Orang-orang mengatakan bahwa aku harus kuat, aku tidak boleh lemah.
Orang-orang membolehkan aku menangis,
Tapi setelah itu mereka menyuruhku untuk melupakan rasa sakitku.
Orang-orang mengatakan dia yang telah mematahkan hatiku tidak boleh tahu kelemahanku.
"Tapi bagaimana mungkin?" tuturku dalam hati
Iya, aku kuat! Iya, aku tidak lemah!
Tapi hanya sekilas nampak dari luar.
Tapi hanya sekilas nampak dari luar.
Iya aku menangis, sesering aku merindukan dia dan kenangan kami.
Tapi bagaimana mungkin aku bisa melupakan rasa sakitku?
Iya aku sudah sangat mengusahakan untuk tidak menjadi lemah didepan dia.
Tapi apakah kamu tahu kalau ini sangat menyakitkan?
Bahkan untuk pria seperti dia yang telah mematahkan hatiku menjadi berkeping-keping,
Bahkan untuk pria yang kubenci karena meninggalkanku seolah semua selama ini adalah sia-sia,
Bahkan untuk pria yang membuat aku terjatuh dan merasa mati,
Aku masih bisa menangis, bahkan tangisanku semakin hari semakin bertambah rasa sakitnya.
Rasa sakit yang berulang kali telah kugambarkan bahwa itu seperti rasa sesak didada.
Orang-orang hanya tahu aku tertawa, aku tersenyum. Iya memang!
Tapi mereka tidak tahu jauh didalam hatiku, ia sedang menangis.
Sakit .. sakit .. sakit .. sakit .. sakit .. sakit ..
Entah berapa kali aku sudah mengatakan kata-kata itu, yang kutahu memang sakit.
Jika ada yang bertanya tentang airmata yang kadang masih kelihatan basah dipipiku, aku selalu mengatakan "Tidak apa-apa hanya kemasukan debu," atau beberapa hal lain yang kuucap bahkan terkadang aku mengatakannya sambil tertawa. Tapi ternyata berpura-pura baik-baik saja itu lebih menyakitkan dari apapun.
Orang-orang mengatakan aku harus mengeluarkan segala perasaanku
Tapi bagaimana mungkin aku mengeluarkan rasa sakitku jika bukan pada dia yang kumaksud?
Aku hanya terus berusaha menyimpan semua sendiri
Aku hanya terus berusaha tampak kuat, agar dia tahu aku tidak lemah, aku tidak menangis dan aku baik-baik saja.
Orang-orang hanya tahu aku baik-baik saja tapi sekilas nampak dari luar tapi bagaimana dengan hatiku? Hanya Tuhan dan kamarku yang tahu.
Orang-orang hanya tahu aku baik-baik saja tapi sekilas nampak dari luar tapi bagaimana dengan hatiku? Hanya Tuhan dan kamarku yang tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar