Rasanya ada yang kembali hilang
Saat kamu datang lalu pergi lagi
Rasanya hatiku semakin sakit saat kita terlibat adu mulut dan pikiran
Mengingatkan pertengkaran yang membuat kita pisah setahun lalu
Rasanya airmata yang mengalir dikedua belahan pipiku,
Jauh lebih menyakitkan dari setahun lalu
Seharusnya kamu tak usah kembali saja
Jika hanya tuk melukaiku
Seharusnya kamu tak usah datang saja
Bila tak sanggup menerima sikapku dengan apa adanya aku
Seharusnya kamu tak usah kembali saja
Jika hanya mendengar mulutku dan kau anggap itu benar adanya,
Padahal hatiku tak sebegitunya terhadapmu
Kupikir semua kembali baik-baik saja
Kupikir kita sama-sama berada di titik awal jatuh cinta
Kupikir masa lalu takan menyakiti kita
Tapi semua itu jauh dari kenyataan yang ada
Aku berkecil hati.. wajar memang aku merasa seperti ini.
Ya, karena setahun ini aku sudah bukan dihatimu.
Bahkan bisa dikatakan, aku sudah terganti dengan ia yang kau anggap terbaik.
Iya, mungkin karena dia memang mengerti dirimu
Mungkin karena dia memahamimu,
Tak sepertiku yang tak pernah bisa mengerti dirimu seperti katamu.
Ah ini menyakitkan ..
Aku cemburu memang, aku terluka.
Tapi aku bisa apa? Mengeluh? Marah? Memangnya aku siapa kamu?
Aku bukan siapa-siapanya kamu, tak pantas jika aku berlebihan terhadapmu.
Aku terluka ..
Aku merindukanmu,
Aku berdiri sendiri disini menunggumu tapi kau hanya tersenyum dengannya.
Dan untuk kesekian kalinya
Kamu menyuruhku pergi dari hidupmu, menyuruhku jangan mengganggu hidupmu setelah perdebatan panjang semalam.
Segitukah? Benarkah? Baiklah .. aku mengerti.
Untuk kesekian kalinya lagi, aku berjanji akan terus berusaha menghapus dirimu dan kenanganmu seiring waktu.