Seiring berjalannya waktu aku mulai tahu seperti apa diriku,
aku mulai tahu apa yang aku inginkan didalam hidupku,
aku mulai tahu apa yang aku butuhkan dan harus ada dihidupku.
Seperti apa aku? Apa yang aku inginkan? Apa yang aku sangat butuhkan?
I am just ordinary girl like the others.
Tapi untuk apa yang aku inginkan dan aku butuhkan,
aku yakin setiap wanita tidak punya pemikiran yang sama denganku.
Apa yang aku inginkan dan butuhkan mendeskripsikan seperti apa diriku yang sebenarnya.
Setiap wanita akan bingung dalam memilih
antara menjadi wanita karir yang mejanya dipenuhi tumpukan buku, kertas, dan hal lainnya,
ataukah memilih menjadi wanita yang mengurus suami, anak, dan tempatnya di dapur.
Aku setuju kalau ada yang mengatakan,
"Wanita tempatnya di dapur, wanita yang menjadi kebanggaan suaminya karena bisa merawat anak-anak mereka dengan baik."
Tapi menurut pendapatku,
"Wanita yang tinggal didapur juga harus memiliki karir yang baik!"
Maksudku adalah,
Pada dasarnya wanita dipilih Tuhan dan ditakdirkan untuk merawat anak-anak yang Tuhan titipkan padanya lewat rahimnya. Tapi bukankah merawat, membesarkan, mendidik anak adalah tugas bersama dari seorang ayah/suami dan seorang ibu/istri?
Ini bukan lagi zaman dimana wanita hanya bisa tinggal di dapur,
lalu menjadi bau kecut hampir tak terurus dengan baik,
sedangkan suaminya pergi bekerja, berlelah sendirian.
It's OK kalau suaminya itu punya uang yang banyak. Tapi siapa yang bisa menjamin kalau dunia ini tak bisa berputar dari atas ke bawah?
Life is a wheel ..
Roda itu terus berputar.
Lalu akan sedikit merepotkan dan menyiksa hati kalau suami yang merasa dia yang bekerja sendiri, berlelah sendirian akan merasa dia yang lebih berhak atau berkuasa atas apapun di rumah yang kalian bangun bersama dengan awalan C I N T A!
Puji Tuhan kalau suamimu tidak selingkuh (seperti papa-ku misalnya, setia banget sama mama, malah diusia mereka yang segini, papa masih cemburuan loh, lucu tapi romantis!)
Nah! Kalau suami selingkuh dan kalian harus bercerai, ada hak apa kamu membesarkan anakmu tanpa uang?
Hak mengasuh anak selalu jatuh kepada yang lebih banyak uang.
Hak mengasuh anak selalu jatuh kepada yang lebih banyak uang.
Ini yang sering terjadi bukan? Not because life is a drama!
Lalu yang lebih menyiksa hati kalau kalian bertengkar hanya karena masalah uang!
Zaman sekarang siapa yang tak butuh uang?
Semua butuh!
Semua butuh!
Never say never!
Kamu tidak menyadari seberapa besar kekuatan uang di dunia yang semakin mahal ini.
Puji Tuhan kalau suami kamu itu orangnya pekerja keras, tidak pernah mengeluh, tidak pernah marah dan selalu berusaha membahagiakanmu dan anak-anak kalian.
Tapi andai kata saja dia tidak seperti itu. Bagaimana? Pikirkanlah sekali lagi.
Mungkin kalian bisa tertawa bahagia sekarang, tapi seiring bertambahnya usia, kalian menjadi sosok yang lebih dewasa dan kalian akan lebih menyadari hal-hal kecil yang kalian anggap tidak penting dahulu adalah sesuatu yang sangat penting!
Tidak ada yang bisa menjamin bahagia selamanya.
Kalian akan menghadapi banyak kerikil kecil dan tergantung bagaimana kalian bisa bertahan dan berjalan diatasnya meski kesakitan.
Kalian akan menghadapi banyak kerikil kecil dan tergantung bagaimana kalian bisa bertahan dan berjalan diatasnya meski kesakitan.
Aku sudah pernah mengalami banyak hal kesulitan.
Asam dan manisnya sudah pernah kukecap!
Beberapa kali aku sempat berpikir untuk menyerah tapi sejenak aku berpikir lagi,
Kalau aku menyerah .. Maka semua yang telah kulakukan dari awal akan sia-sia!
Kalau aku menyerah, bagaimana bisa aku membalas rasa sakitku dengan kesuksesanku pada mereka yang pernah menyakitiku?
Aku tak boleh menyerah! Sakit? Iya sakit!
Tapi harus bagaimana? Aku harus tetap melewatinya!
Kalau aku tidak bisa melewatinya, mana bisa aku melindungi orang-orang yang kusayangi termasuk diriku sendiri?
Aku terlalu mencintai diriku.
Karena aku sangat mencintai diriku,
aku menjadi sosok yang ambisi,
aku menjadi sosok yang punya banyak mimpi
dan
aku tahu semua itu adalah hal yang harus aku lakukan, yang harus kudapatkan, yang harus kutaklukan.
Tak apa jika ada yang mengatakan kalau aku adalah wanita yang ambisius,
tergila-gila pada karir dan sebagainya..
Tak apa jika ada yang mengatakan aku terlalu banyak bermimpi.
Wajar jika mereka bahkan menertawakanku, mengejek impianku atau memandang semua yang kulakukan adalah suatu kesia-siaan atau apapun yang mereka pikirkan tentangku.
Aku takan marah kepada mereka!
Amarahku kupendam didalam suksesnya aku. Seperti inilah aku!
Karena aku sangat mencintai diriku,
tentu saja aku sangat membutuhkan lembaran yang disebut U A N G.
Mana mungkin aku tidak membutuhkannya sedangkan aku adalah seorang wanita?
Hahaha, tawaku.
Wanita itu kebutuhannya banyak dari pria.
Harus ada satu set alat make-up, perawatan kulit wajah dan badan.
Berbagai jenis perawatan untuk kecantikkannya.
Belum lagi untuk kebutuhan pakaian dan sebagainya, rasanya kalau disebutin satu per satu terlalu panjang. Aku pikir kalian sudah tahu.
Lalu, rincian peralatan atau apapun itu harganya bukan seribu tiga. Harganya MAHAL!
Hahaha, tawaku lagi.
Seperti yang aku bilang diatas, beruntung kalau kamu memiliki suami yang banyak uang dan sanggup memenuhi segala kebutuhan kamu sebagai wanita.
Tapi kalau tidak, bagaimana kamu?
Apakah kamu akan berpakaian hanya satu baju selama sepanjang hidupmu?
Hahaha, tidak bukan?
Misalkan saja kamu dan suamimu menghadiri sebuah pesta
Misalkan saja kamu dan suamimu menghadiri sebuah pesta
dan dipesta itu istri dari teman-temanmu kelihatan sangat cantik dengan pakaian yang mereka kenakan dan assesoris yang mereka kenakan sementara kamu, hanya dengan sendal jepit, rok hitam dan baju yang biasa-biasa saja.
Apakah kamu tidak merasa minder? Pasti ada kan? Ya tentu saja ada!
Hanya yang tidak merasa minder adalah mereka yang tidak bisa melihat.
Aku? Hahaha .. Tentu saja aku tidak akan pernah membuat suamiku malu didepan teman-temannya!
Maksudku, aku harus menjadi pusat perhatian sekalipun banyak istri teman-teman suamiku lebih cantik dariku tapi setidaknya aku tidak memalukan suamiku dengan apa yang aku kenakkan.
Cantik tidak hanya harus hati bukan? Cantik juga harus dari penampilan.
Karena aku begitu sangat mencintai diriku,
tentu saja karir menjadi pilihan nomor satu bagiku.
Konsep studi-ku harus jelas!
Aku terlalu memfokuskan diriku di studi, dapat banyak gelar.
Tentu saja membuat bangga orang tuaku.
Tentu saja membahagiakan tiga orang yang paling kucintai didunia: Mama, Papa, Adikku.
Tentu saja membuat bangga keluarga besarku.
Aku terlalu fokus untuk keberhasilan studi-ku.
Kerja, banyak duit, membelikan apapun untuk orang tua dan adikku sematawayangku, mengajak mereka kemanapun mereka inginkan ,
dan
aku merawat diriku sendiri dengan mendatangi tempat-tempat yang ingin kudatangi seperti mendatangi Seoul, Korea Selatan dan Paris.
Aku menyukai travelling.
Lalu merawat diriku dengan wisata kuliner. Ini hobiku untuk mencoba setiap makanan yang menurutku harus kucoba.
Satu-satunya cara untuk semua itu adalah punya banyak uang!
Jadi tentu saja karir menjadi pilihan nomor satuku.
Sejujurnya jauh dilubuk hatiku, aku juga menginginkan menjadi seorang istri, ibu rumah tangga atau mama yang memiliki dua sampai empat anak, dan menghabiskan sisa usiaku bersama lelaki yang kucintai dan juga mencintaiku.
Tapi mengingat dan meninjau kembali semua yang aku butuhkan dan aku inginkan dan demi menjaga dari kemungkinan-kemungkinan terburuk nantinya,
sebelumnya aku harus mempersiapkan diriku sebaik mungkin menghadapi sepak terjangnya dunia.
Ya.. KARIR, punya banyak gelar, punya banyak duit dan bisa membantu suamiku bekerja.
Maksudku aku tidak bisa membiarkan suamiku bekerja sendirian, berlelah sendirian.
Aku juga harus punya uang sendiri, punya tabungan sendiri selain tabungan bersama.
Alasannya?
Pertama karena aku tidak ingin merepotkan suamiku untuk membeli segala sesuatu yang kubutuhkan sementara anak-anakku lebih membutuhkan.
Kedua karena aku harus berjaga-jaga untuk kemungkinan terburuk seperti suamiku bangkrut, suamiku dipecat, dan kemungkinan buruk yang lainnya yang berhubungan dengan masalah keuangan.
Ketiga karena aku harus membantu suamiku memenuhi segala kebutuhan anak-anakku dan aku harus berjaga-jaga juga kalau kemungkinan buruk aku dan suamiku bercerai (misalnya). Seperti yang kukatakan diatas bahwa hak asuh akan jatuh ke mereka yang punya banyak uang.
Jadi jika aku juga punya uang maka anak-anak akan aman bersamaku.
Toh aku bisa hidup sendirian bersama anak-anakku saja tanpa harus memberikan seorang ayah yang baru kepada anak-anakku.
Kalau aku percayakan kepada suamiku dan dia punya istri yang baru, entah apa yang akan terjadi pada anak-anakku.
Aku tak bisa membiarkan anak-anak disakiti.
Ah mungkin aku saja yang terlalu banyak berpikir.
Tapi kadang pemikiran seperti ini bisa menjadi kenyataan jadi karena itu aku juga harus punya senjata untuk melindungi orang-orang yang kusayangi.
Terakhir, menimbang beberapa hal yang harusnya dimiliki seorang wanita,
Hahaha.. Aku belum memiliki kemampuan untuk menjadi seorang istri, seorang ibu rumah tangga, apalagi untuk menjadi seorang mama.
Aku memilih memfokuskan diriku di studi dan karirku hinga punya banyak uang.
Bagiku tak masalah jika cintaku terlambat atau menjadi pilihan terakhir setelah kudapati semua hal yang kuinginkan dan kubutuhkan dalam hidupku.
Wanita tidak harus tinggal saja di dapur.
Wanita harus berambisi, bermimpi dan mewujudkan impiannya.
Wanita harus cerdas.
Wanita harus berkarir.
Agar anak-anak yang lahir dari rahimnya kelak, akan bangga memiliki seorang ibu sepertinya
dan mereka akan bahagia dilahirkan dari ibu yang cerdas.
Wanita tidak hanya harus pandai memotong, mengupas dan lain-lain yang bertempat didapur
Tapi wanita harus punya otak yang cerdas dan berkarir.
Demi orang-orang yang dia sayangi dan dirinya sendiri.
Seperti inilah aku ..
Sebelum aku menjadi seorang istri dan ibu dari anak-anak yang lahir dari rahim,
aku harus punya senjata untuk melindungi mereka yang kusayangi dan untuk diriku sendiri.