dear kamu
Sudah setahun aku dan kau bukan lagi kita
Sudah setahun ini kita berpisah
Tak ada lagi kata sayang,
Tak ada lagi kata rindu.
Kita benar-benar sudah berakhir!
Kau pergi
Namun kekasih,
Kepergianmu masih meninggalkan bekas dihati
Luka dan duka datang disela-sela bahagiaku
Saling bergantian membuatku dirasuki kalbu rindu
Sakit ..
Kepergianmu meninggalkan jejak luka yang tak bertepi
Kepergianmu meninggalkan duka yang dalam dan tak terselami
Aku duduk sendiri, berusaha menguatkan hatiku
Aku tahu aku cukup tegar untuk melewatinya
Dalam kesendirian, aku menangis
Bahkan saat ku di keramaian, aku masih menahan tangis
Jarum jam yang berdetik seakan berhenti
Getar suara hatiku yang menahan sakit berteriak "Aku terluka"
Cinta yang bagiku ia adalah segala-galanya,
Cinta itu pula yang berbalik menusukku dengan belati tepat di jantungku
Aku hampir mati karena cintaku kepadamu
Namun kekasih,
Meski ada luka dihatiku
Juga ada duka yang dalam
Bahkan aku menangis berulang kali karena sakitnya
Meskipun aku hampir mati karenanya,
Kau tahu, cinta ini masih untukmu.
Sia-sia saja jika kamu memberi luka sedalam apapun, mulutku bisa mengatakan aku membencimu tapi diriku tidak pernah bisa membohongi hatiku
Sia-sia saja!
Luka yang kau beri tak bisa menghapus rasa sayangku yang masih tertata untukmu
Luka yang kau beri tak bisa menghapus rasa sayangku yang masih tertata untukmu
Bekas airmata yang pernah mengalir dan selalu mengalir untukmu, tak bisa menghapus jejak kenangan yang pernah terukir antara kita
Duka yang dalam takan bisa menghilangkan ingatan tentangmu
Sia-sia saja ..
Kepergianmu takan bisa membuat dirimu bukan lagi pemilik hatiku
Kau masih dan seterusnya mungkin masih menjadi pemilik hatiku
Untuk saat ini aku belum bisa melepaskan hatiku dari cintaku kepadamu.
Untuk saat ini ia masih mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar