satu kasus kamu melakukan kesalahan dengan berselingkuh saat kamu jauh dari kekasihmu atau saat kalian sedang bertengkar dan ah apapun itu intinya kamu berselingkuh saat dia masih menjadi kekasihmu. Lalu kesalahan itu kamu hanya mengucapkan kata maaf, kemudian kesalahan yang sama kamu lakukan lagi dan terus kamu lakukan dan hanya kata maaf yang terucap. Tentu sakit baginya sekalipun dia memaafkan kamu  bukan berarti dia melupakan itu secepat kamu membuatnya jatuh hati kepadamu. Ingat, tidak semua orang sama, tidak juga hati semua orang. Ada orang yang mengaku hatinya kuat tapi kau tahu ternyata dia sangat rapuh. Lalu bagaimana kalau hati orang itu kamu sakiti dengan kebohonganmu ataupun sederetan hal yang menyakitkan. Pernahkah kamu berpikir bagaimana perasaannya? Kamu hanya mampu berkata maaf dan maaf tapi dimanakah komitmen dan janji dari kata maaf? Sudahkan kamu dewasa untuk berkomitmen dari sebuah kesalahan? Jika kamu tidak seperti itu, jangan pernah mengaku kamu adalah sosok dewasa. Bagiku, kamu hanya seorang anak kecil yang ingin mencoba hal-hal yang baru atau hal-hal yang bagimu menyenangkan lalu hanya mampu mengatakan maaf saat kamu menyakiti hati seseorang.
Ingat .. terkadang kata maaf tidak mampu mengobati luka hati seseorang yang telah kamu sakiti hatinya berulang kali apalagi dengan kesalahan yang sama. Terkadang kamu butuh komitmen dalam dirimu dan janji dari sebuah kesalahan bahwa kamu takan melakukan kesalahan yang sama. 

Sabtu, 05 Oktober 2013

Cara Sederhana Mencintaiku

 
Mencintaiku itu mudah ..
Membuat aku bisa jatuh cinta kepadamu itu mudah ..
Cukup cintailah aku dengan cara-cara yang sederhana tapi bisa membuat aku menggilai caramu yang sederhana dan berbalik mencintaimu.

Dengan cara yang sederhana cukup beri aku kasih dan sayangmu. 
Dengan cara yang sederhana cukup beri aku kesetiaanmu. 
Dengan cara yang sederhana cukup beri kepadaku seorang satu ruang di hatimu. 

Dengan cara yang sederhana hargai posisiku saat aku sudah menjadi kekasihmu.
Aku tak butuh banyak .. hanya yang sederhana saja darimu. 
Seperti kabari aku secara berkala di sela-sela waktu dengan kesibukkan duniamu, atau bila itu terlalu susah, oke tak apa! Tapi cukup kabari aku saat kamu sibuk dan beri pengertian kepadaku, setelah itu kau tahu aku akan memahamimu sebaik kau memahami keadaanku yang sedang kalut merindukanmu. Bila kau lupa untuk mengabariku, aku hanya butuh kau meminta maaf atau menelponku dan lalu menjelaskan mengapa begini dan begitu bla-bla-bla.. Aku akan memahaminya dan memberimu kepercayaan.
Aku tak butuh banyak .. hanya yang sederhana saja darimu.

Kau tahu .. jujur aku ini wanita dan ingin diperhatikan.
Aku manja .. ya itulah diriku.
Kadang aku begitu manja, ini dan itu dengan sebegitunya harus kamu lakukan atau penuhi. Maaf ya aku merepotkanmu dengan sikapku. Tapi mau bagaimana lagi, aku hanya manja saat aku tahu kamu sudah hampir melupakanku dengan segela jenis aktivitasmu dengan duniamu yang hanya untuk kamu seorang tanpa sertai diriku dan keberadaanku semakin terasa terancam jadi dengan sikap manjaku, aku memusingkanmu. Berharap kamu memahamiku dan menenangkanku. Sudah selesai ! Sederhana kan? Tentu dong. Aku hanya butuh kamu memahami posisiku sebagai wanitamu.

