one day, you will know ..

Kamis, 18 Februari 2016

HE IS NOT INVESTING IN ME.

Hai diary, 
Kepada kamu hari ini aku ingin bercerita. 
Listen to me ... 

Pertama, aku jatuh cinta. Ya, aku jatuh cinta kepada seorang pria yang baru kukenal.
Eum... tepatnya aku menyukainya sejak kami pertama kali berjumpa. 
Jantungku berdegup setiap kali dia menyapaku, mengobrol denganku, atau menatapku bahkan ketika kami berjalan berdampingan. 
Love at the first sight. Ya, aku menyukainya meski awalnya aku tak yakin dengan perasaanku padanya. 
Hanya saja setelah beberapa jam bersamanya, aku pikir aku mulai punya perasaan lebih dari sekedar suka. 
Aku dan dia ... diperkenalkan oleh Tanteku. 
Sebelum bertemu dengannya, aku sering mendengar banyak cerita dari Tanteku dan sepupuku tentang dia. 
Setelah bertemu dengannya, aku tahu bahwa penilaian mereka kepadanya benar-benar tidak salah. 
Sekilas dia hampir 75% mirip Papa. Dan kau tahu alasanku menyukainya? Karena aku akan merasa sangat nyaman meski duduk di samping dia yang baru kukenal beberapa menit. Jujur saja aku tak tahu apa pandangan dia kepadaku. Aku pun tak tahu apa perasaannya kepadaku. Entahlah ... Hanya Tuhan yang tahu tentang hatinya. 
Aku rasa, tanpa melalui Tante dan sepupuku pun, aku pasti akan jatuh cinta kepadanya karena pembawaan dia yang hangat, sopan dan dewasa. Terlepas dari masalah usia kami yang bertautan delapan tahun jaraknya.
Tapi tetap saja aku ya aku. Aku yang menjadi gadis bodoh pemalu, gengsi untuk memulai percakapan duluan dan sebagainya membuat perjalanan dan perkenalan kami selama beberapa hari jalan bareng bersama keluargaku menjadi sangat hambar. Meski begitu, aku tetap menyempatkan mataku untuk menatapnya sekilas dan mengagumi sosoknya yang mirip seperti Papa. Aku begitu menyukai pria yang mirip seperti Papa. Bukankah sudah pernah kubilang kalau aku akan menikahi seorang pria yang mirip seperti Papa? Hahaha ... dan lucunya, aku menemukannya. Hanya saja dengan cara yang berbeda. Lewat perjodohan yang Tante dan sepupuku comblangkan. Dan sayangnya, aku bodoh... aku tak tahu seperti apa perasaanya kepadaku sampai aku harus memutuskan menyerah dengan perasaanku sendiri. 

Kedua, hal ini berkaitan dengan kalimat terakhir yang kukatakan tadi. Ya, aku menyerah dengan hatiku sendiri. Aku menyerah untuk menunjukkan sekilas kalau 'Aku suka padamu, Kak' 
Aku menyerah, aku menyerah dan aku tak ingin lagi memperpanjang perasaanku padanya meski aku tahu aku ini tipikal orang yang paling mudah jatuh cinta tapi paling susah move on, apalagi aku begitu serius padanya dengan perasaanku. Sampai hari ini, aku benar-benar tersadar setelah membaca sebuah artikel dalam sebuah majalah. Judul artikel itu: Saatnya Berhenti Menanti ... because he's just not that into you

Di sini akan aku uraikan satu per satu apa alasanku untuk berhenti menyukainya.
Poin pertama, He is investing in you, dia benar-benar tertarik denganmu. Maksudnya, jika seorang pria serius denganmu, dia akan mengajakmu berkencan lebih dari sekedar menghabiskan waktu berdua di rumah. Aku pikir benar juga. Kalau dia benar-benar menyukaiku, dia akan secara khusus mengajakku lebih dulu berkencan terlepas dari kegiatan jalan-jalan bersama keluargaku. Tapi dia tidak melakukannya tandanya, he is not investing in me.

Poin kedua, saat seorang pria benar-benar serius denganmu, dia akan menceritakan apapun tentang dirinya dan masa lalunya. He will let you in, tandanya dia mengizinkan kamu menjadi bagian dari kehidupannya dan mengetahui tentang dia. Ah, benar juga ... Pria yang serius denganku pasti bercerita tentang dirinya kepadaku tanpa harus aku tanya babibubebo about him, right? Tapi yang kulakukan adalah aku yang banyak bertanya tentang dia dan dia tampak seperti membuat tembok yang tak bisa kumasuki. Aku berharap dengan mengambil alih duluan, aku yang mengobrol duluan, dia akan bertanya hal yang sama kepadaku. Namun nihil. Tak kutemui cara pria itu menyukaiku. So I think that, he will not let me in. Seperti yang kubaca pada artikel online tempo lalu, kalau ketika seorang pria banyak bertanya pada seorang wanita artinya dia menyukainya dan ingin tahu lebih banyak tentang wanita itu.

