one day, you will know ..

Rabu, 08 Januari 2014

Tentang Hidup


Di dalam kehidupan kita takan pernah tahu hari esok akan datang dengan cara yang seperti apa. 
Apakah itu tawa? tangis? bertemu seseorang? ataukah kita kehilangan seseorang? 

Hidup yang kita jalani kadang tak semudah yang sering bibir kita ucapkan, 
atau tak segampang kita membalikkan telapak tangan kita. 

Kita boleh saja berkata, 
Kita boleh saja berandai, 
Kita boleh saja mengingini, 
Kita boleh saja berharap, 
Kita boleh saja merencanakan sesuatu atau setiap hal dalam hidup kita. 
Tapi kadang kita lupa kalau di dunia ini, hidup kita ini bukan hanya milik kita. 

Kadang kita berpikir seseorang itu milik kita, 
Kadang kita berpikir seseorang itu akan menemani kita disetiap desahan nafas kita, 
Kadang kita merencanakan begini dan begitu dengan seseorang.

Kita salah ! 
Kita bisa saja berkata, berandai, mengingini, berharap, merencanakan setiap hal yang indah, yang ingin kita capai dalam hidup kita. 
Kita bisa saja memiliki jiwa, raga, hati, dan setiap impian kita bersama seseorang. 
Tapi kita tidak memiliki jalan hidupnya. 

Jalan hidup kita masing-masing sudah ada digaris tangan kita. 
Itulah yang kita sering kita sebut sebagai "Takdir" 

Ada tawa, tangis, pertemuan, perpisahan.
Semua itu terjadi dalam hidup. 

Entah bagaimana kita menjalaninya, kita hanya perlu bersyukur. 
Bersyukur karena kita sempat memiliki seseorang itu. 

Meski kadang beberapa pertemuan dan perpisahan itu membekas didalam hati dan pikiran kita. 
 Tergantung kita dewasa saja menerima dan mengikhlaskan. 
Toh pada akhirnya setiap pertemuan akan ada perpisahan. 

Keep Strong Guys!
Jalan hidup masih panjang. Tetaplah mensyukurinya.

Sabtu, 04 Januari 2014

Semacam Sajak Rindu


Wahai tuan yang selalu merajai seluk beluk pikiranku, 

Wahai tuan yang selalu menjajah seluk beluk ruang dihatiku, 

Aku, hamba wanita tak punya emas tuk kutukar dengan sedikit kerinduanmu pada diriku. 

Ampun bila hamba tak menyadari diri ..

Ampun bila hamba tak pantas lagi menitipkan rindu hamba dalam setiap untaian doa 
kepada Yang Maha Tahu dan Maha Mendengar  
segala  rintihan hati hamba tentang masih beraninya hamba tuk merindukan tuan yang sudah jauh diseberang pulau indah. 

Ampun bila hamba boleh bertanya, 
adakah sedikit saja rasa rindu tuan yang menyiksa akan hamba? 

Tidakah tuan ingat, saat-saat hamba melafalkan cinta yang tuan berikan dulu kepada hamba dengan sesuatu yang tuan dan hamba sebut sebagai kita? 
 

Bilamana sudah tuan temukan pulau lain yang lebih indah dari pulau hamba, 
Ampuni hamba bila masih berani membuka satu-satunya pelabuhan tempat tuan berlabuh tuk selamanya bersama hamba. 

Bilamana sudah tuan temukan pulau lain yang lebih indah dari pulau hamba dan tuan  takan kembali, 
izinkan hamba tuk menitipkan rindu ini pada luasnya samudera .. 
izinkan hamba menyimpan setiap detail dari memori tentang apa yang hamba masih pegang, apa yang hamba masih menyebutnya dengan kita .. 
izinkan hamba melukis sesuatu dilangit yang bisa tuan sedikit melayangkan pandangan tuan tentang kita. 


*cuman nyoba buat sajak. Maaf belum sesempurna yang diharapkan*

Rabu, 01 Januari 2014

Alasan Sederhana Aku Mencintaimu


Jangan tanyakan kepadaku mengapa aku merindukanmu.
Jangan tanyakan kepadaku mengapa aku membutuhkanmu.
Jangan pula kau tanyakan kepadaku mengapa aku mencintaimu.

Jangan tanyakan kepada hatiku mengapa ia memilihmu.
Jangan tanyakan  kepada otakku mengapa kamu harus merajai setiap seluk beluk pikiranku.
Jangan pula tanyakan kepada mataku mengapa butiran bening yang tak pernah kutuangkan kepada lelaki manapun, harus meleleh tanpa sepengetahuan logikaku hanya padamu.

Jangan tanyakan aku mengapa aku masih saja bertahan.
Jangan tanyakan aku mengapa aku setiakan diriku padamu.
dan jangan pernah bertanya apakah aku cinta !
Tentu saja aku mencintaimu,
mencintai tanpa batas waktu,
mencintai dengan sungguh jauh dari dasar lubuk hatiku,
Jika aku tak sungguh-sungguh mencintaimu, takan mungkin kuberikan sepenuhnya dari hidupku untukmu.

Jangan tanyakan pula kepadaku mengapa setiap luka yang kau beri, hatiku takan pernah sanggup melupakanmu.
Ia takan pernah mampu mengosongkan posisimu dan menggantinya dengan seseorang yang lain.
Ia takan pernah sanggup membiarkan lelaki siapapun masuk.
Ia takan pernah bisa membencimu.
Meski kadang harus kuakui emosi mempengaruhi mulutku, tapi siapa sangka kalau kekuatan hatiku mengalahkan segalanya.

Ada alasan mengapa aku tak bisa untuk membencimu. 
Ada alasan mengapa aku masih tetap ingin bertahan dan berjuang untukmu, dengan segala harapan yang sejak awal bersamamu telah kutanam.
Ada alasan mengapa tak pernah kuizinkan setiap lelaki yang memberiku bunga, coklat, bahkan hatinya kepadaku saat kau memberiku luka, masuk terlalu jauh kedalam kehidupanku, kedalam hatiku dan pada akhirnya menggantimu.
Semuanya ini mengenai masalah "Kenyamanan hati"

Kau tahu, ada beberapa lelaki datang kepadaku. Mereka berusaha menyihirku, mereka berusaha membuat aku menjatuhkan hatiku sama seperti aku terjatuh berulang kali kepadamu.
Tapi tetap saja mereka kuhiraukan ..
Menyenangkan memang saat mereka bisa ada saat aku terluka sebagai penghibur hatiku. Mereka memberikan tawaan, senyuman, candaan, tapi tetap saja setelah itu hatiku masih terasa kosong. Semua yang mereka lakukan takan bisa mengganti apa yang kau lakukan. Sekilas mereka bisa menyamarkannya saja tapi tidak bisa memasukinya. Karena ruang hatiku hanya mampu terisi olehmu.

Mau dikatakan apalagi, aku bahkan hatiku masih memilihmu.
Alasan mengapa aku sebegini dan sebegitunya padamu, bisa kau jawab sendiri melihat tulisanku padamu.
Alasan sederhana aku mencintaimu adalah soal aku merasa nyaman bersamamu dan didekatmu.

                                                               
                                                                              sweetheart,
                                                                                                   Eva Maria

Pada Akhirnya Kamulah Rumahku


Aku sangat mencintaimu ..
bahkan meskipun cintaku terluka,
aku tak peduli karena bagaimanapun aku berusaha tuk melupakanmu
tetap saja aku takan sanggup !

Itulah diriku sepenggal kata aku yang takan dimengerti
satu alasanku hanya ingin bersamamu,
sampai nanti maut memisahkan ragaku dengan ragamu.

Aku pernah mencoba berjalan jauh darimu.
Tapi tetap saja kau akan menemukanku,
atau tetap saja aku akan mencarimu kembali,
atau waktu dan jarak yang sekian lama mempertahankan apa yang kusebut kita,
pada akhirnya akan membuat aku dan kamu bertemu di rumah.

Rumah yang akan membuat sejauh apapun kita melangkah,
pada akhirnya kita akan kembali pulang kerumah.

Rumah yang adalah tempat kita membangun,
Rumah yang adalah tempat kita menangis,
Rumah yang adalah tempat kita tertawa,
Rumah yang adalah satu-satunya tempat dimana  kita terlelap dengan nyaman.
Rumah yang sering kuartikan "Kita"

Aku tahu sayang ..
Kemanapun kamu melangkah,
tetap saja kamu akan kembali kepadaku. Bukankah begitu?
dan aku rasa kamu pun tahu,
kemanapun aku melangkah tetap saja kamu adalah rumah yang kutuju.
Karena cintamu,
Karena pelukanmu,
Karena semua yang ada pada dirimu,
adalah rumah ternyaman bagiku tuk tinggal tetap sampai akhirnya jantungku harus berhenti berdetak.

Pada akhirnya dari antara banyaknya rumah yang lebih indah,
tetap saja aku masih ingin dan akan tetap memilih rumahmu sebagai tujuanku.

                                                                                sweetheart,
                                                                                                    Eva Maria