Aku rewel .. aku cerewet .. aku bawel .. ya kau selalu mengatakan itu. Aku sadari itu dan aku tahu dengan sangat pasti diriku seperti itu karena aku memang begitu. Tapi harus kau tahu, aku begitu hanya untuk orang yang aku sayangi, yang aku cintai, dan orang itu tak bisa dipungkiri itu adalah kamu.

Kau tahu mengapa setiap saat aku bertingkah reseh, memusingkan keadaan sekitar kita dengan sederetan kericuhan yang kubuat?
Belum tahu jawabannya? Ya .. sini dengarkanlah bisikanku. "Aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu"
Masih belum mengerti maksud dari kalimat itu?
Oke aku jelaskan .. begini, aku butuh kamu. Aku butuh kamu setiap saat tapi bila kau harus sibuk setidaknya kabari aku secara berkala karena aku begitu khawatir banyak hal tentangmu, bukan tak mempercayaimu hanya saja mencintaimu membuatku menjadi sosok wanita yang takut kehilanganmu apalagi cintamu.
Saat kita di jenuhkan dengan kericuhan yang terjadi, entah itu karena egoku atau egomu ah yang jelas itu adalah ego kita. Kau harus tahu itu aku sedang mencari-cari perhatianmu. Aku tahu itu cara yang salah. Tapi harus bagaimana lagi, aku begitu mencintaimu. AKu bingung juga harus bagaimana mencari perhatianmu karena kamu begitu sibuk dengan duniamu tanpa kau sadari kau tengah menyakitiku dengan cara mengabaikanku, tak memberi kabar bagiku, kurang perhatian padaku ya jelas sekali perhatianmu saat kita dekat dengan kita jauh sangat berbeda dan itu membuatku semakin merindukanmu.

                                                                            ***

Tapi ah kamu ternyata tak mengerti cara sederhana mencintaiku.
Jadi terserah kamu sajalah mulai sekarang. Aku tahu juga kamu sudah miliki kekasih baru atau wanitamu selain aku jadi terserah kamu saja mulai sekarang. Biarkan saja aku dengan rasaku seperti ini. Sudah menjelaskan berulang kali padamu juga kamu tak memahamiku. Mungkin dia wanita terbaik bagimu.

Merindukan Sesuatu yang Sudah Tak Lagi Sama


Ingatan tentangmu .. tentang kita tiba-tiba muncul memecah keheningan. Aku terpaku di kursi tempatku duduk, perlahan-lahan air mataku membasahi kedua belahan pipiku. 
Semua tentang kita muncul diantara diamku dan tak bisa kutolak tuk tak memikirkan tentangmu lalu kemudian aku mulai merindu tentang kita, ya kita yang dulu.

Kamu, lelaki yang sejak dulu kupilih jadi lelaki masa depanku saat kisah yang kuberi nama kita itu dimulai. Lelaki satu-satunya yang kucintai, hingga aku tak mampu dan tak mengingankan hatiku mencintai lelaki lain selain dirimu, ku berusaha setia dan memaafkan segala kesalahanmu yang pernah atau tengah menyakitiku. Kamu, lelaki yang selalu merajai hatiku dan tempat bermuara kerinduan yang semakin tertumpuk. Semua tentang kita takan bisa ku lupakan secepat aku mencintaimu. Itu hal tersulit bagiku. 

Kamu pernah di hatiku .. dan aku pernah di hatimu ..

Kita pernah begini dan begitu, selalu menciptakan waktu terhebat dan terindah saat kita bersama-sama, saling menatap dan tertawa bahagia, saling mengungkapkan keluh kesah, saling memberi kecupan bahkan pelukan terhangat. 

Tapi kini semua menjadi berbeda ..
Kamu dengan duniamu .. atau mungkin pula kamu dengan wanitamu yang baru , maksudnya setelah aku.
Sedangkan aku dengan duniaku, dunia yang berharap dapat bisa kau sentuh lagi, kau hadir lagi, karena aku sebegitunya mencintaimu, dan aku sangat merindukan kamu.



Ya benar aku merindukan saat-saat bersamamu ..
Meski kau tak lagi bersamaku dan kita tak lagi seperti dulu, sekarang ..

Meski aku harus terluka setiap kali aku merindukanmu tapi aku lebih memilih diam dan membiarkan dirimu mencari dan menikmati duniamu dengan hidup barumu bersama dia yang kau pilih. Meski aku tetap dengan bodohnya aku merindukan tentang kita karena sudah terlalu dalam mencintaimu.

Surat Curhatan untuk Mereka

Ah .. lagi-lagi aku menyakiti orang lain. Aku menyia-nyiakan mereka yang (mungkin) mencintaiku sepenuh hati dan berharap aku menjadi milik mereka. Jadi kuputuskan saja tuk membuat tulisan ini kepada mereka.

Kepada dia (atau kalian) yang mencintaiku, yang masih berharap akulah wanita masa depan kalian, yang ternyata telah aku tolak dan lukai hatinya. Tak dapat aku jelaskan dengan kata-kata serinci mungkin alasan aku menolak dan menyakiti hati kalian. Bahkan beberapa diantara kalian harus terus menelponku berulang kali tapi tak kuangkat setelah aku dengan tegas menolak hati kalian bahkan dengan seenaknya pula aku telah menyakiti hati yang mencintaiku. Mungkin kalian punya banyak pertanyaan mengapa aku seperti ini .. yah aku merasa memang aku ini jahat dengan seenaknya saja aku membiarkan hati kalian tersakiti oleh ulahku. Benar bahwa aku hanya bisa memberi kalian sebuah harapan yang ternyata adalah harapan palsu. Ah, yaa aku jahat. Tapi mungkin dengan seperti ini kalian bisa menemukan wanita masa depan kalian sendiri yang lebih pantas untuk kalian, yang lebih menghargai perasaan kalian, yang lebih bisa membalas perasaan kalian dan mencintai kalian sama seperti kalian mencintainya. Maaf jika aku tak bisa membalas perasaan kalian .. aku hanya tak ingin kita lebih dari sekedar teman, sahabat atau dengan panggilan akrab kakak-adik. Semoga kalian mengerti dan menghargai keputusanku.

Kamis, 03 Oktober 2013

Hanya merasa hilang

 
 
Dulu saat denganmu aku sangat menggilai sesuatu yang bernama tulisan. 
Tiada hari tanpa aku menulis .. 
Menulis isi hatiku padamu, entah itu cinta, rindu, kekesalan, ataupun kesedihan. 
Semuanya aku sengaja membuatnya dalam suatu tulisan, mungkin saja kau nantinya akan lebih memahamiku. 

Tapi sekarang ..
Aku merasa hampa ! 
Otakku tak mampu berpikir sebaik waktu itu .. Bahkan jari-jariku serasa kaku saat menekan keyboard laptopku. 
Ah benar .. aku telah kehilanganmu. 
Kau tahu .. 
Mungkin saat aku telah kehilanganmu ini, aku pun telah kehilangan kata-kataku. 

Aku memang penulis .. tapi aku tak ada apa-apanya bila hidup tanpamu.
 
Sekarang rasanya aku ingin pergi kedunia lain tuk menemukan kembali semangatku. 
Karena aku menyadari sudah beberapa hari ini kau tak menghubungiku mungkin benar sudah punya wanitamu yang lebih baik dariku. Oke aku takan mengungkit ini karena menyebutkan dan mengetik hal itu membuat hatiku seperti teriris. Aku hanya berharap dengan siapapun, apapun itu kamu harus bahagia meski aku terluka dibalik masalah kita. Hanya saja terima kasih. 

Tulisan-tulisanku mulai berkata-kata tanpa satu inti, tanpa satu kejelasan. Semakin aku mencoba, otakku semakin lelah, hatiku pun lelah. 
Mungkin mereka benar .. aku hanya butuh istirahat. 

Kini semua tak lagi sama .. 

Kau dan dia .. dan aku dengan rinduku tentang kita. 

Tapi apapun itu, selamat kalian telah menyakitiku.