Poin ketiga, meski sesibuk apapun seorang pria, jika ia mencintaimu ia akan memberi kabar bagimu meski terdengar konyol dan bodoh karena terlihat tergila-gila padamu. Lol! What the ... Hahaha ... Kau tahu, aku yang bodoh banget ya, kebangetan lah. Aku tak tahu harus mengobrol apa dengannya, jadi kucuba memulai dengan pertanyaan konyol dan bodoh. Tapi yang kutemui hanya "Just Read" Wuah! Aku wanita yang paling gengsi sedunia, rela mengutamakan hatiku hari itu dengan membuang ego dan cuekku namun hasilnya, aku diabaikan. Marah? Tidak. Kenapa aku harus marah pada seorang pria yang bukan kekasihku? Aku yang salah mengobrol dengan tembok yang tak bisa kumasuki meski sudah kuberi warna merah muda hahaha .... Kecewa? Mungkin iya, setidaknya kalau pun dia tak menyukaiku, bersikap biasa saja padaku, tak mengapa. Tapi ah, benar juga. Kalau dia bersikap biasa kepadaku, aku justru berpikir dia menyukaiku. Hahaha ... Jadi  yah sudah, aku hanya bisa bilang, I am done with my heart. I am done with him. Oh my poor heart, please stop to falling in love to someone you can't get.

Poin keempat, poin yang paling lelah aku bahas dan yang akan aku persingkat lebih jelas adalah jika seorang pria tertarik padamu, dia akan mengikatmu dalam sebuah hubungan. Jika tidak, dia tidak menyukaimu. 

Huaaaaaah! Lelah akikes jelasin uneg-uneg hati. Gara-gara ini, aku sempat sakit dua hari kemarin. Shit banget hahaha ... Aku baper sampai demam, apalagi ditambah kehujanan jadinya flu. So, IT'S TIME TO SAY GOODBYE MY POOR HEART!

Pokoknya, aku menyerah dan berhenti menyukai dia. Kembali tutup hati adalah pilihan yang tepat. 

Kamis, 11 Februari 2016

Dear My Future Husband

 Image result for romantis


 
 
dear 
          My Future Husband, 
 
Aku ingin membuat sebuah pengakuan .. 
So, please just listen to me and keep your eyes on me, xoxo ♡ 

Di depanmu aku mungkin tak banyak bicara. 
Atau bahkan aku tak mau mengobrol denganmu. 
Bukan karena aku tak menyukaimu. NO! 
I like you .. I'm falling in love with you at first sight. 
Sejujurnya aku itu bisa menjadi sangat pemalu bila itu di depanmu. 
Aku malu untuk sekedar menyapa, "Hai" untukmu.
Aku malu untuk sekedar bertanya, "Apa kabar?" padamu. 
Aku malu untuk sekedar knowing everything particular object about your pass. 
Bukan karena aku tak menyukaimu. NO! 
Kau membuatku memikirkan hanya tentang kamu sejak pertemua kita. 
Aku menyukaimu. 
Hanya saja sebagai wanita, aku terlalu gengsi bila harus lebih dulu memberi kode untukmu. 
Tapi percayalah satu hal: Dalam diamku, aku memperhatikan wajahmu diam-diam. 

Di depan banyak orang mungkin aku kelihatan tak mempedulikan ada kamu. 
Jangan pernah berpikir aku mengabaikan dirimu dan hatimu. DON'T! 
I love you .. I'm not a good girl. I'am an odd girl but I love you, truly. 
Sesungguhnya aku kelihatan cuek bila itu di depan banyak orang. 
Tapi percayalah aku sering melirikan mataku padamu, untuk hanya sekedar melihat betapa indahnya senyumanmu, untuk melihat caramu berbicara, lalu rahangmu mengeras--nampak seksi--seperti yang ada di novel-novel yang sering kubaca. Dan diam-diam aku tersenyum dan memuji karya agung Sang Pencipta di dalam dirimu.
Sejujurnya, aku cuek untuk mengatakan betapa aku menyukaimu. 
Bukan karena hati ini masih terpaut dengan masa laluku. 
Hei sayang, semua orang punya masa lalu, aku .. kamu .. kita sama-sama punya masa lalu. 
Hanya saja semua masa laluku berubah menjadi satu harapanku untuk bisa merajut masa depanku bersama kamu. Bisa kukatakan, semua masa laluku berubah ketika aku bertemu kamu. 
Dalam hati aku terus bertanya, "Apakah aku bisa memilikimu?" 

dear you Mr Future ♡ 
Sebenarnya aku pun ingin membuat sebuah pengakuan terbesar. 
Sayang, aku bukan wanita sempurna. 
Aku manja, aku kekanak-kanakan, aku egois, aku bawel, aku cengeng, aku keras kepala, aku sering sekali membuatmu marah, aku sering sekali membuatmu kecewa, bahkan  mungkin saja kau nanti bisa menitihkan airmata karena kata-kata pedasku. Dan satu hal fatal, kata yang paling sering aku ucapkan adalah maaf. 
Sayang, aku bukan wanita sempurna. 
Aku tak dewasa seperti mereka yang lain. Aku tak cantik seperti mereka yang lain. 
Aku kalah .. Kalah terlalu jauh bila dibandingkan dengan deretan mantan kekasihmu. 
Aku ini siapa? Bukan siapa-siapa. 
Hal yang ingin kukatakan padamu hari ini bila kau membacanya adalah, 
"Tolong bersabarlah menghadapiku." 
Aku memang seperti ini. Tapi aku yakin, bila kau mau bersedia meluangkan waktumu untuk menasehatiku layak kakak, berteman denganku layak sahabat, menjadi pelindungku layaknya ayah, dan menyayangiku sebagai kekasih, aku yakin suatu saat aku akan berubah. Tidak ada yang mustahil di dunia ini bukan? Ya, begitu pun dengan perubahan sikapku. 
Hal lain yang ingin kukatakan padamu setelah kau membaca ini adalah, 
"Jangan pernah bosan denganku." 
 Aku menyayangimu. 
 
from 
        Your Future Wife