Wahai tuan yang selalu merajai seluk beluk pikiranku,
Wahai tuan yang selalu menjajah seluk beluk ruang dihatiku,
Aku, hamba wanita tak punya emas tuk kutukar dengan sedikit kerinduanmu pada diriku.
Ampun bila hamba tak menyadari diri ..
Ampun bila hamba tak pantas lagi menitipkan rindu hamba dalam setiap untaian doa
kepada Yang Maha Tahu dan Maha Mendengar
segala rintihan hati hamba tentang masih beraninya hamba tuk merindukan tuan yang sudah jauh diseberang pulau indah.
Ampun bila hamba boleh bertanya,
adakah sedikit saja rasa rindu tuan yang menyiksa akan hamba?
Tidakah tuan ingat, saat-saat hamba melafalkan cinta yang tuan berikan dulu kepada hamba dengan sesuatu yang tuan dan hamba sebut sebagai kita?
Bilamana sudah tuan temukan pulau lain yang lebih indah dari pulau hamba,
Ampuni hamba bila masih berani membuka satu-satunya pelabuhan tempat tuan berlabuh tuk selamanya bersama hamba.
Bilamana sudah tuan temukan pulau lain yang lebih indah dari pulau hamba dan tuan takan kembali,
izinkan hamba tuk menitipkan rindu ini pada luasnya samudera ..
izinkan hamba menyimpan setiap detail dari memori tentang apa yang hamba masih pegang, apa yang hamba masih menyebutnya dengan kita ..
izinkan hamba melukis sesuatu dilangit yang bisa tuan sedikit melayangkan pandangan tuan tentang kita.
*cuman nyoba buat sajak. Maaf belum sesempurna yang diharapkan*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar